NovelToon NovelToon
FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE

Status: tamat
Genre:CEO / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: zarin.violetta

Lavinia Xerxes pergi dari Inggris menuju ke Amerika untuk mencari kakaknya yang tak ada kabar selama sebulan lamanya.

Hal itu membuat dirinya tinggal di apartemen sang kakak yang ditinggalinya bersama teman sekamarnya yaitu Rocco Robert yang sebenarnya adalah pemilik asli apartemen itu.

JANGAN LUPA FOLLOW
INSTAGRAM @ZARIN.VIOLETTA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Bab 18 Lavco

Lavia terbangun di pagi hari dan seperti biasa dia selalu langsung mandi lalu akan memasak makanan pagi.

Hal yang teratur dia lakukan ketika tinggal di Australia. Hidup sendiri sejak dulu membuatnya sangat mandiri.

Ibunya berada di rumah sakit jiwa sejak dirinya berumur 15 tahun. Itulah yang membuat sang kakek begitu menyayanginya karena Lavia sejatinya hanya sendirian di dunia.

Sang kakek selalu memastikan Lavia tak pernah kekurangan secara finansial. Dia tak pernah mau diadopsi oleh keluarga mana pun dan memilih tinggal di asrama sekolahnya.

Tak mudah menjadi Lavia yang ketika itu seharusnya masih membutuhkan sosok orang tua yang membimbingnya.

Sang ayah seakan tak pernah peduli dengan apa yang terjadi padanya karena terlalu membenci sang ibu yang akhirnya dilampiaskan pada dirinya.

Berusaha menjadi anak periang dan ceria di balik kelamnya hati yang dirasakannya. Itu adalah hal yang sangat sulit hingga membuatnya terkadang merasa kehilangan identitas dirinya yang asli.

Lavia seakan bingung dengan dirinya sendiri yang sangat sering mengubah-ubah kepribadiannya sesuai dengan lingkungan di sekitarnya hanya karena ingin diterima kehadirannya.

Dia bahkan takut menjadi gila seperti ibunya.

*

"Hai, Bi," sapa Lavia yang sudah melihat Rosa sedang membersihkan area ruang tengah.

"Pagi, Sayang," sahut Rosa.

"Pagi sekali Bibi datang," ucap Lavia.

"Ya, aku hanya sebentar di sini karena siang nanti aku harus menemani anakku berobat," sahut Rosa.

"Anak bibi sakit?" tanya Lavia.

"Ya, dia sedang hamil dan suaminya bekerja di luar kota. Jadi aku yang harus menjaganya," jawab Rosa.

"Semoga dia cepat sehat dan kandungannya baik-baik saja," kata Lavia.

"Terima kasih, Nona," ucap Rosa tersenyum.

"Aku akan memasak, bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi," kata Lavia.

"Baik, Nona," jawab Rosa dan kembali melakukan pekerjaannya.

Satu jam lamanya Lavia memasak dan akhirnya telah rampung semuanya.

Lavia menyiapkan makan paginya di meja dan kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.

Rocco keluar dari kamar dan berpapasan dengan Lavia yang akan masuk ke dalam kamarnya.

"Makan paginya sudah siap. Makanlah jika kau ingin makan," ucap Lavia tersenyum.

Rocco tak tersenyum sama sekali dan berjalan menuju ruang makan.

Lavia memasak cukup banyak makanan dan Rocco pun duduk di sana lalu mengambil makan paginya.

Tak lama kemudian, Lavia keluar dengan mata yang fokus pada ponselnya.

Rocco melihat ke arahnya sembari mengunyah makanannya.

"Kau pergi ke perusahaan hari ini?" tanya Lavia.

"Hmm," jawab Rocco singkat.

"Aku jadi kau pekerjakan di sana?" tanya Lavia.

"Tidak," jawab Rocco.

"Why?" tanya Lavia melihat ke arah Rocco.

"Kau tak membutuhkan jadi tak perlu bekerja," jawab Rocco.

"Aku butuh kegiatan untuk menghabiskan waktuku yang terlalu senggang ini," ucap Lavia.

"Kau bisa shopping," jawab Rocco.

"Aku tetap akan bekerja di perusahaanmu. Aku akan minta tolong pada Aunty Velvet dan Uncle Damon untuk hal ini jika kau tak mengizinkanku," sahut Lavia tak mau kalah.

Rocco menatap lekat netra biru nan tajam itu.

"Apa yang akan kau lakukan di sana? Membuat keributan? Karena hanya itu yang bisa kau lakukan," ucap Rocco.

"Ya, aku suka keributan," jawab Lavia cuek dan tersenyum menyebalkan sengaja memancing emosi Rocco.

"Terserah kau saja. Datanglah sesukamu jika kau mau," kata Rocco.

"Tentu saja aku akan datang dan akan langsung menuju HRD lalu mengatakan bahwa aku butuh pekerjaan karena aku adalah calon istrimu," ucap Lavia.

Rocco tak mengatakan apa pun setelah itu dan setelah menyelesaikan makan paginya, dia langsung berangkat ke perusahaan.

Dia tak menunggu Lavia dan wanita itu pun tak masalah jika harus pergi sendiri ke perusahaan.

*

Rocco pergi ke perusahaan dengan perasaan sedikit galau. Dia belum tahu apa yang kini harus dilakukannya pada Lavia -- gadis keras kepala itu.

Di otaknya penuh dengan drama pernikahannya dengan Lavia yang sangat tak disetujuinya sejak awal.

Bukan seperti ini pernikahan yang diinginkan Rocco. Dia hanya ingin hubungan yang normal, bukan seperti ini.

Dia merasa dipaksa oleh keadaan di mana dia harus menikahi Lavia.

Bukan itu saja, alasan sang mommy yang tak jelas mengapa begitu ingin menikahkan dirinya dengan Lavia adalah salah satu keenggannya menerima pernikahan ini.

Padahal Rocco benar-benar sadar bahwa ini hanya permainan sang mommy untuk segera menyeretnya ke dunia pernikahan dengan menggunakan Lavia yang kebetulan memiliki motif mendekati dirinya.

Pria itu yakin bahwa Velvet pasti tahu latar belakang Lavia dan masih kekeh menikahkan mereka berdua.

Sesampainya di kantor, Rocco langsung menuju ruangan meeting di mana para stafnya sudah menunggu di sana termasuk Maryla.

"Ini semua dokumen yang kau minta," ucap Maryla yang duduk di samping Rocco.

Para pegawai lain yang sudah tahu sikap dominan Maryla di antara pegawai yang lain tampak menganggapnya biasa saja sekarang meskipun mereka tak suka dengan hal itu.

Apalagi Maryla menganggap bahwa Rocco adalah miliknya. Dan berita tentang pertunangan Rocco yang disampaikan kemarin melalui konferensi pers membuat para pegawai seakan menertawakan Maryla di belakangnya karena perasaan Maryla yang tak pernah terbalaskan.

Rocco tak pernah mencampur adukkan urusan kantor dan pribadi. Selama kinerja Maryla baik, maka dia masih bisa mentolerirnya selama itu masih dalam batas wajar.

Meeting berjalan selama dua jam lebih membahas semua masalah dan kerja sama yang ada di dalam perusahaan.

Rocco pun keluar dari ruangan meeting dan Maryla serta Warren berjalan di sampingnya.

"Honey," panggil seseorang pada Rocco dan pria itu sangat mengenal suara itu.

Rocco berbalik dan melihat Lavia yang baru keluar dari lift.

Lavia menggunakan setelan formal berwarna putih tulang dengan panjang rok di atas lutut memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus.

Sepatu high heels-nya membuat tubuhnya semakin tinggi semampai dengan rambut yang diikat ekor kuda serta riasan wajah flawless yang membuatnya elegan.

Hal yang tak asing bagi Rocco karena pada dasarnya Lavia pernah menjadi seorang CEO di perusahaan kakeknya.

Lavia melirik ke arah Maryla yang sudah memandangnya tajam sekan ingin memabanting Lavia.

Lavia berjalan menuju Rocco dan mengecup bibirnya tanpa ada aba-aba terlebih dahulu.

CUP ...

"Apakah aku terlambat masuk kerja, Honey?" tanya Lavia.

Beberapa pegawai yang terlihat dari lorong kaca melihat pemandangan itu dengan begitu antusias karena ingin melihat tunangan sang bos besar yang baru dilihatnya hari ini.

Rocco tak menjawab apa pun dan menarik tangan Lavia untuk masuk ke dalam ruangannya.

"Kita bicarakan nanti saja hasil meeting ini," ucap Rocco pada Warren dan Maryla.

Maryla terlihat sangat kesal dan matanya memandang tajam pada sosok Lavia -- wanita asing yang tiba-tiba bisa menjadi tunangan Rocco dengan begitu cepatnya.

1
Sri Ariyanti
ok
Susana Sari Sari
mewekk thooorr dr bab aeblumnya...terharu banget /Sob//Sob/
wati
🤩
Arsinta Official
karya yang sangat luar biasa 👍👍
Tiffany_Afnan
coba membuka diri neng cantik... dan jdi diri sendiri aja.. biar abang rococo nyaman dan bucin akhirnya..
Tiffany_Afnan
namamu terlalu garang untuk wajah imutmu rocco 🤭😍
Ical Habib
lanjut thor yg lainya blm ad kisahnya
Bastian Sipahutar
Luar biasa
Bastian Sipahutar
Lumayan
capr.gurlll
laviaaa😭😭😭
bini hisenk
😆
Susanti Susanti
Luar biasa
Nurul Fariza
/Sob/
Karo Karo
👍👍👍👍👍👍
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kalea rizuky
Sammy becca bukannya mereka satu ibu
kalea rizuky
Fred ini g beresss malah belain becca
Nur Andi Baharuddin
/Heart//Heart//Heart/
Aviciena
keren lah, di tengan cerita ceo ceo an
Mochimolala
malah ngikutin jejaknya uncle phoenix celup celup sebelom halal🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!