NovelToon NovelToon
EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Keluarga / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Season 2 novel SANG PENGASUH

Arya, Ricky, Rendi, dan Wiliiam, adalah empat pria tampan sold out yang telah menjalani senasib sepenanggungan gagal malam pertama karena kejahilan diantara mereka. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak selancar jalan tol. Keempatnya mengalami ujian.

Diantaranya, Arya. Kemunculan salah satu keluarga yang dikira telah meninggal, hadir mengusik ketenangan rumah tangganya.

Pun dengan Rendi. Kedatangan adiknya dari Turki dan kini tinggal bersamanya malah membuatnya was-was.

Kisah kehidupan keempatnya, author kemas dalam satu bingkai cerita.

Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat/perusahaan itu hanya kebetulan semata.

Selamat menikmati kisah yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.


Cover free by pxfuel
Edit by me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Penasaran

Andina keluar dari kamar mandi usai cuci muka. Ia terbangun lebih dulu karena teringat anak-anak di rumah. Meski ada Ibu yang menemani cucunya, namun pikirannya tetap saja terpaut mengingat mereka.

"Sudah enakan, Mas?"

Andina duduk di tepi ranjang. Ia menyentuh dahi Arya yang baru saja terbangun saat meraba kasur, karena orang yang dipeluknya tidak ada di sisinya.

"Alhamdulillah jauh lebih baik. Kan obatnya kamu--" Arya mencolek hidung mancung istrinya. Ia bangun dan membuka bajunya yang basah karena keringat.

Arya meraih jam tangannya di atas nakas. "Hm, aku tidur 1 jam tapi langsung fresh."

"Itu namanya tidur berkualitas," jawab Andina sambil membereskan baju Arya. Memasukkannya ke dalam paper bag untuk dibawa pulang.

"Ada kabar lagi dari rumah gak, yank?" Arya menanyakan kabar anak-anaknya. Setelah sebelumnya Andina menceritakan ada Ibu yang menjaganya di rumah. Ia duduk di tepi ranjang dengan bertelanjang dada. Celananya digulung sampai betis karena mau ke kamar mandi.

"Tidak ada. Berarti mereka masih anteng. Tapi aku mau pulang aja ya. Mas Arya kan udah fit."

"Pengennya sih nanti saja pulang bareng. Tapi sekarang aku harus banyak mengalah sama anak-anak deh."

Andina terkekeh. Ia menjawil kedua pipi Arya dan menggoyangkannya ke kiri ke kanan. Bayi besarnya memberenggut karena berat untuk ditinggal. Arya dengan bibir manyun, hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Namun kecupan kilat dari bibir lembut sang istri membuatnya tersenyum senang.

"Baju gantinya mau yang mana, Mas?" Andina membuka lemari, mengamati beberapa kemeja yang tergantung di hanger. Arya selalu menyimpan beberapa setelan baju formal ataupun baju santai. Untuk cadangan jika dibutuhkan.

"Terserah kamu, sayang." Arya berteriak dari ambang pintu kamar mandi.

.

.

.

Arya sudah rapih dengan memakai kemeja lengan panjang warna abu tua, baju ganti yang dipilihkan Andina. Berpadu sempurna dengan celana hitam yang dikenakannya. Ia menghubungi Meta menanyakan tamunya. Karena jadwal meeting dengan tamu terlewat 15 menit.

Usai menutup teleponnya, Arya menghampiri Andina di sofa yang bersiap untuk pulang. "Sayang, kapan aku buka puasa?" Arya memilin ujung hijab Andina. Kelakuannya persis kayak anak kecil yang merajuk minta dibelikan es krim.

"Hm. Kasih tau gak ya--" Andina mengetuk-ngetuk telunjuknya di pipi, seolah sedang berpikir.

Dan ekspresinya itu malah membuat Arya gemas. "Ih sayang, cepet kasih tau--"

Arya menggelitik pinggang Andina sampai tertawa-tawa dan meminta ampun karena geli.

Andina menganggkat tangannya, menyerah. "Ampun Mas. Udah ah aku mau pulang. Di luar tamu sudah menunggu tuh." Andina berdiri merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan karena ulah Arya. Ia masih bungkam kapan masa nifasnya berakhir.

Arya ikut berdiri dan menarik tangan Andina sampai tubuh sang istri menubruk dada Arya.

"Kiss dulu, sayang. Hukuman karena kamu gak ngasih tau jadwal buka puasa aku."

Ciuman panas berlangsung 5 menit. Jika Andina tak menahannya, mungkin akan berlanjut meminta yang lain. Sementara di luar sudah ada tamu yang menunggu untuk bertemu boss Arya.

Andina mengusap bibir Arya karena ada noda lipstik tertinggal. Ia pun memoles kembali bibirnya dengan lipstik warna peach seperti sedia kala. Setelah memastikan penampilannya kembali rapih, Andina pamit pulang. Saat membuka pintu, tampak di sofa ruang tunggu ada Ricky sedang berbincang dengan seorang tamu pria.

Mendengar suara pintu terbuka, keduanya menoleh ke arah pintu dan tersenyum kepada Andina yang berjalan mendekat.

"Bu Arya, gimana si boss sudah fit?" Ricky berinisiatif menyapa lebih dulu. Ia sudah tahu dari Meta kalau Arya sedang istirahat dan jangan diganggu.

"Alhamdulillah sudah fit lagi. Sekarang sudah bisa menerima tamu." Andina tersenyum ramah. Sekilas ia menatap tamunya yang tersenyum tipis kepadanya.

"Pak Steve, kenalkan ini istrinya Pak Arya." Ricky memperkenalkan Andina kepada tamunya yang berusia sekitar 35 tahun itu.

Segera Andina mengatupkan kedua tangannya di dada saat sang tamu akan menjulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman.

"Saya Andina." ujarnya dengan mengulas senyum ramah.

"Steve." Sang tamu pun ikut mengulas senyum, menyebutkan namanya. "Saya bersama adik, tapi sedang ke toilet dulu," sambungnya.

Tak lama Andina pun buru-buru pamit meninggalkan keduanya saat hp dalam tasnya berdering.

"Bu Andin, mari saya antar sampai lobi." Meta menghampiri Andina yang tergesa-gesa.

"Gak usah- gak usah. Mbak Meta lanjutkan saja pekerjaannya!" Andina tersenyum, menepuk bahu Meta yang berdiri di dekatnya. Dirinya tidak mau merepotkan sekretaris suaminya itu, apalagi sedang ada tamu yang harus dilayaninya.

Bunyi nada hp yang mati sebentar, kembali berdering. Dilayar terlihat nama adiknya yang memanggil.

"Assalamualaikum--"

"Mama--- Mama di mana?"

Bukan Zaki yang menelponnya, melainkan Athaya. Andina tersenyum mendengar suara si cikal yang merajuk. Ia berhenti sejenak untuk melanjutkan berbicara dengan Athaya.

"Hei, anak soleh kok gak jawab salam dulu--"

"Kumsalam. Mama di mana?" Athaya mengulang kembali pertanyaannya.

"Mama di kantor Papi, Kak. Ini juga mau pulang. Kakak main dulu sama Om Zaki ya!"

"Ihhh Mama-- napa nda ajak kaka ke kantol Papi?"

Suara di sebrang sana mulai sumbang, merengek. Mungkin sebentar lagi akan menangis.

"Cup, anak soleh gak boleh nangis dong. Mama ada urusan penting dulu sama Papi. Nanti kapan-kapan ke kantor Papi lagi, kakak diajak deh."

Akhirnya Athaya berhasil dibujuk, tak jadi menangis. Tapi dia minta diibelikan es krim yang banyak dengan menyebutkan daftar nama siapa saja yang akan diberinya. Mulai dari nenek, Om Zaki dan semua orang yang ada di rumah. Dengan senang hati Andina menuruti keinginan si cikal, yang mulai punya kebiasaan berbagi.

Andina melanjutkan melangkah sambil memasukkan hp nya ke dalam tas.

Bruggh

Dirinya bertabrakan dengan seseorang saat berada di belokan karena berjalan menunduk saat menutup resleting tasnya.

"Jalan pakai mata dong!!" Perempuan yang bertabrakan dengan Andina berseru kesal karena tasnya terjatuh.

"Aduh maaf ya mbak, saya tidak sengaja." Andina menatap perempuan cantik yang berpenampilan seksi, mengenakan dres ketat di atas lutut. Wajahnya ketus dan ditekuk.

"Ada yang sakit mbak? Sekali lagi maaf ya." Andina menyentuh lengan berkulit putih perempuan yang ditabraknya. Untuk melihat apakah ada lecet. Namun sentuhannya ditepis dengan kasar.

"Ck. Kamu sudah buang waktuku!" Dan perempuan yang baru keluar dari tolilet itu berlalu menabrak bahu Andina. Ia berjalan gemulai bak peragawati di catwalk.

Ini kan jalur menuju ruangan Mas Arya. Siapa dia?

Andina menatap punggung perempuan seksi itu yang berjalan menuju arah ruangan Arya.

Penasaran. Tapi Andina berpikir tak mungkin kembali lagi ke ruangan suaminya, karena Athaya sudah menunggunya di rumah.

1
Miftah Hasan
good job
Hasanah Purwokerto
Baca ulang untuk yg ketiga kalinya...😂😂😂😂
Rusmini Mini
keren /Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
sebenarnya masih penasaran dgn kasusnya Rendi dan Vivian tp kok sdh di cut,ya sutralah penting Me_Nia happy dan bisa berkarya lebih baik lagi lop yu Me_Nia sekebon /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
ikut berbahagia dgn kehamilan Safa dan mbk Uci /Cry//Cry//Cry/
Rusmini Mini
biasanya menuju bab akhir ceritanya sll boring dan menjemukan tp ini tdk bener baru ini cerita ngalir enak... /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga Safa hamil
Rusmini Mini
nasib badan.... kenapa apes banget si Andina 😮😮
Rusmini Mini
melabrak calon pelakor dgn elegan hebat Andina /Good//Good/
Rusmini Mini
teman sejati susah senang bersama
Rusmini Mini
hpku lemot kalo ada IG thor /Good//Good/
Rusmini Mini
kalian berdua lebay /Smug//Smug//Smug/
Rusmini Mini
Aa Iky cemburu eh Arya jg cemburu .. kompak ni yeee..../Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
gak punya malu Laura... untung ada Mauren cewek badas yg sayang Andina dan Arya lu bebal nekad goda Arya habis lu /Panic//Panic//Panic/
Rusmini Mini
Arya lg ketiduran di toilet makanya lama /Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
di semarang ada .. aduh lupa namanya ..... 🤦🤦
Rusmini Mini
jadi pengen cimol thor .... Athaya kamu hebat gak rugi mama dan papi didik kamu berakhlak mulia hebat 👍👍👍
Rusmini Mini
ih cemburu buta,gak malu sm si buta dr gua hantu dasar Willi /Smug/
Rusmini Mini
yang sabar ya Aa Iky dan Mofa yg penting saling percaya /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga promil nya sukses ya Mofa dan Aa Iky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!