Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bara di bully
Bara setelah kembali ke pekanbaru, menjadi anak yang agak murung karena teringat Jovan yang jauh di sana.
Anak kecil itu baru saja tau jika Jovan itu ayah nya namun dia harus berdamai dengan urusan orang dewasa yang tak seharusnya dia ikut terseret dalam dunia itu.
" Tante, mana Bara? " tanya Naina sahabat Bara di pekanbaru, yang selalu baik kepada Bara. Gadis lebih tua tiga tahun dari Bara itu selalu bisa menjadi garda terdepan Bara, Naina bisa menjadi kakak, teman dan keluarga untuk Bara.
Mila tersenyum melihat anak tentangga nya itu." Naina udah pulang sekolah kamu nak, tanya Mila dan Naina mengangguk. " Bara ada di ruang main, kamu masuk aja sana. Sekalian ajak Bara makan siang dulu ya Kak, ucap Mila.
Naina berjalan masuk dan menjawab iya kala Mila menyuruh nya makan bersama Bara. Naina masuk ke ruang bermain.
Ruang bermain Bara mungkin tak seluas ruang bermain Chira anak Jovan dan Dinda di ibukota.
Naina masuk ke kamar bermain Bara dan melihat anak laki-laki itu memegang mainan robot namun Bara tidak memainkan nya malah melamun.
" Bara" panggil Naina namun Bara tidak menjawab, melihat Bara yang diam saja membuat Naina penasaran dan memegang bahu Bara, sehingga membuat Bara terkejut." Kamu kenapa"? tanya Naina heran. Bara yang biasa tersenyum kala melihatnya datang, sekarang malah diam.
Hey kamu kenapa?? Itu mama kamu tadi suruh aku ajak kamu makan siang dulu, ucap Naina.
Bara menggeleng cepat " Aku enggak kenapa-kenapa kak. Kakak udah lama di sini?? tanya Bara kemudian.
Naina mengangguk. " aku dari tadi lihatin kamu diam. Kamu kok pulang dari jalan-jalan malah sedih?? coba cerita sama kakak!! ucap Naina duduk di depan Bara.
Bara menatap Naina lalu menunduk. " Bala ndak tau kenapa kak, Bala melasa kalau Mama itu banyak kali lahasiana. Bala bingung kak, Bala ini punya Papa atau ndak, ucap Bara sendu.
Naina memeluk Bara. " Bara pasti punya Papa, mana ada anak lahir enggak ada Papa. Bara anak baik, kalau Papa Bara enggak pulang kan ada Papa kakak Naina yang sayang Bara kan. Ucapan Naina membuat Bara mengangguk.
Memang benar setelah pindah ke pekanbaru dan Kenal Naina, Bara sangat dekat dengan Papa Naina, bahkan Papa Naina yang memang mendambakan seorang anak laki-laki merasa terpenuhi dengan kehadiran Bara. Terlebih Bara anak baik dan sopan, semakin lah Papa Naina yang merupakan seorang Duda iru menyayangi Bara.
Ayo kita makan dan nanti main ke taman komplek mau??! Ajak Naina dan Bara menurut. Memang pawang Bara kalau ngambek cuma Naina,. Akhirnya keduanya keluar kamar bermain dan menuju meja makan. Mila sudah menunggu Bara dan Naina di sana.
" Ayo kita makan dulu nak, baru main sama Kakaknya " Ajak Mila. Bara dan Naina mengangguk lalu Mila mulai mengisi piring dengan nasi dan lauk-pauk nya.
ketiga nya makan dengan tenang dan saling melengkapi seperti keluarga hangat. Ibu dan dua anak begitulah gambaran keluarga itu.
" Tante, kata Papa nanti malam minggu mau ajak Tante dan Bara makan ke luar" ucap Naina.
Mila terdiam beberapa saat, Mila tau jika Rayyan ayah Naina sangat mencintai nya sudah tiga tahun ini, namun Mila belum membuka hatinya untuk pria sebaik Rayyan. Apa sekarang saatnya dia memikirkan kebahagiaan nya dan Bara?? Mila akan memikirkan nanti.
" Katakan sama Papa, Baik nanti Tante dan Bara ikut kalian" Ucap Mila.
Bara dan Naina sangat senang, akhirnya makan siang itu selesai. Naina pamit kepada Mila untuk membawa Bara main ke taman. Mila mengizinkan karena dimana ada Naina Bara akan baik-baik saja
Naina dan Bara berjalan bergandengan tangan menuju bagaikan dua saudara. Keduanya saling tertawa entah membicarakan apa hingga mereka tiba di taman komplek. Anak-anak banyak bermain karena hari itu kebetulan teduh, sehingga bermain di taman itu menjadi opsi baik untuk anak-anak.
Bara dan Naina ikut bermain di permainan taman. Namun beberapa anak laki-laki dan perempuan tertawa melihat Bara.
" Hey lihat ada anak yang enggak punya Papa ke sini loh. Lihat itu, tunjuk seorang anak laki-laki seumuran Naina mengejek Bara.
Bara terdiam seakan itu udah biasa untuk nya. Naina tentu tidak terima jika adik kesayangannya di bully. " Diam kalian semua. Bara punya Papa Dia adik aku. Jadi Papa aku itu Papa Bara.
Lalu ada anak perempuan kembali mengejek Naina dan Bara. " Aduh dewi penolong anak enggak punya Papa marah. Eh Naina kamu juga enggak punya ibu, Dasar anak enggak punya Ibu, teriak nya.
kalian itu sama-sama kasihan, satu anak enggak punya ayah dan satunya enggak punya ibu. Teriak anak itu membuat teman-teman nya yang lain tertawa.
Naina kehabisan kesabaran lalu melihat kayu dan tanpa pikir dia memukul anak perempuan itu dengan kayu dan anak itu menangis kesakitan akibat pukulan Naina mengenai Kaki nya.
" Awas kamu Naina aku bilang Mama nya Lia , kamu pasti kena marah nanti" teriak Teman Lia
Naina hanya diam dia sungguh marah sekarang. Lalu anak perempuan itu memanggil ibu nya Lia.
Ibu Lia datang dengan membawa kayu. Naina dan Bara saling pandang.
" Siapa yang pukul anak saya Hah!! berani sekali, dasar anak nakal. Mana!! Teriak Ibunya Lia.
Semua anak-anak menunjuk Naina dan Bara. Ibu anak bernama Lia itu menatap Naina dan Bara marah.
" Oh kalian yang mukul anak saya sampai kakinya luka dan bengkak. Dasar anak nakal tak punya aturan. Panggil orang tua kalian, ucap Ibu nya Lia.
Lalu anak perempuan satu lagi menjawab" Mereka enggak punya Papa dan Mama Tante, ucap Anak itu.
Mama nya Lia menatap remeh " Wah anak haram kalian ya?? Pantesan enggak ada yang ajari, sini saya ajarin lalu Mama nya Lia memukul Naina dan Bara, membuat dua anak itu terluka.
Rayyan ayah Naina tiba-tiba melihat keributan di taman komplek saat akan pulang kerja. Pria tampan itu keluar dari mobil nya dan berjalan menuju taman.
Betapa terkejutnya dia, melihat anak nya dan Bara menangis karena di pukuli seorang wanita.