NovelToon NovelToon
Getting Married On The Rebound

Getting Married On The Rebound

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

*merried for revenge

bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.

liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.

"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras

"brengsek!! "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

...----------------...

22.15 Liyan melirik jam tangannya dan menghembuskan nafas lelah karena pekerjaan yang seolah tak ada habisnya.

" Ternyata udah selarut ini.." gumamnya pelan sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.

Hidupnya selalu seperti ini, disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk dan rutinitas yang monoton, sebelumnya dia tidak pernah pedulikan hal lain selain angka-angka di dokumennya.

Jika bukan karena gadis yang tadi pagi dibawa ke rumahnya, enggan rasanya untuk pulang dan mungkin dia lebih memilih istirahat di sofa kantornya saja.

Kakinya melangkah perlahan menaiki tangga menuju kamarnya yang kini telah ditempati oleh "makhluk" lain yang mengusik pikirannya.

" Hufhhhh.." Liyan menghela napas lelah sekali lagi sambil kembali mengedarkan pandangan mencari seseorang di sudut ruangan.

" Kemana perempuan itu.?" Liyan mencari ke seluruh penjuru kamar, bahkan di kamar mandi pun juga tidak ada tanda-tanda keberadaan Zheya.

" Jangan-jangan dia kabur lagi..!" Liyan mendesis rendah, tangannya mengepal di samping tubuh.

" Ahhh sial.." Liyan merutuki kebodohan gadis itu jika memang benar dia memilih kabur darinya setelah semua perjanjian yang mereka buat.

Tangannya dengan cepat meraih hp yang ditaruhnya di atas nakas, segera menghubungi seseorang di seberang sana dengan perasaan dongkol.

" Hallo.. ada apa boss.. malam-malam begini nelpon? " tanya suara di seberang sana.

" Cari tau posisi gadis nakal itu sekarang juga.." perintah Liyan tanpa basa-basi sedikit pun.

" Ok boss.. siap laksanakan! "

" Dalam 5 menit lu harus temuin lokasinya, jangan sampai meleset! " tegas Liyan lagi.

" Kenapa ga boss telpon aja langsung ke orangnya? Kan lebih gampang.. "

" Gue gak punya nomornya! Kalau ada ngapain gue nyuruh lu, bego! " pria itu sukses membuat Liyan semakin kesal setengah mati.

" Lu aneh boss, masa nomor calon istri aja ga tau.. ck.. kasihan amat hidup lu " Khen sengaja meledek si boss biar makin kesal dan naik darah.

Liyan memilih bersandar di balkon kamar, memandangi pemandangan malam kota Jakarta, berharap angin malam bisa menyegarkan kepala yang hampir meledak.

Thinkkk... Hp-nya berbunyi nyaring, menandakan adanya pesan masuk yang ia tunggu-tunggu.

°Perumahan Chendana No 7. Gadis nakal itu ada di rumah temannya. Informasi yang diberi Kai. Kamu gak mungkin nyari kesana malam-malam begini kan??

°08********35 mending telpon aja. Sekedar saran sih boss, biar gak kayak orang hilang arah.

**

" Kita mau begadang nih..? " tanya Dea sambil membuka sebungkus cemilan di atas karpet bulu.

" Lagian besok juga libur gpp kali. Begadang sekali-kali, mumpung malam ini kita lagi barengan semuanya.." ujar Clara dengan senyum jahil yang jadi ciri khasnya.

" Iya sih. Lagian gue juga emang gak bisa tidur, gays..." Zheya menyahut pelan menanggapi ocehan sahabat-sahabatnya.

" Gimana kalau kita main game aja biar seru? " usul Cherry semangat.

" Gue setuju sama ide lu Cher, ayok lah mumpung masih sore bagi kaum begadang! " Renata mengangkat jempol ke arah Cherry.

" Gue gitu loh.. ide gue emang selalu cemerlang! " puji Cherry pada dirinya sendiri.

Mereka tengah asyik bermain dan bercengkrama, sejenak melupakan masalah berat yang tengah melanda sahabat mereka itu.

Wadah berisi bedak tabur ditata rapi di tengah-tengah mereka, tepat di antara tumpukan kartu yang berjejer sebagai hukuman bagi yang kalah.

Trinkkkk trinkkk.... Bunyi dering telepon memecah keributan kecil di kamar itu.

" Hp lu bunyi tuh Zhee.. berisik banget dari tadi " tegur salah satu temannya.

" Biarin aja lah, paling gak penting! Palingan sales nawarin kartu kredit " jawab Zheya cuek.

" Yokk.. lanjut mainnya, giliran siapa nih sekarang? "

" Angkat dulu kenapa Zhee.. jengah gue dengernya, kalau penting gimana? " suruh Renata yang mulai merasa terganggu.

" Iya. Kalau emang gak mau angkat, mending di silent aja biar gak ganggu konsentrasi main! " usul Cherry memberikan pilihan logis.

" Coba gue angkat dulu deh, lagian nomor baru nih dan udah 5x lagi panggilan tak terjawabnya.. " gumam Zheya penasaran.

" Speaker dong! Penasaran nih gue, jangan-jangan babang mantan lagi yang nelpon pengen ngajak balikan.. " Dea memainkan alisnya ke arah Zheya dengan nada menggoda.

" Iya speaker, penasaran gue, mungkin emang penting soalnya dari tadi bunyi mulu tuh kayak alarm kebakaran... " usul Renata ikut memprovokasi.

" Gue juga penasaran nih, buruan angkat! " Cherry yang gemas langsung menarik ikon hijau di layar hp Zheya dan menekan tombol loud speaker.

Baru saja telepon terangkat, terdengar suara berat seorang cowok di seberang sana dengan nada bicara yang sangat tidak bersahabat.

" Dimana kamu..? " Mereka semua kaget mendengar suara cowok itu, suaranya terdengar sangat menuntut dan dingin.

" Siapa ya...?" tanya Zheya dengan nada bingung karena benar-benar tidak tahu siapa yang sedang menelponnya.

" Ckhhh.. sekali lagi gak kamu angkat, udah saya jemput kamu kesana sekarang juga! " decakan kesal dari sang penelepon terdengar sangat jelas di telinga mereka semua.

" Hehh.. Anda siapa? Kenapa Anda marah-marah gak jelas begini?? Saya gak kenal Anda, salah sambung mungkin..! " Zheya mulai merasa kesal kepada sang penelepon aneh itu.

Yang jelas Zheya belum ngeh sama sekali siapa yang telah meneleponnya malam-malam begini.

" Hehhh kucing liar.. !! Kenapa kamu gak bilang kalau mau pergi-pergi? Atau jangan-jangan kamu emang niat mau kabur dari saya..? " Liyan benar-benar jengkel kepada si "kucing liar" ini.

" Hahhh.." tunggu, Zheya mulai merasa tidak asing mendengar suara pria aneh ini, otaknya mulai bekerja mengingat kejadian pagi tadi.

" Ck.. malah bengong.. kalau gitu saya jemput kamu sekarang juga! " ucap Liyan yang sudah mulai kehilangan kesabaran.

" Ehhh.. gak bisa gitu lah.. lagian kamu gak bilang kamu siapa, malah marah-marah gak jelas! Lagian saya mau bilang ke siapa kalau kontak kamu aja saya gak punya..! " Zheya mulai sadar kalau itu Liyan yang menelepon.

" Kan kamu bisa bilang ke bibi di rumah atau gak ke satpam di depan!! "

" Udah ah. aku gak kabur, lagian aku mau istirahat di sini sama temen-temen aku, gak usah ganggu ya...! " Zheya langsung mematikan teleponnya secara sepihak.

Renata dan kawan-kawan cuma bisa cengengesan dan saling lirik mendengar percakapan yang sangat intens itu.

" Wahhh gilaaa.. suaranya aja secandu itu, kayak suara aktor-aktor di dubbing drama! " seru salah satu temannya.

" Anjayyy... Klepek-klepek gue teh dengernya.. " si lebay Cherry sampai guling-guling di atas kasur dan langsung mendapat geplekan bantal dari temannya.

" Lu mau Cher? Ambil aja sana kalau berani! " tantang Zheya kesal.

Zheya meneguk minuman yang ada di dekatnya karena tenggorokannya mendadak terasa kering karena emosi.

" Ehehhe.. kalau si Liyan-nya mau sama gue mah, hayu aja.. heheh " jawab Cherry dengan gaya genit yang dibuat-buat.

" Ohh amit-amit... punya temen kayak begini.. bisa tukar tambah gak sih di toko online? " Renata merasa heran melihat tingkah sepupunya itu.

" Apa tadi .. kucing liar... Wkwkwkwkk ngakak gue, baru kali ini ada orang manggil lo kayak gitu Zhee.. " Clara terpingkal-pingkal mengingat sebutan aneh itu.

" Ahhh pusing gue dengerin kalian.. " Zheya membaringkan tubuhnya dan memilih tidak menghiraukan teman-temannya yang laknat itu.

Di tempat lain, Liyan melempar sembarang hp-nya ke atas kasur, laki-laki itu benar-benar jengkel kepada si kucing liarnya. Berani-beraninya gadis itu mengacuhkannya, tidak tahu saja kalau si Liyan ini adalah incaran banyak perempuan cantik di luar sana.

**

Pagi ini keluarga Cherry dikagetkan oleh tamu penting yang tiba-tiba datang berkunjung ke rumah mereka tanpa janji sebelumnya.

Orang itu dipersilahkan duduk di ruang tamu yang megah dan dijamu sebaik mungkin oleh para pelayan.

Beberapa prasangka aneh muncul di kepala papi dan maminya Cherry melihat sosok pria berwibawa di depan mereka.

" Gak mungkin kan orang ini datang jauh-jauh cuma buat melamar anak kita yang kelakuannya agak ajaib itu? " Begitulah yang dipikirkan orang tua Cherry dalam hati.

" Ekhmmm... Ada tujuan apa Nak Liyan berkunjung ke gubuk sederhana kami ini sepagi ini..? " Papi Cherry bertanya dengan nada ramah, beliau bukanlah orang yang sombong meski kaya raya.

" Iya Nak Liyan, ada perlu apa? Adakah sesuatu yang bisa kami bantu..? " Mami Cherry tampak sangat senang kedatangan tamu yang sangat tampan ini.

Jika benar pria ini mau melamar anaknya, alangkah bahagianya wanita paruh baya itu, karena Liyan adalah mantu idaman para ibu sosialita.

" Ahh iya, silakan diminum dulu kopinya Nak.. " imbuhnya lagi dengan senyum sumringah.

Liyan menanggapi keramahan itu dengan senyuman tipis yang sangat sopan.

" Sebelumnya terima kasih banyak Pak.. Bu.. atas sambutannya yang hangat "

" Saya ke sini sebenarnya untuk menjemput calon istri saya yang sedang menginap di sini.. " ujarnya dengan nada yang sangat tenang namun tegas.

" Hahh..! Calon istri!? " Orang tua Cherry kaget bukan main, mereka saling pandang bingung.

Siapa yang dimaksud calon istrinya? Kenapa Cherry gak pernah bilang kalau dia punya hubungan dengan Liyan Huang?

Tapi kalau dipikir-pikir, ekspresi Liyan saat ini lebih terlihat seperti suami yang sedang mengejar istrinya yang kabur dari rumah karena ngambek.

Belum sempat orang tua Cherry menjawab karena masih syok, tiba-tiba kelima gadis itu turun dari tangga dan mengagetkan seisi ruangan.

" Selamat pagi mami papi.." Cherry mencium pipi kedua orang tuanya, benar-benar tidak sadar dengan kedatangan tuan muda Liyan di ruang tamunya.

" Selamat pagi om , Tante.." ujar teman-teman yang lain serempak mengikuti langkah Cherry dari belakang.

1
memei
leon jgn main tebak tebak ,langsung ngomong jujur saja ..kalo PD gak percaya ya sudahlah yg pntg udah ngomong
memei
liyan gengsi di pelihara ,nanti zheya terluka kamu sendiri yg merana krna zheya sedang di incar cewek gila fans beratmu liyan
memei
harusnya chelin yg di basmi kok malah liyan yg di salahin ... itulah akibat terlalu memanjakan nona muda apa2 di turuti jadi obses kan si chelin ini yg perlu di basmi . putri hama wereng chelin
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
semangat kak author💪
memei
ini kapan ketahuan liyan tau kebusukan chelin , samawa ya buat dhea dan semangat buat authornya💪
jhiee: nanti kak.. semua ada di draft.. 😄 paling lama lagi bab seratus lebih..


oh ya sesuai janji. karena kakak udah komen nanti up lagi yaa paling ntar malam kak👍
total 1 replies
memei
Leon aneh yg penjahat chelin yg dibenci liyan ...demi penjahat memusuhi saudara sendiri
memei
leon kau membela orang yang salah ,x ini pasti sasaran celin adalah zheya ... leon harus kasih tau liyan kalo zheya dalam bahaya
memei
chelin menghilang karna kabur dia pembunuh
memei
nah loo Leon peluang selingkuh mu terbuka lebaaarrr...kalo liyan cinta pertamanya emang udah benar2 mati dibunuh si biang kerok Celin
memei
wooy Leon playing victim sama kakeknya dan curiga gak sih yg bunuh gebi si chelin
memei
belum up lagi kak
memei
siapakah calon Dea ,apa teman liyan leon
memei
liyan ayo minta jatah zheya
memei
crazy up
memei
hati hati Zee siang di kasih nafkah lahir tar malamnya di kasih nafkah batin ..persiapkan dirimu zeee
memei
di ulang ulang kalimatnya😂
jhiee: maaf kak, kadang keyboard nya eror😭
total 2 replies
memei
keren tapi kok sepi
memei
sudah kayak suami takut istri beneran nih liyan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!