Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.
Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maya tewas??
Beberapa saat kemudian setelah menikmati apa yang terjadi padanya dan Maya.
"Sepertinya tenagaku sudah pulih. Haaaaah, saatnya aku kembali mendatangi surga duniaku! Kalian ikutlah denganku, kita berpesta sekarang!" kembali kekehan terdengar dari mulut Bryan.
Di ikuti temannya yang lain, Bryan masuk kedalam kamar tempat Maya berada.
Namun, matanya membelalak saat tak mendapati Maya di atas ranjang, dan jendela yang terbuka.
"Kurang ajar. Maya kabur, dia lari lewat jendela. Cepat kejar!" teriak Bryan pada teman-temannya.
Gegas Rishi, Lucas dan Joe keluar mencari keberadaan Maya. Namun, mereka tidak menemukan siapapun.
"Sepertinya Maya sudah pergi jauh, kita harus mengejarnya menggunakan mobil!" seru Lucas.
"Tunggu apa lagi?? Cepat lakukan bodoh!" hardik Bryan.
Setelahnya mereka keluar dari rumah Maya. Tapi saat Rishi akan melajukan mobil, Bryan menahannya.
"Tunggu Rishi! Sebaiknya, kau dan Lucas turun lalu bakar rumah ini. Jangan sampai ada yang menemukan mayat Fernand dan juga Vello dalam keadaan utuh. Biarkan jasad mereka terpanggang didalam, anggap saja sebagai upacara kremasi untuk mereka berdua!" perintah Bryan, dan langsung di angguki kedua temannya.
Gegas Lucas mengambil jerigen bensin yang disimpan di bagasi mobil, lalu membawanya ke dalam rumah Maya dan menyiramkannya pada setiap sudut. Setelahnya dia membuat jalur kecil dari bensin tersebut, hingga ke mobil.
Ketika Rishi dan Lucas sudah berada dalam Mobil, Bryan dengan tersenyum miring melemparkan korek yang sudah dia nyalakan ke ujung jalur bensin, yang di siramkan Lucas.
"Selamat menikmati perjalanan panjangmu ke neraka, Vellona Fernand! Anggap saja, ini kremasi terakhir dariku untuk kalian."
Setelah itu, mobil yang di tumpangi Bryan meninggalkan halaman rumah Maya yang mulai terbakar.
*
Di sisi lain. Maya terus berlari, menyusuri jalanan. Kakinya sudah terluka tergores aspal jalan karena berlari tanpa alas kaki. Selain itu, kaki Maya juga penuh dengan darah yang mulai mengalir dari paha hingga pada betisnya.
Air mata Maya sudah tidak bisa lagi keluar lagi, Maya merasa, air matanya sudah mengering karena terus menerus menangis.
Maya menangisi cerita hidup yang menciptakan luka, yang sudah membuatnya hancur lebur. Selain fisiknya yang terluka, Maya juga terluka pada hati dan psikisnya.
"Tuhan, tolong selamatkan aku. Semoga masih ada keadilan untukku!! Semoga ada keadilan untuk orang miskin seperti kami!!" Batin Maya terus berteriak, dengan tubuh yang terus berlari meskipun Maya sudah merasa tidak sanggup.
*
Dari kejauhan, mobil yang di bawa Lucas berhasil menyusul Maya yang mulai tiba di perbatasan kota.
"Itu sepertinya Maya?" Tunjuk Lucas saat melihat seorang gadis, yang berlari menggunakan selimut yang di lilitkan seperti sebuah baju.
"Sialan! Dia benar-benar membuatku kesal, mengganggu kesenanganku!" geram Bryan.
Bryan yang merasa sudah kesal karena kesenangannya terganggu, memilih untuk mengakhiri hidup Maya saat itu juga tanpa mau menangkapnya seperti yang ia rencanakan sebelumnya.
"Tabrak dia begitu tiba di dekat jembatan itu Lucas!" perintah Bryan.
"Kau yakin?? Bagaimana kalau dia mati?" tanya Lucas.
"Itu tidak masalah. Karena itu yang aku inginkan sekarang, karena jika dia masih hidup maka bisa menjadi masalah untuk kita!" sahut Bryan.
Tanpa menjawab perkataan Bryan, Lucas menambah kecepatan laju mobilnya. Lalu begitu Maya mulai mendekati jembatan, lucas langsung menabraknya dengan kencang dan membuat tubuh Maya terpental jatuh ke Sungai yang berada di bawah jembatan.
Setelah berhasil menabrak Maya, gelak tawa terdengar dari dalam mobil Bryan dan teman - temannya.
"Ooow Mayaku sayang, Maya ku yang malang!" kekeh Bryan, mengolok Maya yang sudah dia tabrak.
"Kau benar - benar kejam sobat. Kau menikmati tubuh adiknya, lalu memanipulasi kesaksian di pengadilan. Tak cukup sampai disana, kau juga menikmati tubuh kakaknya. Lalu setelah puas, kau langsung memintaku membunuhnya. Bryan Lewis memang luar biasa kejam!" kekeh Joe.
"Aku tidak kejam. Justru aku berbaik hati, membebaskan mereka dari kemiskinan. Seharusnya, mereka berterima kasih padaku!" kekeh Bryan.
"Hahaha. Kau benar - benar diluar prediksi Bryan!" sahut Rishi.
Setelahnya mereka tergelak, tanpa memikirkan bagaimana kondisi orang yang baru saja mereka tabrak dan jatuh ke bawah jembatan.