Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 KEIKHLASAN
Malam terasa begitu lama bagi Tania saat matanya tidak mau terpejam didalam tidurnya. Sementara Burhan yang tidur dikursi santai kamarnya,nampak lelap tertidur.Tania masih memikirkan ibunya. Sedangkan dirinya yang sudah dua hari disini tak pernah disentuh oleh Burhan yang harusnya menjadi malam pengantin terindah baginya.
"Ibu __Tania berlahan memanggil ibunya,Tania kangen dan ingin bersama ibu, Mas Burhan belum bisa mencintai Tania" Airmata Tania jatuh di pipinya yang berusaha dia hapus agar tidak jatuh di bantal yang menyanggah kepalanya.
Dalam pancaran lampu tidur yang remang di kamar itu Tania hanya melihat bayangan kelam dikursi yang digunakan suaminya untuk tidur."Kenapa kamu tidak mau menyentuh aku Mas apakah aku sebegitu nya tidak pantas untuk kamu Mas, dan kehadiran Desi masih melekat dihati kamu, apakah sangat cantik kah dia dihati kamu sehingga dia tidak mampu kamu lupakan.
Berlahan Tania bangun dari tidurnya,ada rasa penasaran dihatinya untuk ingin mengetahui seberapa cantiknya Desi kekasih Burhan dulu sehingga dia yang muda mampu tersingkir dihati Burhan.Dengan berjalan kearah meja Kaca disudut ruangan itu Tania duduk didepan kaca tersebut, dia ingat bahwa Burhan melarang dia membuka. laci tersebut dan Buk Seno pun pernah berkata bahwa Burhan masih menyimpan photo Desi di laci meja itu.
Ada rasa penasaran dihatinya untuk ingin tahu tentang masa lalu suaminya.Tapi dia harus patuh kepada suaminya,dia tak ingin membuat masalah dengan Burhan yang sudah melarangnya mendekati meja tersebut.
"Kenapa kamu disini?" Sebuah cengkraman tangan dipundaknya membuat Tania kaget dan matanya terbelalak tiba-tiba saja Burhan sudah ada dibelakangnya dengan muka yang tegang penuh kemarahan"
"A___aku hanya duduk Mas,mataku tidak mau di pejamkan jadi aku hanya duduk disini sambil ingin membersihkan wajahku Mas" Tania terpaksa berbohong karena jika dia jujur pasti sesuatu akan terjadi pada dirinya.
"Enyah kau dari disini sudah aku larang jangan dekati tempat ini,apalagi duduk disini" Tiba-tiba Burhan mengambil tangan Tania dan menyeretnya lalu membanting Tania dikasur"
"Jangan kau pikir aku tidak tahu pikiran kamu, dengar sampai kapan pun aku tak akan mencintai kamu apalagi menyentuh kamu"
Tania yang masih tertidur karena seretan Burhan Hanya terdiam,butiran bening jatuh di pipinya, Rasa sakit dan pedih dihatinya mendengar perkataan Burhan barusan.
"Aku tidak boleh menyerah aku harus berjuang mendapatkan cinta suamiku" tekad yang muncul dihati Tania menumbuhkan kepercayaan diri dihatinya,dia harus berusaha walau disakiti oleh Burhan. Dia tahu ini adalah neraka pernikahan yang diberikan oleh suaminya tapi dia tidak akan terbakar oleh neraka ini.
Keesokan paginya Tania bangun seperti biasa menjelang subuh dia mandi dan sholat, dibangunkan nya Burhan yang tak pernah bangun. untuk sholat yang ada hanya makian yang tidak jelas dikeluarkan oleh Burhan kepada Tania.
Akhir nya Tania hanya pasrah dan turun ke dapur untuk memasak sarapan untuk mertua dan suaminya.Hari ini adalah hari saat dia akan dijemput oleh keluarga nya ada rasa kebahagiaan bertemu dengan Ibunya dirumah.Namun ketakutan terasa dihatinya bagaimana jika ibu tahu kalau Burhan tidak sholat dan kasar kepada dirinya.
Pikiran ini menghantui dibenak Tania sehingga dia lebih banyak melamun saat sarapan. "Kamu kenapa Tania kenapa kamu hanya diam saja hari ini, kamu kecapean ya?"
"Ngak Buk hanya ingin menikmati sarapan pagi aja" Tania mengalihkan jawabannya sambil memandang Burhan yang nampak acuh. Sesudah makan Tania menuju dapur dan diikuti oleh Buk Seno sedangkan Burhan masih menikmati kopinya.
"Tania hari ini kamu akan pulang Ibu titip Burhan ya sama kamu, semoga kamu bisa membuat Burhan berubah"
"Iya Buk InshaAllah,Tania akan berusaha sekuat Tania Buk sekarang Mas Burhan adalah suami Tania,dan Tania akan berusaha menjadi yang terbaik bagi Mas Burhan"
"Mama tahu apa yang kamu rasakan selama dua hari ini disini,kamu tidak perlu menjelaskan Mama tahu bagaimana karakter Burhan, itu sebabnya Mama menemui kamu sebelum akad"
"Tidak Buk Tania tidak menyesal menikahi Mas Burhan, tapi Tania butuh kerja keras lagi untuk semua ini"
"Iya Mama percaya kamu wanita kuat dan kamu. sabar" Buk Seno memeluk Tania hatinya sangat iba melihat menantunya itu karena ulah anaknya yang keras hati.
Sorenya keluarga Tania datang untuk menjemput Tania dan Burhan,Paman Tania yang datang bersama bibinya dan dua orang keluarga lainnya disambut oleh Buk Seno bersama Tante Burhan yang diundang oleh Buk Seno untuk menyambut keluarga Tania.
Keluarga Tania dilayani dengan baik, dengan ber bagai hidangan mereka makan bersama,Setelah bersilaturahim,Paman Tania meminta izin kepada Buk Seno dan keluarga untuk membawa Tania dan Burhan untuk pulang, dan tinggal di rumah Tania.
"Burhan lihat kan lah sikap yang baik di keluarga Tania walaupun kau tidak menyukai Tania karena harga diri keluarga ini ada pada kamu Burhan" Buk Seno berbisik ke telinga Burhan sebelum berangkat.Burhan sangat mengerti apa yang dikatakan oleh Mamanya.
Setelah berpamitan akhirnya mereka berangkat bersama, Burhan membawa mobilnya dan Tania bersamanya.Diatas mobil Tania hanya diam begitu juga Burhan.Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sesampainya dirumah Tania disambut oleh Buk Karti dan memeluk anaknya dan menantunya, di luar dugaan Burhan nampaknya ceria bertemu mertuanya itu. "Nak Burhan kamu apa kabar Nak"
"Saya baik Ibu dan Tania juga sehat saya menjaganya dengan ketat" Tania hanya melihat ke arah suaminya yang dengan enteng berbicara untuk menyenangkan hati ibunya.
"Syukurlah Nak Burhan kamu mau menjaga Tania dengan baik" Balas Buk Karti.
"Sudah ayo makan Ibu sudah memasak makanan kesukaan Burhan yang pernah Ibu buatkan sambal teri"
"Wah benaran, ibu buatkan Burhan sambal teri?" Burhan mengeluarkan senyum terhebatnya didepan mertuanya sangat berbeda saat Tania berada dirumah Burhan yang penuh kewibawaan dan kaku.
"Ayo kita ke ruang makan" Rumah Tania yang sudah diperbaiki oleh Buk Seno nampak indah walau sederhana tapi bersih dan rumah tersebut sudah memiliki ruang tamu, ruang makan dan ruang TV atau ruang istirahat dengan tiga kamar, masing-masing kamar memiliki kamar mandi.
Paman Tania dan istrinya tidak menginap disana, dia hanya menjalankan tugasnya sebagai paman menjemput ponakannya sebagai adat untuk menjemput menantu baru mereka.Sebelum pulang mereka makan bersama dan menikmati hidangan yang sudah ada.
"Tania kamu dan suami akan tinggal disini beberapa hari jadi kamu harus menjadi istri dan tuan rumah yang baik bagi suami kamu, jagalah pernikahan kalian agar awet."
"Baik Paman Tania akan berusaha seperti yang dikatakan oleh Paman"
Setelah bercerita beberapa saat akhirnya Pak abdul paman Tania, pamit pulang bersama istrinya diikuti oleh keluarga yang lain dari pihak Ayahnya.Burhan dan Tania memberikan salam terima kasih kepada mereka rumah yang tadi ramai kini berganti sepi hanya tinggal mereka bertiga.
"Tania bawalah suamimu kekamar,mungkin dia capek butuh istirahat" Buk Karti meminta Tania untuk membawa Burhan kekamarnya.
"Iya Buk nanti saja kalau Ibu mau istirahat silakan, kami belum ngantuk sepertinya" Ucap Burhan.
"Baiklah kalau begitu Ibu masuk kamar dulu"Buk Karti akhirnya meninggalkan pengantin baru tersebut tanpa curiga apa-apa.dia sangat segan jika terus berada dekat menantu dan anaknya tersebut.
"Mas bagaimana kita pergi ke apartemen nya ditunda dulu, setidaknya kita harus bicarakan ini kepada ibu Mas, kasihan Ibu tinggal sendiri.
Burhan terdiam mendengar permintaan istrinya,dia harus menerima tawaran Tania karena dia tidak ingin Mertuanya bersedih karena walau dia tidak menyukai Tania, tapi Buk Karti sama dengan Mamanya dia tak ingin ada masalah jika mendadak harus pindah pasti Buk Karti akan shok.
"Baik kita akan tinggal disini selama dua minggu dan kamu harus mulai berbicara kepada ibu kamu bahwa kita akan pindah ke apartemen dan selama itu kamu akan mencari orang yang akan menemani ibu kamu disini.Dan selanjutnya walau kita tinggal satu kamar tapi aku akan tidur dibawah atau di kursi, aku tak akan sudi tidur dengan kamu Tania walau kita sudah sah kamu dengar itu, untuk nafkah akan aku beri tapi untuk hati jangan harap."
Setelah Burhan berbicara tanpa berpikir sakitnya hati Tania,diapun meninggalkan Tania diruang tamu itu sendiri menuju kamar Tania dan berniat tidur dibawah.
Tania menyusul suaminya yang masih bingung karena dia tidak pernah tidur dilantai."Kamu tidur diatas saja Mas biar aku dibawah" Tania tahu apa yang dipikirkan oleh suaminya, sebab itu dia memutuskan dia yang akan tidur dibawah.