Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Pagi telah tiba,gea menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku. Ia melirik jam yang kini menunjukkan pukul 06 pagi. Gea merasa malas untuk bergerak,ia kembali menarik selimutnya dan ingin melanjutkan tidurnya.
Ting nong! Ting nong!
Bel apartemen gea berbunyi,gea menyembulkan kepalanya dengan mata yang memicing.
"Siapa sih yang gangguin gue"ucap gea
"Ah ini pasti si kaleng rombeng"monolog gea lalu berjalan kearah pintu dengan muka bantal dan rambut acak-acakan.
Ceklek!
"Ngapain lagi sih lo kesini''ucap gea
Deg!
Gea melototkan matanya saat orang yang ia kira caca adalah bara. Entah darimana pria tersebut mengetahui alamat apartemen nya saat ini.
"Bapak ngapain disini?"tanya gea yang ternyata belum sadar dengan penampilannya saat ini
"Kamu terlihat cantik dengan rambut yang mengembang"ucap bara yang tak menjawab pertanyaan gea
Gea melototkan matanya saat baru menyadari penampilannya saat ini. Ia dengan cepat berbalik dan menutup pintu,namun tangan bara juga cepat menahan pintu dan mendorong sedikit hingga ia juga ikut masuk.
"pak kenapa masuk si''ucap gea kesal
"Cepat mandi dan bersiap,mama saya ingin bertemu dengan calon menantunya"sahut bara membuat gea melotot
"Pak saya kan udah bilang saya gak mau nikah sama bapak"ketus gea
"Saya tidak terima penolakan geaa"sahut bara datar
Gea menghembuskan napas panjang,ia berjalan ke arah kamar mandi. Singkat cerita kini gea sudah selesai mandi,ia melihat asdos nya itu sedang berbaring dengan lengan yang menjadi bantalan.
Tak memperdulikan gea pun lanjut untuk bersiap,ia ingin segera membawa bara keluar dari apartemen nya saat ini.
"Pak bangun kita bicara diluar"ucap gea
Bara membuka matanya dan melihat gea yang sudah rapi. Gea terlihat cantik dengam rambut yang ia kuncir. Tanpa banyak kata bara langsung berjalan keluar,ia menunggu mengunci pintu apartemennya.
"Ayo kerumah saya,mama saya sudah menunggu"ucap bara
"Pak saya sudah bilang saya tidak mau menikah dengan bapak,kita ini tak saling mengenal pak"sahut gea
"Nanti kita bisa berkenalan"ucap bara lalu menarik tangan gea
Gea berusaha untuk melepaskannya namun genggaman tangan bara cukup kuat,ia pun akhirnya pasrah saja. Entah apa yang terjadi nanti gea tak tahu.
Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ia benar-benar membawa gea kerumahnya. Gea pun diam tak bersuara,ia sungguh bingung dengan situasi seperti ini. Mengapa hidupnya jadi seperti ini.
1 jam perjalanan kini mereka sudah sampai dirumah bara,gea masih tak bergerak dari duduknya, ia benar-benar merasa takut,gugup dan tak tahu nanti akan berbicara apa.
"Ayo kenapa kamu tidak keluar"ucap bara yang ternyata sudah membukakan pintu untuk gea
Gea menatap bara dengan kesal,ia turun dari mobil dan melihat sekelilingnya. Rumah bara ternyata besar juga,sepertinya anak orang kaya.
Bara menarik tangan gea untuk masuk,jantung gea semakin berdegup kencang apalagi saat melihat ada wanita paruh baya yang duduk diruang tamu.
"Asalamualaikum"ucap bara dan gea
"Waalaikumsalam,eh callon mantu mama udah datang"sahut sekar tersenyum lebar
Gea hanya bisa tersenyum kikuk tidak tahu harus menyahut apa. Ia diajak duduk oleh sekar,bara mendengkus ketika tangannya terlepas dari tangan gea.
"Aduh kamu cantik sekali"puji sekar
"Tante juga cantik kok"ucap gea
"No jangan panggil tante,panggil mama aja. Kamu kan sebentar lagi akan menjadi calon menantu mama. Kamu tahu gak si,mama tu udah dari lama meminta bara untuk menikah,bahkan mama sempat menjodohkan dia dengan anak teman mama tapi katanya gak ada yang cocok"ucap sekar bercerita
"Ahaa haha iya siapa si yang mau sama pria kaku dan galak gitu tan eh ma"sahut gea menistakan bara
Bara mendelikkan matanya lihat gadis ini sungguh berani kepada nya.
"Kamu belum sarapan kan? Ayo sarapan mama udah masakin makanan untuk kamu"ucap sekar lalu mengajak gea kemeja makan
Gea hanya menurut,bara dengan jahilnya dari belakang terus menyolek pinggang gea. Gea ingin membalas namun tangannya sedang digandeng oleh sekar. Sekar meminta mereka untuk duduk,ia dengan telaten menuangkan nasi untuk gea.
Gea tersenyum,hatinya menghangat menerima perlakuan sekar. Ayu tidak pernah memperhatikannya,ia hanya sibuk kerja dan kerja. Sifat keibuan sekar membuat gea nyaman.
"Makasih ya ma harusnya mama tidak perlu repot seperti ini"ucap gea tak enak
"Gapapa,mama senang aja kalo begini"sahut sekar tersenyum
Gea ikut tersenyum kemudian mereka pun menikmati sarapan pagi itu dengan tenang. Bara juga sesekali melirik ke arah gea yang fokus dengan makanannya.Sekar tersenyum cerah,ah ia tak sabar lagi ingin melihat putranya menikah.
25 menit sarapan pun selesai, sekar membawa gea ketaman belakang. Ia ingin bercerita banyak bersama gea.
"Kamu kuliah atau kerja?"tanya sekar memulai obrolan
"Aku kuliah sambil kerja ma"jawab sekar
'Wah mandiri sekali ya kamu,maaf lalu orang tua kamu kerja apa?"tanya sekar
"Papa bekerja sebagai sutradara dan mama seorang aktris"jawab gea
"Wah hebat sekali ya orang tua kamu,pasti kamu bangga memiliki orang tua seperti mereka"ucap sekar
Gea hanya tersenyum kecut mendengar ucapan sekar,bangga? Ah entahlah!
"Kamu benaran mau kan sama bara?"tanya sekar
"Maaf ya ma sebelumnya aku pengen jujur sama mama,sebenarnya aku sama pak bara ini gak saling mengenal dan gak pernah dekat sebelumnya,aku berkuliah dikampus yang sama dengan pab bara mengajar. Ia menemui aku dan mengatakan ingin mengajak aku menikah,jujur aku kaget saat itu dan aku juga udah sempat nolak tapi ya gitu pak bara tetap maksa"ucap gea
Sekar meringis malu melihat kelakuan anaknya.Astaga! ia kira bara memang mempunyai kekasih,tapi ternyata ini hasil paksaan dari anaknya.
"Aduh maafin bara ya gea,semalam mama yang mendesak dia untuk menikah karna mama udah lama banget pengen punya menantu. Dia bilang hari ini akan dibawa kerumah dan ternyata itu adalah kamu. Tapi kalo kamu ga mau gapapa sayang"sahut sekar
"Dia mau ma"timpal bara
"Astagfirullah bara kamu ini selalu saja bikin mama terkejut"ucap sekar kesal
"Dari mana pula kamu tahu dia mau? Dia saja bilang kamu memaksanya"sungut sekar
"Dia gabisa nolak ma,aku udah menghubungi papanya"ucap bara sambil menunjukkan layar ponselnya yang tertera nama reo
Gea melotokan matanya saat melihat bara benar-benar menghubungi bara. Apa-apaan ini,gea memandang bara dengan kesal. Pria ini suka sekali mengambil keputusan sendiri seperti sekarang!