NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18.Kenapa harus..?

"Saya sama sekali tidak peduli dengan alasan kenapa dan mengapa Anda tetap dapat tinggal disini ketika Carlos telah menikah.Saya hanya meminta kerendahan hati Anda agar tidak perlu menyapa saya." Jane sangat berharap bahwa Camelia akan mengerti maksudnya.

Namun yang paling tidak diduga oleh Jane adalah begitu dia mengucapkan kalimat tersebut.Camelia malah menangis tersedu-sedu.

Jane bahkan harus mundur satu langkah darinya.

Menatap heran kearah Camelia.Kenapa wanita ini tiba-tiba menangis sedemikian rupa,padahal dia tidak melakuan apapun yang mungkin dapat membuatnya menangis?

Carlos yang sejak tadi memperhatikan mereka dari meja makan,juga ikut berdiri dan mendekati keduanya,ketika dia melihat Camelia menangis.

"Ada apa??" Tanyanya dengan raut wajah yang kurang ramah.

Tentu saja tatapan itu bukan mengarah ke Camelia,namun tertuju kepada Jane.

Camelia bukannya menjawab,dia malah menangis semakin keras.Yang membuat kesalah pahaman semakin meningkat.

"Kak,...hu..bukannya aku yang ingin.Aku,aku.."

Tangis Camelia semakin menjadi.

Tubuhnya yang lembut tampak bergetar dengan hebat.

Carlos merasa sangat patah hati.Dia mendekat kearah Camelia dan menghapus air matanya dengan lembut.

"Berhenti menangis,dan katakan kepada ku kenapa kau menangis?" Tanya Carlos dengan suara lembut.

"Kak, aku sama sekali tidak bermaksud membuat Nona Alexander marah.Aku,aku...tidak."

Shuttt.

Carlos memintanya berhenti menangis dan membujuknya dengan sangat lama.Sampai akhirnya Camelia merosot dengan lemah kedalam pelukan Carlos.

Dengan sigap,Carlos langsung menggendong tubuh lembut nan rapuh Camelia menuju kamarnya.Sebelum benar-benar pergi,Carlos meninggalkan sebuah kalimat yang membuat Jane mengernyit heran. "Tunggu disini,aku akan berbicara dengan mu."

Jane yang selama ini terdiam,hanya bisa melongo dengan pasrah ketika melihat sepasang sejoli itu menghilang dibalik tangga lantai dua.

Karena kebetulan lapar,sekalian saja dia menyantap makan siang yang masih tersaji diatas meja.

Jane begitu menikmati makanan yang tersaji itu tanpa memperdulikan tatapan keheranan para pelayan,yang tengah menatapnya dari kejauhan.

Lima menit kemudian,Carlos turun dan mendapati Jane tengah makan dengan gembira.

Alis hitam bak pedangnya berkerut tidak suka ketika melihat Jane yang sama sekali tidak menjaga etika makannya,di meja makan.

Tetapi apapun itu tidak terlalu penting sekarang,ada hal yang jauh lebih penting yang perlu mereka bahas daripada mengurusi tentang etika makan Jane,yang tidak akan mempengaruhi kehidupannya.

Srenggg.

Carlos mendekat dan duduk didepan Jane.

Suara gesekan antara kursi dan lantai yang lumayan keras,sama sekali tidak mengusik acara makan siang Jane.

Tentu saja sikap ini membuat Carlos merasa sedikit canggung.Hanya sedikit.

"Aku ingin berbicara dengan serius.!" Ucap Carlos akhirnya.

Jane hanya mendongak sebentar dan membuat gestur mempersilahkan kepada Carlos,lalu membenamkan kembali wajahnya ke piring.

"Kau tidak perlu memusuhi Came,dia sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan diantara kita.Lagi pula,baik kau dan aku juga sama-sama mengetahui tentang kebenaran diantara kita." Kata Carlos.

Gerakan mengunyah di mulut Jane berhenti sejenak.Sepasang mata berwarna hijau tuanya menatap Carlos dengan pandangan yang....bahkan pria yang selalu menampilkan wajah kaku seperti Carlos merasa tidak nyaman.

"Camelia,dia..."

"Tuan Carlos yang terhormat.!" Jane langsung memotong ucapan Carlos. "Anda melihat dengan jelas jika kekasih Andalah yang menghentikan saya dan mulai mengoceh tentang omong kosong yang sama sekali saya tidak mengerti.Lalu ,darimana Anda melihat jika saya memusuhinya?"

Bibir Carlos terkatup rapat.

Memang...Camelia lah yang menghentikan Jane dan memulai pembicaraan diantara mereka.Tapi....

"Lagipula, apa alasan saya untuk memusuhi seseorang yang tidak ada sangkut pautnya dengan hidup saya? Kenapa saya harus...?" Lagi,pertanyaan yang di lontarkan oleh Jane,tidak bisa langsung dijawab oleh Carlos.

Melihat lawan bicaranya terdiam,Jane juga tidak bersikeras untuk melanjutkan perdebatan.Dia memilih menyudahi acara makannya,dan bersiap hendak pergi meninggalkan meja makan.Namun,seolah ingat sesuatu Jane kembali duduk dan menatap Carlos dengan tenang.

"Satu lagi.Karena kita terlibat dalam sebuah kesepakatan,maka saya akan menegaskan satu hal kepada Anda.Untuk tiga bulan kedepan,Anda harus memastikan bahwa kekasih Anda tidak boleh menghampiri saya lagi.Lebih baik berpura-pura untuk tidak melihat saya.Tidak perlu merasa bahwa saya adalah musuh.Saya juga akan melakukan hal yang sama.Dan setelah tiga bulan ini berakhir,tolong penuhi semua kompensasi yang telah Anda janjikan untuk saya.Dengan begitu,kita bisa dengan mudah melalui pernikahan ini.Benar bukan...?"

Tidak ada ekpresi sedih dan tertekan diwajah Jane,seperti satu hari sebelumnya.Kini,bahkan mata hijau tuanya tampak berbinar bahagia.

Dia menjelaskan semuanya dalam satu kali tarikan nafas,tanpa beban sama sekali.Seolah-olah dia tidak membicarakan masalahnya sendiri.

Dan sikapnya ini sedikit mengusik rasa penasaran didalam hati Carlos.

Cara dia menatap Jane menjadi baru.

Jika saja Carlos tidak melihat lengan yang masih dibalut perban itu.Carlos bahkan mungkin akan curiga jika wanita yang ada dihadapannya ini ,bukanlah wanita yang sama,yang dilihatnya tempo hari.Yang berdiri kebingungan ketika semua orang yang seharusnya berdiri membelanya,malah berbalik pergi dan memintanya bertarung sendirian.

Kira-kira, apa yang menyebabkan Jane menjadi berubah kembali?

Tanda tanya memenuhi benak Carlos,yang membuatnya tenggelam kedalam pikirannya sendiri.Yang secara tidak sadar menampilakan pesona seorang pria dewasa,matang,dan tampan berkarisma secara bersamaan.

Bahkan Jane yang berusaha untuk tetap tenang dihadapan Carlos,tidak bisa untuk tidak terpesona.

Jika dilihat dari sudut pandang lain,maka kedua orang ini tengah saling melemparkan tatapan penuh ketertarikan antara satu sama lain.Dan hal inilah yang dilihat oleh Camelia,dari pembatas pagar.

Tadinya dia hanya ingin menghentikan Carlos agar tidak perlu menegur Jane.Namun,dipertengahan langkahnya,dia melihat pemandangan yang tiba-tiba membuatnya menjadi tidak nyaman.

Banyak orang mengatakan bahwa Carlos sangat menghargainya dan selalu memperlakukannya dengan sopan.Tetapi...hanya Camelia yang mengerti sikap Carlos sebenarnya.

Dia jauh,dingin,dan sangat menjaga jarak.

Jika dia bisa menatap mu selama lima detik saja,itu merupakan keajaiban.Dan selama ini,Camelia lah yang selalu mendapatkan hak itu.

Tetapi hari ini, posisi itu tergeser begitu saja. Jika Camelia tidak salah menghitung,Carlos telah menatap Jane selama lima menit,tanpa paksaan.Yang membuat tinjunya terkepal secara perlahan.

Ck.

"Apa salahnya dia menatap isterinya sendiri..? Kenapa Nona Came kita yang lemah lembut,begitu menyeramkan saat ini?" Sebuah suara mengejek berhasil mengejutkan Camelia.

Dia segera berbalik dan melihat Flowy telah berdiri tidak jauh dibelakangnya.

Entah sejak kapan Flowy berdiri disana.Camelia bahkan tidak menyadarinya.

"Flowy...apa yang kau lakukan disini?" Tanya Camelia dengan lembut.

Dia bahkan menampilkan seulas senyum yang hangat dan ramah.Hanya saja,Flowy benar-benar muak melihatnya.

Dia sama sekali tidak berniat berbasa-basi dengan wanita munafik ini.

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!