Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
flashback Kematian Ema
...Diary Ema...
...Di sisa hidup ku yang sekarang aku membuat keputusan yang sangat penting. Aku memilih untuk mempercayai dan mengikuti hatiku. Aku memilih Aleca, sahabatku yang sudah ku anggap sebagai adik kandung ku sendiri....
...Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku yakin bahwa aku telah membuat pilihan yang tepat. Aleca adalah orang yang membuatku merasa aman dan nyaman. Aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain ketika aku bersamanya....
...Aku membiarkannya ALeca menikah dengan Luiz kekasih ku. Mungkin bagi Luiz ini berat tapi harus bagaimana lagi sementara sakit yang aku derita sudah semakin parah....
...Aku merasa kematian sangat dekat menghampiri ku dan ini lah saatnya aku membuat Permintaan terakhir sebelum kepergian ku. Yaitu membiarkan Aleca menikah dengan Luiz....
...Aku yakin setelah kematian ku buku ini akan berada di tangan mu sayang, aku harap kamu mengabulkan permintaanku....
...Luiz semoga kamu dan Aleca selalu bahagia yah......
...----------------...
Luiz menutup buku diary Ema, rasanya ia tak sanggup untuk membaca isinya terlalu dalam sedangkan saat air matanya mengalir. Kalau saja insiden itu tidak terjadi maka aku yakin kamu bisa hidup sampai sekarang Em, jadi aku tidak perlu bersusah payah menikah dengan wanita pilihan mu itu.
Flashback....
“Al, aku bosan nih di rumah sakit terus, please Dong ajak aku jalan-jalan ke taman rumah sakit" Ema memasang wajah dengan ekspresi manja memandangi Aleca yang saat ini hendak menyuapi nya Bubur.
Aleca menghela nafas panjang.“Tapi Em, kata dokter kamu harus memperbanyak istirahat jadi kamu gak bisa kemana-mana”
“Hooh menyebalkan, ayolah kali ini saja mumpung Pacar ku Luiz tidak ada di sini, kamu tau kan dia itu cerewet sekali seperti mama ku”
“IH Ema kamu tu gak boleh gitu, mereka cerewet itu wajar karena mereka itu sayang sama kamu.”
“Hmm lama-kelamaan kamu sama saja seperti mereka Aleca,”
“Iya itu karena aku sayang banget sama kamu dan aku gak ingin kamu kenapa-kenapa”
Tak lama setelah itu dokter pun masuk ke dalam ruangan Ema di ikuti oleh dua orang perawat.“Bagaiman kondisi sahabat saya sekarang dok?”Tanya ALeca.
Ema tersenyum lemah.“Hey ALeca ayolah aku ini terkena kanker stadium akhir jadi kamu jangan berharap mendapatkan jawaban bagus dari dokter heheheh”
Aleca terkejut, tapi mencoba untuk tetap kuat, "Jangan bicara begitu yah Em. Kamu akan sembuh...iya kan dok?”Aleca menatap dokter yang merawat Ema dengan penuh harapan.
“Iya mbak Ema, anda jangan menyerah dulu saya yakin anda pasti sembuh!”Kata dokter mulai memberikan semangatnya.
“Dok ayolah, aku bukan anak kecil lagi, jadi jangan pernah berbohong tentang kondisi ku yah"Peringat Ema.
Dokter dan dua perawat lainnya hanya tersenyum tipis lantas mereka pun meninggalkan ruangan Ema setelah mengecek kondisi Ema.
Ema kembali menatap Aleca dengan memasang wajah manja.“Hey Ayolah ALeca, please aku mohon temani aku berjalan-jalan ke depan mumpung gak Ada dokter dan perawat lagi yang masuk ke dalam ruangan ku”
“Oke, Ema tapi kali ini saja yah”
Di sisi lain seorang pria merasa sakit hati karena sikap Aleca padanya yang menolak cintanya sehingga ia gelap mata dan hendak menghabiskan nyawa Aleca.
“Dia Aleca, saat ini saya yakin dia berada di rumah sakit untuk menjaga sahabat nya yang berada di rumah sakit”Ujar seorang pria sambil memberikan selembar foto Aleca kepada seorang pria bertubuh gemuk.
“Bagaimana saya bisa menghabisi nyawanya?”
“Kamu tenang saja, saya akan memancing Aleca untuk keluar dari rumah sakit itu dan dengan begitu pula kamu dengan muda menghabisi nyawanya,"
...----------------...
“Al entah kenapa aku ingin sekali seblak di seberang rumah sakit itu..?”
“Ema, dengar yah kamu itu tidak boleh makan seblak, ingat dokter melarang__
“Al ayolah kali ini saja, siapa tau ini kali terakhir ku makan seblak sama kamu, please..
“Jangan pernah bicara seperti itu lagi Ema, aku tidak suka mendengar nya!”
“Yasudah makanya temani aku makan seblak,”
...
Trink......Trinnk....Trinnk.....
Saat Aleca dan Ema tengga menikmati seblak pesanan mereka.Tiba-tiba saja ponsel Ema berdering dan seketika itu pula Ema mengangkat nomor yang di nama kan my lovely di ponselnya.
“Hallo sayang,”Jawab Ema dengan ceria.
“Ema,kamu di mana?”Suara pria di ujung sana terlihat seperti khawatir.“Kok kamu tidak ada di dalam kamar mu?"lanjut Pria itu lagi.
Ema terdiam tak bergeming, sehingga ia menjauhkan teleponnya.“Gawat,”lirihnya pelan.
“Ada apa..?"Tanya ALeca.
“Luiz, Al, Luiz ada di kamar ku"
“Ha bukan kah kamu bilang kalau pacar mu itu ada di luar kota..?”
“Hallo Ema sayang, kamu di mana sih!”Jawab pria dengan nada semakin khawatir.
“M-maaf sayang aku ada di warung seblak sekarang, Aleca ingin sekali makan seblak jadi mau tidak mau aku juga ikut menemani nya karena dia tidak mau makan sendirian..”Jawab Ema berbohong.
Aleca menyentuh bahu Ema, wajahnya memerah.“Emaa..kok kamu...”Aleca tak menyangka jika Ema akan berbohong padahal dari awal Ema lah yang mengajak nya ke warung seblak.
Ema menjauhkan lagi ponsel dari mulut nya.“Sorry Ya Al aku gak mau Luiz mengomel karena aku keras kepala, tapi aku janji jika Luiz memarahi mu maka aku akan memarahinya Balik.
Aleca menghela nafas, ia merasa kecewa dengan Ema.“Ayo kita kembali ke kamar mu lagi Em, aku sudah tidak nafsu makan"
“Aleca, kamu marah, aku minta maaf yah.”Ema memohon maaf di saat Aleca sudah berdiri dari duduknya dan mulai melangkah untuk menyebrang.
...----------------...
“Itu dia orang nya cepat tabrak..”Kata seorang pria di dalam sebuah mobil truk tenga mengamati seorang wanita yang hendak menyeberang.
pada saat Aleca hendak menyeberang sebuah mobil yang entah dari mana asalnya tiba-tiba datang dan hendak menabrak nya membuat Aleca berteriak histeris.
tapi untungnya Aleca tak tertabrak mobil melainkan ia hanya terdorong oleh seseorang ke pinggiran jalan sementara seseorang yang mendorong nya tadi,terjatuh ke jalan dan ditabrak mobil truk yang datang dari arah berlawanan. Aleca yang masih shock langsung berlari ke arah orang yang tertabrak.
"Tidak... tidak mungkin... Emaaa!”
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny