NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

‎Suara tamparan keras menggema tajam membelah keheningan malam, seolah berdentang berulang kali di dinding-dinding bangunan tua di sepanjang jalan itu. Tangan Aruna masih terangkat di udara, jari-jarinya sedikit bergetar, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang meluap-luap. Sementara pipi kiri Rafael langsung memerah terang, meninggalkan jejak telapak tangan yang jelas tercetak disana.

‎‎Rafael terpaku, kepalanya masih terpaling ke samping akibat kekuatan pukulan itu. Tubuhnya yang tinggi seolah lumpuh seketika, napasnya yang tadinya memburu kini tertahan di tenggorokan. Dia tak pernah membayangkan, tak pernah sekalipun menyangka, bahwa wanita yang dulu selalu dia anggap lemah, penurut, dan tak berdaya itu - wanita yang rela melakukan apa saja demi senyumnya - akan berani mengangkat tangan dan melayangkan pukulan sekeras ini tepat di wajahnya.

‎‎Perlahan, Rafael membalikkan wajahnya kembali menghadap Aruna. Matanya membelalak lebar.

‎‎"Kamu... kamu berani menamparku?" gumam Rafael parau, suaranya pecah. Tangannya perlahan terangkat menyentuh pipinya yang membara itu.

‎‎Aruna menurunkan tangannya perlahan, menyisir rambutnya sedikit ke belakang dengan gerakan tenang dan anggun, seolah apa yang baru saja dia lakukan hanyalah hal biasa. Dia menegakkan punggungnya, menatap Rafael tepat ke manik mata yang memerah itu dengan sorot mata yang setajam pisau, tanpa sedikit pun menunduk atau mundur selangkah pun.

‎‎"Diamlah, Rafael!" ucap Aruna, suaranya rendah namun menusuk, "Jaga mulutmu baik-baik sebelum aku memukulmu lebih keras lagi! Kamu pikir kamu siapa berani-beraninya menuduhku kotor begitu?!"

‎‎Dia melangkah maju selangkah, mendekati Rafael yang masih terpaku diam, hingga membuat pria itu tanpa sadar mundur selangkah ke belakang karena tekanan aura yang dipancarkan Aruna.

‎‎"Kamu bilang aku menjual diri? Aku murahan? Hah... itulah pemikiran orang sepertimu, bukan? Kamu yang berselingkuh dengan Tania, tapi malah menuduhku yang tidak-tidak."

‎‎Wajah Rafael seketika berubah pucat pasi, darah yang tadi memburu karena amarah kini seolah tersedot habis dari seluruh pembuluh darahnya. Kalimat pendek namun tajam itu menghantam dadanya jauh lebih keras daripada tamparan yang baru saja mendarat di pipinya.

‎‎"Kamu... apa maksud kata-katamu, Sayang?" suaranya bergetar, nyaris tak terdengar, tatapannya mulai menghindar, hilang sudah keberaniannya yang meledak-ledak tadi. "Aruna... dengarkan aku... itu... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku bisa jelaskan. Aku... aku tidak bermaksud begitu. Dia... Tania yang mendekatiku, dia yang..."

‎‎Rafael mulai mengoceh tak karuan, berusaha menyusun kata-kata pembelaan yang terburu-buru dan kacau, namun suaranya perlahan hilang tenggelam saat melihat Aruna berbalik tenang menuju pintu mobilnya.

‎‎Aruna membuka pintu mobil, tangannya merogoh ke dalam tas kerja kulit yang tergeletak di kursi penumpang. Dia mengeluarkan foto-foto dari dalam tas, lalu menutup pintu kembali dengan bunyi pelan namun tegas. Dia berjalan kembali menghadap Rafael, dan dengan gerakan kasar namun penuh kendali, dia melemparkan tumpukan foto itu tepat ke dada Rafael hingga berjatuhan ke aspal.

‎‎Disana, terlihat jelas segalanya. Foto Rafael dan Tania berpelukan mesra di depan sebuah hotel mewah. Foto Rafael mencium kening wanita itu di dalam mobil. Foto mereka berjalan bergandengan tangan di taman kota. Semuanya tajam, jelas, dan tak terbantahkan.

‎‎Wajah Rafael semakin pucat. Dia berjongkok tergopoh-gopoh, tangannya gemetar hebat saat menyentuh lembaran-lembaran kertas itu. Matanya melirik satu persatu gambar yang menjadi bukti pengkhianatannya yang nyata.

‎‎"Ini... ini rekayasa! Ini foto editan! Ada yang ingin menjatuhkanku, Aruna! Kamu jangan percaya!" seru Rafael panik, dia berusaha mengelak dengan suara meninggi namun matanya tak berani menatap Aruna. Dia mengacak-acak rambutnya, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. "Dia... dia memaksaku! Papanya Tania mengancam akan menurunkan jabatanku jika aku tidak bersikap manis pada putrinya! Aku melakukannya demi kita, Aruna! Demi masa depan kita! Kamu harus percaya padaku, hanya kamu yang aku cintai!"

‎‎Aruna hanya tertawa, tawanya kering, dingin, dan penuh kepahitan. Dia menatap Rafael yang kini tampak kacau balau itu dengan pandangan merendahkan, seolah sedang melihat aktor buruk yang sedang berakting di panggung kosong.

‎‎"Demi kita? Demi masa depan kita?" ulang Aruna perlahan, nada bicaranya penuh sarkasme. "Rafael, jangan rendahkan kecerdasanku dengan alasan murahan itu. Kamu bersenang-senang, kamu menciumnya, kamu memeluknya, kamu membawanya ke tempat-tempat indah... dan kamu bilang itu demi kita? Dulu aku percaya semua kebohonganmu. Dulu aku diam dan memaafkan karena aku terlalu bodoh dan terlalu mencintaimu sampai lupa harga diri. Tapi lihat aku sekarang..."

‎‎Aruna menunjuk dirinya sendiri, menegakkan bahunya yang tegap dan anggun.

‎‎"Aku bukan lagi gadis bodoh yang bisa kamu umpan dengan janji manis dan alasan palsu."

‎‎Dia menjeda sejenak, napasnya teratur dan tenang, sangat kontras dengan napas Rafael yang tersengal-sengal karena ketakutan dan kepanikan.

‎‎"Dengar baik-baik, Rafael. Dan simpan kata-kataku ini sampai kapan pun. Mulai detik ini, disini, malam ini... kita putus. Hubungan apa pun yang pernah ada di antara kita sudah berakhir, sudah selesai, dan sudah ku kubur dalam-dalam. Tidak ada lagi kita, dan tidak ada lagi masa depan."

‎‎"Aruna... tidak! Kamu tidak bisa melakukan ini! Aku tidak terima! Kita sudah lama bersama!" Rafael mencengkeram lengan Aruna dengan nekat, wajahnya memerah kembali, kali ini karena rasa takut kehilangan yang menyiksa. "Aku akan tinggalkan Tania! Aku minta maaf! Aku akan berubah! Apapun yang kamu mau, aku akan lakukan. Jangan tinggalkan aku, Aruna! Kamu tidak bisa begitu saja pergi ke sisi laki-laki lain!"

‎‎Aruna menepis cengkeraman itu, tatapannya tajam menusuk hingga ke ulu hati Rafael.

‎‎"Lepaskan. Dan jangan pernah sentuh aku lagi," peringatnya dingin. "Aku bukan lagi milik siapa-siapa, dan terlebih lagi... aku sudah bukan lagi milikmu."

‎‎Dia berbalik dan masuk kembali kedalam mobilnya, membanting pintu dengan keras, lalu menyalakan mesin yang menderu kencang. Kaca jendela ditutup rapat, memisahkannya sepenuhnya dari Rafael yang kini jatuh berlutut di atas aspal dingin, di antara tumpukan foto-foto perselingkuhannya yang berserakan.

-

-

-

‎Siang itu, matahari bersinar terik menyinari kawasan kampus, membuat bayangan gedung-gedung tinggi tampak tegas di atas jalanan beraspal.

Mobil Zeffrano berhenti tepat di depan gerbang utama kampus, menarik perhatian banyak pasang mata mahasiswa yang sedang berlalu-lalang. Pintu pengemudi dibuka, Zeffrano melangkah keluar dari mobil, berdiri tegak di samping kendaraan mewahnya.

‎‎"Wah... itu siapa ya? Ganteng banget, berwibawa sekali," gumam seorang gadis dengan mata berbinar takjub.

‎‎"Iya, pakaiannya saja terlihat sangat mahal. Pasti orang penting sekali. Lihat saja mobilnya, itu jenis mobil yang harganya bisa buat beli satu gedung kampus ini," sahut temannya, tak lepas menatap Zeffrano yang berdiri tenang sambil menatap sekeliling dengan pandangan tajam.

‎‎"Kalau dilihat-lihat wajahnya seperti pernah dilihat di majalah bisnis kemarin. Itu kan Tuan Mahesa, pemilik perusahaan raksasa itu lho! Astaga, kok dia bisa ada disini?"

‎‎Kerumunan kecil pun perlahan terbentuk, semua mata tertuju penuh kekaguman pada sosok Zeffrano. Mereka saling berbisik, bertanya-tanya siapa yang beruntung bisa dijemput oleh pria berkuasa itu.

‎‎Di sisi lain, Aruna yang sedang berjalan bersama beberapa temannya mendengar suara kegaduhan dan bisik-bisik yang semakin riuh. Penasaran, mereka pun mendekat ke arah gerbang utama tempat kerumunan itu berkumpul.

‎‎"Ada apa ya di depan? Kok ramai sekali?" tanya salah satu teman Aruna.

‎‎"Entahlah, katanya ada orang penting datang. Ayo kita lihat," jawab teman lainnya.

‎‎Begitu mereka menembus kerumunan, pandangan Aruna jatuh pada sosok yang berdiri di depan mobil hitam itu, langkah kakinya seketika terhenti sejenak.

‎‎"Zeffrano?" bisik Aruna masih tak percaya.

‎‎Dalam sekejap, sorot mata dingin dan tajam Zeffrano berubah menjadi lembut saat menangkap sosok Aruna yang berdiri di antara para mahasiswa lain. ‎‎Tanpa mempedulikan bisik-bisik kekaguman atau tatapan iri dari ratusan pasang mata yang mengelilinginya, dia mulai melangkah menghampiri wanita itu dan berhenti tepat dihadapannya.

‎‎"Ayo ikut denganku," ucap Zeffrano, suaranya rendah namun cukup terdengar hanya oleh Aruna, matanya menatap lekat-lekat wajah wanita itu seolah dunia ini hanya berisi mereka berdua. "Ada yang ingin aku tunjukkan padamu."

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
🔥Violetta🔥: Kangen belaian plus belalai dia kak ,🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
nikah aja dah.. mending mereka nikah biar gak jadi masalah setelahnya
〈⎳ FT. Zira
puas puasin dah mau ngapain aja gak ada yg larang
〈⎳ FT. Zira
nampar doang mah napa gak berani
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
makin berani aruna🤣
🔥Violetta🔥: Biar Zeff meleleh' 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
percaya saja pada kemampanmu, ada Zef yg siap berdiri di garda depan ini
W I 2 K
sok suci banget Rafael... lah km aja peluk sana peluk sini sm cewek lain loh...
W I 2 K: du du du.... ngalamat viral nanti lipen gosong.... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!