NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest
Popularitas:182.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qidi

assalamu'alaikum...
haii..salam kenal, ini karya perdanaku.

Seorang perawat dengan wajah ayu khas gadis Jawa. Cantik dengan kepala tertutup jilbab.
Dia harus tinggal jauh dari keluarga, karena sebuah pekerjaan.
Siapa sangka di kota itu ia menemukan cintanya.
Cinta yang ia harapkan akan menetap untuk selamanya di hatinya.
Cinta yang bisa menutup kesedihan, akibat cinta-cinta terdahulu yang hanya singgah sementara.

Akankah harapannya tewujud, ataukah cinta itu sama dengan cinta-cinta nya yang dahulu.

Ikuti ceritanya.." Cinta Untuk Perawat Cantik ".

simak yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qidi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rayhan POV

Selamat membaca 📖😍

Waktu itu...seingatku.. kurang lebih 1 tahun yang lalu. Aku dilarikan ke rumah sakit. Untuk pertama kalinya setelah lebih dari 1tahun, penyakit ku gak kambuh.

Aku dibantu 2 sahabat setiaku, Bagas dan Doni.

Mereka yang membawaku ke rumah sakit.

Hari itu, ada seorang perawat wanita yang menangani ku.

"Permisi pak, saya pegang untuk memeriksa ya? ", kata perawat itu.

Perawat itu masih muda, dia sopan.. sangat sopan menurutku. Baru kali ini aku menemui perawat yang minta ijin memegang pasiennya untuk diperiksa. Dan dia.. cantik.

Aku hanya menganggukkan kepalaku. Terlalu lemas untuk sekedar mengucapkan kata 'ya'. Mataku pun terpejam, karena sedang menahan rasa sakit di perutku.

Samar-samar aku mendengar seseorang menyebut namaku.

" Ada apa Ray? ", itu kalimat yang aku dengar.

" Diagnosa sementara tukak lambung, dok ".

Dok... berarti itu suara seorang dokter. Dan yang menjawab bukan salah satu dari sahabatku, tapi suara perawat itu.

Ray... panggilannya kenapa sama.

Aku tidak bisa lama-lama memikirkan tentang panggilan itu. Aku merasakan kantuk yang teramat sangat, dan sudah tidak mendengar apa-apa lagi. Mungkin mereka memberiku obat penenang ato semacamnya, agar aku tidak merasakan sakit lg di perutku ini.

Malam hari, aku mulai terbangun. Mungkin efek obatnya sudah hilang. Kulihat mamaku tengah berbincang dengan Bagas.

" Ma.. ".

" Ray.. kamu dah sadar sayang", ucap mama dengan penuh kelegaan.

"Gimana, apa masih sakit ? ", tanya mama.

Aku hanya menggeleng pelan. Sedangkan Bagas pergi manggil dokter. Tak lama, seorang dokter dan perawat cantik datang. Mereka memeriksa ku lagi.

'Perawat cantik ', yaa sejak pertama aku melihatnya aku suka memanggilnya dengan sebutan 'Perawat cantik '. Panggilan ku dalam hati tentu. 😁.

Aku melihat sekilas name tag yang menempel di jilbab perawat itu 'Raya Husna'.

*Pantes saja dokter itu memanggilnya 'Ray'.

Eh.. tapi biasanya dokter-dokter akan manggil perawat dan yang laen sesuai dengan profesinya. Kok ini langsung namanya... seakrab itukah dokter dan perawat disini, ato...*

Lamunanku buyar saat dokter dan perawat cantik itu pamit pergi.

" Ma.. mama pulang aja, istirahat di rumah. Biar Ray, Bagas yang nemenin ".

Mama melihat ke arahku, seakan meminta persetujuanku. Aku pun mengangguk.

" Iya ma, Ray dah baikan.. cuma masih lemes aja ", ucapku menyakinkan mama agar tak khawatir lagi.

" Ya udah mama pulang dulu besok pagi mama kesini lagi ", mama mengusap lenganku.

" Besok kamu kerja kan? ", kali ini mama mengalihkan pandangannya pada Bagas.

Bagas mengangguk dan tersenyum manis ke arah mama.

" Gak usah dimanis-manisin senyumnya ", ucapku yang kebetulan kompak dengan mama.

" Mama gak bakal ngaruh dengan itu ", lanjut mama acuh.

Mama mencium keningku. Aku dan Bagas mencium punggung tangan mama secara bergantian. Mama pun pergi setelah memberi salam.

Sahabat-sahabat ku sudah sangat dekat dengan kluarga ku. Mereka memanggil orangtuaku dengan sebutan yang sama seperti ku, mama-papa.

Mama bukan hanya sebagai orangtua untuk kami. Beliau juga bisa memposisikan diri sebagai sahabat, teman dan bahkan bisa menjadi rival terberat. Yang tak bisa diremehkan, mama bisa menjadi Jaksa sekaligus hakim yang tidak akan pandang bulu dalam menjatuhkan vonis hukuman pada kami, jika memang kami bersalah menurutnya. Ingat ya 'menurutnya'.

Apapun itu, Alhamdulillah kami dan mama tidak pernah ada rasa benci. Hukuman apapun dari mama akan kami jalani walau dengan gerutuan.

Kenapa hanya 'kami dan mama', karna papa insyaAllah sudah tenang 'di sana'.

Papa meninggal sudah sangat lama. Beberapa tahun setelah itu, mamaku diminta untuk menikah lagi dengan pamanku, kakak dari papa. Yang memintanya adalah kakek-nenek, orangtua papa.

Pada saat itu, pamanku sudah lebih dari 10 tahun menduda. Istrinya meninggal setelah 1tahun melahirkan putra mereka.

Sekarang pamanku menjadi ayah sambung ku. Hmm kayaknya patut jadi judul novel yaa 😁.

Aku mempunyai 2 orang adik, 1laki-laki yang satu ayah denganku dan 1 perempuan lahir setelah mama menikah dengan paman. Dan seorang kakak laki-laki yang juga sepupuku, anak pamanku.

Aku memiliki 4 sahabat, sejak SMP, alhamdulillah sampai sekarang.

Mereka Bagas, Doni, Alan dan Akbar. Dari kami semua hanya Alan yang tinggal jauh, ia sekarang di Jakarta.

Kembali ke rumah sakit.

Malam ini Bagas menemani ku.

"Rey, kok bisa kambuh sih? ".Tanya Bagas yang penasaran dengan sakitku.

" Biasalah Gas.. kamu tau sendiri kan aku gimana ", ucapku lirih.

" Iya, tapi apa g bisa kamu menolaknya ". Bagas mulai kesal. Akibat rasa tidak enakan ku, malah membawa ku berakhir di sini.

" Aku udah nolak, tapi dia nekat naruh udang itu di piring... ",

" Trus soda itu ", Bagas dengan cepat memoting kalimat ku.

" Waktu aku kepedasan Alma nyodorin minuman yang ada di dekat situ. Aku kira air putih. Langsung aku minum, gak taunya soda ".

Jawabku dengan sedikit kesal, karna ucapan ku dipotong nya tadi.

" Baru seteguk, perutku sudah terasa panas. Aku pamit trus manggil kamu itu ". Aku mengangkat tanganku, saat Bagas akan menyela omonganku lagi. Kebiasaan memang anak itu, kalo lagi penasaran gak sabaran.

Bagas diam, dia memandang ke arahku mengekspredikan tanda tanya...

" Dia memaksaku untuk mencicipi udang itu, ditungguin pula. Katanya itu masakan buatan dia. Menu baru restonya ".

Aku menjelaskan semuanya, menjawab ekspresi wajah Bagas tadi.

Hufftt,, Bagas menghela nafas lega, kini sahabatnya itu sudah baik-baik saja.

Dua hari sudah aku harus menginap di rumah sakit, dengan tangan yang terhubung selang infus. Kini aku sudah diperbolehkan untuk pulang. Alhamdulillah.

Aku pulang tanpa melihat ato sekedar berpamitan dengan perawat cantik.

Tunggu.. aku seperti pernah melihat wajah perawat itu, tapi entah dimana...

••••

Suatu hari aku ada urusan kerjaan ke Jogja. Aku pergi bersama Bagas dan adekku, Raka. Rencana kami disana hanya 3 hari, tapi karna ada sedikit kendala akhirnya molor jadi 1 minggu.

Dan hari itu kami harus segera pulang. Karna besok siang aku ada acara, mendampingi anak didik ku dalam pertandingan taekwondo. Alhasil kami pun naek kereta malam.

Saat perjalanan pulang, tak disangka aku duduk bersebelahan dengan perawat cantikku, he he. Itu pun awalnya aku tidak menyadarinya. Aku pun mengajaknya ngobrol sepanjang perjalanan Jogja-Surabaya. Padahal biasanya aku tidak pernah bicara atopun sekedar basa-basi kepada orang baru.

Kurasa perjalananku kali ini terasa lebih menyenangkan, dibanding sebelum-sebelumnya yang hanya ditemani oleh cowok-cowok gesrek. Siapa lagi... kalo bukan sahabatku ya adekku.

Sebenarnya sejak pertemuan tak terduga di kereta itu, aku merasakan ada perasaan yang berbeda. Entah apa, terlebih jika aku melihat wajah Raya. Tapi aku tidak begitu mempedulikannya. Saat ini aku telah menyimpan foto dia di HP ku. Ku dapatkan secara diam-diam dengan memotretnya saat dia tidur di gerbong kereta malam itu.

💞💞💞💞

alhamdulillah..akhirnya bisa up lagi..

sekian dulu ya smua,,

maaf sekali baru bisa up,,

maaf juga kalo msih byk typo dan critanya juga g nyambung sana sini,,maklum 😁😁...

tetep semangat yaa bacanya..

kalo suka silahkan kasih like komentar vote ato gift juga boleh,, biar yang up juga semangat 👍👍

salam hangat Q**idi 😍😍**

1
Asih S Yekti
lanjuut
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
yahh nunggu up lagi nihhh
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Alhamdulillah Rayhan udah ketemu Raya dan sembuh langsung setelah memeluk istrinya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya belum tahu kalau lagi hamil kah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
ditunggu lanjutannya lagi
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
apa yang terjadi ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya nya keliatan biasa "aja suaminya yang ngidam mood manja
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
kayaknya Rayhan ngidam ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
terlalu cinta dan takut kehilangan itu si Rayhan nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
begitu ya ceritanya kalau donor darah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan sangat mencintai Raya jadi pingin nya tak mau lepas
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan ndak mau kehilangan Raya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
enak banget menu nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
semoga Raya dan Rayhan bahagia selalu
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
udah lama banget ndak up jadi lupa ma ceritanya 🙏😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya obatnya rayyan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Rayyan kena sindrom simpatik ya
QiDi: iya kek nya.. lanjut ya kak..
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
namuun apa yang terjadi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: ayooook
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya hamil sepertinya ya?
QiDi: 🤔🤔🤔🤦‍♀️
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!