NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:534
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jelmaan Jin

"Aku...aku, tadi lihat bayangan melintasi di depan pintu, makanya aku pindah" ungkap Adel dengan suara tergagap.

Sontak membuat Nana dan Moly merapat kan tubuh nya ke arah Adel.

"Yang benar kakak Ih, aku kok gak lihat?" ungkap Nana.

"Kamu sih ah, sembarangan berbicara tadi!!" tambah Nana yang sadar akan ucapan Moly barusan.

"Iya..maaf" sahut Moly dengan nada penuh penyesalan.

"Jadi gimana dong kak?" tanya Nana lagi.

"Bagaimana apa?" sahut Adel kebingungan.

"Kita sekarang harus bagaimana?" tanya Nana memperjelas perkataan nya.

"Berdoa saja dalam hati, terus kalian lanjut makan" ucap Adel menyuruh kedua nya untuk berdoa dan melanjutkan makan.

"Kalau sudah begini, mana mood lagi makan, yang ada takut kak...!!" ungkap Moly.

"Gak usah takut, kalau hantu suka nya sama orang penakut, harus kita lawan!!" ungkap Adel menyemangati kedua teman satu kost nya itu.

Nana dan Moly terlihat lebih tenang setelah Adel berkata demikian.

Beberapa saat kemudian suasana lebih tenang dan santai, mereka bertiga mengubur ketakutan nya.

Bram dibawah mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada yang membuka kan.

Dilantai atas tidak akan terdengar suara apapun, karena bising oleh suara mobil dan motor yang melintas.

Tuut...tuut...tuut

Bram menelepon istrinya itu beberapa kali, sedangkan Adel di lantai atas tidak membawa ponsel nya.

Glek...

Pintu rumah terbuka, Bram melihat Adel membuka pintu dengan wajah yang cemberut.

"Mungkin istriku marah, karena aku pulang terlambat" gumam Bram dalam hati nya.

Bram meletakkan tas di kursi tamu, sedangkan Adel terlihat berjalan menuju kamar.

Bram melangkah ke dapur untuk mengambil segelas air, biasanya sepulang kerja Adel selalu menyiapkan segelas air untuk Bram minum, tapi kali ini tidak.

Bram masih berpikir kemungkinan istrinya marah karena ia pulang terlambat malam ini.

Saat Bram menuangkan air ke gelas, terlihat Adel, Nana dan moli menuruni anak tangga.

"Loh sayang kok kamu sudah pulang?" tanya Adel yang heran melihat suami nya sudah berada di dapur.

"Lah..kan tadi kamu yang membukakan pintu?!" sahut Bram masih dengan wajah datar.

"Aku yang mau tanya, kok kamu muncul dari lantai atas? Aku tadi melihat kamu masuk ke dalam kamar setelah membukakan pintu untuk mas" ungkap Bram yang mulai sadar ada keanehan.

Sontak perkataan Bram membuat Ketiga nya saling memandang satu sama lain.

"Enggak kok, sedari tadi kak Adel di atas sama kita" Moly menyahuti Bram.

"Jangan-jangan..........?" sahut Nana yang langsung merinding.

"Ada hantuuuuuuuuuuuuuuu..." teriak Moly ketakutan.

"Hush ah ...jangan sembarangan!! Kan tadi sudah aku bilang" ucap Adel mencoba menenangkan kedua teman nya itu.

"Iya kak, janji enggak akan bicara sembarangan lagi!" Sahut Moly.

"Sudah sana, naik ke kamar kalian, sudah malam!" Adel menyuruh kedua nya untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.

"Kak..please aku malam ini tidur sama kakak lagi ya?" ungkap Moly memohon pada Nana.

"Baiklah..." tanpa berpikir panjang Nana mengiyakan permohonan Moly, karena dalam hati nya Nana juga merasa ketakutan.

"Kasur busa nya kamu bawa saja ke kamar nya Nana, jadi kalian tidak berdesakan" ucap Adel menyarankan agar Moly membawa kasur nya sendiri.

"Oh iya benar kak..." sahut Moly menyambut ide Adel dengan baik.

Moly dan Nana naik ke lantai atas setelah mereka mencuci piring bekas makan.

Sedangkan Bram dan Adel masuk ke kamar nya.

Dari mulai masuk kamar, Bram tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia lalu berganti pakaian tanpa mandi terlebih dahulu.

"Kok kamu gak mandi dulu mas? tumben?" tanya Adel dengan nada meledek.

"Meriang sepertinya aku, kena angin malam" Bram beralasan meriang, padahal untuk sekedar mandi Bram merasa ketakutan.

Dengan jelas salam pikiran nya Bram melihat istrinya yang membuka pintu lalu kembali masuk ke dalam kamar.

Tapi entah apa yang terjadi, dia melihat istri nya baru turun dari lantai atas dan bilang tidak membuka kan pintu.

"Yaa tuhan...apa benar teror seperti ini yang dialami istriku selama ini?" Ucap Bram dalam hati nya.

Timbul rasa bersalah, karena selama ini Bram tidak pernah menanggapi keluhan istrinya itu, tentang "Ada yang aneh dengan rumah ini" .

Tak sampai disitu, Bram mengambil ponsel nya ia berniat menghubungi teman nya di kantor, menanyakan apakah teman nya itu memiliki kenalan orang pintar.

"Assalamualaikum, Maaf pak Agus saya hubungi bapak malam-malam, saya mau tanya pak apakah bapak punya kenalan orang pintar pak?" pesan yang Bram kirim kan ke teman kantor nya.

Beberapa menit Bram terdiam menunggu balasan.

"Walaikumsalam, ada pak...tapi maaf untuk apa keperluan nya?" akhir nya setelah beberapa menit Bram mendapat balasan nya.

"Ini pak, di rumah banyak sekali kejadian aneh, kalau boleh besok saya ceritakan di kantor saja pak, ada istri di sebelah saya, saya takut dia mendengar" ketik Bram.

"Baiklah kalau begitu" mereka berdua mengakhiri pembicaraan di chat.

"Habis chat siapa kamu mas?" tanya Adel dengan nada penuh selidik.

"Habis chat pak Agus, besok pak Agus mau menanyakan tentang progres pekerjaan ku" sahut Bram berbohong pada istrinya itu.

"Tapi pekerjaan mu lancar mas?" tanya Adel lagi seolah ia ingin mengobrol panjang lebar dan sedang berimprovisasi.

"Alhamdulillah lancar sayang, selama ini belum ada kendala" sahut Bram.

"Oh iya bagaimana harimu sayang setelah punya teman kost an? Anak-anak dilantai atas itu pada baik gak sama kamu?" kini Bram balik bertanya pada istrinya.

"Alhamdulillah mas mereka pada baik kok, ya cuma kedua nya penakut saja hehehe" ungkap Adel sambil terkikik.

"Seperti tadi, kamu lihat kan reaksi mereka yang langsung ketakutan?" tambah Adel lagi.

"Iya...." sahut Bram singkat.

"Oh iya tapi beneran mas kamu tadi gak bawa kunci pintu? Demi Allah nya bukan aku yang membukakan pintu untuk kamu mas? malah kalau di lantai atas tidak terdengar sama sekali kalau ada yang mengetuk pintu" tanya Adel yang masih penasaran.

"Enggak mas bohong kok, tadi bawa kunci ..cuma ingin lihat reaksi kamu saja, masih penakut apa enggak setelah ada teman nya hehehe" jawab Bram berbohong agar istri nya tidak ketakutan.

"Ah kamu ini..aku kira benar kamu gak bawa kunci!!" ucap Adel sembari mencubit pelan pinggang suami nya itu.

Tak membutuhkan waktu lama, Bram tertidur lelap.

Sedangkan Adel seperti biasa, dia sibuk dengan laptop nya, mencari lowongan pekerjaan.

Sedangkan di lantai atas, terlihat Moly yang sudah membawa masuk kasur nya ke kamar Nana.

"Kak, gak bisa nih kalau aku terus seperti ini!" ungkap Moly tiba-tiba.

"Maksud nya?" tanya Nana yang tidak mengerti perkataan nya Moly.

"Maksud ku, gak bisa kalau aku terus ketakutan dan terus numpang di kamar nya kakak, aku jadi merepotkan, kakak jadi tidak punya privasi!" terang Moly.

"Gak apa-apa, selama kamu mau disini saja sama aku, aku gak kerepotan kok, malah bersyukur ada teman tidur" sahut Nana sambil nyengir.

"Sudah tidur, kan besok pagi kita sudah mulai masuk kerja" ucap Nana menyuruh Moly untuk segera tidur.

Masing-masing dari mereka menarik selimut, dan memeluk guling.

Baru saja mereka membalik kan badan nya, terdengar suara seperti seseorang yang melempar pasir tepat di atas plafon atap kamar mereka.

Nana dan Moly saling berpandangan satu sama lain.

Dengan sigap Nana mengambil ponsel, bersiap untuk menghubungi Adel yang sedang berada di bawah.

Srek.....

Srek.......

Tiga kali terdengar suara pasir di lemparkan ke atap.

"Kak, ada kaya suara pasir di atap kak, seperti di lempar orang, sudah tiga kali" ketik Nana, lalu pesan itu dikirim kan pada Adel.

Tak butuh waktu lama, Adel langsung membalas nya.

"Pasir??" tanya Adel di chat.

"Iya kak, seperti orang sedang melempar pasir, tapi aneh nya pasir nya tidak jatuh kebawah kak, cuma dilempar saja!" terang Nana menjelaskan.

Adel tak kunjung membalas, terlihat di pesan hanya centang dua berwarna biru, tanda sudah di baca.

"Gimana? Kak Adel ngebales pesan lagi hal?" tanya Moly penasaran.

"Enggak, belum mungkin..." sahut Nana.

"Apa kak Adel ketiduran ya?" gumam Moly, khawatir Adel tidur.

Padahal di lantai bawah Adel tidak tidur sama sekali, setelah mendapat pesan dari Nana Adel meninggalkan laptop nya dan berbaring ketakutan disamping suami nya yang sudah tertidur lelap di samping nya.

Adel menggenggam ponsel di tangan nya, ia khawatir kalau anak-anak ketakutan pasti menghubungi nya.

Baru saja Adel akan membalas pesan, sekarang giliran di kamar Adel.

Jendela bergetar dengan hebat, seolah ada yang ingin membuka paksa dari luar.

Membuat Adel ketakutan setengah mati.

Dengan susah payah Adel membangunkan suami nya itu.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Caandaan Mamanya Adel emang agak-agak nih, ya... 🤣🤣🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Suka sama karakter Adel yang shalihah, dia memilih jalur langit untuk keputusannya pindah ke Bogor atau tetap di kota ini. 🥰🥰🥰
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
So sweeta, sih... 😍😍😍
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah... Bogor nih yang jadi latar tempat cerita...
Jadi penasaran sama ceritanya...

Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Maaf baru mampir, hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!