NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Malam semakin larut Rania sesekali tersenyum manis mengingat hari ini, Arga nampak lembut padanya.

Mobil berhenti mulus di dalam garasi rumah, mesin mobil terdengar di matikan.

Hening sesaat.

"Ayo turun kamu bersihkan diri dulu," pinta Arga dengan lembut.

Rania kali ini hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, entah apa yang telah Arga lakukan untuknya sehingga membuat gadis berambut ikal ini terus tersenyum sejak tadi.

Rania melepas sabuk pengamannya, saat mau turun Rania malah di cegah oleh Arga.

"Kamu tunggu dulu, saya akan bukakan pintu buat kamu," kata Arga.

Rania hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Arga turun dari mobil memutar untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya, pandangan Rania lurus ke depan mengingat bagaimana hari ini Arga memperlakukannya dengan lembut.

Juga kalimat dan wejangan sang ustad di masjid tadi, yang terlihat kedua pasangan suami istri itu lagi ada masalah.

Meskipun terlihat, baik Arga maupun Rania tak menunjukan di depan umum jika keduanya ada masalah.

Bahkan sebelum keluar masjid, Rania sempat mengandeng tangan Arga----Tapi sang ustad hanya mendekati keduanya dan memberikan nasihat bagi mereka, terutama Rania.

Gadis ini rupanya masih belum ikhlas menerima Arga sebagai suaminya, karena masih trauma akan masa lalunya yang pernah di bully oleh Arga.

"Rumah tangga adalah bagian dari ibadah, sabar adalah kunci kesuksesan, Nak. Terimalah suami kamu sebagai imam kamu, insyallah rezeki kalian akan di permudah."

Ucapan ustad itu masih terngiang di telinga Rania, dan saat itu Arga hanya tersenyum sambil mengatakan jika mereka akan pergi.

"Iya terimakasih Pak Ustad."

"Saya ama istri saya permisi dulu, apa ustad tahu ada warung pecel lele di sekitar sini?" tanya Arga berusaha ramah dengan mengajukan pertanyaan.

Ustad itu hanya tersenyum dan mengarahkan jika warung pecel lele tak jauh dari sini hanya berjalan kaki ke depan, dan Arga juga mengatakan.

"Apa boleh titip mobil disini?" tanya Arga.

"Tentu saja boleh kalian bisa makan dan disini juga ada penjaga masjidnya," ujar sang ustad.

"Baik saya mau mengajar mengaji abis isya, Assalamualaikum."

Ustad pergi berlalu, dan secara serempak Rania dan Arga hanya menjawab.

"Walaikumsallam."

Rania tersadar dari lamunannya saat Arga menyentuh bahunya, "sayang...," ucap Arga membuat lamunan Rania terbuyar.

"Eh ya," sahut Rania yang masih duduk di kursi mobil dan tersadar dari lamunannya.

"Ayo turun," ajak Arga menyentuh tangan istrinya.

Kali ini Rania tak trauma atau takut lagi saat Arga menyentuh tangannya, tapi terlihat dirinya masih enggan berbicara banyak dengan Arga.

Hanya dari tadi gadis ini selalu tersenyum, tanpa bicara.

Rania turun tangannya di gandeng oleh Arga lalu pintu mobil di tutup.

Keduanya keluar garasi dan masuk rumah, sebelum masuk rumah Arga mengucapkan salam.

"Assalamualaikum," ucap Arga membuka pintu.

Di ikuti Rania di belakangnya, keduanya masuk rumah setelah melepas alas kaki.

"Sayang kamu naik ke atas, aku mau nutup pintu."

Rania tak menjawab apapun, gadis berambut ikal itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

Lalu dirinya menuju ke lantai atas, Rania menaiki tangga menuju kamar yang mereka tempati berdua.

Tangannya ke depan meja rias, untuk menghapus riasan menggunakan 'micellar water' sementara Arga ke ruang kerjanya untuk mencari berkas.

Arga berpikir ke depan untuk masa depan istri dan anaknya, dirinya akan menerima tawaran temannya untuk menerima pekerjaan sampingan.

Jual beli minyak keluar negeri dengan bekingan seorang jendral, "Ya allah hamba melakukan ini demi anak dan istri hamba...Tolong berikan petunjukmu."

Arga mengambil berkas yang minggu depan dirinya akan mulai bekerja di perusahaan minyak bumi, "Rania keluarga sudah meminta anak dari kita, sebelum anak lahir aku akan berusaha menyiapkan semuanya."

Arga memejamkan matanya, nampak pria itu amat mencintai sang istri dan berpikir jauh.

Dirinya tak mau anak dan istrinya kekurangan sedikit pun, sementara Rania masih di kamar setelah membersihkan wajahnya.

Gadis ini meraih handuk menggunakan tangannya, untuk mandi dan membersihkan diri.

Setelah mandi Rania mengenakan daster piyama berwarna abu-abu, Rania menghela napas menunggu sang suami kenapa masih belum naik.

Akhirnya gadis ini membuka website dimana dirinya menjual foto, dan ada dua foto yang laku tentang alam.

Rania segera mendapatkan uang, dan uang itu dirinya segera masukan ke rekening.

"Dimana Mas Arga...Kenapa belum naik ke atas?" pikir Rania.

Rania tak tahu dimana sang suami, tapi saat Rania tengah fokus melihat ponselnya.

Tiba-tiba.

Kritt.

Arga masuk sambil membawa berkas---Rania tersenyum tapi gengsi menanyakan soal kemana saja, kok lama sekali.

"Kenapa belum tidur?" tanya Arga.

Rania tersenyum dan hanya menunjukan ponselnya, lalu menjelaskan.

"Ini aku sedang melihat website mengenai foto-foto aku jual di website, dan aku dapat komisi berupa dolar."

Arga tersenyum.

"Rania besok aku ada kejutan untukmu," ujar Arga tersenyum misterius.

Rania menatap Arga dengan kepala yang miring sedikit, lalu dirinya tersenyum bahagia.

"Kejutan apa, Mas?" tanya Rania menatap suaminya.

"Istirahatlah besok kamu akan tahu," jawab Arga tersenyum meraih handuk lalu masuk ke kamar mandi.

Rania yang sedikit lega saat Arga di kamar mandi, dirinya akan pura-pura tertidur saja agar Arga tidak melihatnya.

Sampai Arga mengenakan piyama, dirinya akan tidur di samping Rania yang sudah pulas.

Padahal Rania belum sepenuhnya pulas, Arga masih terduduk dan menelepon seseorang.

"Hallo Ayah, selamat malam."

Arga bicara pada Karto Wiratama----ayah mertuanya.

"Iya maaf ayah, menghubungi ayah malam-malam begini," ucap Arga yang dengan punggung menyadari di kasur.

"Ada apa, Nak? Menghubungi ayah malam-malam begini?" tanya Karto kepada menantunya.

"Ayah, Arga minta sesuatu agar peralatan Photography Rania di bawa kesini aja," ujar Arga.

"Loh kalian pengantin baru, harusnya habiskan waktu berdua dan Rania dilarang bekerja sampai kamu masuk kerja," ucap Karto dengan tegas.

"Gak masalah, ayah Rania bekerja. Arga selaku sang suami mengizinkan, apapun itu agar membuat istri Arga bahagia," kata Arga.

Hal yang membuat Rania senang, karena photography selain pekerjaan----termasuk hobi yang Rania sukai.

Sontak Arga kaget saat Rania posisi membelakanginya, kini mengubah posisi memeluknya dalam keadaan tertidur.

Sekarang posisi Rania tidur di pangkuan Arga sambil memeluknya, hal yang membuat Arga bahagia---tapi Rania juga bahagia karena hobinya akhirnya bisa sang suami mengerti.

Malam ini rasa trauma, rasa benci, dan air mata bisa melebur---dan berharap rumah tangga keduanya baik-baik saja.

*

*

*

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!