NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh

​Udara di Arena Hidup Mati terasa membeku. Ribuan penonton berdiri mematung, mulut mereka setengah terbuka. Bagaimana mungkin tinju daging biasa menahan tebasan pedang raksasa tingkat enam yang diperkuat oleh teknik bela diri menengah? Ini menyalahi akal sehat dunia kultivasi!

​Zhao Kuang menggertakkan giginya hingga nyaris retak. Rasa malu dan kemarahan membakar kewarasannya. "Pusaka pelindung! Kau pasti menyembunyikan pusaka pelindung tingkat bumi di balik lengan bajumu! Kau curang!"

​Zhao Kuang menarik pedangnya dengan kasar, memutar tubuhnya, dan melompat ke udara. Ia mengumpulkan seluruh sisa Qi abu-abunya, menyalurkannya ke bilah pedang hingga memancarkan cahaya redup. Ini adalah serangan putus asa berkekuatan penuh.

​"Tebasan Bintang Jatuh!" raungnya.

​Pedang raksasa itu meluncur turun layaknya meteor, membawa tekanan angin yang membuat lantai batu panggung arena retak bahkan sebelum pedang itu menyentuh tanah.

​Lin Tian mendongak. Angin tajam dari serangan itu menerpa wajahnya, namun matanya tetap setenang danau beku. Pengujian kekuatan fisik telah selesai. Hasilnya memuaskan, namun daya hancur murninya masih belum cukup untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat. Jika ia terus bertahan, Qi naga astralnya yang berat akan cepat terkuras.

​Sudah waktunya menyelesaikan ini.

​"Kau ingin melihat kekuatanku yang sebenarnya?" suara Lin Tian terdengar pelan, namun secara aneh bergema menembus raungan angin di arena. "Akan kutunjukkan padamu."

​Lin Tian menarik lengan kanannya ke belakang. Di dalam lautan meridiannya, Qi ungu keemasan yang seberat air raksa mulai bergejolak ganas. Sesuai dengan instruksi Tinju Runtuh Sembilan Lapis, ia mengompresi seluruh Qi tersebut dengan kemauan sekeras baja, menekannya hingga menjadi seukuran bola kristal kecil di pergelangan tangannya.

​Kretek!

​Pembuluh darah di lengan kanan Lin Tian menonjol keluar, dan pendaran cahaya keemasan yang menyilaukan meledak dari tinjunya. Tekanan energi purba yang buas menyapu arena, membuat Penatua Hukum yang duduk di tepi arena langsung berdiri dengan mata terbelalak ngeri.

​"Tekanan energi ini... bukan tingkat tiga! Ini melampaui tingkat tujuh!" seru sang Penatua tertahan.

​Di udara, Zhao Kuang yang baru saja akan mendaratkan serangannya merasakan hawa dingin mematikan menjalari tulang punggungnya. Insting bertahan hidupnya menjerit, namun momentum serangannya tak bisa ditarik kembali.

​"Tinju Runtuh..." desis Lin Tian.

​Ia melontarkan tinju kanannya lurus ke atas, menyambut bilah pedang raksasa yang meluncur turun.

​"...Lapis Pertama!"

​BOOOOOOOOOOM!

​Ledakan dahsyat terjadi seketika saat tinju Lin Tian berbenturan dengan pedang raksasa tersebut. Gelombang kejut berwarna ungu keemasan meledak layaknya gunung berapi, menghantam lapisan formasi pelindung arena hingga bergetar hebat. Beberapa murid pelayan yang berdiri terlalu dekat bahkan terlempar mundur akibat sisa tekanan angin.

​Suara logam pecah terdengar nyaring di tengah ledakan. Pedang raksasa kebanggaan Zhao Kuang, yang diklaim terbuat dari baja dingin, hancur berkeping-keping layaknya kaca yang dipukul palu godam.

​Namun, daya hancur Tinju Runtuh Lapis Pertama belum habis. Sisa gelombang energi tersebut menembus pecahan pedang dan menghantam dada Zhao Kuang secara telak.

​"ARGHHH!"

​Zhao Kuang memuntahkan kabut darah segar ke udara. Suara tulang rusuknya yang remuk terdengar mengerikan. Tubuhnya terpental mundur seperti boneka kain yang putus talinya, melayang sejauh dua puluh meter sebelum akhirnya jatuh berdebum di ujung panggung batu, nyaris menabrak dinding formasi pelindung.

​Arena itu kembali diliputi keheningan absolut. Hanya suara debu yang perlahan mengendap yang terdengar.

​Di tengah panggung yang kini retak membentuk jaring laba-laba, Lin Tian berdiri tegak tanpa luka sedikit pun. Asap putih tipis mengepul dari lengan kanannya akibat gesekan energi yang terlalu padat. Ia menurunkan tangannya perlahan, menatap tubuh Zhao Kuang yang tergeletak tak berdaya di ujung sana.

​Dada Zhao Kuang mencekung ke dalam, napasnya terputus-putus seperti ikan yang ditarik ke darat. Ia masih hidup, namun meridian utamanya telah hancur lebur oleh ledakan energi naga. Ia telah lumpuh seumur hidup. Kultivasinya yang dibanggakan selama ini telah musnah dalam satu pukulan.

​Lin Tian menoleh ke arah Penatua Hukum, matanya berkilat dingin. "Pertarungan ini sudah berakhir, bukan?"

​Sang Penatua menelan ludah, butuh beberapa detik baginya untuk menemukan suaranya kembali. Ia menatap pemuda tingkat tiga di depannya itu dengan perasaan campur aduk antara kagum dan takut.

​"Pemenang... Lin Tian!" seru sang Penatua, suaranya sedikit bergetar.

​Begitu pengumuman itu dijatuhkan, ribuan penonton akhirnya tersadar dari kejutannya. Namun tidak ada sorakan yang meledak. Mereka hanya bisa menatap Lin Tian dengan pandangan teror. Sebuah monster baru telah lahir di Sekte Luar, dan dia merangkak naik dari pelataran pelayan terdalam.

​Di sudut bawah arena, Zhao Hai jatuh terduduk di tanah, wajahnya sepucat mayat. Ia menyadari satu hal yang mengerikan: faksi Zhao di Sekte Pedang Langit baru saja menggali kuburannya sendiri.

​Lin Tian berjalan turun dari panggung, menghampiri Lin Chen yang masih berdiri kaku karena takjub. Ia tersenyum tipis, menepuk bahu adiknya.

​"Ayo pulang, Chen'er. Mulai besok, kita akan memasuki tahap pelatihan yang sesungguhnya."

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!