NovelToon NovelToon
TANGIS TERAKHIR

TANGIS TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.

Dunia seakan runtuh saat itu juga.

Hancur. Pedih. Perih...

Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KENCAN PERTAMA II

Di bawah ledakan kembang api yang masih bersahutan mewarnai langit Jakarta, Dante perlahan menarik dagu Mikha agar menatap tepat ke matanya. Tatapan dingin yang biasa ia tunjukkan pada dunia kini telah meleleh sepenuhnya, digantikan oleh binar penuh pemujaan.

"Aku tidak pernah membiarkan siapa pun masuk sedalam ini ke hidupku, Mikha. Sejak istri ku meninggal dunia dunia rasa runtuh. Aku berjanji pada diriku tidak akan bersama wanita mana pun lagi. Cukup aku dan Eugene saja. Tapi bertemu dengan mu tahun lalu, meluluhkan lantakan semua janji ku itu. Wanita itu adalah kamu Mikhaela".

"Eugene yang selalu anti pada teman wanita ku, seketika memanggil mu mommy. Sungguh merubah segalanya di kehidupan kami".

"Walaupun telah kembali ke London, Eugene tidak pernah melupakan mu. Daddy-nya pun begitu", bisik Dante dengan suara berat yang menggetarkan.

Ungkapan perasaan Dante sungguh membuat perasaan Mikhaela menghangat. Wanita itu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia sedikit berjinjit, melingkarkan lengannya di leher Dante, dan menutup jarak di antara mereka. Saat bibir keduanya bertemu, waktu seolah berhenti berputar di atas Rooftop Emerald.

Ciuman itu dimulai dengan sangat lembut, sebuah perpaduan antara rasa menghargai dan kerinduan yang tertahan. Namun, perlahan suasana menjadi lebih intens dan mesra. Dante mempererat pelukannya pada pinggang Mikha, seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya, sementara Mikha membalasnya dengan perasaan yang tulus.

"Ah Mikhaela... Sepertinya aku akan segera melamar mu. Sepertinya aku tidak bisa menunggu lama-lama kamu menjadi istri ku. Aku ingin memiliki mu seutuhnya. Memberi Eugene mommy dan adik baru", batin Dante tanpa mengutarakan langsung perasaannya itu hingga waktu yang tepat. Setelah seluruh permasalahan Mikha dan keluarga suaminya selesai.

Di sela deru kembang api yang megah, ciuman pertama mereka menjadi pertanda bagi status baru mereka sebagai sepasang kekasih. Aroma parfum maskulin Dante dan kehangatan malam itu menyatu, menciptakan memori yang akan selalu terkenang sebagai momen paling romantis dalam hidup mereka.

*

Hingga turun pun, kemesraan Mikha dan Dante masih terlihat jelas. Senyum bahagia nampak di wajah keduanya ketika pintu lift khusus tempat keduanya berada terbuka.

Ketika menuju lobby pun keduanya melangkah sambil bergenggaman tangan. Tepat ketika lift umum terbuka di hadapan keduanya. Mikhaela tidak sadar sepasang mata menatap tajam kearahnya. Dengan langkah cepat orang itu menyusul Mikha dan Dante yang masih tidak menyadarinya.

"Ohh...jadi ini kesibukan mu sekarang Mikhaela? Sibuk kencan di hotel mewah sama pria asing sementara Revan mungkin lagi nyari ibunya di rumah malam-malam begini?".

Mendengar ada yang menghardiknya, baik Mikha dan Dante serentak menatap pemilik suara itu.

"Tio..??"

"Kaget melihat ku? Ternyata apa yang di katakan kak Nania kamu itu murahan benar ya?!", tuduh Tio.

Mikaela merasakan dadanya sesak, namun ia berusaha tetap tegak. "Anak ku baik-baik saja, Tio. Dan ini bukan urusanmu!! Sejak kapan kau dan keluarga mu perhatian pada Revan?".

"Tentu jadi urusanku kalau itu menyangkut Revan keponakan ku. Apa kau lupa dia anak kakakku?". Tio meninggikan suara, mengabaikan tatapan tajam dari Dante. "Gimana kamu bisa bilang merawat Revan dengan baik kalau otakmu cuma isinya bersenang-senang sama laki-laki yang tidak jelas ini? Ck... Kamu ini benar-benar egois, Mikha. Kamu menelantarkan kewajibanmu demi bersenang-senang".

Suasana tenang langsung buyar. Tio menatap Mikaela dengan pandangan menghina, lalu beralih ke Dante yang berdiri protektif di sampingnya.

Malam yang awalnya terasa magis di rooftop hotel mewah milik Dante seketika berubah tegang.

Ira hanya berdiri di samping Tio dengan senyum tipis yang memprovokasi. Mikhaela melihat raut wajah wanita itu yang menatapnya sinis.

"Kau sendiri, apa yang kau lakukan dengan wanita simpanan kakak mu ini Tio? Jangan bilang setelah Dion, kau juga tidur dengannya", ketus Mikhaela tanpa tedeng aling-aling menatap keduanya bergantian.

"Kau–"

"Perkataan mu tidak mendasar Mikhaela. Jangan memutar balikkan fakta yang ada", balas Tio.

Kemarahan Mikaela hampir meledak. Namun, sebelum Mikaela sempat membalas perkataan Tio, Dante melangkah maju satu langkah memotong ruang antara Mikaela dan Tio yang tengah berdebat keras.

"Kamu Tio, kan?", suara Dante rendah namun terdengar tegas. "Sangat tidak sopan mengukur kasih sayang seorang ibu hanya dari satu malam yang ia luangkan untuk dirinya sendiri. Jika Anda begitu peduli pada Revan, seharusnya Anda tahu betapa bahagianya dia hari ini karena ibunya merasa dihargai."

Tio tertawa sinis. "Jangan ikut campur, orang asing!! Kamu pikir siapa kamu. Kamu tidak tahu apa-apa soal keluarga kami."

"Aku tahu siapa kalian. Terutama kamu", tunjuk Dante tepat di wajah Tio.

"Satu hal," balas Dante dingin. "Pria yang benar-benar peduli pada keponakannya tidak akan mempermalukan ibu dari anak tersebut di depan umum.

Dante menatap Tio tajam dengan kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. "Sekarang, sebaiknya Anda pergi sebelum aku memanggil keamanan untuk mengawal anda keluar dari properti milik ku!", tegas Dante.

Mikaela menyentuh lengan Dante, memberi isyarat bahwa ia ingin menyelesaikannya sendiri. Ia menatap Tio tepat di mata. "Tio, kamu dan keluarga mu jangan pernah gunakan Revan sebagai senjata untuk mengintimidasi hidupku. Aku bertangung jawab pada anak ku, dan fakta bahwa aku punya kehidupan pribadi tidak mengubah itu. Sebaiknya kau urus saja urusanmu dengan sendiri!".

Tio yang merasa terhina karena diusir dari properti milik Dante. Laki-laki itu kehilangan kendali. "Beraninya kamu memerintah ku!" teriak Tio sambil melayangkan bogem mentah ke arah wajah Dante.

Dante, yang ternyata memiliki refleks terlatih, sedikit memiringkan kepala. Pukulan Tio hanya mengenai angin. Tanpa membuang waktu, Dante menangkap pergelangan tangan Tio, memutarnya dengan cepat, dan mendorong laki-laki itu hingga tersungkur ke dinding lobi yang berlapis keramik.

"Dante hentikan jangan mengotori tangan mu!" jerit Mikaela, namun kemarahan Tio semakin memuncak. Sementara Ira tak bergeming. Namun dari mulutnya berulang kali keluar kata-kata umpatan untuk Mikhaela.

Tio bangkit dengan kalap dan menerjang lagi. Kali ini, Dante tidak hanya menghindar. Saat Tio mendekat, Dante mendaratkan satu pukulan keras dan tepat ke ulu hati Tio, disusul dengan cengkeraman kuat pada kerah kemeja Tio yang membuatnya terangkat sedikit dari lantai.

"Dengar baik-baik," desis Dante dengan suara yang sangat dingin hingga membuat Ira gemetar ketakutan di pojok ruangan. "Satu kali lagi kamu menghina Mikaela atau menyebutnya ibu yang buruk, aku akan memastikan karirmu hancur dalam semalam. Aku tidak bermain-main. Kau cam itu!!!."

"Satu lagi, jangan pernah mengirim bunga pada Mikhaela. Apapun rencana buruk di kepala mu itu, aku mengetahuinya. Jadi berhati-hatilah, mulai sekarang kau akan berhadapan dengan ku!!!".

Dante melepaskan cengkeraman tangannya hingga Tio jatuh terduduk di lantai sambil terbatuk-batuk, berusaha mengisap oksigen. Petugas keamanan hotel segera datang mengepung area tersebut.

"Bawa mereka keluar. Blacklist namanya dari seluruh jaringan hotel milik ku!!," perintah Dante dengan tegas tanpa menoleh lagi ke arah Tio.

Dante kemudian berbalik ke arah Mikaela, ekspresi kerasnya seketika melunak. Ia merapikan rambut Mikaela yang sedikit berantakan. "Maaf kau harus melihat kejadian itu. Kamu baik-baik saja?".

Mikha menganggukkan kepala. "Iya Dante, aku baik-baik saja. Terimakasih kau sudah melindungi ku Dante", ucapnya lirih setelah mengalami kejadian kurang menyenangkan dengan Tio.

...***...

To be continue

1
Dinda Wei
Ayo Bry, pepet terusss Rania 🤪
Dinda Wei
Kak Emily kok belum up juga ya? Biasanya rajin up. Ada apa dengan mu thor? smg tetap semangat
Emily: Udah up sayang, tapi masih harus di review dl. Sabar ya🙏
total 1 replies
Dinda Wei
Duhh hahahaaaa, sayang anak sayang anak 🤪
Hidup Tio tragis. Nania kapan nyusul nih?
Dinda Wei
Pastinya bahagia banget dante punya anak2 yg lengkap skrg ada cowok ada cewenya. Apa gak ada niatan buat nambah lg nih pak Dante?? 🤪
Delyana.P
😂😂😂😂😂 CEO takluk juga di tangan baby kembarnya. Tertawa nggak berenti aku baca bab ini thor. Bisa aja nih kakak author 😂
Amelia
Akhir tragis hidup Tio, bundir🤔
Amelia
Bab ini bikin aku ketawa ngakak kak Emily. Ternyata aku gemes sama ayahnya Aletta dan Aluna 🤪🔥🔥🔥
Amelia
Asli NGAKAKK gue🤪🤪🤪
Amelia
Nama yg cantik Aletta-Aluna, semoga tumbuh menjadi gadis yg baik kayak mommy dan daddyya.🌹
Nggak apa ada cameo thor, tp tokoh utama Mikha dan Dante tetap mendominasi ya thor🙏
Amelia: Iya dong, pasti baca thor ceritanya bagus gak bosen bcnya👍
total 2 replies
Delyana.P
Setuju kak author 👍🙏
Delyana.P
Wah selamat datang twins baby. Aletta dan Aluna. Dante suami idaman sekali pemirsa 🤪🔥
Delyana.P
Lagian sih dah bunting tua nengok orok mulu jdnya oroknya nggak sabaran kan keluarnya 🤪😂
Dinda Wei
Hahaaa si bapak jadi panik kan🤣
Dinda Wei
Tuh kan orang gila😡
Dinda Wei
Bikin metong aja orang stress ini, ngapain msh ada. Bikin gak aman sj
Delyana.P
Nekat kamu Audrey mengusik kehidupan Dante siap2 lo habis
Emily
Tinggalkan jejak kalian di setiap bab ya reader's. Up-nya tiap hari tapi jam tidak menentu 🙏
Amelia
Aku gak habis pikir kok kluarga istri pertama Dante, bisa2nya nyodorin orang gila sama Dante ya. Aneh banget dah. 😡 Tetap waspada Dante, bisa aja si gila Audrey itu bayar org dari dalem penjara buat celakain mikha
Delyana.P: Iya sama sepemikiran kita kak. Kok orang gila di sodorin ke Dante buat gantiin Cloe. wajar Eugene nggak suka sm Audrey
total 1 replies
Amelia
Mauuuu🔥
Amelia
Kok bisa-bisanya keluarga Dante dan Cloe mau Dante nikahin Audrey psikopat, strees gitu. Aneh. Yang ada bisa merancun dante dan Eugene tuh orang gila
Delyana.P: iya lagi. orang gila kok mau gantiin emak Eugene. pantes Eugene nggak suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!