NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Khusus Dewasa 📌

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Suasana di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari tukang bubur terasa jauh lebih hening dari biasanya. Ketegangan yang dipicu oleh kemunculan Minho tadi masih menyisakan residu di udara yang menyesakkan. Denis memacu mobilnya dengan tenang, namun cengkeramannya pada kemudi yang begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih menunjukkan bahwa emosinya belum sepenuhnya stabil. Sementara itu, Calista hanya menatap ke luar jendela, memikirkan bagaimana sebuah antrean bubur bisa berakhir dengan konfrontasi antar dua pria penguasa yang memperebutkan harga diri di pinggir jalan.

Begitu sampai di rumah, Denis tidak membiarkan Calista langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Ia menahan lengan Calista di ruang tengah yang sepi, menariknya perlahan namun pasti agar mereka berdiri berhadapan tepat di bawah lampu kristal yang megah, yang cahayanya memantul di mata mereka yang sama-sama menyimpan rahasia.

"Calista, lihat aku," perintah Denis dengan nada rendah yang bergetar oleh otoritas yang tak terbantahkan.

Calista mendongak, menatap manik mata Denis yang gelap dan dalam. Ada intensitas yang berbeda di sana sesuatu yang lebih dari sekadar proteksi, namun mendekati klaim kepemilikan yang absolut dan posesif.

"Aku tidak suka mengulangi hal ini, tapi kejadian tadi membuatku harus menegaskannya sekali lagi dengan sangat jelas," ucap Denis sembari melangkah maju, memperkecil jarak di antara mereka hingga Calista bisa merasakan hawa panas dari tubuh suaminya. "Saat ini, kau adalah milikku. Kau menyandang nama Satrya, dan itu berarti kau adalah bagian dari otoritas, harga diri, dan napas kehidupanku di mata publik."

Denis mengusap pipi Calista dengan ibu jarinya, sebuah gerakan lembut yang terasa sangat kontras dengan ketegasan suaranya yang menghunjam. "Aku tidak ingin melihat pria mana pun terutama jenis rendahan seperti Minho merasa punya hak untuk berdiri di sampingmu, apalagi merayumu dengan tawaran-tawaran sampah yang menghina kecerdasanmu. Mulai sekarang, aku minta kau bersikap jauh lebih dingin lagi kepada siapa pun pria yang mencoba mendekatimu. Jangan beri mereka celah, jangan beri mereka senyuman yang bisa disalahartikan, dan jangan beri mereka alasan sedetik pun untuk berpikir bahwa kau adalah wilayah yang bisa diraih."

Denis menatap bibir Calista sejenak sebelum kembali mengunci tatapan matanya. "Tunjukkan pada dunia bahwa kau adalah milik Denis Satrya yang tak tersentuh. Aku ingin mereka gentar hanya dengan melihat tatapan matamu yang membeku. Kau bukan sekadar wanita yang mendampingiku; kau adalah representasi dari setiap jengkal kekuasaan yang kupunya."

Calista terdiam sejenak, merasakan debaran jantungnya yang mulai tak beraturan. Ia mengerti bahwa di dunia Denis, martabat adalah segalanya, dan sebagai wanita yang berdiri di sisinya, ia harus menjadi benteng yang tak tertembus oleh godaan mana pun. Pria di depannya ini tidak hanya meminta kesetiaan, tapi juga penyerahan total atas citra dirinya di hadapan orang lain.

"Aku mengerti, Mas. Aku akan menjaga batasan itu dengan lebih ketat lagi. Tidak akan ada satu pria pun yang bisa melewati tembok yang aku bangun," jawab Calista dengan suara tenang namun penuh penekanan.

Meskipun hatinya sedikit berdesir melihat sisi protektif Denis yang begitu dominan dan maskulin, Calista segera menarik dirinya kembali ke realitas yang ada. Ia tidak ingin terhanyut oleh perlakuan gentleman, gendongan hangat saat ia terluka, atau kecupan-kecupan di kening yang selama ini ia terima. Ia harus tetap sadar akan garis batas yang memisahkan perasaan dan kewajiban. Baginya, ketegasan Denis adalah bagian dari "perawatan aset" yang sedang pria itu lakukan demi menjaga citra sempurna keluarga Satrya. Ia tahu bahwa dalam permainan kekuasaan ini, emosi adalah kelemahan yang bisa menghancurkan segalanya.

Aku adalah istri bayaran, batin Calista mengingatkan dirinya sendiri dengan pedih. Tugas utamaku adalah menjaga citranya, menjadi perisainya, dan memastikan tidak ada noda sedikit pun pada nama baiknya. Kepemilikannya adalah bagian dari transaksi ini, sebuah konsekuensi logis dari nilai kontrak yang aku terima.

Calista menatap Denis dengan sorot mata yang patuh namun tetap menyimpan jarak emosional yang cukup lebar. "Aku sangat mengerti posisiku di rumah ini, Mas Denis. Sebagai istrimu yang telah kau pilih, aku tidak akan membiarkan siapa pun merendahkan martabat yang sudah kau berikan padaku. Kau membayarku untuk menjadi sosok yang sempurna di sampingmu, dan aku akan menjalankan peran itu tanpa cela, termasuk menjadi wanita paling dingin yang pernah mereka temui. Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk menjaga investasi yang telah kau tanam padaku."

Mendengar kata-kata "posisi", "bayaran", "peran", dan "investasi" dari bibir Calista, rahang Denis sedikit mengeras secara mendadak. Ada kilat kecewa dan kemarahan kecil yang melintas di matanya, seolah ia mengharapkan jawaban yang lebih tulus atau emosional daripada sekadar kepatuhan profesional yang kaku. Denis merasa seolah Calista baru saja menyiramkan air es tepat ke wajahnya yang sedang terbakar emosi posesif. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, Denis mulai meragukan apakah keinginannya untuk melindungi Calista masih murni karena kontrak atau sesuatu yang lebih mendalam.

"Bagus kalau kau paham," sahut Denis akhirnya dengan nada suara yang kembali mendingin, melepaskan genggamannya dengan gerakan yang agak kasar. "Pastikan semua pria di luar sana dan siapa pun yang meragukan posisi kita tahu bahwa kau adalah wilayah terlarang yang tidak akan pernah bisa mereka sentuh dengan cara apa pun."

Denis kemudian berpaling, berjalan cepat menuju ruang kerjanya tanpa menoleh lagi. Langkah kakinya yang berat menggema di lorong, meninggalkan Calista yang berdiri terpaku di tengah kemegahan ruang tamu yang mendadak terasa hampa dan sangat luas. Calista menarik napas panjang, mencoba menekan perasaan aneh yang mulai mengakar di hatinya. Ia harus tetap dingin bukan hanya kepada pria di luar sana, tapi mungkin juga kepada pria yang baru saja mengklaimnya sebagai milik pribadinya.

Di rumah Satrya, cinta adalah variabel yang paling berbahaya karena bisa merusak logika kontrak yang sudah rapi tersusun, dan Calista memilih untuk tetap setia pada janji tertulis yang telah menyelamatkan hidup ibunya, meski itu berarti ia harus membekukan hatinya sendiri demi profesionalitas. Ia harus menjadi ratu salju yang tak tersentuh, bahkan oleh pria yang memberikan kehangatan padanya di saat luka melanda. Baginya, menjadi milik Denis Satrya adalah pekerjaan yang menuntut segalanya, termasuk jiwa yang harus ia sembunyikan rapat-rapat di balik topeng kesempurnaan. Ia menyadari bahwa kedepannya, menjaga jarak emosional dengan Denis akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat daripada menghadapi ratusan orang seperti Minho. Setiap detik yang ia habiskan di bawah tatapan tajam Denis hanyalah pengingat bahwa hatinya pun kini sedang dipertaruhkan.

Mohon dukungannya 🙏❤

1
Blu Lovfres
cinta sudah hadir cuman belum menyadari nya aja,baik denis maupun callista
Blu Lovfres
apa alasannya denis begitu lemah dn tetap diam, dgn kelakuan ibu tirinya dn adik tirinya
Blu Lovfres
semua novel mu sangat sangat bagus thor👍👍
Blu Lovfres
pemeran denis sangat col
Blu Lovfres
best banget denis
Blu Lovfres
tetaplah seperti itu callista
Blu Lovfres
tetap semangat thor 💪💪💪
Blu Lovfres
orang seperti callista jg berbahaya jg ,dgn kecerbohannya yg merasa, pede ,ga enakan,sok kuat sok baik dgn perasaan nya sendiri,
Blu Lovfres
siapa yg menabur orang itu sendiri yg menuainya😁
Blu Lovfres
ceyeeeee😁 kuncup putik bunga sudah mulai tumbuh di taman hati sang ceo😁😁😁
Blu Lovfres
👍👍👍💪
Blu Lovfres
so sweet 😘😘😘
Ainun Mahya
novel sebagus ini baru aku baca😍😍😍, tetap semangat menulis thor
Ainun Mahya
good
Blu Lovfres
👍👍💪
Blu Lovfres
good job callista 👍
Blu Lovfres
👍👍👍😘😘😘
Blu Lovfres
seharusnya callista tu bertemu denis suatu rejeki dn keberkahan
Blu Lovfres
sekalian aja tu susinya😁😁
Blu Lovfres
salah besar lo ,mengangap denis tidak tau apa-apa 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!