NovelToon NovelToon
GALACTIC PARCEL SERVICE

GALACTIC PARCEL SERVICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Komedi / Slice of Life
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MOEROUL

GPS: Galactic Parcel Service
Di galaksi tempat ribuan peradaban saling berdagang, berperang, dan jatuh cinta, selalu ada satu kapal yang tetap terbang mengantarkan paket.

Arka Orion Saputra adalah kapten kapal kargo GPS. Bersama Null, makhluk materi gelap yang namanya nyaris mustahil diucapkan, dan Pi'Pi'Pi'Kra'Va'Tul, kepala keamanan mungil dari planet bergravitasi dua ratus kali Bumi, mereka menghubungkan dunia demi dunia melalui pengiriman antarbintang.

Bagi mereka, paket hanyalah pekerjaan. Yang membuat setiap perjalanan berkesan justru para pelanggannya: pasangan beda spesies yang bertengkar, kerajaan alien dengan permintaan aneh, hingga paket-paket yang seharusnya tidak pernah dikirim.

Di balik semua itu, mereka hanya ingin hidup yang layak, diakui, dan... mungkin menemukan seseorang yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

Sebab pada akhirnya, setiap paket selalu memiliki tujuan. Mungkin... begitu pula dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MOEROUL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Suaka Diplomatik, Dapur Vulkanik, dan Rahasia Jomblo

Kahlia terdiam mendengar rentetan logika tajam dari Pipi dan YUI. Mata sedikit melebar, mulutnya setengah terbuka mencari jawaban.

"Soal itu..." Kahlia menundukkan wajahnya, tampak ragu untuk melangkah lebih jauh membongkar aib perpolitikan galaksinya.

Melihat tamunya mulai terpojok, Arka mengangkat sebelah tangannya.

"Udah, udah. Kok malah kalian berdua yang kepo sih?" potong Arka tegas, menatap Pipi dan YUI bergantian. Ia lalu menoleh kembali kepada Kahlia dan Jin dengan raut wajah menenangkan. "Alasannya udah cukup kok, Yang Mulia. Kalian berdua boleh menumpang di sini sampai atasan saya menghubungi saya lagi."

Arka memajukan tubuhnya dan menengadah ke arah asisten gotiknya. "Untuk sekarang... YUI, apa Bu Arle udah ngirimin formulir suaka diplomatiknya ke sistemmu kan?"

Tanpa menjawab sepatah kata pun, YUI hanya mendengus bosan lalu menyerahkan sebuah tablet holografik tipis ke atas meja Arka. Di layarnya sudah terpampang dokumen resmi berlogo Galactic Parcel Service Pusat.

Arka menyodorkan tablet itu ke hadapan sang Putri. "Silakan kalian isi ini. Saya secara pribadi tidak bisa bantu banyak mengenai urusan politik kalian berdua, soalnya ini murni sudah jauh di luar batas tugas kami sebagai kurir."

Kahlia mengambil tablet itu dengan kedua tangan. Matanya memancarkan rasa lega yang teramat sangat. "Tidak apa-apa, Kapten. Perlindungan ini saja sudah lebih dari cukup."

Ia menatap Arka dengan senyum tulus yang memancarkan pesona anggun khas ras Mizura. "Saya berjanji, sebagai putri dari Kekaisaran Fontain, saya pasti akan membalas kebaikan Kapten dan seluruh orang di kapal kargo ini setelah urusan ini selesai."

Mendengar kata 'membalas kebaikan', telinga Pipi seketika berdenging kegirangan. Gadis Grovax mungil itu langsung mencondongkan kepalanya dari balik bahu Arka dengan mata berbinar-binar.

"Wah! Mau ngasih hadiah kah, Yang Mulia?" tanya Pipi penuh semangat.

Arka langsung memijat pelipisnya. "Pipi!!! Kamu tuh ya, nggak sopan banget nodong tamu!"

Kahlia justru tertawa pelan mendengarnya, suara tawanya terdengar merdu bak gemericik air. "Tidak apa-apa, Kapten Arka. Iya, tentu saja. Nanti kami pasti akan memberikan hadiah yang sangat istimewa untuk Nona Pipi yang telah menyelamatkan nyawa kami secara langsung."

Pipi langsung mengepalkan tinjunya ke udara. "Aseeek! Rezeki nomplok!"

Arka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak buahnya yang sama sekali tidak punya urat malu itu.

Setelah pengisian formulir selesai, obrolan diplomasi ringan itu masih terus berlanjut selama beberapa menit ke depan. Hingga akhirnya tiba pada kesimpulan final: Putri Kekaisaran Fontain, Kahlia Aquareth, dan pengawal pribadinya, Jin, secara resmi akan menetap sebagai tamu khusus di kapal kargo GPS Andromeda sampai ada keputusan atau perintah penjemputan lebih lanjut dari para petinggi GPS Pusat.

***

Malam harinya, di Sektor C.

Kantin kapal kargo kembali dipenuhi hiruk-pikuk para kru yang baru saja menyelesaikan giliran kerja mereka. Suara tawa, dentingan piring, dan dentuman musik bertempo sedang memenuhi udara. Namun, pusat perhatian malam ini tertuju pada sebuah area khusus di ujung kantin bertuliskan OPEN KITCHEN: MAYA'S KITCHEN.

Di balik meja konter stainless steel dapur terbuka itu, berdirilah sang penguasa urusan logistik perut: Bu Maya, sang Executive Chef.

Penampilan Bu Maya sangatlah mencolok dan mengintimidasi siapa saja yang baru pertama kali melihatnya. Ia adalah seorang alien dari ras Belial. Tingginya menjulang mencapai tiga meter, dengan postur tubuh yang sangat atletis dan berotot padat. Kulitnya berwarna hitam legam menyerupai bongkahan batu vulkanik yang baru membeku, dipenuhi retakan-retakan merah-oranye bercahaya yang tampak seperti lahar hidup mengalir di sekujur tubuhnya.

Di kepalanya, sepasang tanduk melengkung besar dan telinga runcing menyembul dari balik rambut hitam panjangnya yang bergelombang. Mata keemasannya bersinar terang. Malam itu, ia mengenakan tanktop hijau bertuliskan EXECUTIVE CHEF, celana jeans pendek, dan sebuah topi baseball berlogo GPS.

Namun, semua penampilan menyeramkan ala bos iblis dari neraka itu seketika luntur begitu Bu Maya tersenyum. Senyumnya luar biasa hangat, memancarkan aura keibuan tingkat dewa yang membuat seluruh kru kapal merasa nyaman berada di dekatnya.

Dengan sebelah tangan besarnya, Bu Maya sedang mengaduk panci raksasa berisi sup alloy stew menggunakan spatula kayu yang ukurannya lebih mirip dayung perahu.

Di sebelahnya, berdiri asisten setianya, Sarah. Gadis ras Mizura berkulit biru dengan rambut menyerupai tentakel ubur-ubur angkasa itu hanya setinggi pinggang Bu Maya. Sarah tampak sibuk dan telaten mengiris sayuran dengan pisau koki di atas talenan.

Di depan meja open kitchen tersebut, beberapa kru lintas ras duduk di kursi bar, asyik menyantap hidangan mereka sambil menonton aksi dua koki beda ukuran itu layaknya sedang menonton acara televisi.

"Sarah, tolong potongin tomatnya agak dadu ya, Nak," pinta Bu Maya dengan suara berat namun bernada sangat lembut, tangannya masih sibuk mengaduk sup.

Sarah mengangguk sigap. "Ah, iya, Bu Maya. Siap."

Di meja bar, seekor alien laki-laki bersisik merah tiba-tiba nyeletuk dengan nada menggoda. "Ibuk Maya... Ibuk beneran nggak ada rencana mau nikah lagi, Buk? Saya siap lahir batin lho, Buk, jadi bapak sambung dari anak-anak Ibuk di rumah."

Seorang alien perempuan berkulit biru di sebelahnya langsung menyikut lengan si alien merah itu dengan keras. "Halah, pret! Jangan dengerin dia, Bu! Gaya-gayaan mau jadi bapak, padahal dia sendiri masih numpang tinggal di rumah ibunya!"

Mendengar itu, tawa berat dan hangat Bu Maya meledak, membuat pendar lava di kulitnya sedikit menyala terang. "Hahahaha! Kalian ini ada-ada saja. Saya ini sudah tua. Kamu itu umurnya palingan masih seumuran sama cucu saya yang paling kecil."

Seorang alien laki-laki lain yang bertanduk hijau ikut menyahut. "Tapi kan ras Belial umurnya panjang banget, Buk. Masa iya sih Ibuk nggak mau nikah lagi buat nyari teman hidup?"

Bu Maya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum geli. "Haduuh, kamu ini. Daripada kalian godain saya yang janda tua ini, mending kalian godain si Sarah tuh. Dia sekarang lagi jomblo lho. Baru aja putus sama pacarnya di pelabuhan kemarin."

Mendengar aib asmaranya dibongkar tiba-tiba, wajah biru Sarah langsung bersemu ungu kemerahan. Gadis ubur-ubur itu merengek pelan sambil menutupi wajahnya.

"Ah... Bu Maya! Jangan bongkar-bongkar rahasia pribadi gitu dong, Bu, malu tahu..." keluh Sarah malu-malu.

"Hahaha, nggak apa-apa, Nak!" balas Bu Maya menepuk pelan bahu asisten mungilnya itu. "Kamu itu masih muda, jalan masih panjang. Di kapal ini banyak banget lho pilihan pria tangguh. Ya kan? Hahahaha."

Mendengar pengumuman "status jomblo" tersebut, seekor alien laki-laki berwajah gurita dengan kulit ungu langsung mencondongkan tubuhnya ke meja dapur dan mengedipkan matanya genit ke arah Sarah.

"Wah, kebetulan banget kalau gitu, Neng Sarah. Saya juga masih jomblo nih."

Alien perempuan di sebelahnya langsung menggebrak meja. "Bohong banget kau! Eh, Sarah, jangan mau sama dia! Istrinya di planet asal udah tiga! Dia cuma mau nambah koleksi doang!"

Seluruh pengunjung di konter open kitchen itu kontan meledak dalam tawa lepas. Suasana dapur benar-benar hidup dan penuh kehangatan keluarga.

Sementara itu, dari arah lorong masuk kantin, Arka dan Null tampak berjalan bersisian menuju meja prasmanan open kitchen untuk mengambil jatah makan malam mereka.

Pemandangan di dada sang kapten cukup menyita perhatian. Arka berjalan santai sambil menggendong Oren, si kucing Triseracat berbulu oranye dan berekor kristal enam, di dalam dekapannya layaknya menggendong bayi. Oren bersenandung dengan bunyi mendengkur pelan, menyandarkan cangkang kepalanya dengan nyaman di dada Arka.

Dari kejauhan, Arka menyipitkan matanya melihat siluet Bu Maya yang menjulang tinggi di balik uap masakan.

"Ngomong-ngomong, Reng," gumam Arka sambil terus mengelus punggung Oren. "Di kapal kita ini, kru yang badannya tinggi-tinggi raksasa itu ada siapa aja sih?"

Null, yang berjalan di sebelahnya dengan pusaran materi gelap yang berputar statis, memiringkan wajahnya seolah sedang mengingat-ingat data manifest kapal.

"Hmm... ada si Joey dari mesin, terus Bu Maya si koki itu..." Null menjeda kalimatnya. "Kayaknya itu aja deh. Palingan ya si Febri, kalau dia lagi iseng memanjangkan badan slime-nya ke atas atap. Emangnya kenapa kau nanya-nanya tinggi badan orang?"

Arka tertawa kecil. "Yeeh, si lendir mah nggak usah dihitung. Nggak ada apa-apa sih, cuma pengin tahu aja porsi keragaman kru kita."

Null mendengus pelan, lalu mengambil sebuah nampan logam saat mereka berdua mulai mengantre di depan meja saji.

"Gimana tadi urusannya sama si Tuan Putri?" tanya Null mengalihkan pembicaraan.

"Yah, gitulah," jawab Arka sambil mencomot beberapa potong daging ikan luar angkasa ke piringnya. "Intinya mereka bakal diam dulu di sini nunggu telpon lanjutan dari Bu Arle. Kita lihat aja nanti ke depannya gimana."

Pusaran materi gelap Null beriak pelan, menghasilkan dengungan yang entah bagaimana terdengar seperti nada simpati.

"Hmmm... kasihan juga sih sebenarnya habis denger ringkasan ceritamu tadi sore," gumam Null merendahkan suaranya agar tidak terdengar kru lain. "Orang kaya itu di mana-mana emang semena-mena. Pada belagu semua mentang-mentang merasa punya uang dan kuasa."

Arka melirik sahabatnya itu sambil tersenyum miring. Ternyata di balik penampilannya yang menyerupai lubang hitam tanpa perasaan, Voidwalker satu ini masih punya empati yang cukup besar terhadap ketidakadilan.

"Iya," balas Arka pelan, lalu menepuk bahu Null ringan dengan tangan kirinya yang bebas. "Makanya, untung aja kita cuma kurir paket gembel. Beban paling berat kita cuma ngirim kardus, bukan ngirim nasib peradaban."

Keduanya pun berjalan mengambil tempat duduk, berbaur dalam hangatnya suasana malam itu

1
Feburizu
Mirip Guardian galaksi ya
helena (Hiatus 12/8/26- idk)
ilustrasinya remind me film the guardians of the galaxy 😍
Sarah
Lyra ini yang muncul di bab berapa yah Thor? Hehehe aku lupa. Soalnya tokoh cerita ini emang banyak banget. 😅😆
Maya: Bab 3 & 14, Lyra itu pilot yang tangannya ada 6 😁
total 1 replies
Sarah
Iyeyyyy lanjut!
Eka
wkwkkw🤣
Eka
pasti di suri nyari putri itu
Eka
apakah ini villain pertama?
MayAyunda
mampir kak
Eka
apa itu berarti bu Maya lebih kuat dari pipi? secara dia kan authornya 👀b🤣
Eka
wkwkkw
Eka
bagus sih ini
Eka
tapi kasian GK sih? nanti suaminya pasti kan berpulang duluan kalo kek gitu🥲
Eka
yak authornya nongol
Eka
maksa banget namanya Thor? 🤣
Eka
Hajar mbak zer!! 🤭
Eka
ini yui tuh robot kan ya? apa settingannya emang gitu?
Eka
Author sering sekali pake Kyaaaaa kenapa Thor ? 🤣
Eka
ternyata di masa depan kita tidak financial freedom ya 🤣
Eka
alasan pembully emang always klasik
Eka
pijat apa ne 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!