NovelToon NovelToon
Dewi Angin Utara

Dewi Angin Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: AraLum

Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.

Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.

Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.

Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.

Sementara Utara tetap mengingatnya.

Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : MO XUAN DAN WILAYAH KLAN BERUANG.

Di bawah tempatnya, tepatnya batu tebal itu menjadi tempat Utara duduk santai. Kakinya menggantung bebas, sesekali diayunkan ke depan dan belakang tanpa beban.

Langkah kaki yang mendekat membuatnya menoleh. Azazil sudah kembali.

"Sudah selesai?" tanya Utara.

Azazil mengangguk singkat. "Sudah."

"Lalu?"

Azazil mendarat halus lalu duduk di sampingnya. "Mereka sedang ribut mencari siluman baru."

Alis Utara bertaut. "Siluman baru?"

"Iya," Azazil berhenti sejenak, "katanya cantik."

Utara manggut-manggut kecil. "Lalu..."

"Aku mau menyusup ke Klan Serigala Perak."

Kepala Utara menoleh cepat. "Buat apa?"

"Mencari informasi."

Utara memiringkan kepala, menatapnya curiga. "Kau penasaran sama siluman cantik itu?"

Tawa kecil lolos dari mulut Azazil. "Bukan begitu."

"Lalu?"

"Aku cuma ingin tahu kenapa mereka sampai mengerahkan begitu banyak siluman hanya untuk mencarinya."

Utara kembali menatap lurus ke depan, melanjutkan ayunan kakinya yang sempat terhenti. "Kalau begitu, cari saja."

Azazil bangkit berdiri. "Aku pergi."

"Hati-hati," sahut Utara tanpa berpaling, hanya melambaikan tangan pelan.

"Tidak janji."

Sebelum lambaian tangan Utara turun sepenuhnya, bayangan Azazil sudah memudar dan menghilang dari pandangan.

Langkah kaki itu bergetar pelan menyusuri batas wilayah Klan Serigala Perak.

Azazil tidak lagi membawa wujud lamanya. Auranya ditekan habis, penampilannya berganti rambutnya dibuat lebih gelap, terikat rapi seperti para siluman lokal, disempurnakan dengan pakaian khas wilayah tersebut.

Bahkan namanya kini ditanggalkan. Dia adalah Mo Xuan.

Ia berjalan membaur, melintasi sarang Klan Serigala Perak dengan ketenangan luar biasa. Tidak ada mata yang curiga, tidak ada yang menyadari bahwa sosok asing di tengah mereka adalah Azazil.

Masuk lebih dalam ke pusat bangunan batu, suasana justru terasa renggang. Di atas kursi batu berukir kasar, Yin Shuang duduk bersandar santai dengan cangkir anggur di jemarinya.

Di sampingnya, seorang wanita berambut panjang terurai membiarkan aroma bunga anggrek terpancar samar dari tubuhnya. Dialah Mo Li.

Denting cangkir batu yang ditaruh kasar memecah keheningan. Yin Shuang mendongak, matanya tertuju lurus pada sosok yang baru saja melangkah masuk.

"Siapa kau?"

Mo Xuan berhenti beberapa langkah di depan meja. Wajahnya datar tanpa riak.

"Aku..." Ia menunduk sekilas sebelum mengangkat wajahnya kembali, "Mo Xuan, Pemimpin."

Yin Shuang menyipitkan mata. "Mo Xuan?"

"Benar."

"Dan untuk apa kau datang ke wilayahku?"

"Aku ingin bergabung dengan Klan Serigala Perak."

Di samping kursi utama, Mo Li mulai meluruskan duduknya. Matanya meneliti Mo Xuan dari ujung kepala hingga kaki. Ada yang janggal.

Aura siluman di depannya terlalu tenang, tidak ada sedikit pun getaran gugup meski sedang berhadapan langsung dengan penguasa Serigala Perak.

Yin Shuang justru menyunggingkan senyum tipis. Ia kembali meraih cangkirnya. "Menarik. Jarang ada siluman yang berani datang menyodorkan diri sendirian ke sini."

"Aku tidak punya alasan untuk takut," balas Mo Xuan datar.

Tawa pelan keluar dari tenggorokan Yin Shuang. "Berani juga kau." Ia mengangkat cangkirnya tinggi-tinggi. "Kalau begitu, selamat datang di wilayah Serigala Perak."

Mo Xuan membungkuk hormat. "Terima kasih, Pemimpin."

Di balik gestur tunduknya, pikiran Mo Xuan berputar cepat. Jadi ini Yin Shuang... Penyusupan pertamanya berhasil. Sekarang, tinggal mencari tahu siapa sebenarnya siluman wanita yang membuat seluruh klan bergerak gusar.

Sementara itu, di bagian daratan yang lain, Feng Yao terus melangkah. Tanpa peta, tanpa tujuan pasti. Baginya, menyusuri hutan dan bukit hanyalah cara melewatkan waktu.

Tanpa disadarinya, patok wilayah telah terlewati.

Langkah kakinya membawa tubuh itu masuk semakin dalam ke tanah kekuasaan Klan Beruang Hitam wilayah milik Xiong Yan.

*Grrr...*

Geraman rendah memotong keheningan semak-semak.

Feng Yao menghentikan langkah. Dari balik pepohonan tua, bayangan-bayangan gelap bermunculan. Sekawanan siluman anjing keluar memutari posisinya, menutup semua celah untuk melarikan diri.

Feng Yao menatap mereka satu per satu dengan mata dingin. "Anjing siluman..." desisnya pelan.

Satu siluman anjing di sisi kiri kehilangan kesabaran dan menerjang maju dengan taring terbuka.

Gerakan Feng Yao hampir tak terlihat. Jemarinya menyapu pinggang, menarik bilah pedang tipis dari sarungnya.

*Sring!*

Lasan cahaya perak membelah udara. Satu tebasan, dua, tiga. Gerakannya mengalir tanpa tertahan.

*Bruk! Bruk! Bruk!*

Tubuh-tubuh siluman anjing itu tumbang beruntun sebelum sempat mendarat dengan benar. Meringis, menahan sakit, tak satu pun mampu bangkit kembali.

Feng Yao mengibaskan sisa darah di ujung bilahnya dengan satu hentakan kecil, lalu menyarungkan pedangnya kembali tanpa gairah.

"Dasar siluman"

Ia membalikkan badan dan kembali berjalan, meninggalkan tumpukan musuh di belakangnya.Ia tidak tahu bahwa tanah yang dipijaknya adalah wilayah Beruang Hitam, dan ia sama sekali tidak peduli bahwa keributan singkat itu telah memicu getaran yang memanggil perhatian para siluman.

1
Aralum
ikuti terus yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!