NovelToon NovelToon
Jina Si Gadis Bodoh

Jina Si Gadis Bodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Contest / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.6
Nama Author: oppusunggu

Seorang gadis dari desa kecil menjalani hidupnya dengan banyak harapan. Sejak kecil dia selalu menderita dan tertekan. Hingga dirinya beranjak remaja, tekanan dan kesulitan ekonomi selalu ada dan erat bersamanya.

Hingga suatu hari, tanpa menyelesaikan sekolah, atau berbekal pendidikan yang terbatas, dia memberanikan diri pergi merantau ke tempat yang jauh. Tempat yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. Dia berharap, suatu saat hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik.

Tapi yang ada hanyalah kekecewaan dan sakit hati. Semua kerja kerasnya tak pernah dipandang.
Sampai suatu ketika, kekecewaan terbesar datang dari teman dekatnya sendiri. Teman dekat yang dia sudah anggap seperti saudara, tega meninggalkannya dengan semua kerugian yang harus dia tanggung sendiri.


Seperti apa kisah selanjutnya?
Silahkan baca cerita, dan jika suka, jangan lupa vote yah teman-teman
😆😆😆
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oppusunggu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17. Tak Seperti yang Diharapkan

"Oh yah, menurutmu apakah masih ada tempat istimewa di sini yang tidak aku ketahui? Atau yang belum aku kunjungi? Maksudnya tempat yang tidak banyak diketahui oleh wisatawan."

"Tidak ada. Aku rasa bapak sudah melihat hampir semuanya. Andi lebih mengenal tempat ini daripada aku karena ini kota kelahirannya. Sedangkan aku, aku hanya penduduk asing di sini."

"Oh... begitu yah."

Dia mulai berpikir merangkai kata yang lain sementara gadis itu berfokus menghabiskan makanannya. Kemudian dia berkata lagi,

"Oh yah Jina, sehabis makan, enaknya kita pergi kemana? Tidak mungkin kan kita langsung pulang begitu saja. Benar kan?"

"Benar juga sih pak. Kalau itu terjadi, aku akan terlihat seperti orang yang menumpang makan pada bapak.

Mmm... mungkin kita bisa jalan-jalan di tepi danau."

"Ah! Kau benar. Situasinya akan terlihat lebih akrab kan?

Bukan! Bukan! Tapi lebih romantis."

"Romantis? Apa maksudnya pak?"

"Sudahlah, jangan terlalu banyak bertanya dan berpikir. Baiklah, tunggu di sini! Aku akan bayar makanan ini dulu."

Lalu dia segera beranjak pergi menuju kasir. Sembari berjalan, dia berbicara pada dirinya sendiri dengan suara rendah,

"Semangat teman. Beranikan dirimu! Yakinlah! Kau tidak akan ditolak. Kau tampan dan juga mapan. Lihat saja si Andi, tampang pas-pasan, tapi bisa menaklukkan bule cantik. Jangan mau kalah! Mau taruh dimana harga dirimu sebagai pria?"

Kemudian setelah membayar di kasir, mereka segera pergi menuju danau. Pemandangan di antara mereka pun sangat kontras. Terlihat seperti majikan yang jalan dengan bawahannya. Mereka berjalan bersisian di tepi danau yang bermandikan cahaya lampu.

Rasanya suasana yang romantis itu terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tanpa sentuan ataupun pegangan tangan.

Awalnya keduanya nampak canggung dan malu-malu. Namun karena dorongan cinta yang menggebu-gebu, Doni memberanikan dirinya memulai pembicaraan. Tanpa banyak basa-basi, dia langsung terus terang mengutarakan isi hatinya pada gadis itu. Dia berkata sambil memegang kedua tangan gadis itu,

"Jina, tujuan ku mengajakmu makan malam adalah karena aku menyukaimu. Yah, itu benar. Sejak awal aku sudah suka padamu. Tapi aku tidak berani mengatakannya."

Gadis itu terdiam kaget mendengarnya. Rasanya tidak mungkin. Bagaimana bisa ada pria yang menyukai gadis biasa seperti dirinya. Dia bahkan tak punya apapun yang bisa dia banggakan. Sulit rasanya percaya. Bahkan jika dia bisa berubah menjadi pria, dia tidak akan menyukai gadis seperti itu. Dia hanya diam membisu dan tampak bodoh.

"Kenapa kau diam? Kau tidak percaya? Apa kau pikir aku sedang bergurau?" Tanya pria itu sambil memegang kedua pundak gadis itu.

"Pak, aku tidak habis pikir. Kenapa bapak menyukaiku, sedangkan aku bukan siapa-siapa. Orang yang lebih baik dariku pasti bisa bapak dapatkan. Aku malu dengan keadaanku sekarang. Aku tidak layak."

"Kau benar. Tapi aku menyukaimu."

"Tidak pak."

Gadis itupun pergi meninggalkannya setelah mengucapkan penolakan itu.

"Tunggu! Jadi kau tidak menyukaiku?" Teriaknya sambil menghampiri gadis itu.

"Kau tidak menyukaiku?" Tanyanya lagi tegas.

"Pak, siapa wanita yang tidak akan menyukai bapak? Bapak masih muda, baik, pintar, dan mapan. Hanya orang bodoh yang akan menolaknya."

"Jadi kau menyukaiku atau tidak? Jawablah dan jangan membuatku bingung."

Pria itupun mulai mendesaknya.

"Hentikan! Kenapa bapak terus memaksa? Apa aku harus menuruti kemauan bapak?"

Gadis itu membentaknya dan pergi.

"Ah... Sial! Kencanku berantakan. Kenapa?"

Dia sangat kesal lalu kembali ke penginapan sementara gadis itu kembali ke kos nya. Sambil berbaring di atas kasurnya yang tipis dan usang, dia memikirkan lagi perasaan Doni padanya dan berbicara sendiri,

"Apa dia sungguh-sungguh menyukaiku? Atau hanya mempermainkan ku saja? Kenapa dia menyukaiku? Aku tidak cantik dan tidak punya banyak uang."

Kemudian dia bangkit dan mengambil cermin kecil di dalam tasnya. Dia mulai melihat seluruh bagian wajahnya di cermin mulai dari matanya, bibirnya dan seluruh wajahnya. Lalu berkata lagi,

"Tidak ada yang menarik. Wajah pas-pasan dan kulit juga kusam. Apa yang dia sukai dari ku? Aku bahkan tidak menyukainya. Apa dia buta sehingga tidak bisa melihat wanita yang lebih baik dan lebih cantik? Biasanya pria jauh lebih pintar tentang itu. Sampai-sampai karena terlalu ahli, ayahku jadi lepas kendali dan pergi bersama wanita lain. Sehingga keluarganya hancur karena nafsunya yang berkobar."

Lalu dia menyimpan kembali cermin itu ke dalam tasnya dan berkata,

"Dia pasti salah. Dia pasti hilang kesadaran karena terlalu lama bergaul dengan tour guide yang aneh itu. Yah, benar!

Sudahlah! Lebih baik sekarang aku mandi lalu tidur.

Tapi terima kasih yah pak, sudah mengajakku makan enak.

Aku sangat senang dan puas. Seumur hidup, aku pasti tidak akan bisa menikmati banyak hidangan enak seperti itu.

Ah.... itu karena aku terlalu miskin."

Sementara si guru sejarah itu masih merasa kesal. Dia tidak percaya dirinya akan ditolak oleh gadis biasa sepertinya.

"Aku tak percaya ini. Apa yang kurang dariku? Aku bahkan puluhan kali lebih baik dari Andi. Aku punya banyak kelebihan. Tapi aku tetap ditolak?

Tidak! Tidak!

Mungkin saja dia tidak siap. Atau caraku yang terlalu terus terang?

Apa wanita tidak suka sikap terus terang? Atau lebih suka dengan rayuan.

Astaga... aku tidak pandai merayu.

Aduh... aku jadi bingung. Sementara waktuku tinggal dua hari lagi."

Dia gelisah dan tak bisa tidur memikirkannya. Rasanya harga dirinya hancur mengingat penolakan itu. Selama ini banyak wanita yang dijodohkan dengannya, yang berpendidikan dan juga cantik. Namun entah kenapa hatinya tidak tergoda dan dia selalu menolak. Tapi kali ini keadaan sudah berbalik. Kini dia yang mengejar wanita dari kalangan biasa.

Tapi di sisi lain, gadis itu justru tertidur pulas karena kenyang dengan makanan enak. Biasanya dia hanya makan setengah porsi demi menghemat biaya hidupnya.

1
Becky D'lafonte
kerasnya hidup jina
Shinta Dewiana
hhh...🤔😐😠
Shinta Dewiana
kejamnya....
Kiki Emil: terima kasih udah baca novelnya. semoga bersedia baca yang lainnya juga yah😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
hmmmm
Shinta Dewiana
aduh ngerinya....
Kiki Emil: terima kasih yah sudah baca novelnya dan komen. 😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
emang cinta itu buta ya thor....he..he..he..
Kiki Emil: yah.... kadang2 begitulah
total 1 replies
Shinta Dewiana
sedih banget ya ampun....
ROSIDAH
aku juga suka sama novelnya mba🙂
Kiki Emil
makasih yah udah komen😬😬😬😬
Jenna Joni
gw pikir cuma gw yg ngerasa gak nyambung....ternyata bnyak wkwkwkwk
Kiki Emil: makasih yah udah bersedia komen😬😬😬🙂🙂🙂
total 1 replies
Dita
smngat jina
Dita
smngat jina
Dita
yg sbr y.jina
Elvipangau
jaan hidup tiap orang memang berbeda, tapi jika kita mendapat bagian yg sulit artinya kita diberikan ALLAH kemampuan yg lebih
Elvipangau
bingung masih bingung ceritra apa ini
lanjut
Sahmiran
wkkkk
Harlina Sb
ceritanya bgs nggak EA. 😄
Kiki Emil: selamat baca.
jangan lupa baca karya yang lainnya juga yah.
terima kasih🙂🙂🙂
total 1 replies
Joemiati
kok jd ngeri2 sedap bgni ya alur cetanya
Kiki Emil: terima kasih yah udah komen
total 1 replies
Qurniadi Syah Putra Putra
terus lah berjuang
Qurniadi Syah Putra Putra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!