Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Dulu, untuk mendapatkan tanaman obat yang berharga, keluarga Zhao sering kali masuk jauh kedalam hutan belantara. Berbekal kemampuan bela diri yang mumpuni, mereka mampu menghindari serangan dari bintang buas, dan berkat itulah mereka berhasil menemukan gingseng besar tersebut.
Namun sekarang mereka membawa anak kecil. Wang chunniang menjadi ragu, tidak yakin apakah mereka harus masuk lebih jauh kedalam hutan. Masuk berarti mengandung resiko, tapi tidak masuk berarti tidak ada uang.
"ibu jangan masuk kesana!" A Bao menjulurkan kepala kecilnya dari dalam keranjang bambu di belakang punggung Zhao Xuan.
Tangan kecilnya yang masih belepotan sisa kulit bakpao menunjuk ke arah jalan setapak di sisi lain gunung. "kita naik gunung lewat sana saja!"
"tapi tanaman obat di sebelah sana sudah habis digali orang," jawab Wang chunniang sambil menggeleng. Pandangan nya kembali tertuju pada hutan di depan yang diselimuti kabut tebal.
"mau lewat sana, pokoknya mau lewat sana!" A Bao tiba-tiba berdiri dari atas keranjang. Kulit bakpao di tangannya di jejalkan ke dalam mulut, lalu kedua tangan kecilnya yang belum sempat di bersihkan langsung menjewer telinga Zhao Xuan.
Merasakan sensasi aneh dari telinganya, alis Zhao Xuan berkerut.
"ibu,ikuti saja apa kata A Bao," ujar Zhao Xuan, berharap si kecil segera menyingkirkan tangan gemuknya yang berminyak dari telinganya.
Wang chunniang menatap kedua anaknya sejenak. Akhirnya,ia menuruti keinginan A Bao dan mulai mendaki gunung lewat jalan yang ditunjuk.
Sekarang,baru saja lewat awal musim semi,gunung masih terlihat agak gersang. Wang chunniang mendudukkan Zhao Heng di tempat yang aman. Lalu mulai mencari tanaman obat yang dikenal disekitar situ.
Sementara itu,A Bao dengan susah payah merangkak keluar dari keranjang bambu. Sambil memegang skop kecil,ia mulai menggali dengan pantat nunggingnya.
Tak lama kemudian,ia melemparkan akar-akar tanaman yang baru saja digalinya ke dalam keranjang bambu.
Ia berlarian kesan kemari dengan langkah kecilnya yang berbunyi tup.. Tup.. Tup. Zhao Xuan penasaran dan menengok kedalam keranjang. Ternyata yang digali A Bao hanyalah potongan-potongan akar yang terbungkus tanah tebal. Sama sekali tidak terlihat seperti tanaman obat.
"untuk menyembuhkan mata ayah,butuh rumput mata harimau. Aku belum menemukannya," gumam si kecil itu. Melihat A Bao berlari-lari ke arah lain, Zhao Xuan buru-buru menyusul.
Meskipun kakinya pendek,A Bao berlari dengan cepat. Dalam sekejap, bayangannya sudah menghilang. Ia ingat betul, rumput mata harimau seharusnya ada di sekitar sini.
Saat tersadar,ia mendapati dirinya sedang berjongkok di tengah semak-semak rumput yang tinggi,yang cukup untuk menyembunyikan tubuh mungilnya.
Baru saja ia hendak memanggil kakaknya,matanya terbelalak melihat kejadian di depannya.
Di balik rerumputan tinggi di depan sana, seorang pria muda sedang melemparkan bungkusan kain kedalam lubang tanah yang baru di gali. A Bao menjulurkan kepala,ingin tahu apa isi bungkusan itu. Saat bungkusan itu jatuh kedalam lubang,kainnya sedikit terbuka, memperlihatkan isinya.
Itu adalah seorang bayi...
Gingseng kecil mana pernah melihat pemandangan seperti ini. Ia berusaha keras menutup mulutnya,namun sedikit suara masih lolos dari bibirnya.
"siapa disana?"
A Bao bersembunyi dengan baik. Saat pria itu menoleh, ia segera merendahkan tubuhnya, menyembunyikan diri di antara rerumputan. Pria itu menengok ke arah sana beberapa kali. Mungkin karena hatinya sedang panik,ia tidak memeriksa dengan teliti. Ia segera mengambil sekop dan menimbun lubang tanah itu dengan cepat.
Zhao Xuan dan Wang chunniang juga bersembunyi di balik pohon di belakang. Mereka datang mencari A Bao,Dan tentu saja ikut melihat kejadian itu.
Wang chunniang memberi isyarat mata pada Zhao Xuan agar tidak bertindak gegabah. Tunggu sampai pria itu pergi,baru mereka mengambil A Bao diam-diam.
Mereka mengenali pria itu. Dia adalah Zhang tie,warga desa mereka. Mereka hanya melihat Zhang tie seperti sedang mengubur sesuatu.
Awalnya semua berjalan sesuai rencana Wang chunniang,namun.. Tepat ketika Zhang tie hendak pergi membawa sekopnya,A Bao yang tadinya meringkuk tiba-tiba keluar dari semak-semak dan berlari menuju sekop yang dipegang Zhang tie.
Zhang tie yang memang sedang melakukan perbuatan tercela,kaget setengah mati melihat anak asing tiba-tiba muncul dari semak-semak. Wajahnya pucat pasi saking takutnya,dan sekop di tangannya pun terjatuh. Melihat itu, A Bao buru-buru mengulurkan tangan kecilnya untuk mengambil rumput liar yang tersangkut di sekop itu.
Tak lupa,ia menoleh dan menjulurkan lidah mengejek Zhang tie yang masih terpaku kaget.
Zhang tie menengok ke kiri dan ke kanan. Karena tidak melihat orang lain,ia segera bangkit dan lari terbirit-birit hingga menghilang dari pandangan.
Semenit kemudian,
Sebuah tepukan yang tidak terlalu keras namun cukup terasa mendarat di pantat A Bao. Zhao Heng mengangkat tubuh kecil A Bao, sementara Wang chunniang bersiap mengambil alih gendongan.
Pandangan Zhao Heng sangat tajam. Meski tidak bisa melihat,ia tahu bahwa tadi saat Zhang tie pergi,A Bao tiba-tiba lari keluar. Kalau saja Zhang tie bukan penakut,atau mereka tidak mengikuti dari belakang,nyawa A Bao mungkin sudah melayang.
"huwaaaa..." begitu di pukul Zhao Heng,A Bao langsung menangis keras.
"A Bao,biar ibu obati tanganmu dulu. Tadi tanganmu terbentur ujung sekop." Wang chunniang berusaha membuka kepalan tangan A Bao yang menggenggam erat.
A Bao menangis dengan air mata berlinang. Sudut matanya melirik ke samping. Melihat Zhao Xuan yang sedang hati-hati menimbun kembali lubang tanah itu dan meletakkan seikat bunga liar kering di atasnya.
Teringat pada bayi yang dikubur disana, lalu teringat pantatnya yang baru saja dipukul,tangisan A Bao semakin kencang,"aku takut! Di dalam sana ada bayi! Huwaaa... Aku.. Aku tidak sengaja. Di sekop itu ada.. Ada rumput mata harimau."
" rumput mata harimau kalau berbunga bisa menyembuhkan mata ayah,huhuhu.. Kalian malah memukulku huhuhu..."
Sambil menangis meraung-raung,tangan A Bao Masih mencengkram erat akar rumput kering itu. Gerakan Zhao Heng yang sedang menjinjing nya terlihat kaku. Melihat itu, Wang chunniang buru-buru mengambil alih si kecil kedalam pelukannya.
"ibu obati tanganmu dulu ya." Wang chunniang merasa sangat kasihan,tapi A Bao berisikeras tidak mau melepaskan genggaman nya. Sambil sesenggukan, matanya tak henti-hentinya melirik ke arah Zhao Heng yang duduk diam di samping tanpa ekspresi.
" ayahmu salah sangka pada A Bao. Nanti biar ayah minta maaf padamu ya?"bujuk Wang chunniang sambil mengusap kepala A Bao yang berambut halus.
A Bao awalnya menggeleng kuat-kuat,lalu mengangguk mantap, membuat kuncir di kepalanya bergoyang tak karuan.
"Aku.. hikssss.. Mau balas pukul." A Bao meronta turun dari pangkuan Wang chunniang, lalu menatap Zhao Heng dengan mata berkaca-kaca.
Zhao Heng tidak bisa melihat,tapi ia berdiri dengan tenang, seolah pasrah menerima hukuman apapun dari A Bao. Wajahnya yang biasanya datar kini tampak menyiratkan sedikit rasa tak berdaya.
Kemudian, keluarga itu melihat si bayi gemuk menundukkan kepala dan menghentak-hentakan kaki kecilnya ke tanah, seolah sedang mengumpulkan tenaga. Sesaat kemudian,ia menunduk dan menyeruduk ke arah kaki Zhao Heng sambil berteriak,"aku mau menabrak mu sampai jatuh."
Tiga detik kemudian,tidak ada korban jiwa kecuali si bayi gemuk yang terpental jatuh sendiri.
Wang chunniang hendak maju menolongnya berdiri,namun si bayi gemuk sama sekali tidak menyerah. Ia melompat-lompat di sekitar kaki Zhao Heng,baru kemudian beralih memungut rumput mata harimau yang tersangkut di sekop.
Saat A Bao menyerahkan rumput kering yang disebutnya rumput mata harimau itu kepada Wang chunniang. Zhao Xuan berbisik pelan di telinga ibunya,"ibu,bayi yang di kubur itu sudah meninggal,dia di cekik."
Tenaga A Bao memang kecil,tapi pendengarannya sangat tajam. Mendengar ucapan itu,ia langsung menyusup masuk kedalam pelukan Wang chunniang. Matanya yang basah menatap ke arah Zhao Heng,dan dengan suara lirih bergetar ia bertanya,"