NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Matahari belum sepenuhnya tinggi saat Kenzo berdiri di atas atap ruko. Di seberang jalan, Gedung Kepolisian Distrik Selatan tampak sibuk oleh lalu lalang kendaraan.

Angin pagi menerpa wajahnya. Ia memejamkan mata, memusatkan seluruh konsentrasi pada indra pendengaran tingkat Perak miliknya.

Bisingnya knalpot kendaraan di jalan raya perlahan meredup. Suara-suara dari dalam bangunan seberang mulai menyaring masuk ke dalam gendang telinganya.

Fokusnya mengunci sebuah ruangan di lantai paling atas. Ruangan milik Kepala Kepolisian Distrik.

"Saya tidak peduli bagaimana dokter forensik menulis laporannya, Pak Kepala," suara arogan itu terdengar begitu jelas. Adrian sedang berbicara di sana.

Kenzo tidak bergerak. Ia mendengarkan dengan saksama.

"Pria di lorong buntu itu korban perampokan biasa," lanjut Adrian. "Luka spiral di dadanya? Tulis saja akibat senjata rakitan liar."

Ada jeda sejenak. Terdengar desah napas berat dari lawan bicaranya, sang Kepala Polisi paruh baya.

"Tuan Adrian, lukanya terlalu janggal. Tapi... baiklah," sahut sang perwira pasrah. "Kasus ini ditutup hari ini. Jenazah akan segera dikremasi."

"Pilihan cerdas," balas Adrian dingin. Terdengar ketukan sepatu mahal melangkah keluar ruangan.

Kenzo membuka mata. Rahangnya mengeras seketika.

Hukum di kota ini rupanya memiliki harga. Dan Adrian adalah kasir yang menyerahkan uangnya.

'Bau kebohongan mereka sampai ke sini, Kenzo,' desis suara Azzy. Sang penguasa hampa berbisik dari dalam bayangan pemuda itu.

'Boleh kuhilangkan gedung itu? Sedikit saja?' tanya Azzy, terdengar seperti anak kecil yang meminta mainan.

'Tidak, Azzy,' sahut Kenzo dalam hati. 'Menghancurkan pion tidak akan menghentikan rajanya.'

Ia membutuhkan bukti aliran dana. Juga lokasi pengiriman barang-barang supernatural yang disembunyikan.

Satu jam kemudian, Kenzo sudah berada di lobi Gedung Artha. Kemeja gelap kasual dan celana jins barunya tampak pas di tubuhnya.

Berkat peningkatan fisik dari Sistem, otot-otot tingkat Perak miliknya memberi kesan tegap. Satpam di lobi bahkan tidak menaruh curiga saat ia berjalan masuk.

Ia duduk di sofa sudut lounge, membuka sebuah majalah bisnis untuk menutupi wajahnya.

Matanya bergerak aktif. Memetakan rute patroli, posisi kamera pengawas, dan pintu akses menuju lift khusus lantai atas.

Namun, rencana itu terusik oleh suara ketukan hak sepatu yang mendekat.

"Astaga. Aku benar-benar tidak habis pikir."

Kenzo menurunkan majalahnya perlahan. Siska berdiri di depannya dengan setelan blazer mahal.

Wajah cantik wanita itu melipat, penuh rasa jijik yang sangat kentara.

"Aku sudah bilang semalam untuk berhenti mengikutiku, Kenzo," desis Siska ketat, mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Kau sekarang mau mengemis pekerjaan di sini? Kau tahu kan gedung ini milik perusahaan pacarku?" Siska mencibir.

Kenzo menatapnya tanpa riak emosi. "Ini ruang publik, Siska."

"Tolong, simpan harga dirimu," Siska memutar mata. Ia membuka tas tangan mewahnya, menarik beberapa lembar uang kertas merah.

Dilemparnya uang itu ke atas meja kaca di depan Kenzo.

"Ambil ini. Beli makanan yang layak, lalu pergi," ucap Siska tajam. "Dunia ini diatur oleh kekuasaan, hal yang tidak akan pernah kau punya."

Suhu di sekitar sofa mendadak turun drastis. Hawa dingin merayap keluar dari bawah kaki Kenzo.

Siska mengusap lengannya, mendadak merinding tanpa tahu sebabnya.

'Dia melempar kertas padamu,' geram Azzy di dalam bayangan. 'Biar kuhapus saja dia dari sejarah, ya?'

'Tahan auramu, Azzy,' perintah Kenzo dingin. 'Dia bahkan tidak sepadan dengan debu yang kau telan.'

Tekanan magis itu langsung lenyap. Kenzo berdiri, menjulang tinggi di hadapan mantan kekasihnya itu.

"Kau benar soal satu hal, Siska," ucap Kenzo lirih namun menusuk. "Dunia memang digerakkan oleh kekuasaan."

Siska tersentak mundur satu langkah karena tatapan dingin itu.

"Tapi kau salah jika mengira Adrian yang memegangnya," tambah Kenzo datar.

Sebelum Siska sempat membalas, Kenzo sudah melangkah pergi. Meninggalkannya begitu saja dalam kekosongan lobi.

Memanfaatkan celah kamera pengawas dengan kecepatan tingkat Perak miliknya, Kenzo menyelinap masuk ke pintu darurat.

Tangga demi tangga ia lompati tanpa suara. Hanya butuh beberapa detik baginya untuk mencapai lantai 20.

Ia menunggu di balik pintu besi sampai seorang petugas kebersihan keluar dari ruang arsip.

Sebelum pintu tertutup otomatis, Kenzo melesat masuk bagai embusan angin.

Ruangan itu sepi, hanya diisi deretan server dan lemari dokumen rahasia. Kenzo langsung menuju komputer induk.

Otak yang telah ditingkatkan oleh Sistem bekerja sangat cepat. Kurang dari 5 menit, sandi keamanan komputer itu berhasil ia tembus.

Layar monitor menampilkan puluhan berkas transaksi rahasia.

Bukan hanya polisi distrik yang mereka suap. Pejabat kota, jaksa, hingga politisi lokal masuk dalam daftar penerima dana.

Namun, perhatian Kenzo terkunci pada satu folder bertuliskan Pengiriman Kargo X.

Isinya membuat Kenzo menyeringai dingin. Dokumen itu mencatat pengiriman artefak kuno, relik berenergi, hingga manusia dengan kekuatan khusus.

Semua dikirim ke sebuah perusahaan raksasa yang menjadi induk dari firma milik Adrian. Adrian rupanya hanyalah alat pencuci uang.

Segera ia menyalin seluruh data tersebut ke dalam ponsel pintarnya.

"Korupsi yang rapi," bisik Kenzo pada kesunyian ruangan. Ia mencabut ponselnya.

Semua data ini bisa menghancurkan Adrian dalam semalam. Namun, hukum biasa tidak akan bisa menyentuh bos besar di belakangnya.

Mereka harus dihancurkan dengan cara mereka sendiri: kekuatan mutlak.

Kini ia perlu menemukan lokasi kargo fisik tersebut. Untuk melacak energi supernatural, data digital saja tidak akan cukup.

Cahaya keemasan tiba-tiba muncul di sudut matanya, menampilkan antarmuka sistem yang berkilau mewah.

[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 3/3.]

"Waktunya menggunakan Sistem," gumam Kenzo dingin.

Sebuah putaran Gacha akan menentukan langkahnya malam ini.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!