NovelToon NovelToon
EMOSI BERJILID

EMOSI BERJILID

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Farhan bercerai dengan Sinta, wanita yang ia nikahi selama tiga belas tahun. . Farhan jatuh cinta dengan wanita lain,, maka Sinta memilih mundur.

Setelah perceraiannya Farhan menikahi wanita pujaannya itu. Rani seorang janda beranak satu bernama Claudia. Sosok wanita rapuh, yang selalu membutuhkan dirinya. Farhan ingin jadi seseorang yang dibutuhkan di dalam keluarga. Tidak seperti Sinta yang terlalu mandiri.

bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BABY BLUES?

Waktu berlalu. Rafna kini telah berusia dua bulan. Tak sekalipun Rani berhasil mengeluarkan ASI. Dokter menyatakan bahwa kondisi tersebut sangat berkaitan dengan keadaan psikologis sang ibu.

“Apa Bunda merasa tertekan?” tanya dokter dengan hati-hati.

“Mungkin… saya memang sedikit baby blues. Entah kenapa. Sampai sekarang saya juga tidak tahu,” jawab Rani datar, tanpa emosi.

Farhan hanya diam di sampingnya. Mereka berada di ruang konsultasi rumah sakit. Selama dua bulan terakhir, Rafna bertahan dengan ASI donor yang selalu Farhan usahakan sendiri.

Ia berharap suatu hari istrinya bisa menyusui putri mereka.Tetapi harapan itu perlahan memudar.

“Pak Farhan,” ujar dokter lembut, “sepertinya Bunda Rani memang belum bisa memproduksi ASI. Untuk saat ini, jalan terbaik adalah membiasakan bayi dengan susu formula.”

Farhan menghela napas pelan. Ia tidak ingin menambah tekanan pada istrinya. Dalam pemahamannya tentang fiqih, seorang suami tidak berhak memaksa istrinya menyusui.

Selama kebutuhan bayi terpenuhi, tanggung jawab tetap berada di pundaknya sebagai ayah.

“Apa ASI donor sebelumnya masih tersedia, Dok?” tanyanya.

Dokter terlihat ragu sejenak.

“Sejujurnya… ASI kemarin berasal dari seorang ibu yang sudah berhenti menyusui dua bulan lalu.”

“Masih ada stoknya? Saya tidak ingin putri saya berganti-ganti donor jika tidak perlu.” ujar Farhan tegas.

Rani melirik suaminya sekilas. Ada rasa kesal yang muncul melihat perhatian Farhan yang begitu besar pada bayi itu.

“Masih ada,” jawab dokter.

“Tapi kemungkinan hanya cukup sampai lima bulan ke depan.”

“Tidak masalah. Nanti saya selingi dengan susu formula,” ujar Farhan mantap.

Konsultasi pun selesai. Pihak rumah sakit akan mengirimkan ASI tersebut menggunakan storage khusus langsung ke rumah mereka.

Di dalam mobil, suasana sempat hening.

“Mas… kenapa nggak langsung pakai susu formula saja? Biasakan Rafna… biar dia nggak manja,” ujar Rani ketus sambil menatap bayi di kursi belakang.

Farhan yang fokus menyetir tidak menangkap jelas ucapannya.

“Apa?” tanyanya.

“Ah… tidak,” jawab Rani cepat, gugup.

“Kita ke sekolah jemput Claudia dulu ya,” ujar Farhan lembut, tanpa memperpanjang.

Di depan sekolah, Claudia sudah menunggu bersama teman-temannya. Wajahnya langsung berseri melihat mobil yang datang.

“Wah, itu mobil kamu, Diy?” tanya salah satu temannya kagum.

“Iya dong! Ayah aku kan orang kaya!” jawab Claudia bangga.

Farhan turun dari mobil sambil tersenyum ramah menyapa anak-anak itu.

“Ayah! Nanti ulang tahun aku dirayain di sekolah ya!” pinta Claudia penuh semangat.

“Iya, sayang. Tapi pamit dulu sama teman-temannya,” ujar Farhan lembut.

“Aku pulang dulu ya!” Claudia melambaikan tangan ceria sebelum masuk ke mobil.

Kendaraan mewah itu pun melaju membelah jalanan kota.

Saat tiba di rumah, sebuah mobil medis telah terparkir di halaman.

Tim rumah sakit rupanya datang lebih dulu mengantarkan ASI dalam storage khusus.

“Aduh, sudah menunggu lama ya?” tanya Farhan ramah sambil turun dari mobil.

Rani hanya memasang wajah datar. Entah mengapa, perhatian Farhan pada bayi mereka justru membuatnya semakin tidak nyaman.

“Mama turun, Ma!” suara Claudia membuyarkan lamunannya.

“Ah… iya, sayang,” jawab Rani, lalu ikut turun.

Farhan masuk ke rumah sambil membawa kotak storage itu dengan hati-hati, wajahnya dipenuhi ketulusan seorang ayah yang hanya ingin memberikan yang terbaik bagi putrinya.

Rani langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia memilih mengistirahatkan dirinya dari beban emosinya sendiri.

Claudia sudah bisa mandiri, ia ke kamarnya dan mengganti bajunya. Sementara Farhan sibuk, meletakkan Rafna dalam boksnya hati-hati lalu kembali ke luar dan mengambil storage berisi susu.

Setelahnya, ia ke dapur untuk memasak makan siang mereka. Tak ada maid, karena Farhan memang tak begitu suka dengan orang lain dalam rumahnya.

Selesai menghidangkan makanan di meja, ia menyeka keringatnya. Jujur ia kagum akan seorang perempuan berjulukan istri.

"Perempuan itu keren sekali. Dia bisa semuanya tanpa mengeluh!" pujinya menatap hidangan buatannya di atas meja.

Tak lama Claudia turun begitu juga Rani. Mereka bergandengan tangan sambil bercanda. Farhan tersenyum melihat keduanya.

Claudia langsung duduk manis, Farhan membuka piring untuk putri sambungnya itu. Sementara Rani duduk menunggu. Sungguh Suaminya itu benar-benar meratukannya dan membuat putrinya layaknya putri raja.

Lalu Farhan membuka piring untuknya dan memberikan satu sendok nasi untuknya.

"Apa cukup?" tanya Farhan lembut.

"Terimakasih sayang!" ujar Rani lalu ia membalas melayani suaminya.

Setelah itu mereka makan siang dalam hening. Tak ada yang boleh bicara. Farhan cukup tegas aturannya di atas meja makan.

"Claudia, selesai ini. Kamu buat PR mu ya. Kemarin Ayah ditegur karena kamu suka lalai mengerjakannya!" ujar Farhan tegas.

Claudia yang tadinya tersenyum lebar mendadak cemberut. Rani kurang suka dengan teguran suaminya.

"Mas, jangan keras-keras! Dia masih kecil," ujarnya membela.

"Tidak ada toleransi, sayang!" putus Farhan tegas.

"Dia harus mengerti tanggung jawabnya. Belajar adalah poin penting!" lanjutnya lagi tak mau kompromi.

Claudia makin menunduk, ia sebenarnya malas belajar. Semua pelajaran tak ada yang menarik hatinya.

"Dengar itu Claudia!" suara Farhan yang tegas terdengar seperti petir di telinga Claudia.

Perlahan gadis kecil itu mengangguk pelan. Farhan menghela nafas panjang. Rani menenangkan putrinya.

"Ayo ke kamar, sama Mama!" ajaknya.

Keduanya pun naik ke lantai dua, ke kamar Claudia. Ruangan bernuansa pink terlihat. Ranjang yang dihias dengan kelambu kayaknya ranjang putri. Farhan selalu membersihkan kamar ini sendiri. Ia memastikan jika semuanya benar-benar bersih.

"Ma, aku malas belajar!" rengek Claudia

"Kita pura-pura aja, sayang," ujar Rani lalu mengambil buku dan pensil milik putrinya.

Claudia menatap ibunya, lalu keduanya tidur tengkurap di atas karpet dengan buku terbuka. Tak lama keduanya tertidur.

Beberapa saat kemudian, Farhan datang. Ia melihat istri dan anaknya tertidur, melihat buku dan pensil tergeletak begitu saja membuatnya menggeleng pelan.

Lalu perlahan ia memindahkan Claudia ke ranjangnya. Lalu mengangkat istrinya dan menidurkan di sisi sang putri.

Ia menatap lembaran buku tulis yang masih kosong.

"Mungkin mereka kelelahan. Aku terlalu keras pada Claudia," gumamnya lalu meletakkan buku itu di atas meja.

Perlahan ia mendekati putri sambungnya. Ia membelai lembut kening Claudia dan mengecupnya penuh kasih sayang.

"Maaf sayang. Ayah keras jika perihal pendidikan. Ayah ingin kau jadi anak hebat suatu hari nanti!" ujar Farhan lembut.

Lalu ia pun keluar dan membiarkan ibu dan anak tidur bersama. Sementara Farhan kembali ke kamar dan memeriksa bayinya.

"Kamu juga cepat besar ya, Nak! Ayah pasti akan sangat menunggumu," ujarnya penuh harap.

Farhan pergi ke ranjangnya dan merebahkan dirinya Menghela nafas panjang, ia seperti begitu berat menjalani ini semua.

"Astaghfirullah, jangan jadi kufur nikmat, Han!" tegurnya pada diri sendiri.

bersambung.

Ah ... Gitu deh

Next?

1
Atik Marwati
kan..kan..mau selingkuh lagi cari yg katanya sempurna...😤😤
Atik Marwati
anak orang kaya tapi kekurangan gizi🥺🥺
Atik Marwati
anak anaknya Sam binasih ditinggal akhirnya Farhan yang jemput
Atik Marwati
anaknya empat ya... kasihan yang 2 masak ga di ingat sih..
Serli Ati
ah...pasti Rani buat alasan sambil bermanja dengan Farhan dan Farhan pasti percaya apa yg dikatakan rani dan masalah selesai dech, Rani merasa aman.
Serli Ati
ah....istri Soleha yg manja dan penurut Farhan memang selalu membutuhkan uang Farhan ya, semoga Rani bisa membuka mata dan hati Farhan utk melihat keburukan dan tipu muslihat Rani yg telah menjerat leher dan meruntuhkan rumah tangganya terdahulu.
Atik Marwati
kelihatan belangnya sekarang...rasakan Farhan
Atik Marwati
🧐🧐🧐
vania larasati
lanjut kak
Serli Ati
sungguh malang nasib Farhan istri tua yg setia tapi mandiri dan ambisius istri muda yg manja, tamak dan rakus hanya ingin menguasai harta saja Farhan saja.
dewi: tp ms mending yg pertama lah mnrt aq ms bisa di beri pengertian pelan2 dr pd istri kedua
total 1 replies
nurry
lanjuuuuttt
nurry
nah sekarang puyeng kan Bu Rani 😄
nurry
sama-sama gila kakak 😄😄😄
nurry
wah wah wah Rani mulai gak jujur sama Farhan, hati2 main api kalo kebakar gosong 😄
nurry
set dah Rani 😬
nurry
astaga Rani 😬
Atik Marwati
berharap dapat berlian ternyata krikil...
vania larasati
lanjutt kak
vania larasati
lanjut kak
Atik Marwati
sama sama anak kandung kok begitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!