NovelToon NovelToon
Mawar Indah Tuan Ferguson

Mawar Indah Tuan Ferguson

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Di bawah langit London yang selalu mendung, Alex Ferguson berdiri sebagai predator puncak di dunia bawah tanah Inggris. Baginya, kematian Brandon Warming karena sakit jantung adalah sebuah "penghinaan"—ia kehilangan kesempatan untuk membalas nyawa ibunya dengan tangannya sendiri.
Namun, Brandon meninggalkan satu-satunya harta yang tersisa: Tiana Luxemburg Warming. Gadis berusia 18 tahun yang masih memiliki binar polos di matanya, sama sekali tidak tahu bahwa seluruh hidupnya kini telah beralih menjadi milik Alex sebagai pelampiasan dendam yang belum tuntas. Bagi Alex, Tiana bukan sekadar mangsa, melainkan mahakarya yang akan ia hancurkan perlahan di balik dinding kastelnya yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

membunuhmu iblis

"Aku akan membunuhmu, iblis..." igau Tiana dalam tidurnya, keningnya berkerut seolah tengah bertarung dengan mimpi buruk yang nyata.

Alex yang belum sepenuhnya terlelap hanya menyeringai tipis mendengar kutukan pelan itu. Ia menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap wajah Tiana yang tampak rapuh namun keras kepala di bawah temaram lampu tidur.

"Kau ingin membunuhku, Sayang?" gumam Alex dengan suara bariton yang dalam dan lembut, namun sarat akan nada berbahaya. Ia mencondongkan tubuhnya, lalu mendaratkan sebuah ciuman hangat di pipi Tiana yang masih sedikit sembap akibat menangis semalam.

Keesokan paginya, cahaya matahari menyusup masuk melalui celah tirai sutra yang mahal, menciptakan garis-garis emas di atas lantai marmer. Tiana mengerjapkan matanya, merasakan kepalanya sedikit pening. Namun, hal pertama yang ia sadari adalah beban berat di pinggangnya dan hawa panas yang menyelimuti punggungnya.

Tiana terbangun masih dalam dekapan sang iblis.

Ia membeku saat menyadari tangan kekar Alex melingkar begitu erat di perutnya, mengunci posisinya hingga tidak ada celah udara di antara mereka. Tiana menoleh perlahan dan mendapati wajah tampan Alex hanya berjarak beberapa sentimeter darinya. Pria itu masih terpejam, napasnya yang teratur terasa hangat menerpa kening Tiana.

Iblis ini... kalau sedang tidur begini, wajahnya menipu sekali, batin Tiana kesal. Ia teringat rencana semalam untuk meracuni minuman Alex. Dengan sangat hati-hati, Tiana mencoba mengangkat tangan besar Alex agar ia bisa merangkak keluar dari ranjang tanpa membangunkan sang pemangsa.

Namun, baru saja jemari Tiana menyentuh kulit tangan Alex, cengkeraman di pinggangnya justru semakin mengencang.

"Sudah bangun, pembunuh kecilku?" suara serak Alex terdengar tepat di telinganya, membuat Tiana tersentak hebat.

------------------------------

"Eh, Tuan sudah bangun..." cicit Tiana dengan wajah yang seketika memanas karena posisi mereka yang terlalu intim. Ia mencoba bersikap semanis mungkin, menyembunyikan niat bulusnya di balik senyum yang dipaksakan. "Tuan mau dibuatkan apa? Kopi, teh, atau susu? Atau... wiski?"

Alex membuka matanya perlahan, menatap Tiana dengan pandangan yang dalam dan intens, seolah sedang membaca setiap niat tersembunyi di balik mata gadis itu. Sebuah seringai tipis muncul di wajahnya yang maskulin.

"Terserah, baby girl..." jawab Alex dengan suara serak khas bangun tidur yang terdengar sangat sensual.

Tiana segera mengambil kesempatan itu. Dengan gerakan perlahan namun pasti, ia melepaskan tangan besar Alex yang melingkar di pinggangnya. Rasa lega menyelimuti dirinya saat kaki mungilnya akhirnya menyentuh lantai.

"Kalau begitu, saya buatkan kopi yang enak ya. Tunggu sebentar ya, Tuan!" ucap Tiana dengan nada riang yang dibuat-buat. Ia segera menyambar jubah tidur yang ada di dekatnya untuk menutupi bajunya yang robek semalam, lalu bergegas keluar kamar sebelum Alex berubah pikiran.

Begitu pintu kamar tertutup, raut wajah Tiana langsung berubah drastis. Senyum manisnya lenyap, berganti dengan tatapan penuh dendam.

"Kopi yang enak, ya? Akan kubuatkan kopi yang membuatmu tidak bisa bangun lagi, Iblis!" gumam Tiana sambil melangkah cepat menuju dapur mansion.

Di dapur, Tiana dengan cekatan menyiapkan mesin kopi. Namun, tangannya mulai membuka laci-laci rahasia, mencari sesuatu yang bisa ia masukkan ke dalam cangkir Alex. Matanya tertuju pada sebuah botol kecil pembersih yang mengandung bahan kimia kuat.

"Sedikit saja... hanya untuk membuatnya mulas seharian," bisik Tiana licik.

1
partini
don't worry uncle,,tuan Alex nanti dia sendiri yg masuk ke permainan nya sendiri bucin akut
partini: okeh Thor lnajut
total 2 replies
partini
good story
partini
lanjut Thor ceritanya bagus 👍
Nur Sabrina Rasmah: makasih kak support nya😍🙏
total 1 replies
partini
aduh paman masa langsung percaya aja
partini
visual keren ,tapi ceweknya rada kurang pas Thor cari yg cewek latin mata biru
Nur Sabrina Rasmah: kamu bayangin sendri aja ya ..maaf 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
tahan ya alex🤣🤣🤣
Mia Camelia
jahat banget alex, aduh kasian dikit dong🤣
Mia Camelia
lanjut thor👍👍cerita nya keren🥰🥰🥰
Wayan Sucani
Ayok dong up lg
Nur Sabrina Rasmah: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!