NovelToon NovelToon
SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan
Popularitas:42.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan di perkuburan tua.

Orang tua bermuka pucat yang mengaku bergelar 'Datuk Kelelawar Biru' sempat agak terperanjat melihat perubahan yang terjadi pada sepasang tangan dan mata si pemuda bernama Dipo Kliwon itu. dia seperti teringat akan sesuatu tapi juga tidak yakin. ''Huhm., aku sudah memperingatkan dirimu tapi kau sendiri yang mencari kematian.!''

Baru saja dia selesai bicara, tubuh kurusnya sudah melesat ke depan. sepuluh jemarinya yang berkuku tajam dan bersinar kebiruan bergerak mencabik bersilangan lalu menusuk ke dada juga perut. meski inti jurusnya belum sampai sasaran namun cahaya biru setajam mata pisau sudah lebih dulu merobek udara.

Dalam gebrakan jurus pertama ini saja Datuk Kelelawar Biru sudah kerahkan tenaga dalam yang cukup kuat tanpa mau perduli pihak lawan hanyalah seorang pemuda delapan- sembilan belas tahunan yang belum dikenal. ini terbukti dari hamparan tanah perkuburan tua yang dilewati arus tenaga serangannya sampai tersapu berhamburan.

Yang di serang hanya menyeringai sinis. dia bukannya menghindar tetapi malah melesat maju memapaki serangan lawan. sepasang tangannya yang berubah menyerupai cakar burung garuda berwarna keemasan langsung bergerak mencengkeram dan menjotos. dia seperti sengaja berniat mengadu kekuatan jurus sekaligus meremukkan pergelangan tangan serta bahu lawannya.

Cahaya kuning- emas dan biru saling beradu kekuatan. gerakan kedua orang ini begitu cepat bagaikan sambaran kilat hingga sangat sulit diikuti pandangan mata. dalam setiap gerakan serangan jurus mereka tersembunyi puluhan gerak tipuan yang mematikan. sedikit saja salah melangkah, nyawa pasti melayang. hanya dalam waktu tiga atau empat tarikan nafas saja, lebih lima jurus telah terlampaui.

Meskipun sekilas pandangan Datuk Kelelawar Biru seperti berada diatas angin dan terus saja menggempur tapi dia juga tetap tidak sanggup mendesak mundur lawannya. hingga pada akhirnya beberapa kali suara ledakan keras dibarengi keluhan tertahan dari mulut Datuk Kelelawar Biru, yang disusul dengan terpentalnya tubuh kedua orang pesilat menyudahi pertarungan sengit itu.

'Whuuutt., bheeeettt., shaaatt., shaaatt.!'

'Plaaang., plaaang., claaaang., blaaaang.!'

'Blaaaamm., blaaaarr.!'

''Uuaagh., setan alas.!''

Datuk Kelelawar Biru berdiri agak terhuyung. jubah birunya yang gembrong terlihat robek besar seperti tercabik di beberapa bagian. ada juga bercak darah pada bagian lengan dan dadanya pertanda dalam pertarungan tadi dirinya telah terluka. dalam hati orang tua ini merasa hampir tidak percaya dengan tingkat ilmu kesaktian lawannya yang masih sangat muda.

''Siapa pemuda yang mengaku bernama Dipo Kliwon ini.? walaupun diriku sudah sangat lama tidak keluar tapi segala sesuatu yang terjadi dalam dunia persilatan tetap dapat aku ketahui. belakangan mulai banyak kaum pesilat muda yang bermunculan baik dari golongan hitam maupun aliran putih. tetapi bocah bernama Dipo Kliwon ini belum pernah kudengar.."

''Kalau dilihat dari sepasang tangannya yang dari siku hingga ujung jarinya berubah seperti batangan emas dan membentuk cakar seekor burung, membuatku teringat pada seseorang. tapi diriku juga tidak yakin karena dari berita yang sempat aku dengar, orang itu selain lebih tua, juga punya wajah buruk rupa..''

"Seharusnya dengan ilmu silatnya yang tinggi, dia pasti sudah dikenal orang. apakah anak muda ini memang baru turun gunung ataukah sengaja menyembunyikan jatidirinya yang sebenarnya.? lantas bagaimana dia dapat melantunkan bait- bait syair rahasia itu. aku mesti memaksanya untuk mengatakan siapa dia sesungguhnya juga tujuannya datang ke tempat ini.." putus Datuk Kelelawar Biru yang semakin penasaran.

Sementara dilain pihak, Dipo Kliwon juga cukup terkejut dengan kekuatan ilmu silat lawannya. dia sempat melirik sepasang cakar emasnya. ''Orang tua ini bukanlah pesilat sembarangan. dia mempunyai tingkat ilmu kesaktian tinggi. meskipun kedua tangan emasku dapat menahan serangannya tapi kecepatan gerakannya tidak dapat dianggap remeh..''

Saat itu Datuk Kelelawar Biru sudah kembali menegurnya. ''Kuakui kemampuanmu cukup membuat diriku terkejut bocah. meski sangat disayangkan jika kau mati begitu muda tapi apa boleh buat. sebab bagiku lebih baik aku salah membunuh seratus orang daripada ada satu musuh yang terlepas dari tanganku..''

Dipo Kliwon menyedot asap tembakau dari pipa cangklong peraknya yang pendek hingga habis lalu menyimpannya dibalik baju. 'Kau lakukan saja semua yang engkau inginkan orang tua. tapi tidaklah gampang untuk dapat membunuhku. salah- salah., mayatmu sendiri yang bakalan terkapar dan menjadi penghuni baru perkuburan tua ini..''

''Bangsat., mulut sombongmu hanya akan mempercepat kematianmu.!'' ancam Datuk Kelelawar Biru penuh gusar. dengan tubuh lebih membungkuk, sepasang tangannya terentang lurus ke samping kiri- kanan. dalam sekejap mata saja dari kedua lengan sampai ujung jarinya diselimuti kobaran api merah.

Dengan meraung buas orang tua ini kibaskan sepasang tangannya kedepan. dua larikan cahaya merah lebar seolah kepakan sayap kelelawar berapi raksasa menyambar ganas. semburan gelombang hawa sangat panas turut pula membakar semak rumput- belukar tinggi diatas tanah perkuburan hingga hangus tidak bersisa.

''Datuk Kelelawar Biru., bagaimana kau bisa menguasai ilmu kesaktian 'Sayap Kelelawar Neraka Pemancung Roh' itu.!'' teriak Dipo Kliwon dengan raut wajah berubah hebat. karena meskipun saat itu dia masih seorang bocah, tapi pemuda itu tahu betul kalau ilmu kedigdayaan ini hanya dikuasai oleh sang pimpinan 'Benteng Keramat Seribu Kelelawar' dan keempat orang pembantu utamanya.

Datuk Kelelawar Biru sebenarnya juga terkejut sebab tidak mengira lawan akan mengenali nama ajian yang dia kerahkan. tapi tidak ada waktu lagi baginya untuk berpikir lebih jauh karena si pemuda juga sudah mengeluarkan sejenis jurus kesaktian tingkat tinggi yang kemungkinan lebih dahsyat dari miliknya.

Seakan sadar dengan kekuatan serangan jurus lawannya, tanpa mau buang waktu Dipo Kliwon lontarkan tubuhnya ke atas udara sampai setinggi hampir tiga tombak. meski demikian dia tetap agak terlambat karena sinar pukulan lawan hanya lewat dua jengkal saja dari bawah telapak kakinya. biarpun dia tidak terkena secara langsung tapi sengatan hawa panasnya tetap membakar habis alas kaki kayunya.

Dua cahaya api lebar dan panjang merentang dari jurus Sayap Kalong Kelelawar Neraka Pemancung Roh itu terus melabrak puing- puing reruntuhan batu yang ada dibelakang hingga hancur- lebur. bersamaan itu dalam ketinggian sana kedua tangan Dipo Kliwon membuat serangkaian gerakan aneh mulai mencabik, mencengkeram dan memukul.

Kelebatan pijaran cahaya kuning emas yang sangat menyilaukan mata sesaat menyelimuti dirinya. saat tangan pemuda itu menghantam, muncul sembilan larikan sinar emas yang masing- masing membentuk cakar burung garuda yang langsung menghujani tubuh Datuk Kelelawar Biru. hawa udara malam yang gelap dan dingin sontak berubah panas membara. terang- benderang oleh cahaya- cahaya emas yang bertabur diudara.!

"Aah., jurus pukulan 'Cakar Garuda Emas Melebur Sembilan Gunung.!" jerit Datuk Kelelawar Biru panik bercampur ngeri saat dia mengenali ajian lawan. meskipun harus menguras seluruh sisa tenaga kesaktiannya, terpaksa dia melontarkan lagi ilmu Sayap Kelelawar Neraka Pemancung Roh yang jadi andalannya jika tidak mau mati konyol.

'Shaaatt., whuuuss., whuuuss., wheeees.!'

'Blaaaamm., blaaaamm., blaaarr., glaaaarr.!'

Ledakan keras yang merobek kesunyian malam terjadi secara beruntun. seantero tempat berguncang hebat laksana dilanda gempa bumi. tanah perkuburan terbongkar hingga ratusan potongan tulang- belulang di dalamnya turut berhamburan. debu- tanah berbatu bergulungan menutupi pandangan mata. udara terasa panas membakar tubuh.

Dari balik gulungan hawa panas itu, terdengar teriakan kesakitan yang menyayat dibarengi terlemparnya sosok tubuh Datuk Kelelawar Biru. darah segar tersembur dari mulut juga beberapa bagian raganya yang terluka. orang tua ini jatuh terkapar sejauh lebih dari lima tombak. nafasnya berat dan tersengal seolah dia telah berada di penghujung ajalnya.

Sejuta rasa penasaran hanya tertahan diujung tenggorokan. setiap kali dia hendak bicara, yang keluar hanyalah semburan darah panas. meskipun begitu banyak beban tugas yang diembannya namun belum satupun dapat terlaksana. tapi sebelum segalanya berubah menjadi gelap, orang tua itu masih sempat merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuhnya.

............

Silakan menuliskan komentar Anda. 😊🙏👍👌☝⭐🌹☕👆💪👏🤝🤲😁. Jangan lupa juga untuk memberikan penilaian Rate ⭐bintangnya bila Anda suka, juga kritik dan sarannya. Terima kasih.

1
Tessar Wahyudi
mantap👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Slow ego
si Tole mantap joss💪
nina hariah
semangat terus updatenya author 💪
anggita: 👌trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwa 🥰
anggita: trims.
total 1 replies
Slow ego
like👍🌹vote👌, uplagi
anggita: oke 👌
total 1 replies
Rahma AR
like dan 2 iklan😊
Elisabeth Ratna Susanti
plus satu iklan karena keren sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹🥰👍
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Slow ego
lanjut up lagi thor👍☝🌹
nina hariah
semangat terus updatenya author
anggita: ok👌 trims
total 1 replies
nina hariah
next author
Sih Winarti
selicik Sangkuni si tolle 🤣
Rahma AR
like dam.iklan😊
Sih Winarti
licik banget si tolle🤣
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
Slow ego
up lagi ya Thor..👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!