NovelToon NovelToon
Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafi'

Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"



Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.

Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?

Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.

Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 17

Urusan dirumah sakit telah selesai, pengurusan administrasi, surat surat kematian dan sebagainya. Selanjutnya pemakaman, ahlul musibah telah menyampaikan terima kasih atas bantuan warga, dan meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukan almarhum, baik disengaja maupun tidak.

Acara demi acara berjalan tanpa hambatan. Halaman rumah penuh berjubal dengan lautan manusia. Untung Steven sudah menebus rumah itu kembali, sehingga muat menampung banyak orang daripada kontrakan yang dihuni sang ayah.

Mobil ambulance sudah siap tapi jenazah belum disholatkan, Ziya datang menemui Modin(tokoh masyarakat setempat yang biasa mengurus pernikahan dan kematian)

Acara keberangkatan jenazah pun dimulai dari pembukaan, tahlil, lalu sambutan ahlul musibah, diteruskan oleh doa doa dengan khidmat dan penuh duka.

Ziya meminta kepada ahlul musibah untuk menanyakan kepada masyarakat, sekiranya sang ayah memiliki hutang kepada mereka dimohon untuk menghubungi Ziya atau Nabila.

Akhirnya tibalah saatnya jenazah disholatkan.

Modin meminta kesaksian jama'ah atau tahsinul mayit(pasti para readers udah tau dong)

"Wahai saudara saudara ku sekalian, mohon kesaksian nya, almarhum termasuk orang baik atau orang jelek?" semua serentak menjawab baik. Sampai tiga kali. Sholat dan pemakaman pun berlangsung dengan syarat dan rukun sesuai anjuran agama.

Para pelayat sudah pulang kerumah masing masing, tingggallah sang tuan rumah dan beberapa tamunya diruang keluarga yang nampak kosong melompong kursi semuanya entah pergi kemana. Digantikan oleh karpet berwarna biru laut sehingga terkesan begitu luas.

Sedangkan hiasan dinding dan ornamennya tetap sama seperti sebelumnya, hanya saja ditambah foto pernikahan Nabila dalam ukuran jumbo.

"Bi, Ziya bantu ya" Merapikan toples dan piring yang masih berserakan. Dan sesekali masih mengusap air mata yang menetes.

"Tidak non, nona istirahat saja, nanti sakit lagi lho" memandang dengan prihatin. Nona mudanya nampak kurus dan letih.

"Dek sini" Nabila melambaikan tangannya, Ziya langsung menghampiri.

"Ada apa kak?"

"Karna ayah sudah tiada, kita harus membayar hutang pada keluarga Bagaskoro walaupun nyicil dek, setidaknya kita meringankan beban ayah disana."

"Iya, aku tau itu kak!"

"Maafkan kakak, karna tidak bisa mengeluarkan mu dari rumah itu, kakak juga tidak bisa meminta pada suami kakak."

"Iya aku tahu kak."

"Berikanlah ini pada tuan Aditya." Menyodorkan sejumlah uang dalam bungkusan besar warna coklat.

"Ini uang dari mana kak?"

"Dari penjualan tanah yang tersisa"

"Lalu pengobatan ayah dengan uang siapa kak, inikan untuk ayah berobat." melihat nanar uang ditangannya.

"Tapi ayah sudah tak lagi membutuhkan nya." Dengan suara parau. "Wajib bagi kita melunasi hutang ayah agar tidak membebaninya disana, aku permisi." Nabila mengusap air matanya dan pergi.

"Besok saja kau serahkan, saat ini istirahat dulu, masih banyak hal yang harus kita lakukan." Sebelum benar benar pergi. Ziya hanya mengangguk pelan. Lampu sudah mulai padam tapi tidak dengan rekaman bersama ayah.

🍐🍐🍐

Suasana pagi cerah meriah, sinar matahari menembus jendela saat Ziya menyibakkan tirai jendela. Ziya baru bangun, habis subuh tidur lagi karena merasa lelah dan matanya terasa tebal dan kepalanya sedikit pusing karena kelamaan menangis.

Balkon ini memang sengaja dibuat melingkar menghubungkan kamar satu dan yang lainnya, banyak pula tanaman hias tersusun rapi dan indah.

Ziya menghirup udara dalam dan menghembuskan nya kasar. Pagi sekali biasanya sang ayah menyiram tanaman di balkon ini, lalu minum kopi sambil membaca koran, atau mengecek pembukuan toko. Tak terasa air mata menetes kembali.

Tak jauh dari Ziya berdiri Aditya merenggangkan otot ototnya yang terasa pegal.

Cantik sekali, kenapa kali ini terlihat sangat berbeda ya, ya Tuhan apakah dia tidak sadar kalau tak memakai hijab. pakaiannya seperti itu lagi. Batin Aditya.

Aditya berjalan perlahan mendekati Ziya. Dia tak kagum atau terpesona jika yang tak berhijab adalah Nabila, Winda atau orang lain. Entah mengapa saat ini dia merasa terhipnotis oleh Ziya yang hanya memakai baju tidur panjang, sedikit tipis namun pas dan membentuk lekuk tubuhnya, rambut panjangnya yang terurai.

"Pagi Ziya"

"Kau...! ngapain anda disini tuan?"

Tidak ingatkah dia kalau semalam menyuruhku menginap?"

"Apa kau gegar otak?" Ziya cemberut dan mencoba mengingat.

"Ah, iya maaf tuan, aku hanya berharap hari ini hanya mimpi."

Ziya mendongakkan kepalanya lalu menunduk lagi, begitu berulang kali, agar air matanya tak tumpah kembali.

Aditya tau jika wanita dihadapan nya masih menangisi kepergian sang ayah.

"Dokter kok nangisan, cengeng banget" katanya lagi.

"Dokter juga manusia tuan, punya hati, jadi bisa sedih juga." nyolot.

"Benarkah!"

"Iya" Ziya sebel.

"Coba aku foto dulu, hadap sini" Aditya mengambil beberapa gambar dengan hpnya.

"Apa apaan ini."

"Cantik, tuh liat" Menyodorkan hpnya.

Ziya membelalakkan mata. Dan memegang rambutnya. Owh tidak aku tak pakai hijab, kebiasaan kan kalau dirumah, ceroboh.

"Hei, mau kemana?" memegang tangan Ziya yang berusaha kabur.

Lucu banget mukanya kalau lagi salting kayak gtu.

"Saya, saya a...da urusan tuan, mohon lepaskan saya." Aditya malah mendekatkan wajahnya otomatis Ziya mundur.

"Aditya dimana kauuu?" Terdengar suara Diki memanggil.

Ziya mendorong Aditya sekuat tenaga lalu masuk kekamarnya.

"Auhhcch"

Diki mengernyit heran saat sudah sampai pintu mendapati temannya terjatuh.

"Ngapain lu duduk disitu Dit?"

"Menurut lu"

"Disana kan ada kursi, lu malah duduk di lantai."

"Tau ah!" Berdiri dengan pantat yang terasa sakit.

"Ngapain lu cari gue!"

"Lu nggak pengen pulang!"

"Nggak" Menjawab dengan ketus lalu pergi kedalam kamar.

"Dit, main kabur aja ni bocah"

"Gua mandi dulu"

🍏🍏🍏🍏

Berbeda dengan yang lainnya, Nabila sudah sibuk menyiapkan sarapan di meja. Dia menguncir rambut panjangnya asal asalan, tapi malah terkesan elegan di mata Steven.

"Lagi bikin apa sayang!"

Celingak celinguk melihat sekeliling, saat dirasa aman langsung merangkul pinggang Nabila dari belakang.

"Jangan gangguin dong, hampir selesai ini"

Kesulitan gerak sebab Steven meletakkan kepalanya di pundak Nabila sambil membubuhkan ciuman.

Ziya yang hampir sampai meja makan berhenti dan mengintip adegan mesra itu.

"Lagi ngapain non" Syuuuut menempelkan telunjuk dibibirnya.

Bi Narsih malah ikut ngintip.

"Seneng ya non, kalau liat non Nabila mulai bisa tertawa" Masih menonton adegan romantis.

"Iya bi, selama ini kaka sangat dingin, dan sulit untuk mengekspresikan perasaan".

"Bibi, biar aku abadikan ya ini momennya pas, nanti buat jahilin kak Nabila"

"Terserah non saja."

"Bibi, kak Nabila sangat bahagia sepertinya, semoga langgeng ya bi."

"Iya non, bibi juga berdoa selalu untuk kebahagian non berdua, apalagi sekarang tuan besar sudah pergi, non Nabila ada yang menemani dan menghibur, bagaimana dengan kamu non?" mengusap sudut matanya.

"Aku baik baik saja kok bi, aku juga akan menikah nantinya, tapi siapa yang mau menikah dengan ku ya bi?" Sebab Ziya selama ini menganggap semuanya teman.

"Aku saja yang menikah dengan kamu."

degh siapa itu

**Bersambung...

Selamat membaca, semoga suka dan terhibur. Terima kasih yang sudah bersedia like dan komen juga kasih vote juga rate. Love you all**

1
Ita Mei Lestari
Marina thoorr
Ran Tea
Luar biasa
Les Tary
zea adalah ziya yg lupa ingatan ya thor
Les Tary
sepertinya mama Maya hrs dikasih pelajaran biar kapok
Putri: Hai Kak, mampir yu ke karya ku "Dia Rain" seru kok walau baru terbit/Drool/
total 1 replies
Thasiroh Dita
luar biasa
Thasiroh Dita
luar biasa
Indh Fitrya
aditya lemot udh tau gitu kenapa g langsung menegahi malah udh di tabrak baru datang
Indh Fitrya
sebenarnya kembar gak sih,,,kog kayaknya malah marina yg tau rahasia tisya dan syita.harusnya kalo kembarkan aditya udh curiga.
Indh Fitrya
apakah syita kembar?????
rosalia rosalia
hadehhjjj....crtnya membuat q bingung.....hmmmmmmm
Elwi Chloe: Hai, ka. Baca novelku juga yuk! "Benih Tuan Leon"

Suatu hal yang harus dia pertaruhkan untuk mendapatkan uang, yakni tubuhnya sendiri. Jecy berakhir menghabiskan satu malam bersama seorang milyarder muda bernama Leon, pria yang terkenal dengan tempramen buruk. Hidupnya kacau ketika sang nenek meninggal dan dia mengetahui bahwa dia hamil.
total 1 replies
Dyon Ayaskelana
😅😅😅
ending yang membanggongkan
suti markonah
masa iya ada novel pemeran utama ny mati smua,aneh
Li5naJait
ngak jelas, berliku2 hanya utk mematikan zeya aza, untung diskip
Li5naJait
trlalu berbelit2 dan makin pusing ngak ada ujung, mana pemerannya banyak bgt, bingung dgn semua hubungan yg ada
Li5naJait
Nabila sgt egois, saat dia sndiri tahu dr awal bahwa kedua org tua Zafran masih hidup
Li5naJait
kenapa aku merasa bahwa Maya sgt hebat dgn semua kejahatannya, hingga saat ini dia masih baik2 aza, padahal semua org tahu perbuatan jahatnya trhadap ziya trmasuk Aditya
Lina Tobing
kasih senyum buat ceritanya ...ok di lanjut thor..semanggat💪
Nafi' thook: terima kasih
total 1 replies
Lina Tobing
Bismillah semoga ceritanya seru yaa
Betty Nurbaini
ujung2nya jatuh cinta... blum perna nemu cerita cewek yg pada akhirnya gak menikah sama penganiaya...
Mercy Sondakh Watti
haaaaa!!!
Nafi' thook: kenapa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!