jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengikat
Taehyung menatap intens gadis didepannya yang saat ini terlelap dalam pelukannya tanpa sehelai benang ditubuhnya.
Flashback on
“Taehyung kita hentikan perjodohan ini", kata jungkook tiba-tiba
Taehyung menatap gadis di depannya intens
“Berapa kalipun kamu minta aku tetap tidak akan membatalkan perjodohan ini kookie, percayalah aku sudah jatuh cinta padamu" kata taehyung tegas.
“Bagaimana dengan irene? Bukankah kamu sudah tidur dengannya? Bagaimana jika dia hamil?" Tanya jungkook lirih.
"Kamu tahu? Darimana kamu tahu?”, tanya taehyung terkejut.
"Irene yang mengirimkan sebuah video itu padaku" kata jungkook lirih.
“Apakah kamu melihat dengan jelas orang yang ada di video itu?" Tanya taehyung.
Jungkook menggeleng pelan
“Tapi itu suaramu taehyung aku sangat hapal" kata jungkook lirih.
Taehyung menggendong jungkook ala bridal menuju tempat tidur dan meletakkannya dengan perlahan.
“Apakah kamu tidak percaya jika aku sama sekali tidak pernah menyentuh irene", tanya Taehyung intens.
"Aku…aku tidak tahu taehyung, aku hanya takut saat aku menyerahkan hatiku sepenuhnya aku akan merasakan kecewa”, kata jungkook lirih.
Taehyung mengangkat dagu jungkook lalu menatap gadis itu intens.
“Sekarang aku akan membuktikan bahwa kamulah satu-satunya wanita yang ada dihidupku, kamulah satu-satunya wanita yang aku sentuh untuk pertama kali" bisik taehyung dengan bibir yang berada tepat di depan bibir jungkook.
Tanpa banyak bicara taehyung mencium bibir ranum gadis itu sedangkan jungkook yang terbuai mengalunkan tangan mungilnya di leher kokoh taehyung.
"Tae aahhh” desah jungkook saat ciuman taehyung turun ke leher jenjang miliknya dan memberi tanda. Tangan taehyung bergerak turun dan menelusup masuk ke baju jungkook.
"No taehyung” kata jungkook lirih sambil menahan tangan taehyung yang berada di balik bajunya, wajah gadis itu terlihat sayu dengan nafas terengah.
Taehyung menatap gadis di bawahnya intens.
"Aku sangat mencintaimu kookie dan aku tidak ingin kehilanganmu" kata taehyung lirih.
Tanpa menunggu apa yang ingin jungkook katakan taehyung kembali mencium bibir itu intens dengan semua sentuhan yang membangkitkan libido jungkook yang akhirnya membuat jungkook pasrah dengan apa yang dilakukan taehyung padanya.
Flashback off
"Maafkan aku sayang tapi ini adalah salah satu cara agar kamu tidak meninggalkanku” kata taehyung lirih.
*****
Sore harinya terlihat jungkook yang perlahan membuka matanya dan pemandangan yang dia lihat pertama kali adalah taehyung yang terlelap dengan bertelanjang dada dengan tangan yang memeluk pinggang rampingnya posesif.
Otaknya mulai memproses apa yang terjadi sebelum ini hingga akhirnya dirinya menyadari apa yang terjadi antara dirinya dan taehyung.
Dengan jantung berdebar jungkook mencoba memastikan jika semuanya hanya mimpi, tangannya bergetar saat membuka selimut yang menutupi dirinya dan taehyung dan jantungnya berhenti berdetak saat mengetahui fakta jika dirinya dibalik selimut yang sama dengan taehyung tanpa sehelai benangpun di tubuh mereka berdua.
“Taehyung ..hiks…” isak jungkook lirih.
Sedangkan taehyung yang mendengarkan isakan jungkook segera membuka matanya dan saat dirinya melihat jungkook menangis tentu saja membuat dia panik.
“Sayang ada apa? Kenapa menangis?" Tanya taehyung panik.
“Apa yang kita lakukan tae hiks? Ini salah taehyung seharusnya kita tidak melakukannya" isak jungkook.
Taehyung semakin membawa jungkook ke dalam pelukannya dan mengelus punggung telanjang jungkook sayang.
“Maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kehilanganmu maka dari itu aku mengikatmu", kata taehyung lirih.
“Bagaimana jika aku hamil taehyung?", tanya jungkook lirih.
“Tentu saja kita akan merawat dan membesarkannya bersama" kata taehyung sambil memeluk tubuh mungil itu erat.
Jungkook mendongakkan wajahnya dan menatap wajah sahabatnya itu lekat.
"Ada apa hmm?” Tanya taehyung dan jungkook pun menggelengkan kepalanya.
Taehyung mengangkat dagu jungkook dan mencium sekilas bibir itu lalu tersenyum.
“Untuk kali ini percayalah padaku, aku benar-benar serius dengan hubungan kita", kata taehyung tanpa ada keraguan.
Jungkook terdiam sejenak dan setelahnya dirinya mengangguk pelan, jawaban itu membuat taehyung tersenyum lebar lalu semakin memeluk tubuh mungil itu erat.
"Terima kasih sayang, aku janji tidak akan pernah mengecewakanmu”, kata taehyung senang.
"Berjanjilah untuk tidak mengecewakanku taehyung, karena jika itu terjadi aku akan pergi tanpa bicara dan tanpa pamit", kata jungkook lirih.
“Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakanmu dan aku juga tidak akan membiarkanmu menghilang dari pandanganku meski hanya sedetik sayang” kata taehyung lembut.
“Buktikan itu taehyung", kata jungkook pelan dan diangguki oleh taehyung.
Tiba-tiba tangan taehyung mengelus punggung polos jungkook dan berbisik pelan di telinga gadis manis itu.
“Bukankah kita harus merayakannya sayang", kata taehyung dengan deep voice yang membuat bulu kuduk jungkook meremang.
Hingga akhirnya jungkook kembali pasrah di bawah kuasa kim taehyung, dan taehyung lagi-lagi menyentuh jungkook dengan lembut, menyalurkan segala rasa cintanya lewat sentuhan yang dia berikan untuk kekasihnya atau mungkin bisa dibilang calon istrinya tersebut.
Sementara itu di luar kamar nyonua kim yang berniat mengajak kedua makan hanya bisa geleng-geleng kepala lalu bergegas turun meninggalkan dua insan yang entah sampai kapan akan berhenti dengan kegiatan panas mereka.
“Dimana taehyung dan kookie?" Tanya tuan kim saat melihat sang istri yang turun sendirian.
“Mereka sedang membuatkan cucu untuk kita", kata nyonya kim cuek.
“Sepertinya putramu punya hormon yang luar biasa, mungkin aku akan kasihan dengan kookie karena harus melayani nafsu taehyung yang diluar batas", kata nyonya kim sambil menghela nafas.
Bukan mengapa karena tadi sore nyonya kim juga sempat mendengar suara desahan dari kamar sang putra dan saat akan makan malam beliau kembali mendengarnya.
"Jika sampai taehyung menyakiti atau meninggalkan jungkook aku orang pertama yang akan menghajarnya”, kata tuan kim tegas dan nyonya kim pun mengangguk.
*****
Keesokan paginya taehyung menatap lamat wajah kesayangannya yang masih terlelap dengan nyenyak setelah aktifitas panas mereka semalam.
Entah berapa jam mereka melakukannya tapi yang pasti taehyung seolah enggan berhenti untuk menyentuh jungkook.
"Maafkan aku yang dulu begitu bodoh sayang”, kata taehyung lirih.
Tangan taehyung turun ke perut jungkook dan mengelus perut polos itu pelan
"Aku berharap kamu segera hadir dengan begitu daddy bisa mengikat mommymu sayang”, kata taehyung lirih.
Tak beberapa lama terdengar lenguhan dan pergerakan dari si manis.
"Eeuughhh”, lenguh jungkook sambil menggosok kedua matanya.
"Jangan digosok sayang nanti matanya merah” kata taehyung lembut sambil menarik tangan jungkook pelan.
Jungkook menatap pria didepannya yang bertelanjang dada dan tiba-tiba ingatannya berputar pada aktivitas semalam yang dirinya lakukan dengan taehyung tanpa paksaan sama sekali, mengingat hal itu tiba-tiba wajah jungkook memerah hingga ke telinganya dan tentu saja itu terlihat oleh taehyung.
“Kenapa wajahmu memerah sayang? Apakah kamu sakit?" Tanya taehyung dan jungkook pun menggelengkan kepalanya.
“Lalu kenapa hmm?" Tanya taehyung lagi.
“Ish diamlah taehyung", kata jungkook lirih lalu merapatkan wajahnya ke dada bidang taehyung sedangkan taehyung yang melihat gerak gerik jungkook akhirnya paham.
“Aaahhh apakah kamu malu karena semalam hmm? Padahal semalam kamu sangat seksi dan menggairahkan, aku ingin mengulanginya lagi", bisik taehyung di telinga jungkook.
“Aduuuuh sakit sayang" teriak taehyung tiba-tiba karena jungkook tiba-tiba mencubit perut kerasnya dengan sayang.
“Mulutnya itu loo ga di filter, lagian punya aku masih sakit taehyung", kata jungkook lirih
“Berarti kalau sudah tidak sakit kita melakukannya lagi ya", kata taehyung dengan suara menggoda.
“Bisakah kamu tidak berpikiran mesum taehyung", kata jungkook kesal.
“Oh tidak bisa sayang, kamu terlalu sayang untuk dilewatkan dan aku pastikan orang lain tidak boleh melihat sisi manismu yang menggairahkan seperti semalam hanya aku kim taehyung yang boleh", kata taehyung posesif.
“Dasar posesif" kata jungkook sambil tersenyum.
"Hanya untukmu sayang”, kata taehyung lembut dan jungkook pun tersenyum.
“Taehyung, aku lapar taehyung" kata jungkook dengan manja.
"Kita mandi setelah itu kita sarapan ya” ajak taehyung dan diangguki oleh jungkook.