NovelToon NovelToon
Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Rosi Lombe

Rachel Anderson harus rela kehilangan kesuciannya dan hamil di luar nikah karena jebakan nyasar yang dilakukan oleh saudara kembarnya dan juga sepupunya sendiri. Ia terpaksa menikah dengan seorang pria yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandung sendiri bernama Gideon Harpa karena bayi yang ada dikandungannya membutuhkan status sang ayah.

Mungkinkah cinta akan bersemi meskipun awalnya mereka menikah hanya karena status untuk sang bayi yang belum lahir? Mampukah keduanya menjalani kehidupan rumah tangga mereka dalam ikatan keterpaksaan?

Seri Keempat Novel The Andersons Family. Agar memahami alurnya, silahkan baca terlebih dahulu Novel sebelumnya:
1. Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
2. Malaikat Kecilku Gabriella
3. Sangkakala Milik Serafim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosi Lombe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Menuju Villa

"Wahhh ternyata indah juga ya pemandangan di sekitar sini, pantas saja mereka berdua tidak mau bulan madu jauh-jauh, disini saja sudah bagus begini" Gide yang baru pertama kali datang ke daerah sekitar villa berdecak kagum.

"Tentu saja indah, memang kakak belum pernah ke sini ya sebelumnya?" tanya Rachel penasaran.

"Belum, kan waktu proyek villa ini dibangun beberapa tahun lalu aku masih di luar negeri, jadi aku tidak ikut melakukan proyeknya" Gide menjelaskan kepada Rachel.

"Ohhhhh" Rachel hanya ber oh ria saja sambil bergerak-gerak merapikan pakaiannya yang dirasa tidak nyaman dikenakan.

"Kau kenapa Rach?" Gide menoleh ke arah Rachel yang sejak tadi duduk dengan tidak nyaman.

"Baju ini sangat sempit, aku jadi merasa tidak nyaman memakainya, rambutku juga, apalagi make up diwajahku ini, rasanya aku ingin melepas semuanya dan bertelanjang saja deh!" Rachel menggerutu sambil terus menarik dress yang terasa begitu ketat di bagian dadanya.

"Tapi kau terlihat sangat cantik loh dengan dandanan seperti itu" kata Gide sambil mengelus kepala Rachel dengan lembut.

"Aku tau, tapi tetap saja ini membuat ruang gerakku menjadi sangat terbatas" Rachel ingin sekali melepas semuanya.

"Aku heran kenapa wanita suka sekali berdandan begini, padahal sangat tidak nyaman" Rachel yang selalu memakai baju longgar keheranan.

"Karena mereka ingin tampil cantik" jawab Gide klise.

"Ck, cantik itu bukan berarti harus menyiksa diri kan, kita bisa saja pakai pakaian cantik tapi tetap nyaman" Rachel tetap merasa semua wanita itu aneh.

"Kalau nanti kau punya kekasih dan dia memintamu berdandan seperti ini setiap hari, apa kau akan melakukannya?" Gide bertanya.

"Tidak, aku tidak akan pernah mau menerima pria yang tidak menerimaku apa adanya. Kalau dia mencintaiku, maka paket yang harus dia terima adalah sekaligus dengan segala kekuranganku, salah satunya adalah aku tidak suka berdandan!" Rachel berkata dengan tegas.

"Hemmmm begitu ya?" Gide manggut-manggut.

"Iya" angguknya dengan yakin.

"Apa selama ini sudah ada pria yang mendekatimu?" Pria itu kembali menoleh kearah Rachel sesaat sebelum akhirnya kembali fokus menyetir mobilnya.

"Ada sih beberapa, tapi aku menolak mereka semua" jawabnya dengan santai.

"Kenapa kau menolaknya?" tanya Gide penasaran.

"Kakak tau kan kalau aku belum berfikir tentang pria? Aku mau menikmati masa mudaku dulu, mungkin lima atau enam tahun dari sekarang baru aku akan berfikir untuk mencari calon suami hehehe" kata Rachel sambil terkekeh geli membayangkan dirinya menikah.

"Lama juga ya, kalau aku yang harus menunggumu selama itu sepertinya akan jadi bujang lapuk sungguhan hahahaha" Gide berseloroh.

"Ya iyalah, kan aku dan kakak jaraknya lumayan jauh, sekarang aku masih belum genap delapan belas tahun, sementara kakak sudah tiga puluh satu tahun" Rachel menghitung jarak usianya dan juga Gide.

"Hemmm, jadi menurutmu aku sudah sangat tua ya?" Gide memajukan bibirnya.

"Tidak tua-tua amat sih sebenarnya, tapi kakak itu sudah matang, sudah cukup untuk berumah tangga!" Rachel meluruskan persepsi Gide.

"Jadi menurutmu seharusnya aku sudah harus segera menikah?" Gide bertanya lagi.

"Tentu saja, aku kan juga ingin segera punya kakak ipar dan keponakan" gadis itu mengangguk dengan mantab.

"Hemmmmmm" Gide hanya mencebikkan bibirnya tanpa merespon lebih lanjut lagi.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dalam diam sambil menikmati pemandangan indah tepi pantai yang tersuguh indah di sepanjang jalan.

1
Siti Nurbaidah
seru💖💖💖👌👍💕
Lilee
Luar biasa
Lisa Halik
happy ending thor&tahniah
Lisa Halik
hahahaha mike ron micheal
Lisa Halik
bucin terus gide sama rachel
Gama Liel
ka cerita raf nya kmna ka?
Nana Ghifari
kki
Queenoflife
baca cerita mimin yuk 😁
Heni Linda Oriflame
lanjut
Chris Antono
Luar biasa
Chris Antono
Lumayan
Bu Zahwawe
pusing,, terlalu banyak percakapannya,,
Luh Gede Ika Jayanti
Luar biasa
Intan Anggraeny
lanjut ke novel selanjutnya
Intan Anggraeny
bacanya ketagihan
Intan Anggraeny
bacanya ketagihan
sri harjuni
bagus banget
Rosi Lombe: halo kak, terima kasih sudah membaca novel ini.. Jangan lupa untuk membaca novel Rosi yang lainnya ya.. Happy reading
total 1 replies
Sri Yanti
kel bahagia
Rosi Lombe: Halo kak, terima kasih sudah membaca novel ini, jangan lupa untuk membaca novel Rosi yang lainnya ya.. Happy reading
total 1 replies
Nabila Petta
Tetap semangat ya Author... Teruslah berkarya... God bless you Author...
Rosi Lombe: Halo kak, terima kasih sudah membaca novel ini, jangan lupa untuk membaca novel Rosi yang lainnya ya.. Happy reading
total 1 replies
Putri Sera
makanya klo di bilang suami ga usah kuliah bolos aja temani suami kerja aja jgn ngeyel. pelajaran buat para istri. jgn ngeyel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!