NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil

Mata Dominic terbelalak saat merasakan bibir Ella menempel di bibirnya. Pistol yang awalnya berada di dahi Ella meleset sebab dia pun harus menahan dirinya di sandaran sofa agar tidak terlalu menindih Ella.

Dor!

Tembakan melesat ke sandaran sofa menembusnya dan bersarang di tembok, membuat Ella terperanjat dan hampir melepas ciumannya. Namun saat ini dia ingat jika nyawanya terancam, jadi Ella memberanikan diri membuka mulutnya mulai melumat bibir Dominic.

Berakhir!

Hidupnya akan berakhir!

Setelah ini Dominic akan membunuhnya. Namun seolah tak peduli Ella justru memejamkan matanya dan merasakan bibir tebal Dominic mulai membalas ciumannya.

Baiklah, setidaknya sekali seumur hidupnya dia harus merasakan ciuman.

Ciuman yang biasa dia ciptakan dalam sebuah narasi kini dia rasakan. Bagaimana bibir tebal seorang pria yang ternyata terasa lembut dan basah.

Ciuman yang pertama dan mungkin yang terakhir. Tapi setidaknya dia tidak akan mati penasaran sebab belum pernah meraskan hal yang bahkan sekecil itu.

Sialan memang!

Dia yang seorang penulis novel ++ bahkan belum pernah berciuman apalagi bercinta. Semua yang dia rangkai menjadi sebuah bab dalam naskah justru hanya dia lihat dari vidio- vidio tak senonoh tanpa pernah merasakannya.

Bagaimana lagi. Dia yang tak punya apapun memilih sibuk memutar otak demi beberapa dolar uang dari pada pergi berpacaran. Apalagi saat orang melihatnya tidak ada yang akan mau mendekat sebab dia yang memang tidak menarik mata laki- laki.

Jadi biarlah dia merasakan ciuman gila yang justru dia lakukan dengan pria jahat, pembunuh kejam tak berperasaan.

Setidaknya pria itu cukup tampan.

Ella menarik diri setelah mereka bergelut lebih dari satu menit. Jantungnya berdebar kencang dengan nafas terengah, bibirnya nampak merah dan bengkak sebab lumatan Dominic yang dia rasa semakin lama semakin tak terkendali. Itulah kenapa dia segera menarik diri sebab takut pria itu hilang kendali.

Ella menatap mata Dominic yang terlihat gelap, pria itu nampak tertegun membuat Ella semakin takut.

Habislah!

Tamat riwayatnya!

Pria itu tak mau wanita lain menyentuhnya merasa mereka tak pantas, dan dia justru menciumnya.

"Kau—"

"Itu maksudku, Tuan!" Suara Ella memotong ucapan Dominic. "Berciuman." Ella meringiskan senyuman. "Ba— bagaimana, apa kau merasakan sesuatu?" Tubuh Ella kembali bergetar takut. "Bagaimana ... apakah kau menegang?"

Dominic menatap dirinya. Intinya memang terasa menegang, bahkan sampai saat ini rasanya benda itu masih keras.

Sial!

Dari semua wanita kenapa harus gadis ini? Dan kenapa saat dia merasa muak melihat rayuan dan godaan para wanita. Dia justru tak merasa terganggu dengan ciuman Ella. Dan sialnya lagi, dia benar-benar menegang sempurna. Bahkan saat ini saat ciuman itu telah berakhir dia masih menegang.

Dominic menatap mata bulat Ella yang tersembunyi di balik kacamata tebalnya. Gadis ini masih nampak ketakutan di bawahnya, namun entah kenapa melihat dia ketakutan Dominic rasanya semakin panas.

Ella melirik ke bawah, menatap inti Dominic. "Ka—u menegang, kan? Itu ... itu artinya aku tidak bohong." Ella mendorong tubuh Dominic agar pria itu menjauh, namun Dominic tetap bergeming. "Kau... hanya terlalu tidak sabar, Tuan." Ella melirik mayat wanita yang masih tergeletak di sofa. Andai Dominic menurut untuk berciuman dengan wanita itu mungkin Dominic bisa menunjukkan gairahnya.

Dominic mendengus. Yang Ella tak tahu dia bergairah bukan karena hanya sebatas ciuman. Namun karena itu Ella.

Dominic bukan tak tahu reaksi itu. Beberapa waktu lalu bahkan saat mereka hanya bersentuhan intinya mulai menunjukkan reaksinya. Hanya saja dia belum terlalu yakin. Namun kini saat interaksi semakin intens tingkat reaksi dalam dirinya semakin meningkat. Jadi, hal itu kini dia sadari. Jika dia hanya bergairah saat bersama Ella.

Bukan tanpa alasan dia menyimpulkan hal ini, dia juga bukan tidak pernah mencoba berciuman dengan para wanita, tapi reaksinya tetap tidak ada, yang ada justru dia muak dan tetap berakhir sia- sia.

Tapi entah kenapa, dengan Ella terasa berbeda.

"Tetap saja, aku sama sekali tidak merasakan apapun, tadi." Dominic mencengkam dagu Ella membuat gadis itu mendongak. "Tapi sekarang—"

"Tapi, sekarang kau bereaksi!" potong Ella lagi. "Jadi, aku tidak salah."

Dominic menajamkan matanya, dan mencengkram dagu Ella semakin erat. "Kau tahu aku paling tidak suka ada orang yang menyela ucapanku?"

Mata Ella yang mendongak mengerjap cepat. "Itu karena yang keluar dari mulutmu pasti buruk. Aku akan tetap berakhir mati." Ella mencicit kecil.

"Kau tahu, tapi tetap melawan?"

"Tuan, tolong lepaskan aku. Bukankah sudah terbukti kau bukan tidak mampu. Kau hanya perlu melakukannya lebih intens lagi, aku yakin kau bisa."

"Kalau begitu biar aku buktikan lebih dulu." Dominic menyeringai membuat Ella semakin ketakutan.

"Apa? Apa yang akan kau lakukan?" Ella menatap waspada saat Dominic menarik diri dan membawa tubuhnya dengan menggendongnya. "Tunggu! Tuan ... kau tidak berencana melakukannya denganku, kan?" Ella berontak saat Dominic membawanya ke arah ranjang lalu melemparnya.

"Kenapa tidak, bukankah kita harus mempraktikkannya lebih dulu?"

"Tunggu, apa?!" Ella bergerak mundur saat Dominic kembali mengurungnya.

"Kau harus benar-benar membuatku yakin, Ella. Atau ucapanmu tidak bisa di pegang?"

"Bukan itu maksudku, aku tidak memintamu melakukannya denganku!" Ella menahan tubuh besar Dominic yang mengurungnya. "Aku ... aku cuma..." Lidah Ella terasa tercekat saat telapak tangannya justru menyentuh dada talan jang Dominic sebab kimononya sedikit terbuka.

Dada pria itu terasa panas dan keras, persis seperti tokoh-tokoh yang selalu dia ciptakan dalam novelnya.

Ella menelan ludahnya saat merasa tiba-tiba tubuhnya terasa panas.

Beginikah reaksinya? Reaksi saat merasa tubuh kita bergairah.

"Tapi, bagaimana wanita itu juga sudah mati, dan itu artinya aku harus melakukannya denganmu." Ella menggeleng pelan. "Lagi pula bukankah kau bilang aku bisa melakukan apapun jika apa yang kau katakan tidak berhasil?"

"Itu ... itu karena kau tidak melakukan semua ucapanku, dan malah langsung membunuhnya." Wajah Ella semakin ketakutan. "Lagi pula ... bukannya kau tidak tertarik melihat penampilanku? Jangan bilang kau mau menelan ludahmu sendiri!"

Dominic terkekeh. "Hanya tidak menarik. Bukan berarti tidak bisa di ubah, kan?"

"Apa?" Ella masih menatap bingung saat Dominic menarik kaca matanya. "Apa yang kau lakukan, kembalikan—" namun Dominic melemparnya ke lantai membuatnya pecah.

"Hei, kacamataku!" teriak Ella tak terima. "Kacamataku?"

"Lumayan." Dominic meneliti wajah Ella yang kini tanpa kaca mata. Menggerakan dagunya ke kanan dan ke kiri. Dia tidak bohong, Ella cukup cantik tanpa kaca mata itu. "Sekarang tidak masalah."

"App—" suara Ella teredam ciuman Dominic yang liar. "Tunggu ... Hmmp—" Dominic tak memberi waktu Ella untuk bicara, dia hanya ingin membuktikan gairahnya yang selama ini dia cari.

Panas, tubuhnya terasa semakin panas, Dominic benar-benar merasakan dia semakin bersemangat seolah dia baru saja hidup kembali.

Tangannya mulai bergerak meremas buah dada Ella yang masih terbalut blouse berbahan katun lembut.

Sial! Bahkan payu daranya terasa pas di telapak tangannya. Saat benda itu dia remas pelan tubuhnya seperti di setrum aliran listrik mengalir dari telapak tangannya yang bersentuhan dengan benda tersebut yang membuatnya semakin panas dan panas.

"Hmmm" Suara Ella teredam ciuman Dominic, dia berusaha mendorong Dominic, namun sebelah tangan pria itu mencengkram tangannya dan menahannya ke atas kepala, sementara sebelah tangan lainnya terus meremas buah dadanya membuat Ella semakin tak karuan.

Tidak bisa. Ini terlalu menggoda untuk di lewatkan. Tubuh Ella terasa panas sebab gairah yang terus memuncak.

Pemberontakannya melemah dengan tubuh yang mulai lemas dan bibir yang mulai membalas ciuman Dominic.

Desahan tertahan bahkan keluar begitu saja tanpa bisa dia cegah.

Beginikah rasanya.

Rasa yang juga di rasakan para pemain film ++ yang selalu dia tonton demi referensi novelnya. Pantas saja mereka seolah tak tahu malu. Rupanya saat gairah membakar, akal sehat pun hilang.

Saat Ella mulai pasrah, Dominic melepas cengkraman tangan Ella, tangannya mulai turun menarik blouse Ella menampilkan leher jenjang dan benda penutup buah dada berbusa seperti sebuah kaca mata.

Ludah Dominic terasa kasar, bahkan jakunnya naik turun.

Brengsek!

Kulit putih Ella terlihat benar-benar menggoda.

Dominic hendak kembali menunduk untuk menyelesaikan aksinya, namun saat ini tangan Ella menahannya.

"Tunggu, Tuan. Ini pertama kalinya untukku."

"Apa!"

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!