Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
Pukul sembilan malam, hujan deras mulai mengguyur kota ketika suara deru motor matic sederhana Aldi terdengar memasuki halaman rumah. Aldi turun dari motornya dengan setelan jas kerja yang sedikit basah di bagian bahu karena jas hujan yang tidak mampu menutupi seluruh tubuhnya dengan sempurna. Dia berjalan masuk melalui pintu samping dengan membawa tas kerja hitamnya.
Begitu melangkah ke area ruang tengah, langkah kaki Aldi terhenti. Suasana rumah yang biasanya sepi di jam seperti ini justru tampak hidup. Di ruang tamu, Rendy masih duduk dengan santai sambil tertawa bersama Ibu Ratna dan Riko. Kirana juga ada di sana, meski ekspresinya tampak lelah dan gelisah.
"Eh, sang Manajer baru pulang," sindir Ibu Ratna begitu melihat sosok Aldi berdiri di pembatas ruangan dengan pakaian yang agak lembap. "Lembur ya? Kasihan sekali, pulang malam-malam kehujanan naik motor, padahal bosnya yang di sini malah santai-santai minum teh dari sore."
Rendy berdiri dari sofanya, memasukkan kedua tangan ke saku celananya dengan ekspresi pura-pura bersimpati. "Ah, Manajer Aldi. Maaf ya, saya pulang lebih cepat hari ini dan kebetulan mengantar istri Anda pulang karena cuaca tadi sore agak mendung. Saya harap Anda tidak keberatan dengan kebaikan kecil saya ini."
Aldi menatap Rendy dengan pandangan datar yang sangat tenang. Tidak ada riak cemburu, tidak ada kemarahan yang meledak-ledak. Ketenangan Aldi justru membuat Rendy merasa sedikit tidak nyaman karena dia mengharapkan reaksi pria yang mengamuk atau minder.
"Terima kasih sudah mengantar istri saya, Pak Rendy," jawab Aldi dengan suara rendah namun mantap. "Tapi sebagai informasi, laporan proyeksi keuangan yang Anda minta dalam waktu tiga hari, sudah selesai saya kerjakan malam ini. Berkasnya sudah saya kirimkan ke email pribadi Anda dan tembusan ke dewan komisaris pusat."
Rendy tertegun sejenak. Wajahnya sedikit berubah masam. Bagaimana mungkin tugas serumit itu bisa diselesaikan Aldi hanya dalam waktu beberapa jam? "Oh... cepat juga ya. Kita lihat saja besok apakah kualitas laporanmu itu sama dengan kecepatan kerjamu yang terburu-buru."
"Saya jamin tidak akan mengecewakan, Pak CEO," balas Aldi dengan penekanan halus pada kata 'CEO' yang terdengar seperti sebuah sindiran tersembunyi. Aldi kemudian menoleh pada istrinya. "Kirana, Mas ke kamar dulu untuk ganti baju ya."
Kirana hanya mengangguk pelan tanpa berani menatap langsung mata suaminya. Ada rasa bersalah yang menusuk dadanya melihat Aldi yang lelah bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya, justru harus pulang disambut dengan pemandangan seperti ini.
Begitu Aldi berjalan menuju tangga, Ibu Ratna kembali berbisik kencang pada Rendy yang sengaja agar terdengar oleh Aldi. "Lihat itu, Nak Rendy. Kaku sekali jadi orang, gak ada ramah-ramahnya sama sekali. Beda jauh sama kamu yang sopan dan murah senyum."
Rendy hanya tersenyum penuh kemenangan, merasa posisinya di rumah ini sudah jauh di atas angin dibanding sang suami sah...
Sebelum kita lanjutkan,saya mengucapkan Terimakasih atas dukungan dari kalian semua,mohon tinggalkan komentar Anda,bila ada yang salah dalam alur cerita yang saya buat ini, jika ada persamaan nama tempat dan karakter dalam cerita,saya mohon maaf karena ini hannyalah cerita fiktif.
Jangan lupa like dan comentnya ya guys terimakasih
MarkarioPutra
Happy reading.