"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
"Berdiri kalian berdua ,sekarang" ucap Indira tegas, Dustin dan Danial langsung berdiri di samping brangkar Indira dengan wajah yang sudah babak belur lebam.
"Katakan apa alasan kalian bertengkar tadi?" tanya Indira tegas.
"Aku cemburu padamu " lirih Dustin .
Indira menatap Danial ,"Dan kamu apa alasanmu bertengkar tadi?" tanya indira.
"Dia memukulku duluan tadi ,aku tidak terima ,jadi aku pukul balik" jawab Danial sambil menatap Dustin tajam ,Dustin yang ditatap Danial dengan tajam pun ikut menatap Danial tak kalah tajam.
"Bisa tidak kalau ada apa apa itu jangan bertengkar dulu ,kita bicarakan baik baik ,kalian berdua tahu kan kalau aku punya trauma ,kalian ingin traumaku kembali lagi iya" ucap Indira.
Dustin dan Danial mengeleng bersama . Indira menghembuskan nafasnya kasar,"Ok ,penyebab kalian berdua bertengkar karena ulahku,aku meminta maaf pada kalian berdua " ucap Indira.
"Tidak bukan salahmu ,dia duluan yang masuk ke ruang ini dan tiba tiba memukulku ,sama sekali bukan salahmu " bela Danial.
"Tapi ini juga salahmu ,kalau kamu tidak menjadi pria yang sangat mesum ,aku tidak akan terpancing emosi tadi" bela Dustin.
"Sudah sudah jangan bertengkar kalian berdua ,pusing kepalaku" keluh Indira.
Dustin dan Danial menunduk sambil memainkan jari mereka seperti bocah yang sedang dimarahi ibunya.
"Kalian saling meminta maaf satu sama lain ,cepat bersalaman" ucap tegas Indira.
Danial dan Dustin saling menatap tapi langsung ingin bertengkar lagi .
"Heh heh heh ,aku bilang minta maaf bukan bertengkar ,cepat" ucap Indira marah.
Dustin mengulurkan tangannya namun wajahnya menoleh ke samping tidak mau menatap ke arah Danial.
"Maaf" ucap Dustin datar.
Danial menerima uluran tangan Dustin ,"Aku juga minta maaf " ucap Danial pelan .
"Nah gitu dong ,jangan bertengkar,gini kan adem ayem,tentram " ucap Indira .
Tak lama ibu Indira datang ke dalam ruangan Indira."Loh ada nak Dustin rupanya ,dan eh ini nak" ucap ibu Indira sedikit lupa.
"Saya Danial Tante" ucap Danial.
"Oh iya ,maaf saya sedikit lupa nak ,emm Indira sudah minum obatnya nak?" tanya ibu Indira.
Dustin tertawa pada Danial .Danial merengut kesal.
Indira mengangguk ,"Baiklah kita tunggu suster datang untuk mencabut infusmu ya ,ibu akan merapikan barang barang kita dulu " ucap ibu Indira.
"Biar aku bantu ibu " ucap Danial .
"Eh tidak usah nak ,ibu bisa sendiri" tolak ibu Indira.
"Tidak apa apa Tante ,biar sedikit lebih cepat ,Danial suka membantu kok" ucap Danial.
Dustin pura pura mual mendengar ucapan Danial.
Danial pun membantu ibu Indira untuk berkemas kemas.
Tak lama suster datang untuk mencabut infus Indira .
"Nona tahan ya,nanti akan terasa sakit tapi hanya sebentar,tahan ya 1,2,3,kita lepas" ucap suster itu pada Indira.
Indira kesakitan lalu dengan spontan tangannya menggapai pinggang Dustin yang berada di sampingnya dan mencubitnya dengan kencang.
"Aduhhhhh ,aduhhhh sakit Dira ,Aduhhh lepas aku mohon lepas,aduh duh duh" ucap Dustin.
"Nah sudah nona ,selamat ya nona sudah boleh pulang sekarang ,semoga lekas sembuh ,saya akan mengantarkan nona sampai di pintu masuk ,mari nona silakan duduk di kursi roda ini,mau saya bantu" ucap suster itu pada Indira.
Indira mengelengkan kepalanya ,"Tidak ,saya bisa sendiri " ucap Indira .
Indira pun mencoba turun dari ranjang ,namun saat kakinya menggapai lantai ,tiba tiba tubuhnya oleng karena kakinya masih lemas , Dustin dengan sigap menggapai tubuh Indira .
Danial yang melihat Dustin yang memeluk Indira mengepalkan tangannya menahan marah .
"Nak hati hati ,biar dibantu suster" ucap ibu Indira kaget bercampur khawatir.
Dustin langsung mengendong Indira dan meletakkan Indira di kursi roda yang telah disiapkan suster.
Pipi Indira bersemu merah .Sedangkan Danial mengeram marah .