NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Surgawi

Sistem Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: OhMyZy

Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lautan Pasir Spiritual dan Langkah Awan Menembus Perbatasan

Perjalanan melintasi bentangan alam liar di luar wilayah teritorial Sekte Pedang Surgawi menyuguhkan pemandangan yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk pegunungan batu gersang Benua Barat. Setelah meninggalkan gerbang utama faksi cabang yang kini damai di bawah perlindungan Formasi Spasial Kuantum, langkah Bai Chen membawanya langsung ke hadapan bentangan alam yang paling dihindari oleh para kultivator tingkat fana: Lautan Pasir Spiritual.

Lautan Pasir Spiritual adalah hamparan gurun pasir luas berwarna keemasan pucat yang membentang ratusan mil, memisahkan wilayah terpencil Benua Barat dengan koridor lintas benua menuju Benua Utara dan Benua Selatan. Dinamakan "Pasir Spiritual" bukan karena tempat itu kaya akan energi, melainkan karena butiran pasir di sana memiliki sifat anomali yang dapat menyerap sirkulasi Qi di dalam tubuh kultivator yang melintasinya secara perlahan. Bagi para kultivator tingkat rendah—seperti mereka yang berada di ranah Fondasi Dao hingga Inti Emas Dao—melintasi lautan pasir ini tanpa persediaan batu spiritual yang memadai sama saja dengan berjalan menuju kematian karena kehabisan energi vital.

Namun, bagi Bai Chen yang telah menguasai esensi mutlak ranah Void Dao, hamparan pasir luas tersebut tidak lebih dari sekadar jalur setapak yang tenang.

Di bawah langit siang yang memancarkan terik matahari menyengat, Bai Chen melangkah maju dengan jubah putih bersih yang tidak menyentuh tanah. Setiap kali telapak kakinya bergerak, ia memanipulasi titik gravitasi mikro di bawahnya, membuat tubuhnya melayang setinggi satu inci di atas permukaan pasir tanpa meninggalkan jejak kaki sedikit pun.

Ia berjalan seorang diri. Ibunya, Bi Xiu, telah ia amankan di dalam Paviliun Utama dengan jaminan pertahanan mutlak, sehingga ia bisa bergerak dengan kecepatan penuh dan fokus penuh untuk menyelesaikan misi lintas benua yang diberikan oleh sistem.

[Ding! Peringatan Navigasi Sistem]

[Memasuki Sektor Koordinat 404: Perbatasan Lautan Pasir Spiritual menuju Koridor Benua Utara.]

[Estimasi waktu tempuh tersisa: 3 jam perjalanan pada kecepatan spasial saat ini.]

Suara mekanik sistem berkelebat tipis di dalam kepala Bai Chen. Ia melirik sekilas ke arah panel hologram transparan yang melayang di sudut matanya. Sejak meninggalkan Benua Barat, energi kosmik di dalam tubuhnya terasa semakin padat. Suasana sunyi di tengah lautan pasir memberikan ruang bagi kesadaran jiwanya sebagai seorang insinyur modern untuk menyatu secara sempurna dengan hukum alam semesta kultivasi ini.

Di dunia asalnya, prinsip kerja alam semesta diatur oleh hukum fisika, termodinamika, gravitasi kuantum, dan mekanika fluida. Di dunia ini, hukum-hukum tersebut ternyata tidak dihapus, melainkan diwujudkan dalam bentuk aliran energi spiritual yang disebut Dao. Dengan kata lain, seorang kultivator agung sebenarnya hanyalah seseorang yang mampu meretas dan memanipulasi hukum fisika kosmik menggunakan energi esensi tubuh mereka. Pemahaman inilah yang membuat Bai Chen mampu melampaui batasan logis para kultivator lokal, mematahkan formasi, dan meracik pil sempurna tanpa perlu melalui proses coba-coba selama ratusan tahun.

Saat Bai Chen tengah menyusuri jalur tengah lautan pasir, keheningan gurun mendadak terusik oleh suara gemuruh berfrekuensi rendah dari arah depan.

Bum... Bum... Bum...

Getaran di dalam pasir terasa semakin kuat, seolah-olah ada sekawanan makhluk raksasa yang sedang bergerak mendekat dari bawah permukaan bukit pasir.

Whoosh!

Tiba-tiba, bukit pasir di hadapan Bai Chen meledak ke atas, menghamburkan ribuan ton pasir ke udara. Dari dalam pusaran pasir tersebut, muncullah sesosok monster gurun purba yang mengerikan: Cacing Pasir Berkepala Tiga (Three-Headed Sand Worm). Monster itu memiliki panjang lebih dari tiga puluh meter, kulit luar bersisik tebal berwarna cokelat keemasan yang berkilau seperti baja, serta tiga mulut menganga lebar yang dipenuhi oleh barisan gigi tajam berlapis racun korosif.

Monster tersebut adalah salah satu penguasa liar di Lautan Pasir Spiritual, makhluk tingkat Nascent Dao akhir yang sering memangsa kafilah pedagang atau kultivator yang nekat melintas tanpa pengawalan.

Cacing Pasir Berkepala Tiga itu mendesis kencang, menebarkan bau busuk belerang ke udara. Keenam mata merahnya langsung mengunci sosok Bai Chen yang berdiri tenang di hadapannya. Bagi sang monster, manusia kecil berpakaian putih itu adalah mangsa empuk yang baru saja masuk ke wilayah teritorialnya.

Roaaar!

Ketiga kepala monster itu meluncur deras secara bersamaan, menerjang ke depan dengan kecepatan tinggi untuk melahap Bai Chen dalam satu gigitan bulat. Tekanan angin dari terjangan monster itu begitu kuat hingga menciptakan badai kecil di sekelilingnya.

Namun, Bai Chen bahkan tidak mengubah ekspresi wajahnya barang sedikit pun. Ia hanya berdiri tegak dengan tangan bersidekap di dada.

Ketika jarak kepala monster itu tinggal berjarak kurang dari tiga meter darinya, Bai Chen membuka mata dan memancarkan kilat keemasan dari pupil matanya. Ia tidak mengeluarkan pedang, tidak pula merapalkan mantra sihir rumit. Ia hanya mengalirkan sedikit tekanan esensi Void Dao dari telapak tangannya ke udara.

Whosh!

Tekanan spasial tak kasat mata meledak keluar bagaikan gelombang kejut sonik.

Bum!

Hantaman tekanan Void Dao itu menghantam telak tubuh bagian kepala Cacing Pasir Berkepala Tiga. Seketika itu juga, cangkang pelindung luar monster raksasa tersebut retak berkeping-keping. Tulang-tulang di dalam tubuhnya hancur lebur tanpa sisa, dan momentum terjangannya terhenti secara seketika di udara.

Monster sepanjang tiga puluh meter itu jatuh tersungkur keras menghantam pasir, menciptakan kawah debu yang mengepul luas. Seluruh tanda kehidupannya lenyap dalam sepersersekian detik; ia bahkan tidak sempat menyadari apa yang membunuhnya.

Bai Chen melangkah tenang melewati bangkai monster raksasa tersebut tanpa berhenti sedetik pun. Di dalam benaknya, sistem memberikan notifikasi tambahan:

[Ding! Membunuh Cacing Pasir Berkepala Tiga (Tingkat Nascent Dao Akhir).]

[Mendapatkan Inti Monster Spiritual Kelas Menengah + 1.000 Poin Sistem.]

Tanpa membuang waktu untuk memungut inti monster yang tidak dibutuhkannya itu, Bai Chen mempercepat langkahnya. Bayangan tubuhnya melesat bagaikan kilat putih di atas lautan pasir keemasan, meninggalkan badai gurun di belakangnya.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam menembus terik matahari dan badai pasir, lanskap di hadapan Bai Chen mulai mengalami perubahan drastis. Hamparan pasir kuning keemasan perlahan-lahan memudar, digantikan oleh dataran tanah es yang membeku, udara dingin yang menusuk tulang, serta kabut putih tipis yang melayang rendah di atas permukaan tanah.

Mereka telah tiba di zona perbatasan geografis antara Benua Barat dan Benua Utara—wilayah yang terkenal sebagai pusat industri alkemi, pegunungan salju abadi, dan tempat berdirinya faksi legendaris: Paviliun Pil Kuno.

Suhu di perbatasan itu turun drastis hingga mencapai titik beku di bawah nol derajat. Bagi manusia biasa atau kultivator tingkat rendah, darah di dalam tubuh mereka akan membeku menjadi es hanya dalam waktu beberapa menit jika berada di tempat ini tanpa perlindungan elemen api.

Namun, bagi Bai Chen, perubahan suhu ekstrem tersebut tidak memberikan efek apa pun. Energi kosmik di dalam meridiannya bersirkulasi secara otomatis, mempertahankan suhu tubuhnya tetap stabil dan nyaman.

Ia merapikan kerah jubah putihnya, lalu melangkah melewati pilar-pilar batu perbatasan kuno yang diukir dengan simbol-simbol alkemi purba. Di hadapannya kini terbentang jalan setapak berbatu es yang mengarah langsung ke kota perdagangan terbesar di perbatasan Benua Utara: Kota Alkemi Tianxiang.

Kota tersebut dikelilingi oleh tembok tinggi yang terbuat dari es abadi. Dari kejauhan, puluhan menara asap berwarna-warni tampak membubung tinggi ke langit dari dalam kota, menandakan aktivitas peleburan dan peracikan pil obat yang sedang berlangsung siang dan malam oleh para alkemis dari berbagai penjuru benua.

Bai Chen menarik napas perlahan, merasakan aroma campuran ratusan jenis tanaman obat langka yang terbawa angin dingin dari dalam kota.

"Benua Utara... Paviliun Pil Kuno," gumam Bai Chen pelan sambil menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya.

Sistem mendeteksi bahwa salah satu bahan obat yang ia cari—Akar Jiwa Es Seribu Tahun—hanya tumbuh di dasar gua es terdalam di pegunungan utara yang berada di bawah kendali langsung Paviliun Pil Kuno. Untuk mendapatkan akses ke tempat tersebut tanpa menimbulkan keributan besar, ia memutuskan untuk memasuki Kota Alkemi Tianxiang dengan menyamar sebagai seorang pengembara biasa.

Langkah kaki Bai Chen yang tenang membawanya melewati gerbang raksasa kota es. Penjaga gerbang yang terdiri dari para murid berjiwa alkemis melirik sekilas ke arahnya, namun tidak ada seorang pun yang mampu mendeteksi tingkat kultivasi sebenarnya dari pemuda tersebut karena seluruh auranya disembunyikan dengan sempurna oleh sistem.

Begitu ia menjejakkan kaki di dalam kota, suasana keramaian pasar pil yang megah langsung menyambutnya. Ratusan stan pedagang, alkemis berjubah khusus, dan pembeli dari berbagai faksi tampak berlalu-lalang menawarkan berbagai macam pil obat, gulungan resep, dan bahan herbal langka.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bikin tubuh leluhur itu jadi boneka perang
Uranenantios: greget ya wkw
total 1 replies
OhMyZy
rat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!