Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Pengkhianatan di Balik Megahnya Camp Nou
Kepulangan Riski ke Spanyol seharusnya menjadi momen perayaan. Dengan medali emas di leher dan statistik yang telah berevolusi, ia melangkah masuk ke gerbang Ciutat Esportiva Joan Gamper dengan kepala tegak. Perubahan fisiknya yang kini setinggi 176 cm mengejutkan banyak orang; staf medis klub bahkan harus melakukan tes ulang karena pertumbuhan instan itu dianggap sebagai keajaiban biologis.
Namun, suasana di koridor manajemen Barcelona terasa dingin pagi itu. Riski, yang hendak menuju ruangan Luis Enrique, tanpa sengaja melewati pintu ruang rapat direksi yang sedikit terbuka. Di dalam, suasana tampak sangat memanas.
"Kita tidak bisa menolak tawaran 150 juta Euro dari Manchester City," suara berat itu milik salah satu petinggi finansial klub. "Itu angka yang gila untuk pemain 16 tahun."
"Tapi dia adalah identitas masa depan kita! Dia baru saja menghancurkan semua rekor di Asia!" suara itu milik Albert Capellas. Ia berdiri, memukul meja dengan wajah memerah. "Kalian tidak bisa menjual bakat terbesar yang pernah kita miliki hanya demi menyeimbangkan neraca keuangan!"
"Cukup, Albert! Secara finansial, ini keuntungan 1000%. Dia baru 16 tahun, risiko cedera di La Liga sangat tinggi. Dengan uang itu, kita bisa mendatangkan tiga pemain matang untuk membantu Messi. Keputusan sudah bulat. Riski akan dijual pada bursa transfer Januari nanti."
Capellas terdiam, bahunya merosot. Ia keluar dari ruangan dengan langkah gontai, hanya untuk menemukan Riski berdiri membeku di balik tembok. Mata remaja itu tajam, namun ada luka mendalam di sana.
"Riski... aku..." Capellas mencoba bicara, suaranya parau.
"Terima kasih sudah membelaku, Mister," potong Riski dengan suara yang sangat dingin. "Tapi aku sudah dengar semuanya. Bagiku, jersi ini bukan sekadar bisnis. Jika mereka hanya melihatku sebagai tumpukan uang, maka aku bersumpah tidak akan pernah mengenakan warna ini lagi."
Capellas menghela napas panjang, ia tahu karakter Riski yang teguh. "Jika kau benar-benar ingin pergi, kau butuh seseorang yang bisa melindungimu dari hiu-hiu industri ini. Aku punya teman lama, dia orang yang jujur dan membenci politik kotor klub besar. Namanya Marco Valez."
Satu jam kemudian, di sebuah kafe kecil di pinggiran Barcelona, Riski bertemu dengan Marco Valez. Pria itu tampak sederhana, namun tatapannya sangat tajam dan jujur. Marco setuju untuk menjadi agen Riski dengan satu syarat: ia akan memprioritaskan keinginan Riski di atas komisi uang. Dengan bantuan Marco, Riski mengambil langkah ekstrem.
Januari 2017 – Kejutan Terbesar Dunia Sepak Bola
Bursa transfer musim dingin dibuka dengan berita yang mengguncang jagat raya. Bukan tentang kepindahan Riski ke Manchester City, melainkan sebuah pengumuman resmi yang memicu kepanikan massal di kantor pusat Barcelona.
Riski secara resmi memutus kontrak secara sepihak dengan FC Barcelona dengan membayar klausul rilis mandiri menggunakan hampir seluruh akumulasi tabungannya. Dunia sepak bola geger. Barcelona panik karena kehilangan aset masa depan mereka tanpa bisa mengontrol tujuannya. Namun, Riski sudah berada di dalam jet pribadinya, terbang melintasi benua menuju sebuah titik kecil di peta Indonesia: Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.
Riski memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dianggap gila. Dengan statistik Overall: 85, ia memilih bergabung dengan Kepton FC, sebuah klub lokal di kampung halamannya yang berkompetisi di Liga 3 Indonesia.
Stadion Betoambari, Bau-Bau.
Pemandangannya sangat kontras dengan Camp Nou. Rumputnya tidak rata dan fasilitasnya sangat sederhana. Di hadapan manajemen Kepton FC yang gemetar karena tidak percaya seorang bintang dunia ada di hadapan mereka, Riski menyodorkan kontrak yang tak masuk akal.
"Saya hanya ingin gaji $200 per bulan," ujar Riski tenang. "Sesuai dengan kemampuan klub ini."
"Tapi Riski... gaji ini bahkan tidak cukup untuk membeli satu ban jet pribadimu," ucap manajer Kepton FC dengan suara gagap.
"Saya tidak ke sini untuk mencari uang. Saya punya cukup di tabungan saya," balas Riski. "Saya di sini untuk membuktikan satu hal: bahwa pemain besar bukan diciptakan oleh klub besar, tapi oleh kerja keras di lapangan mana pun ia berpijak. Saya ingin memulai dari bawah, dari tanah kelahiran saya sendiri."
Berita kepindahan Riski ke Liga 3 menjadi headline di seluruh dunia. Banyak yang menyebutnya gila, namun bagi Riski, ini adalah misi pembuktian diri yang baru.
[Ding! Misi 'Kembali ke Akar' Aktif!]
[Nama Misi: Pahlawan dari Bawah]
[Tujuan: Bawa Kepton FC promosi ke Liga 2 tanpa terkalahkan!]
[Hadiah Misi:]
Atribut: 'Legendary Leader' (Meningkatkan kemampuan seluruh rekan tim sebesar +30%)
Stats 'Physical' meningkat +5 Poin
Riski berdiri di tengah lapangan Stadion Betoambari yang berdebu. Di samping lapangan, Marco Valez tampak sibuk mengatur urusan administratif. Meski ia bermain di kasta terendah, aura Riski tetaplah aura seorang GOAT.
Statistik Riski (Usia: 17 Tahun - Awal di Kepton FC):
Tinggi Badan: 176 cm
Pac (Speed): 80
Sho (Shooting): 92
Pas (Passing): 84
Dri (Dribbling): 87
Def (Defending): 82
Phy (Physical): 85
Overall: 85.0
Informasi Keuangan & Aset (Inventory):
Total Saldo: Rp 150.000.000 (Menyusut signifikan setelah membayar denda putus kontrak ke Barcelona).
Gaji Baru: $200 (Sekitar Rp 2.700.000) / bulan.
Aset Tetap: 1 Jet Pribadi (Makassar), 1 Rumah di Catalunya (Kosong), 1 Toyota (Panti).
Sesi latihan pertama dimulai. Rekan-rekan setimnya, pemuda lokal Bau-Bau, tampak sangat gugup. Namun, Riski mendekati mereka satu per satu, memberikan instruksi dengan bahasa daerah yang masih kental.
"Ayo teman-teman!" teriak Riski. "Kita tunjukkan pada dunia bahwa dari lapangan berdebu ini, kita akan mengguncang dunia!"
Eropa mungkin telah membuangnya karena uang, tapi Bau-Bau menyambutnya sebagai raja. Perjalanan dari nol dimulai kembali, dan kali ini, Riski akan memastikan tidak ada lagi orang yang bisa menjual mimpinya.