*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
....
...
22.15 Liyan melirik jam tangannya dan menghembuskan nafas lelah.
"Ternyata udah selarut ini.." gumamnya.
Hidup nya selalu seperti ini disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk dan selalu seperti itu, sebelumnya dia tidak pernah pedulikan hal lain selain pekerjaan.
Jika bukan karena gadis yang tadi pagi di bawah kerumahnya, enggan rasanya untuk pulang Mungkin dia lebih memilih istirahat di kantornya.
Kaki nya melangkah menaiki tangga menuju kamarnya yang telah ditempati makhluk lain,
"Hufhhhh.." liyan menghela napas lelah! kembali mengedarkan pandangan mencari seseorang di sana
"Kemana perempuan itu.?" liyan mencari perempuan itu bahkan di kamar mandi pun juga ga ada
"Jangan jangan dia kabur lagi..!"
"Ahhh siall.."
Liyan merutuki kebodohan gadis itu, kalau memang memilih kabur darinya
Tangannya meraih hp yang ditaruhnya di atas nakas menghubungi seseorang diseberang sana
"Hallo..ada apa boss.."
"Cari tau posisi gadis nakal itu.." perintahnya Tampa basa basi
"Ok boss.."
"Dalam 5 menit lu harus temuin lokasinya.."
"Kenapa ga boss telpon aja.."
"Ga ada no nya, kalo ada ngapain nyuruh lu .." pria itu membuatnya semakin kesal
"lu aneh boss, masah no calon istri aja ga tau ..ck" khen sengaja meledek si boss biar makin kesal.
Liyan memilih bersandar di balkon kamar memandangi pemandangan malam berharap bisa menyegarkan kepala yang hampir meledak.
Thinkkk...
Hp nya berbunyi menandakan adanya pesan masuk
°perumahan chendana no 7.Gadis nakal itu dirumah temannya. Informasi yang di beri Kai.
Kamu ga mungkin nyari kesana kan.??
°08********35 mending tlvn aja. Sekedar saran sih boss
**
"Kita mau begadang nih..?" Tanya Dea
"Lagian besok juga libur gpp kali. Begadang sekali kali, mumpung malam ini kita barengan.." ujar Clara dengan senyum jahilnya
"Iya sih. Lagian gw ga bisa tidur gays..." Zheya dengan pelan menanggapi ocehan mereka.
"Gimana kalo kita main game..?"
"Gw setuju ide lu Cher.." Renata mengangkat jempol yang ditujukan ke arah Cherry
"Gw gitu Loh..."
Mereka tengah asyik bermain dan bercengkrama melupakan masalah yang tengah melanda sahabatnya. Wadah berisi bedak tabur di tata di tengah² mereka diantara tumpukan kartu yang berjejer.
Trinkkkk trinkkk....
"Hp lu bunyi zhee.."
"Biarin aja paling ga penting.!"
"Yokk.. lanjut mainn."
"Angkat dulu ga zhee.." suruh Renata jengah dengar hp si Zheya
"Iya. Kalo ga mau angkat di silent aja ."usul Cherry
"Coba gw Angkat dulu lagian no baru nih udah 5x lagi panggilan tak terjawab nya.."
"Speaker dong. Penasaran nihhh, jangan2 babang mantan lagi yg nelpon.." Dea memainkan alis nya ke arah Zheya
"Iya speaker penasaran gw, mungkin penting soalnya dari tadi bunyi tuh..." Usul Renata
"Gw juga penasaran nih.."Cherry yang menarik ikon hijau di layar hp Zheya dan menekan loud speaker
Baru saja terangkat terdengar suara cowok di seberang sana
"Dimana kamu..?" Mereka kaget mendengar suara cowok diseberang sana dengan nada yang tidak bersahabat.
" siapa ya...?" Tanya Zheya tidak tahu siapa yang menelpon.
"Ckhhh.. sekali lagi ga kamu angkat .. udah saya jemput kamu kesana.." decakan kesal dari sang penelepon terdengar
"Hehh.. Anda siapa? Kenapa anda marah²??. Saya ga kenal Anda salah sambung mungkin.." Zheya mulai kesal kepada sang penelepon Aneh itu, kenapa marah2 ga jelas padanya
Yang jelas Zheya ga ngehh siapa yang telah menelepon nya
"Hehhh kucing liar.. !!
Kenapa kamu ga bilang mau pergi²? Atau jangan-jangan kamu mau kabur dari saya.." liyan benar benar jengkel kepada si kucing liar ini
"Hahhh.." tunggu Zheya mulai merasa ga asing dengar suara pria aneh ini
"ck.. malah bengong.. kalau gitu saya jemput sekarang juga" ucap liyan mulai kesal
"Ehhh.. ga bisa gitulah.. lagian kamu ga bilang kamu siapa.. malah marah marah ga jelas!! Lagian saya mau bilang ke siapa kontak kamu aja saya ga punya..!" Zheya mulai sadar liyan lah yang menelepon nya
"Kan kamu bisa bilang ke bibi atau ga ke satpam.!!"
"Udah ahh. Aku ga kabur lagian mau istirahat disini, ga usah ganggu ya..." Zheya mematikan telepon nya sepihak
Renata dan kawan kawan cuma cengengesan mendengar percakapan mereka.
"Wahhh gilaaa.. suaranya aja secandu itu.."
"Anjayyy... Klepek-klepek saya teh.." si lebay Cherry guling guling di atas kasur dan mendapat geplekan dari temannya.
"Lu mau Cher ambil aja..."
Zheya meneguk minuman yang ada disana karena tenggorokannya kering.
"Ehehhe.. kalo si Liyan nya mau.. heheh" jawab Cherry dengan gaya genitnya
"Ohh amit amit... Punya temn kaya gini.. bisa tukar tambah ga sih.." itu si Renata heran liat sepupunya itu
"Apa tadi .. kucing liar... Wkwkwkwkk ngakak gw baru kali ini ada orang manggil Lo kayak gitu zhee.." Clara tarpingkal ngakak mengingat itu
"Ahh pusing gw .."Zheya membaringkan tubuhnya dan memilih tidak menghiraukan teman laknat nya itu,
di tempat lain Liyan melempar sembarang hp di atas kasur laki laki itu benar benar jengkel kepada kucing liar nya. Berani beraninya Gadis itu cuekin dia, tidak tahu saja si Liyan ini adalah incaran perempuan cantik.
__
Pagi ini keluarga Cherry di kagetkan oleh tamu penting yang tiba tiba datang ke rumah mereka,
Orang itu di persilahkan duduk di ruang tamu dan di jamu sebaik mungkin.
Beberapa prasangka muncul di kepalah papi dan maminya cherry.
Ga mungkin kan orang ini datang melamar anaknya yang agak agak itu. Begitulah yang dipikirkan orang tua Cherry
"Ekhmmm... Ada tujuan apa Nak Liyan berkunjung ke gubuk sederhana kami ini.." papi Cherry bukan lah orang yang sombong dan tidak seperti orang kaya yang mementingkan kekuasaan
"Iya Nak Liyan ada perlu apa. Adakah yang bisa kami bantu.." mami nya Cherry sangat senang kedatangan tamu yang satu ini.
Jika benar mau melamar anaknya alangkah bahagianya wanita paru baya itu, pasalnya liyan benar benar mantu idaman di mata ibu ibu sosialita yang ada di arisannya
"Ahh iya silahkan minum nak.." imbuhnya lagi
Liyan menanggapi nya dengan senyuman.
"Sebelumnya terima kasih pak,. Buk.."
"Saya kesini untuk menjemput calon istri saya.." ujarnya dengan senyum tipis
"Hahh..!" Orang tua Cherry kaget, siapa yang di maksud calon istrinya. Kenapa Cherry ga bilang...
Ahh ga mungkin kan kalo Cherry calon istri liyan. Wong dia seperti mengejar istri yang kabur dari rumah..
Belum sempat orang tua Cherry menjawab mereka berlima turun dari tangga dan mengagetkan seisi ruangan itu
"Selamat pagi mami papi.." Cherry mencium kedua orang tuanya tidak sadar dengan kedatangan tuan muda liyan
"Selamat pagi om , Tante.." ujar mereka