NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Emosi

Melihat cara bicara bungsunya itu, Adam ingin sekali memukulnya, tapi ia sudah puas memberikan banyak cara untuk mendidik Akhmar.  Dilembutin makin menjadi- jadi. Dikasarin pun malah makin membangkang.  Lalu Adam harus bagaimana? 

Tak hanya sekali atau dua kali, bahkan sampai bosan Adam menjewer telinga Akhmar dulu waktu anak itu masih kecil, mencubit pahanya, serta menyiramnya dengan air.  Sebab perilaku Akhmar memang kelewatan.

Bahkan hukuman apa saja tak membuatnya jera, malah makin menjadi- jadi.  Salah satu contohnya, dulu Akhmar pernah mencuri buah- buahan milik Pak Rt, dia masukkan buah jambu itu ke karung kecil, buah- buahan itu tujuannya hanya untuk main lempar- lemparan saja di taman bersama dengan teman- temannya. Tepat saat itu, Pak Rt memergoki Akhmar yang tengah panen buah jambu satu karung kecil.

Sontak Pak Rt marah, malah Akhmar melawan dan memukul Pak Rt sampai pingsan, lalu Akhmar mengikat Pak Rt di pokok pohon jambu. Parah kan? Semalaman Pak Rt berada di kebun jambu, terikat di pokok itu sampai tengah malam. Kehujanan lagi. Untungnya, malam itu istrinya mencari Pak Rt sampai ke kebun.

Setelah itu, paginya seluruh warga dihebohkan mengenai Akhmar yang maling jambu dan malah menyekap Pak Rt di pokok jambu.

Akhmar lalu dihukum oleh Adam, dicambuk sepuluh kali, dikurung di kamar mandi, juga disuruh membaca salawat sampai seribu kali. Dower deh tuh bibir. Tapi itu pun tak lantas membuat Akhmar menjadi jera melakukan hal- hal negatif.

Adam kini menatap wajah Akhmar yang terlihat tak peduli. Ia takut putranya itu akan menyeretnya ke neraka bila ia tak juga berhasil mengubah akhlak sang anak menjadi baik.

Beberapa menit sejak dilahirkan, Akhmar sudah kehilangan ibunya, dan ia dibesarkan oleh papanya. Ya, Adam menjadi ayah sekaligus ibu untuk anak- anaknya. Termasuk membesarkan Akhmar kecil yang dulu penyakitan.

"Kau dibesarkan dengan penuh perjuangan oleh papa, tapi begini balasan mu pada papa!" Adam tampak emosi sambil memukul meja dengan kuat saat melihat Akhmar mengantuk dengan kepala hendak tertunduk.

Artinya Akhmar tidak mendengar ucapan Adam. Semua yang dilakukan Adam dianggap sepele. Akhmar terkejut dan menatap papanya.

Kesal, Adam melayangkan tangan hendak memukul.

Namun layangan tangan itu tertahan oleh sebuah tangan dari belakang. Adam menoleh, menatap Aldan, sulungnya yang menahan tangannya.

"Jangan, papa!" bisik Aldan berusaha menenangkan sang papa dengan tatapan teduh. Dialah anak yang selalu berbakti, sopan, dan bijaksana.

Adam menarik napas dan beristighfar. Tak seharusnya ia melakukan kekerasan pada anaknya sendiri.

Setelah merasa sedikit tenang, Adam berkata, "Besok akan ada pengajian akbar di masjid Nurul Huda. Itu adalah pengajian besar yang donatur dan pengurusnya adalah papa. Kau wajib hadir di sana! Kalau kau tidak hadir di masjid itu, maka kau tidak lagi diijinkan memakai semua fasilitas di rumah ini, baik mobil, motor, atm, kartu kredit, atau apa pun itu! Camkan itu!" Adam beranjak pergi, naik ke atas. Tujuan Adam memerintah Akhmar menghadiri acara keagamaan adalah supaya Akhmar mendengarkan tausiah yang kemungkinan bisa mengubah hati pria itu menjadi lebih baik.

Akhmar dan Aldan bertukar pandang. Tatapan Aldan tampak teduh, pria itu mendekati Akhmar dan menepuk pundak adiknya itu.

"Papa sedang lelah, papa jarang di rumah untuk mencari nafkah dan bekerja keras. Wajar papa marah karena ini. Jangan dendam!" lembut Aldan menasihati.

Akhmar diam saja. Hanya memutar mata. Ia sudah terbiasa dengan amukan papanya itu. Sudah kebal.

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!