NovelToon NovelToon
Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis
Popularitas:190k
Nilai: 5
Nama Author: Chnslai

ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.

Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.

Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.

Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.

Posesif yang sudah di level atas.

Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?

Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

"Duduk di sana aja yuk Ana!"

Syifa berseru sambil menggandeng tangan Ana lalu menariknya pelan ke bangku penonton, di samping lapangan in-door di Kampus.

Ana hanya pasrah ditarik-tarik sejak tadi saat masih di kantin.

Kemudian duduk bersebelahan, mereka berdua masing-masing memegang minuman yang tadi di belinya di kantin.

Menghisapnya pelan-pelan dengan sedotan.

Sekaligus membeli 6 botol minuman dingin untuk mereka yang lagi bermain basket.

Siapa lagi jika bukan Bara dan kawan-kawan.

"Ana" panggil Syifa lirih dengan mengedipkan matanya berkali-kali.

Terlihat seperti anak kecil saat mengharapkan sesuatu.

"Iya, kenapa Fa?"

Ana mengambil plastik berisi minuman dingin di pangkuan Syifa. Menaruhnya di samping tempat duduknya.

Ia tahu, pasti paha Syifa kedinginan dari tadi.

Ana merapikan rok seragam Syifa, dan mengelusnya. Karena terlihat basah terkena embun es dari minuman dingin tadi.

"Ini pasti dingin. Kenapa gak bilang Aku, kalau paha kamu kedinginan?"

"Ihh.. Syifa kan bingung mau ditaruh mana plastiknya. Di sebelah Syifa udah ada yang dudukin"

Syifa cemberut, mencebikkan bibirnya. Matanya bergulir menatap segala arah.

Ini kebiasaannya saat merasa gelisah ketika ada yang mengintrogasinya.

Padahal Ana tak bermaksud untuk mengintrogasi Syifa seperti Polisi.

Ia hanya bertanya pelan, tapi reaksi Syifa sudah begini.

Ia yakin sebentar lagi air mata itu jatuh meluruh.

Tes..

"Hiks.. hiks.. S-syifa hiks.. huhu~" Syifa mencoba menghalau air mata yang selalu berlomba-lomba keluar.

Ana mendekat lalu menghapus air mata Syifa lembut.

"Jangan nangis Syifa. Kan aku cuma tanya"

"Mmh hiks.. hiks"

Syifa mengangguk tapi tetap melanjutkan menangis.

Lucunya, membuat Ana terkekeh gemas.

"Tadi Syifa mau ngomong apa?"

Syifa jadi lupa kalau ia yang tadi memulai pembicaraan. Dengan memanggil nama 'Ana'.

"Syifa m-mau tanya"

"Hmm? Tanya apa?"

"Jadian itu apa?"

Ana termenung, berpikir Syifa dapat kata-kata seperti itu dari mana?

"Kamu dengar kata seperti itu dari mana?"

"Dari Kak Revan"

Sudah Ana duga.

Dasar Revan.

Sudah tahu kalau Adiknya tingkat kepolosannya kebangetan.

Malah diajarin kata-kata seperti itu.

Syifa jadi kepo kan.

Tanpa disuruh Syifa melanjutkan ucapannya.

"Kak Revan bilang, kalau Ana jadian sama Kak Sandi. Itu artinya apa sih! Syifa gak ngerti!"

Ana melongo.

Revan benar-benar ember. Padahal ia jadian dengan Kak Sandi baru kemarin.

Sekarang ia yang jadi bingung mau bilang jujur atau bohong, tentang arti 'jadian'.

"Emm.. jadian i-tu pacaran"

"Pacaran? Pacaran artinya apa?"

Syifa mengerutkan dahinya.

Terihat berpikir keras dari arti pacaran.

"Ee.. ya kaya saling suka. Saling mencintai pasangan. Lalu terikat sebuah hubungkan level awal yang di namakan pacaran. Level berikutnya tungangan lalu naik ke jenjang lebih tinggi saat umur kita sudah cukup, yang dinamakan menikah. Begitu.."

Ana harap-harap cemas, semoga Syifa dapat mamahami tiap-tiap kata yang ia ucapkan barusan.

"Umm.. gitu yah"

Syifa memiringkan kepalanya. Masih berusaha mencerna ucapan Ana.

"Hai Princess. Lagi ngapain nih?"

Bara berjalan mendahului yang lain. Lalu duduk lesehan di depan Syifa duduk.

Syifa langsung sigap mengambil plastik disamping tubuh Ana.

Memberikan satu persatu air dingin itu.

"Lagi ngobrol sama Ana" balas Syifa tanpa menatap wajah Bara.

Ia masih sibuk membagikan minuman itu.

Bara mengangguk saja untuk menanggapi.

Lalu menenggak air hingga sisa setengah. Langsung saja ia guyurkan ke atas kepalanya guna mendingankan wajahnya agar kembali segar.

Syifa terakhir membagi botol minuman pada Abi.

Laki laki itu tersenyum lembut menerima uluran botol dari tangan mungil Syifa.

"Makasih Fa"

"Sama-sama Kak Abi"

...●●●...

"Kalau ruangan ini perpustakaan. Mau masuk Baby?"

Syifa menganggukan kepalanya semangat. Ia sangat antusias keliling Kampus Bara.

"Yuk"

Abi yang berjalan disisi Syifa.

Langsung merangkul pundak milik Syifa.

Tetapi tidak sepenuhnya menumpukan lengan tangannya di pundak kecil Syifa.

Kasihan Syifa, nanti berat pundaknya ditimpa lengan kekarnya.

"Ih banyak macam-macam buku yah"

Syifa kagum melihat betapa luasnya ruang perpustakaan ini.

Banyak rak-rak besar dan tinggi berjajar rapi. Dengan buku-buku di susun dengan rapi dan sesuai kegunaannya.

Syifa langsung berlari menuju rak bagian Novel.

Melihat-lihat apakah ada Novel yang sekiranya menarik.

Syifa berhenti berjalan.

Lalu tangannya terulur untuk mengambil salah satu Novel. Melihat covernya yang berwarna hijau cerah. Dan membaca sinopsisnya.

Ia sungguh sangat tertarik untuk memiliki Novel ini. Syifa menghadap dimana Bara berdiri. Menatapnya dalam.

Bara tersenyum penuh arti. Ia mengerti maksud tatapan Syifa padanya.

"Iya Sayang. Besok yah kita beli Novel seperti itu"

"Beneran?!"

"Tentu Baby" jawaban Bara membuat Syifa melompat-lompat kecil dan terpekik senang.

Membuat tubuhnya hampir limbung, dan akan menabrak rak buku.

Jika tidak ada tangan yang menahan kepalanya.

Abi sontak secara reflek menahan belakang kepala Syifa yang akan terbentur kerasnya rak buku.

Ia khawatir jika Syifa terluka.

Yang lain juga ikut khawatir tadi.

Terutama Bara.

Ia disini yang paling bertanggung jawab atas diri Syifa. Ia sebagai Kakak tertua di sini.

Dan Bara bersyukur ada Abi yang sigap menolong Syifa seperti saat sekarang.

Syifa terdiam.

Seperti orang linglung.

Ia sangat terkejut.

Tidak menyangka ia hampir terbentur rak buku.

Syifa menatap Abi. Lalu matanya berpindah dan manatap yang lainnya.

Syifa menunduk.

Pandangannya menatap berbagai kotak dari lantai keramik. Lalu isakan keluar dari bibir merah Cerry-nya.

"H-hiks hiks.. maaf Kak. Syifa m-minta maaf"

Bara menarik tubuh Syifa ke dekapannya. Ia memeluk Syifa pelan. Mengelus rambut halus dan harum milik Syifa.

Bara menggelengkan kepalanya menolak ucapan Syifa.

"Gak apa-apa Baby. Udah Kakak maafin kok. Tapi jangan diulangi lagi yah. Kakak khawatir kamu terluka"

"I-iya"

"Udah cup cup Sayang"

Revan juga ikut-ikutan mengelus punggung Princess.

Syifa beralih pelukan.

Ia jadi berpindah dan memeluk tubuh Revan.

"Udah yuk keluar. Kalo disini terus, ntar sumpek" ucap Genta memecah keheningan.

Semuanya mengangguk kecuali Syifa.

Kemudian berlalu keluar dari perpustakaan itu.

...●●●...

"Dadah Kak Abi.. dadah juga Kak Genta.."

Pamit Syifa dengan melambaikan tangannya pada Abi dan Genta.

"Dadah Syifa" balas Genta tersenyum tipis.

"Hati hati di jalan" tutur Abi pada Syifa dan yang lain.

"Pasti Kak"

Syifa tersenyum manis pada Abi.

Ia sudah dekat dengan kedua teman Bara.

Syifa sangat suka mereka. Mereka baik dan perhatian.

"Kak Bar"

"Apa Baby?"

"Kak Revan bakal nganterin Ana, Kak Sandi, sama Kak Doni pulang kan?"

"Ya pasti dong. Kasihan nanti, kalau gak dianterin pulang. Kan tadi kesininya pake mobilnya Revan"

Syifa mengangguk mengerti.

Di mobil Bara, hanya ada Bara dan Syifa.

Sedangkan Revan mengemudikan mobilnya dan mengantarkan kedua temannya, juga satu cewek sebagai sahabat Princessnya.

Sekaligus pacar dari sahabatnya, Sandi.

Iya Syifa udah bilang kan, saat di bangku samping lapangan. Kalau Ana udah jadian alias pacaran sama Sandi.

Syifa menatap jalanan yang terlihat padat.

Ia mengahadap jendela samping mobil, samping jok penumpang yang ia duduki.

"Baby"

Tak ada sahutan.

"Sayang"

Lagi, masih hening.

"Syifa"

Bara menolehkan kepalanya menghadap Syifa.

Ouhh.. ternyata Syifa ketiduran.

Pantes gak ada sahutan saat ia memanggil.

"Pasti capek ya Sayang"

Bara mengelus pucuk kepala Princess pelan.

Lalu kembali fokus pada kemudinya. Agar cepat sampai di Mansion. Biar Syifa bisa berbaring nyaman di ranjang.

Kalau kelamaan tidur di mobil pasti leher sama punggungnya bakal sakit.

Ia tidak tega.

Tak berapa lama ia sampai di halaman depan Mansion.

Bara mematikan mesin mobilnya.

Berjalan keluar mobil, dan menggendong Syifa dengan hati-hati.

Takut membuat Syifa terbangun dari tidurnya.

Membiarkan mobilnya diurus oleh satpam di Mansion ini.

Saat melihat garasi, ternyata Mobil Revan sudah terparkir di sana. Itu berarti Revan sudah sampai terlebih dahulu.

Bara segera berjalan menaiki undakan anak tangga pelan.

Membawa Syifa untuk berbaring di ranjangnya.

...■■♡■■...

1252 Karakter.

Hai👋👋aku Up-date lagi..

Semoga suka part ini

Dan maaf juga bikin kalian nunggu😭😭

Yang minta Double Up nanti yahh...😔

Lebih malem lagi😴

Pokoknya aku berterima kasih sama kalian yang udah dukung aku.. dukung cerita ini dengan Vote Comment😆

Sayang kalian😍😗😙😙

Jangan lupa VOTE✔✔✔

COMMENT✔✔✔

Dadahh👋👋👋

Salam Sayang

Lia🙆

^^^Selasa, 6 Oktober 2020.^^^

1
Rizka Agustina
agak gimna ya syifanya. dikit2 nangis dikit2 dipangku.. agak tegas dikit gpp kali thor
Hypper©®Queen•L°A™
karma selalu berlaku Revan 😌

makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
Marchie putri ayu
hay kak,ceritanya bagus banget😁semangat terus buat berkarya yah kak
Rahmat Afandi
Thor kasi visualnya dong Thor biar makin seru kita bacanya 😃
~ Mie Goreng ~
revan sih, keliatan enjoy gitu org nya
Hulifah Hasanah
hahaha kek aku paling males bljr kimia ,kebanyakan larutan
Mia Azzura Kusmiati04545
lanjut up thor
Chantyka Dewanti
next lg?
qomariasiti
semangat Thor
@ndriani_04
smngt thorrr untk membuat klnjtn crt nya sya suka sma crtanya tapi klau boleh ksih sran karakter syifanya di buat tegas sdkit thor jan trlalu lmbuttt slbhnya trgantung sma thorr nya mau buat gmn
kupu-kupu biru
hallo ka, ceritanya sangat bagus🤗 jangan lupa mampir di my big bos is a big baby ya❤️
에이브릴 넬리~🩸
thorr..Aku ngak suka sifatnya mommynya syifa...dia mudah percaya orang lain
에이브릴 넬리~🩸
aku pun Tak suka kimia
Aya
jadi kepingin punya Abang.. punya Abang 2 kagak ada yang bener,,😑
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 2 replies
cya
thor karakter syifa nya jan trlalu cengeng dong thorrr buat karakter syifany sedikit tegas dan tidak mudah nangis thorrr berasa karakter syifanya kyk anak kecil heheheheh maaf thor klau sya menyinggung author sya hanya ingin mmbri pendpt sya sja



dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor
kya imut
lma bngt gx up" kk
Chnslai: Maafin aku, aku lg gk ada semangat buat nulis. Aku jg lg menggali ide biar enak dibacanya nanti, aku minta dukungannya yah
total 1 replies
Novita Sari
kok lama gk pernah up Thor,, kan jadi kangen & lama nunggu up nya thor😍
Chnslai: Iya maaf ya Novita, Aku habis PAT. Syukur deh aku ada stok bisa up 2 eps. Di sini lg kendala sinyal juga.

doain yah biar bisa up lebih dari 3 eps
total 1 replies
Linggar
terlalu melow syifanya.....
ふじょし
kirain TTDJ itu TiaTiDiJalan
Novita Sari
yang pertama aja Thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!