NovelToon NovelToon
Ibu Sambung Pilihanku

Ibu Sambung Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zur Rani

Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.

Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?

Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku

ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Happy Reading...😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Singa Vs Ibu Macan

Selesai shalat subuh Yuni langsung turun ke dapur. "Kopi untuk siapa Bi?" Jiwa penasaran Yuni memang susah dikendalikan. "Untuk Pak Adam, Buk." Yuni mengernyit keningnya, "Sejak kapan Adam minum kopi pagi-pagi, dia selalu menjaga kesehatannya." Guman Yuni.

Adam yang baru tiba dari mesjid dekat rumahnya, langsung duduk di meja makan. "Biar saya aja Bi." Pinta Yuni untuk membawa kopi buat Adam.

"Apa kopi ini berbeda dengan kopi yang lain?" Yuni sengaja memancing Adam. "Hem, kamu masih ingat rupanya, aku minum kopi jika lagi banyak pikiran aja." Jawab Adam.

"Kalo mau cerita, aku masih jadi pendengar yang budiman." Adam tertawa kecut, "Sejak kapan kamu jadi anak Pak Budiman?" Mereka tertawa walau terasa garing untuk candaan di pagi hari.

"Dika sudah bermain diluar batas anak-anak Yun, aku gak bisa bayangin kedepannya seperti apa, Dia meminta sesuatu yang tidak mungkin aku penuhi dan dia bertingkah seperti ini dengan harapan aku mau menurutinya, aku harus bilang harapan dia sia-sia aja." Cerita Adam yang membuat Yuni geleng-geleng kepala.

"Apa kamu punya rencana? Dika anak yang cerdik, gagal sekali tentu dia akan cari cara lain lagi, kamu sebagai bapaknya harusnya sudah menyiapkan mental dan fisik untuk menghadapi semua rencana dia, lagian kok bisa-bisanya dia minta kita menikah, aku gak habis pikir dengan pikiran anak itu, kenapa dia gak milih perempuan seksi untuk bapaknya, ini malah aku." Yuni juga ikut-ikutan curhat.

Pagi yang masih terasa basah oleh embun tapi tidak dengan dua orang tua tunggal yang sedang memikirkan anak-anaknya dengan ektra tingkah mereka diluar dugaan.

Yuni kembali melanjutkan memasaknya bersama Bi Inah, sebentar lagi Yuni dan Adam akan berangkat kerja. "Morning Ma, Bi." Ucap Rara saat duduk di meja makan. "Morning sayang, hari ini ada jadwal apa?" Tanya Yuni saat menyajikan sarapan pagi di meja makan diikuti dengan Adam yang juga baru keluar kamar.

"Ke bengkel Ma, hari ini gajian." Yuni yang mendengar perkataan Rara seketika dia sejenak, "How Much?" Tanya Yuni yang mendapat cibiran dari Adam. "Mama kamu mata duitannya gak hilang-hilang." Ucap Adam.

"Kamu makan dulu, mama mau panggil Dika." Yuni langsung menuju kamar Dika.

Tok....tok....tok...

"Dika, tante masuk ya?" Suara cempreng Yuni menggelegar di depan kamar Dika sampai ke meja makan. "Mama kamu masih hobi teriak-teriak juga, Om pikir setelah lulus kuliah teriakannya akan hilang."

"Tergantung suasana Om, sama aku juga kalo bandel bakal teriak-teriak, tapi jarang, karena aku bandelnya berfaedah." Ucap Rara santai.

"Wah, kamu ajarin deh Dika biar bandelnya berfaedah, jangan sampe berhubungan sama polisi apalagi preman, kamu tanya sama dia, apa udah bosan hidup?"

"Kak Dika kuyang Om!" Adam mengernyit keningnya, "Kuyang?".

"Iya, kuyang (kurang disayang)." Jawab Rara datar.

Sementara di kamar Dika, Yuni yang tidak mendengar sahutan langsung masuk ke kamar Dika. Yuni membelalakkan matanya saat melihat berbagai guratan pensil diatas kertas berserakan di kamar. Sisi lain Dika yang tidak diketahui oleh orang lain ataupun ayahnya sendiri.

Andika adalah anak dengan bakat menggambar yang sangat luar biasa. Selain pandai dalam pelajaran, Dika juga memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal menggambar.

Yuni mengambil beberapa kertas yang berisi gambar-gambar seperti di dalam komik. Dika seakan meluapkan semua perasaannya pada gambar-gambar tersebut. Bahkan kejadian dirinya di kantor polisi juga dia gambar dengan baik.

Yuni tersenyum senang, ternyata Dika sosok anak yang menarik untuknya. Yuni merapikan semua gambar yang berserakan dilantai. "Kalo sudah bangun, segera mandi dan sarapan! Tante sudah buatkan sarapan di meja." Sebuah pesan yang Yuni tinggalkan di secarik kertas yang ditempelkan di pintu kamar mandi.

Bukan tampa alasan Yuni menempelkan disitu, menurutnya, sengantuk-ngantuknya seseorang, pasti tidak dapat menahan panggilan alam. "Bi, ini sarapan buat Dika ya?" Yuni menata sarapan untuk Dika, juga segelas susu sereal beserta secarik kertas dan langsung ditutup dengan tudung saji.

Adam dan Rara hanya melihat tampa berkomentar. Rumah kembali sepi, Adam, Yuni dan Rara sudah pergi bekerja. Dan benar saja, jam 9, panggilan alam untuk Dika membuatnya terpaksa bangun dari tidurnya. Saat menuju kamar mandi, Dika melihat kertas yang menempel didinding pintu.

Hanya gelengan kepala saat Dika membaca isi memo tersebut. Selesai dengan panggilan alam, cacing didalam perut juga ikut meronta, yang membuat Dika akhirnya menyerah. Niatnya untuk kembali tidur hilang sudah karena cacing tidak mau bersahabat.

"Tante bikinin sarapan khusus biar kamu tambah semangat gambarnya, apalagi kalo bisa gambarin wajah horror papa kamu, pasti keren. Selamat menikmati!"

Dika tersenyum kecut sambil memakan sarapannya. Walaupun hati galau tapi perut juga harus diisi. "Makasih tante, aku akan gambar seperti yang tante mau." Yuni tersenyum ketika membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.

"Kamu seperti remaja yang baru dapat pesan dari pacarnya." Ucap Adam yang membuat Yuni langsung menatap ke sumber suara. "Eh, ini lebih dari sekedar pacar tau." Seloroh Yuni. "Memang dari siapa?" Adam mulai penasaran dengan tingkah temannya itu. "Kepo..." Balas Yuni sambil berlalu meninggalkan Adan diruangannya.

Libur akhir semester akhirnya berakhir juga, hal yang sangat dirindukan bagi sebagian anak-anak. Begitu juga dengan Dika, segala macam rencana telah disusun untuk Yuni dan juga ayahnya. Ini adalah semester terakhir untuk Dika sebelum akhirnya melanjutkan ke tingkat SMA.

Hari pertama masuk, setiap siswa kembali diberikan formulir yang berisi biodata keluarga, rencana belajar sampai pilihan sekolah selanjutnya disertai dengan alasan tentunya. Disaat mengisi biodata, Dika dengan senang hati dan sadar sepenuhnya menulis nama Yuni di kolom nama ibu disertai no ponsel Yuni dibawah nama tersebut.

Dia juga memasukkan nama Rara dikolom nama saudara. Sudah bisa dipastikan jika Yuni tidak tahu akan hal ini. Dikolom pilihan sekolah, Dika mengisi dengan pilihan yang sudah dipilihnya dari kemarin. Selama liburan kemaren, Dika mengikuti saran Yuni untuk mencari sekolah yang sesuai dengan keinginannya, dan lebih baik lagi jika mengambil sekolah kejuruan untuk bekal dasar.

Berbekal penjelasan dari Yuni, Dika akhirnya memilih sekolah SMK dengan jurusan Teknik Gambar Bangunan yang sesuai dengan bakat gambar yang dimiliki. Setelah mengumpulkan formulirnya, seluruh siswa kemudian menuju ke perpustakaan untuk mengambil buku paket untuk semester ini.

"Buk, Andika murid Ibuk sepertinya sudah punya ibu baru ya?" Tanya seorang guru yang sedang memeriksa formulir siswa kelas Dika.

"Disini tertera nama ibunya 'Yuni' sepertinya janda buk, disini saudaranya bernama Rara."

"Udah buk, jangan berghibah, ya mungkin aja seperti itu, gak ada pengaruhnya juga buat kita, yang penting Dika gak berulah lagi, itu aja udah cukup buat saya." Jawab Ibu wali kelas Dika.

"Emmm...bukan gitu, saya heran aja, Pak Adam ganteng gitu masak nikahnya sama jendes?"

"Sudah buk, lanjutin aja kerjanya, dosa lho kita ngomongin orang pagi-pagi." Ibu wali kelas Dika akhirnya keluar dari ruangan tersebut.

***

Sorry ya readers tercinta, baru up lagi, aku baru pulang semedi di kaki bukit gunung barisan...

Jangan lupa...

Like...

Komen...

Vote...

Happy reading...🥰🥰🥰

1
mama Queen
baru kali ini aku melihat dua wanita tangguh,hebatx mrk ibu dan anak
Diana Budhiarti
kasian Rara thorrr,ya dampak perceraian membawa pengaruh ke anak
sherly
sejauh ini aku merasa Rara bukan anak SD tp seperti kakak dr Dika...
sherly
suka juga kamu Yun tapi sok jaim ..
sherly
semangat mas adam
sherly
lucu banget sih ibu macan nih ngk mau nikah tapi hidup serumah bagaimana ceritanya Bu... keluarga tu ya nikah sama bapaknya Trus anaknya jd anakmu...
sherly
hahahahha judulnya sama2 lupaaa
sherly
ciee tiba tiba cinta datang ke padaku.. jd pengen nyanyi..
sherly
lucunya kalo ada diposisi mereka... teman untuk jd cinta TDK sesulit musuh jd cinta..
Nurul Nuraeni
cerita nya bagus
Azhar Kamil
keren👍
Azhar Kamil
keren👍
Putri Dian
good
nafel
👏👏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Yeyen Suharti Suharti
Kecewa
Enung Samsiah
waduh ngaku calon intel biar aman, malah tambah runyeeemmm
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Mampir ahh aku suka klo kisahnya ada bocil, suka lucu klo bicara 😅
Cintah517
Halo kak
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): salam kenal juga kak
total 1 replies
Fitri Merry Lesar
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!