Update setiap hari pukul 14.00 & 19.00 Waktu Indonesia Barat.
Raymond Gilberto bos besar yang berasal dari negeri Singapura yang berlibur ke rumah saudara misannya yang tinggal di Jakarta , Indonesia. Di sanalah Ray bertemu untuk pertama kalinya dengan Evelyn Estrelita yang membuat haru biru perasaan Raymond yang ingin melindungi dan membahagiakan Evelyn gadis pertama yang mendatangkan cinta sejatinya itu.
Evelyn Estrelita gadis usia delapan belas tahun yang tak pernah satu kali pun mengenal yang namanya pacaran dan tahu -tahu kehadiran Raymond yang tak di sangkanya telah mengubah segalanya yakni takdir dan cinta datang kepadanya
Bagaimana kisah perjalanan cinta mereka berdua ? yuk ikuti saja di novel modern romantis pertama ku ini..Jika suka jangan lupa like , komen ,rate n vote novel ku ya.Terimakasih 🙏🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18.
Apartemen Mal Taman Anggrek ,Jakarta Barat.
Pagi hari yang menyilaukan membangunkan Delia dari bangunnya untuk gadis abg usia 14 tahun ini bersiap -siap untuk menjalani aktivitasnya sebagai seorang pelajar sekolah menengah atas di tingkat ke sembilan.
" Met pagi ade nya kakak Ray yang manis, " Sapa Ray menyambut Delia di ruang makan.
" Met pagi juga Kakak Ray. Kita sarapan apa nih di pagi hari ini ? ," Delia duduk dengan tenang di atas kursi makan favoritnya.
" Lihatlah Bi Umi udah siapkan sarapan nasi uduk untuk kita." Jawab Ray menyediakan piring motif boneka barbie warna pink di depan Delia.
" Nasi uduk ? Woaah..Delia suka banget...! ," Seru Delia yang langsung mengambil sendoknya dan melahap sarapannya dengan nikmati sekali.
Ray sambil menikmati sarapan paginya dengan santai mengambil hp nya dan membuka layar di Wa nya untuk menghubungi Eve sambil menatap foto diri Eve di layar hpnya.
Drrrttt...!
Perumahan Anyelir, Tangerang.
Suara dering hp yang tergeletak di atas meja rias membangunkan Eve dari tidurnya di pagi hari itu dan Eve pun berdiri lalu mengambil hpnya untuk menerima hubungan seluler dengan Ray.
" Halo selamat pagi , Sayang. Baru bangun pagi ya ? ," Sapa Ray tersenyum cerah menyambut Eve melalui layar hp nya.
" Halo selamat pagi juga, Kak Ray. Ya ,Eve baru bangun pagi nih. Wah Kak Ray udah sarapan pagi dan rapi." Jawab Eve tersenyum malu karena Ray melihatnya dalam keadaan berantakan dan kusut pada rambutnya meskipun melalui layar hp saja.
" Hahaha ya , Eve. Aduh kesayangan Kak Ray cantik banget pagi hari ini meski berpenampilan baru bangun tidur." Kata Ray apaadanya namun Eve yang cuek itu sama sekali tidak peduli dirinya terlihat terlalu apa adanya oleh Ray.
" Hehehe ya ,Kak Ray. Makasih atas pujiannya. Ah Eve mau mandi dulu ya lalu sarapan pagi trus Eve ada kegiatan baru untuk isi waktu Eve di rumah." Kata Eve kepada Ray melalui layar hp.
" Iya, sana Eve. Sampai jumpa ya nanti siang Kak Ray hubungi kamu lagi, " Kata Ray begitu senang melihat Eve di pagi hari sehingga waktu padat yang di jalaninya menjadi ringan dan sangatlah menyenangkan baginya.
Sesudah melakukan aktivitas paginya di sela -sela waktu sarapan paginya bersama dengan Delia si adik manis kesayangannya dengan bervideo call dengan Eve.
Ray berpamitan dengan Delia yang akan pergi ke sekolah dengan di antar Bibi Umi Art yang kerja di apartemen Ray dan Delia. Pemuda ini berangkat bekerja dengan mengendarai sepeda motor baru merek scoopy silver.
Di pabrik besi dan baja yang berada di daerah Cengkareng, Tangerang. Ray melakukan tugasnya sebagai kepala pabrik dengan sangat profesional tinggi dan juga ramah tamah sehingga semua buruh di pabrik itu sangat menyukainya sebagai rekan kerja yang baik.
" Ray..! " Panggil seorang gadis rambut pendek yang menghampirinya di kantin pabrik saat Ray akan makan siang bersama dengan teman -teman kerjanya.
" Sally ? Rupanya kamu bekerja di pabrik ini juga? Sejak kapan ? ," Tanya Ray sangat senang melihat teman satu gereja nya juga ada yang bekerja di tempat kerja yang sama dengannya.
" Iya, Aku udah lama kerja di pabrik ini cuma Aku di bagian pembelian." Jawab Sally yang juga amat senang bisa satu tempat kerja dengan Ray. Hal ini merupakan satu kesempatan bagi Sally untuk bisa lebih dekat dengan Ray.
" Hai , Ray dan Sally rupanya kalian berdua sudah saling kenal ya ? ," Tanya salah seorang teman -teman kerja Ray kepada Ray dan Sally.
" Iya ,Gue dan Sally memang udah saling kenal karena dia teman satu gereja Gue." Jawab Ray.
" Iya, Bobby . Aku dan Ray ini teman satu gereja yang sama." Jawab Sally pula sambil menikmati makan siangnya berupa nasi bungkus dengan lauk pauk apa adanya.
" Hmm Sally elo mau gak tukaran makanan ini sama Gue ? ," Tanya Ray kepada Sally dengan Ray menunjukkan makanan khas yang baunya amat pekat dan tidak di sukainya sama sekali.
" Oh ,kamu gak suka jengkol rupanya , Ray ?" Bobby bertanya kepada Ray yang menggangguk untuk menjawabnya.
" Ya, apa Elo mau makan jengkol kepunyaan Gue? " Tanya Ray mengulurkan nasi bungkusnya untuk di berikan kepada Bobby yang amat senang bukan main lauk pauknya semakin banyak.
" Ya ,maulah.." Jawab Bobby dengan nada yang gembira sekali.
" Lalu kau makan siang apa hari ini ,Ray ? Kalau makan siang mu di berikan kepada Bobby ? " Tanya Sally menatap Ray yang hanya duduk saja di kantin pabrik.
" Mmm Gue bisa makan siang roti ," Jawab Ray yang memang sudah menyiapkan bekal untuknya di pabrik apabila ada makanan yang tak di sukai nya.
" Apakah cukup kamu cuma makan siang roti saja dan apakah kamu tidak akan lemas saat kerja di pabrik ? ," Tanya Sally dengan nada cemas pada Ray.
" Cukup.. Enggak akan lemas kok . Gue 'kan pria muda yang tangguh." Jawab Ray tersenyum ceria selalu kepada Sally dan teman -teman kerjanya.
Sementara itu Evelyn melakukan aktivitasnya di rumah nomor 208 di perumahan Anyelir dengan menerima pekerjaan kerajinan tangan yang di tawarkan oleh Kakak pertamanya berupa karya kerajinan tangan menyulam ,merangkai bunga dan melukis di kain yang ada mote -mote nya.
" Eve , Kamu makan siang dulu gih ..! ," Kata Kakak pertama nya Eve yang melakukan pekerjaan itu dengan giat sekali.
" Ya, Kak Yeni . Eve pergi makan siang dulu ya sebentar saja , nanti Eve balik kerja lagi." Jawab Eve yang meletakkan rangkaian bunga hasil dari kerja kerasnya di keranjang khusus untuk bagian hasil kerjanya.
Lalu Eve berjalan menuju ke ruang makan untuk makan siang berupa menu tumis sayur kangkung dan bakwan jagung. Eve menikmati makan siang nya dengan santai sambil melanjutkan kegiatan menulis novel di aplikasi novel favoritnya itu.
" Wah sudah cukup banyak karyaku dan Aku pun sudah naik level gold nih..! " Seru Eve senang luar biasa dengan hasil kerja menulis novelnya itu.
" Eh ,ada teman nih yang mau mengajakku untuk bergabung di grup nya. Wah , Aku mempunyai banyak teman dan juga pengikut yang dukung karya ku..! " Sorak Eve luar biasa senang.
Kling..!
Eve terbelalak kaget melihat layar akun nya hilang dan Ia berusaha untuk mencari tahu dengan akun nya itu. Dan, untung Eve mempunyai teman -teman yang baik yang membantunya seperti Haku dan Kity serta Rona yang mendukungnya untuk Eve terus maju dalam mencapai impiannya menjadi seorang penulis.
"Ah , Aku harus mengulang dari awal lagi nih. Ah tak apa deh yang penting Aku sudah berusaha untuk meneruskan impianku sebagai seorang penulis, " Kata Eve yang kembali semangat untuk melanjutkan mimpinya yang tertunda dan sempat hampir pupus oleh keadaan yang membuatnya berhenti menjadi seorang penulis buku novel.
Bersambung..!!
berarti masih mending keluarga mama jeni, lebih bersahabat bangsa