NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: tamat
Genre:Iblis / Horor / Tumbal / Tamat
Popularitas:441.2k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Kedatangan Purnama

Saat desa sedang heboh karena ada kematian kembali maka kesempatan ini Purnama gunakan untuk mendatangi sebuah rumah yang tidak lain adalah rumah dari Narti itu sendiri, dengan gaya yang begitu elegan sehingga siapa saja yang melihat dia pasti akan terpana dan tidak percaya bahwa wanita cantik ini sudah berusia cukup tua.

Kecantikan yang tidak pernah lekang oleh waktu sehingga siapa saja yang melihat maka akan mengira bahwa Purnama masih gadis sekitar berusia dua puluhan, mungkin karena dia bukan manusia sehingga kecantikan itu tidak pernah pudar dan tetap saja awet dari dulu hingga sampai saat ini sehingga orang yang tidak tahu maka pasti akan mengira dia masih gadis.

Hamdan menatap keluar ketika sebuah mobil berhenti di depan rumah dia, agak penasaran juga karena mendadak ada mobil berhenti seperti ini dan menurut dia sendiri mereka tidak memiliki keluarga yang bermobil, kalau pun ada maka mereka tidak akan pernah mau datang di rumah orang miskin seperti ini.

Terlebih lagi ketika dia melihat seorang wanita cantik keluar dari mobil itu dengan kacamata hitam, Hamdan segera keluar untuk menyambut walau saat ini tubuh dia terasa begitu kaku serta sakit sekali namun tetap saja dia berusaha untuk menyambut tamu tersebut agar sang kamu tidak merasa kecil hati.

Walau rumah reot seperti ini namun setidaknya juga di sambut sehingga tamu merasa senang, Narti masih belum pulang karena dia melayat di rumah Pak Agus dan mereka sedang mencari keberadaan Putri karena sang anak tidak ada di dalam rumah saat ini sehingga mereka semua masih kebingungan dengan hilang nya Putri.

Putri memang baru akan di antar oleh Kiara karena tadi malam dia di selamatkan oleh mereka agar tidak bertemu dengan arwah jahat itu, bila saja dua kuntilanak gila tidak menemukan keberadaan Putri maka pasti gadis itu juga akan menjadi korban dari kejahatan arwah yang sedang gentayangan di desa Bondowoso.

"Assalamualaikum." Purnama mengucap salam ketika tiba di depan pintu rumah.

"Walaikum sallam, cari siapa ya?" Hamdan menjawab dengan suara ramah.

"Apa benar ini rumah dari Pak Hamdan dan Bu Narti?" tanya Purnama basa-basi.

"Sial, gaya dia bertanya seperti itu padahal memang sudah tahu kalau ini rumah mereka." Arya hanya membatin di dalam hati.

"Benar, saya Hamdan tapi istri saya sedang tidak ada di rumah karena ada yang meninggal." Hamdan menjelaskan dengan seksama karena dia memang tidak tahu siapa yang datang ini.

"Oh begitu, Maaf sebelumnya bila mengganggu tapi saya ada sedikit hal yang perlu untuk di bicarakan dengan Pak Hamdan." Purnama tersenyum manis.

"Boleh kok, mari masuk! tapi maaf rumah saya buruk dan reot seperti ini ya." Hamdan merasa tidak enak kepada sang tamu.

"Tidak apa apa, yang penting bisa berteduh dan yang paling harus kita lakukan adalah bersyukur dengan apa yang telah kita miliki." ujar Purnama sambil tersenyum lagi.

Hamdan juga tersenyum dan dalam hati dia sama sekali tidak menyangka bahwa wanita berwajah arogan itu bisa berkata manis, padahal tadi Dia mengira bahwa Purnama adalah orang yang begitu angkuh dan akan menghina dia ketika datang ke sini, namun ternyata dia justru bersikap baik dan sangat tidak di sangka bahwa sikap dia jauh lebih lembut di bandingkan wajah nya yang angkuh tersebut.

"Ada apa ya, Mbak?" Hamdan penasaran juga karena wanita ini ingin berbicara kepada dia.

"Maaf sebelumnya bila saya lancang tapi saya ingin bertanya tentang kematian Mirasih." Purnama langsung pada point.

"Assalamualaikum." Arya juga masuk ke dalam rumah.

"Walaikum sallam, mari masuk." Hamdan juga mempersilahkan dengan ramah.

"Dia adik saya." Purnama tersenyum mengenalkan sang adik.

Arya tersenyum sekilas dan dia segera duduk juga untuk mendengar cerita dari Hamdan tentang kematian anak orang tersebut, mereka harus mendengar cerita itu terlebih dahulu agar nanti ketika mencari tahu bisa menyelidiki dengan tuntas, sebab saat ini Purnama dan juga Arya begitu penasaran siapa yang sudah membunuh Mirasih dan apa memang benar bahwa gadis itu telah gentayangan di desa ini.

"Kematian Mirasih? Kenapa Mbak ingin tahu tentang kematian anak saya." Hamdan penasaran juga.

"Kami akan membantu sebisa mungkin tentang kematian Mirasih ini, jadi tolong ceritakan kepada kami bagaimana kematian dia." Arya membuka suara.

"Sebab sekarang desa Bondowoso juga sudah mulai beredar kabar bahwa Mirasih telah menjadi arwah gentayangan, kabar itu juga sudah keluar dan sampai di desa kami." sambung Purnama.

"Ya Allah." Hamdan mengusap dada dia yang terasa begitu perih setelah mendengar ini semua.

"Tidak apa apa, kami datang bukan untuk menghujat tapi ingin membantu sebisa mungkin." ucap Purnama memberikan harapan.

"Kami sebenarnya sangat berharap bahwa kematian Mirasih memang bisa terungkap, namun bagaimana lagi karena kami tidak memiliki uang untuk menindaklanjuti kasus itu." jelas Hamdan.

"Bapak tenang saja karena kami akan membantu dan tidak perlu memikirkan biaya itu semua." ujar Arya.

Ada secercah harapan di wajah Hamdan ketika dia mendengar apa yang Arya katakan barusan, jujur saja Dia memang ingin mengetahui siapa yang sudah membunuh Mirasih dan Kenapa orang tersebut sampai tega melakukan itu semua, baru sekarang malah kedatangan orang yang mau membantu dengan suka rela sehingga sudah pasti HAM dan merasa sangat senang.

"Saya akan sangat berterima kasih bila kalian memang mau membantu." ujar Hamdan.

"Tolong antarkan aku di lokasi kejadian itu." pinta Purnama kepada Hamdan.

"Saya penyakitan dan tidak boleh keluar dari rumah, bagaimana kalau menunggu istri saya pulang saja terlebih dahulu." pinta Hamdan.

"Bapak sakit apa?" tanya Arya karena sejak tadi dia memang sudah agak penasaran melihat wajah Hamdan yang begitu pucat.

"Saya kanker, Saya juga tidak bisa mencari uang sudah cukup lama sehingga keluarga yang saya miliki." Hamdan tersenyum pahit.

"Ya Allah, ternyata mereka adalah keluarga yang begitu sengsara." batin Arya merasa sangat kasihan sekali.

"Baik lah, kalau begitu saya akan berjalan-jalan dulu di sekitar desa ini untuk mencari sesuatu." ucap Purnama sambil bangkit berdiri.

"Istri saya sebentar lagi pasti akan segera pulang dan bisa mengantarkan kalian berdua." Hamdan takut bila nanti purnama dan Arya justru akan tersesat.

Purnama hanya tersenyum saja dan dia tetap keluar dari dalam rumah itu dengan di ikuti Arya, tidak mungkin juga mereka tersesat di desa ini karena Purnama sudah terbiasa berpetualang, jangan kan hanya desa kecil seperti ini sedangkan selama ini dia saja sudah banyak memasuki hutan yang sama sekali tidak ada peta atau jalan.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
MiLa Rossa
torrr mending kalau lagi mumet tidurr aja istirahatt malah main musnahin member mbk purr ada masalah apa sih sama mereka 😣😖
neng ade
udah deg-degan aja kalau mangsa incaran Sarbeni bakal nurut.. ternyata itu member nya Purnama
Rhena Nouvhi
bru kali ini kecewa sma critamu kak,kenapa samuel jg musnah,,kan bnyak member baru yg jrng muncul😔
Visitor3370
mesti itu Mirasih...ngeyel sih
Septyara
hahahaha Maharani gilaa
Maharani Rania
tega sekali Mirasih kan ponakan Arifin pantas saja Laila istri nya jadi korban pertama
Maharani Rania
tumben kak ni tulisannya banyak yg tipo
MamAnda
Ceritanya membuat orang menerka2, jadi penasaran siapa dalang dr semua kematian warga ini. Terus baca sampai tamat biar ga penasaran 😁
Dewi
Ah bnyk skli member yg musnah loh di sini gk msih gk prcya bgt loh dan rta2 laki" semua pula
Dewi
smoga mb pur cpet sembuh ya
Dewi
bnyk korban di kasusu ini.. smoga bisa pd sabar semua dan ikhls krn bner2 semua pd sedih member mb pur krn bnyk yg musnh jg
Dewi
sudh iklas ya bu narti hidup dgn tenang ya.. wlau ksian bu narti jdi sendrian suami jg sudh meninggl
Dewi
si sarbeni ini emng gila ktanya slah pham enk skli tuh mukut ngomg
Dewi
Hajar trus paling parah si munafik arifin bisa2 ny gk mrsa ada slah 😡
Dewi
smoga mb pur cpet sembuh ya ksian jg smpe patah tuong pnggung ampe mncuat
Dewi
Akhir nya kalah jg trnyta klemhana ya da di helm perang ny mgkn smcem hrga diri seorg jendral di helm perng ya..
Dewi
Ayo jalak xavier klian hrus gunqkan kekuatan fisik jgan kekuatan api pkokny hrus hajar mukade slma dia msih kesakitan hajar breng2 sm xiela
Dewi
Ayo panggil bantuan jeno dan aksara kenpa sma2 pngguna pedane kaya xiela kan ksian mba pur..
Dewi
Kok masih deg" an tkutny mlah nnti kabur
Dewi
nah akhir ny mukade bisa di lukaim jg toh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!