Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.
Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.
Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.
Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monisha Affan 17.
Jam istirahat pertama, Mona dan Affan berpisah untuk menjaga jarak, namun diantara mereka justru saling memantau satu sama lain.
Mona duduk di meja kantin paling belakang bersama Andin, sedangkan Elin sedang beli minuman disana.
Sementara ini hanya ada Andin dan Elin yang tahu rahasia pernikahan Mona, nampaknya mereka tutup mulut seraya tidak mengumbar rahasia terbesar nya Mona.
Istirahat hari ini Affan pergi ke kantin, karena memang untuk memantau Mona juga disini.
Tapi, dari sudut pandang Mona, ia lihat Selly mendekati Affan.
"Mon, Selly seperti nya beneran suka deh sama Affan, soalnya Affan ketempelan terus dari kemarin" Kata Andin, mengira-ngira.
Mona menarik nafas, ia terdiam dan gak bisa main labrak, nanti bisa jadi hal itu akan timbul bahan gosip.
Andin yang melihat sahabatnya dilanda rasa cemburu langsung bangkit dari tempat duduk. Niatnya akan mengusik kebersamaan mereka.
Hanya saja saat Andin baru sempat melangkah kaki, Elin lebih dulu mendatangi meja makan mereka. Sehingga yang tadinya Selly menerjang beberapa pertanyaan gak penting soal waktu luang dan ajakan main bareng, kini mereka membahas kegiatan OSIS ke depannya.
Kebetulan, Elin anggota OSIS yang menjabat sebagai seksi dokumentasi, atau biasa yang ngasih informasi di mading.
Sebentar lagi ada ujian setengah semester, ada jeda semester. Mereka yang ada di meja tengah sedang hangat-hangatnya membahas rencana pengadaan class meeting di sekolah.
"Pengalihan pembicaraan yang bagus dari Elin, Haha"
Mona tersenyum tipis. "Makasih loh ya, kalau begini merasa aman, kenapa ga dari kemarin aja saya ngasih tau soal hubungan saya" Gumamnya, suara dibuat pelan biar siswa lain di meja sekitar atau yang terdekat ga dengar.
"Ya kamu si—" Perkataan Andin yang sedang menjawab sontak terputus. Sebab, ada Rendy yang tiba-tiba datang ke meja makan, lalu semena-mena duduk di samping Mona.
"Saya mau numpang makan bareng teman masa kecil saya" Kata Rendy. Mona langsung pindah tempat duduk ke samping Andin.
"Mona, saat saya semakin ngedeketin, kenapa kamu justru semakin ngejauh si? Kamu lupa ya sama janji yang dulu kita sepakati?" Tanya Rendy, tanpa menatap. Ia fokus mengaduk mie ayam hingga bumbu itu tercampur rata.
Mona mengerut kening. "Janji apa ya?"
"Dulu waktu perpisahan, kita berjanji untuk menua bersama, saat saya balik ke Indonesia kamu malah lupa semuanya"
Pikiran Mona sekilas teringat sesuatu waktu perpisahan SMP bersama Rendy.
Lebih tepatnya di taman, Rendy memang pernah berjanji dengan Mona untuk menua bersama sehabis acara wisuda, Momen disana terbilang sangat romantis untuk mereka.
Di tempat ayunan bersama, Mona yang sangat senang ingin menjawab kalau ia akan berjanji untuk menua bersama Rendy.
Tapi, saat mau menjawab tiba-tiba ada gadis lain yang mengaku pacar Rendy. Bukan hanya ngaku, perempuan itu mengklaim Rendy itu pacarnya dan akan tinggal bersama di luar negeri untuk melanjutkan study.
Selain itu, Mona yang keadaan nya tenang sambil melihat indahnya rembulan di atas awan yang gelap. Tiba-tiba pipi di tampar, di cakar sampai rambutnya di Jambak oleh si perempuan.
Alih-alih melerai, justru Rendy membiarkan Mona disiksa oleh pacarnya. Lalu pergi ninggalin Mona sendirian di taman sambil nangis.
Dari kejadian itu, Mona sudah gak mau lagi berhubungan dengan Rendy sampai saat ini.
Namun Rendy datang, menagih janji yang belum Mona jawab.
"Maaf kalau saya dulu ninggalin kamu, pacar saya punya pacar orang bule waktu study di Kanada. Saya balik ke Indonesia mau nagih janji itu sama kamu" Kata Rendy.
Mona terkekeh sinis setelah mengingat kelakukan Rendy yang dulu-dulu.
Sebelum akhirnya Mona tiba-tiba berdiri dari tempat duduk, sebagai luapan emosi jika mengingat masa lalu bersama Rendy, gadis itu menumpahkan air dikepala Rendy hingga menampar nya yang membuat seantero kantin heboh.
Karena melihat kelakuan Mona mendadak menjadi agresif, Andin mencengkram kerah Rendy seraya menatap nya tajam. "Jangan pernah deketin sahabat saya lagi mulai sekarang, paham?!" Katanya sebelum Andin menyusul kepergian Mona.
Melewati meja makan Affan yang sedari tadi menahan amarah. Hingga Elin yang melihat lantas ikut pergi bersama Mona.
Sehingga ada ruang terbuka untuk Affan dan Selly saling mengobrol empat mata.
Sayangnya, Affan tiba-tiba berdiri dari tempat duduk.
"Kau mau kemana sayang?" Tanya Selly.
"Jangan panggil sayang, jijik saya" Jawab Affan ketus seraya menatap Selly dengan tajam. "Mau kemana saja itu bukan urusan kamu"
Pada akhirnya Affan melangkah keluar meninggalkan Selly yang tiba-tiba menggebrak meja makan.
Sedangkan Rendy tak kalah kesalnya dengan kelakuan Mona.
Melihat Affan yang pergi dari kantin, Rendy pun sudah tahu tujuan Affan pergi hanya untuk Mona.
"Lagi-lagi cowok itu! Saya gak bisa biarin dia merebut Mona dari saya, saya akan terus nagih janji Mona. Saya datang ke sekolah ini cuma untuk Mona. Demi menua bersama nya, sekaligus memburu uang jajannya. Saya gak mau tiap hari dikasih uang jajan dua puluh ribu sama papa yang sudah bangkrut" Kata Rendy dengan nafas memburu.
......................
...****************...
To be continue,
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan