Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa dengan Reyhan
Reyhan berdecak kesal kala tak menemukan Jessica di sampingnya saat ia terbangun. Pria berumur dua puluh tujuhh tahun itu masih mengumpulkan nyawanya dengan duduk di atas ranjang.
Dengan perasaan sebal ia berjalan menuruni anak tangga, mencari keberadaan istrinya. Dilihatnya dari arah dapur, Jessica tengah membantu para maid membuat makanan. Tanpa pikir panjang, pria itu menghampiri istrinya dan menggendongnya secara tiba-tiba, membuat Jessica tersentak kaget.
"Mas Rey!"
Reyhan tak menggubris panggilan istrinya, ia berjalan ke arah lift dengan tangan yang masih menggendong Jessica. Para maid yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan tuanya.
Reyhan sengaja memakai lift agar lebih cepat sampai di kamar. Jika menaiki anak tangga, itu akan memakan waktu dan tenaganya.
Sampainya di dalam kamar, ia membaringkan tubuh Jessica pelan yang di ikuti tubuhnya. Pria itu memeluk Jessica dengan sangat erat, menghirup aroma istrinya yang membuat candu.
"Kenapa kamu ninggalin aku sayang." gerutunya, menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Jessica.
"Aku mau bantuin masak Mas."
"Ck, pelayan di mansion ini banyak sayang. Aku membayar mereka semua untuk melayani kamu, jadi untuk apa kamu membantu mereka." decak Reyhan kesal.
"Pokonya aku nggak mau ini terjadi kembali. Kamu harus ada di samping aku saat aku bangun tidur."
Jessica mengusap rambut Reyhan pelan."Тар-"
"Nggak sayang! Atau aku akan memecat mereka semua." potong Reyhan cepat.
Jessica menghela nafas pasrah. Tidak mungkinkan dirinya bersikap egois yang mempengaruh terhadap pekerjaan orang lain. Akhirnya ia hanya bisa mengangguk menyanggupi.
"Yaudah Mas mandi gih, siap-siap ke kantor."
Tak ada respon dari Reyhan, pria itu pura-pura tertidur masih dengan posisi yang sama. Berharap Jessica percaya dengan aktingnya.
Jessica terkekeh kecil, ia kembali mengusap rambut Reyhan. "Aku hari ini ujian loh. Sebentar lagi lulus." bisiknya pelan. Reyhan mengangkat wajahnya cepat, menatap Jessica penuh binar.
"Kamu serius kan sayang?" senyum pria itu bertambah mengembang kala melihat anggukkan dari gadisnya.
Bagaimana tidak senang? sebentar lagi Reyhan akan membatalkan puasanya dengan seorang gadis yang sudah halal baginya. Setelah perjuangan nya berbulan-bulan menahan nafsu saat berdekatan dengan Jessica, akan terbayar habis saat kelulusan gadis itu.
Ah, Reyhan harus menyusun rencana agar tidak mengecewakan Jessica, apa lagi gadisnya itu belum ahli dalam melakukan nya. Reyhan pastikan, ia akan memimpin permainan dengan panjang dan membuat gadisnya menikmati. Lihat saja, ia akan memberikan permainan terbaik untuk gadis kecilnya.
Membayangkan nya saja Reyhan sudah senyum-senyum sendiri. Pria itu bangkit dan berjalan ke kamar mandi dengan riang.
Jessica menatap heran pada suaminya itu. Ada apa dengan suaminya? Pikirnya.
***
"Sumpah ya Jes gua sebel banget sama tuh dosen." gerutu Amel sambil menyuapkan satu sendok baso pada mulutnya.
"Lagian lo juga salah Amel."
"Salah dari man-"
"Lo nanya pas ulangan." potong Viola cepat. Tadi pada saat ujian berlangsung, kalian tahu apa yang dilakukan Amel? Ya, gadis ini menanyakan beberapa jawaban kepada Jessica.
Sebenarnya Jessica ingin memberi tahu, namun tiba-tiba seorang dosen yang menjadi pengawas menghampiri mereka. Pengawas itu sedari tadi sudah curiga melihat gerak-gerik Amel. Berakhirlah dengan Amel yang di tegur dan di asing kan duduk di meja belakang.
"Ya kan gua nanya gara-gara gak tau Jes, wajar dong kalo gua nanya." ujarnya membela diri.
"Wajar itu kalo lo nanyanya waktu penjelasan materi, bukan pas ulangan," ucap Jessica.
"Sama ajalah."
Oke, diam adalah waktu yang tepat saat ini. Bisa panjang urusannya jika Jessica terus meladeni. Keduanya kembali fokus pada makanan masing-masing.
"Jes suami Lo tadi kaya buru-buru banget setelah selesai ujian, emang pak Rey mau kemana?" Tanya Anggun.
"Oh itu tadi suami gua buru-buru ke kantor karna ada miting, tadi Mas Rey ngirim pesan ke gua." Jawab Jessica, Anggun pun mengangguk mengerti.
"Lo masih perawan tiang-tiang gak Jes? Atau jangan-jangan Lo udah nggak perawan ya?" Tanya Amel.
Jessica menatap malas pada sahabatnya itu."Gua masih perawan lah anjir." Ucapnya dengan ketus.
Mereka bertiga kaget, menatap Jessica tak percaya.
"Lo belum kasih hak pak Rey, Jes?" Tanya Anggun.
Jessica hanya menjawab dengan gelengan kepala lalu kembali memakan baksonya.
"APA?! BELUM?!" kaget mereka berteriak spontan bersamaan.