NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Ada Petunjuk

Begitu cahaya putih menghilang, Nino langsung berada di TKP. Seorang pria mengenakan topeng Rahwana mendekati Riri yang tergeletak di lantai dengan kedua tangan dan kakinya terikat. Di tangan pria itu terdapat palu.

Melihat penampakan di depannya, Nino semakin yakin jika pembunuhan dilakukan oleh pelaku yang sama. Kali ini fokus Nino hanya tertuju pada pelaku. Dia memperhatikan secara detail, pakaian, bentuk tubuh dan topeng yang dikenakan.

Sayang, proses visualisasi yang biasa dilakukan Nino hanya bisa membuatnya melihat kejadian saat kematian korban. Dia tidak bisa mencium aroma apa pun. Jadi untuk menemukan pelaku, dia hanya mengandalkan penglihatan saja.

Semua bagian tubuh pelaku tertutup pakaian, termasuk tangannya yang terbungkus sarung tangan. Topeng yang dikenakannya sama sekali tidak menyisakan celah untuk melihat wajahnya. Lubang hanya berada tepat di bagian mata saja.

Kemudian pandangan Nino beralih pada tas milik pelaku. Tas itu masih terbuka hingga Nino bisa melihat laptop dan drone di dalamnya. Saat Nino hendak melihat lebih seksama, dia sudah terlempar keluar dari visualisasi.

“Apa yang kamu dapat?”

Nino menggeleng pelan. Dia memang belum bisa menemukan petunjuk apa pun dari sang pelaku.

“Dia menutupi tubuhnya dengan rapat. Bahkan aku tidak bisa melihat bagian kulitnya. Tangannya terbungkus sarung tangan. Begitu juga dengan kakinya. Dia mengenakan kaos turtle neck, jadi bagian lehernya juga tidak terlihat.”

“Bagaimana dengan topengnya?”

“Tidak ada yang aneh.”

Asep mengembuskan napas kasar. Pelaku kali ini benar-benar licin. Jejaknya sulit ditelusuri. Dia seakan menghilang begitu saja setelah melakukan pembunuhan.

“Sepertinya dia sudah mempersiapkannya dengan matang semua pembunuhan ini. Dia tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Seolah-olah dia tahu apa saja yang sering dilakukan polisi saat melakukan penyidikan,” gumam Asep.

“Bisa jadi dia mempelajarinya. Bukan hal sulit menemukan hal seperti ini.”

“Ya, kamu benar. Lalu bagaimana?”

“Sebaiknya kita istirahat. Besok kita ke rumah sakit. Semoga dokter Bagas menemukan petunjuk lain.”

Nino dan Asep segera masuk ke dalam kamar. Gilang juga ikut masuk ke kamarnya. Tubuhnya terasa remuk-redam. Entah apa yang sudah terjadi padanya hari ini. Pemuda itu tidak mau bertanya karena yakin jawaban yang akan didapatnya akan membuatnya kesal.

Eris mengajak semuanya meninggalkan ruang tengah. Mereka menuju halaman depan. Lebih baik berbincang di sini, dengan begitu tidak akan mengganggu waktu istirahat ketiga pria itu.

“Riri, saat rohmu keluar dari ragamu, apa kamu melihat seseorang? Maksudku makhluk sepertiku?” tanya Ahqam.

“Ya. Dia ada di dekatku. Dia menangis dan memanggil namaku. Tapi aku tidak mengenalnya.”

“Apa dia melihatmu?”

“Iya. Aku takut melihatnya. Setelah apa yang aku alami, aku takut dan langsung pergi dari sana. Aku lihat dia menyusulku.”

“Lalu di mana dia sekarang?”

“Aku tidak tahu. Saat aku tahu dia mengejarku, aku memilih bersembunyi. Lalu aku melihat dia mengikuti seseorang lalu masuk ke dalam mobil.”

“Sepertinya orang yang diikutinya adalah pembunuhmu.”

“Tapi kamu tidak bisa menemukannya,” sahut Eris.

“Ya. Aku sudah mencari ke seluruh tempat, bertanya pada kaumku, tapi tidak ada yang melihatnya.”

“Mungkin dia bersembunyi. Aku akan membantumu mencarinya besok.”

“Ya.”

Nilan dan Prisa sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan. Ternyata tidak mudah mencari pembunuh itu. Nilan melihat cukup lama pada Riri. Arwah wanita itu sedang menerka-nerka, apa kesalahan mereka sampai sang pembunuh memilih mereka menjadi targetnya.

Suasana menjadi hening. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya suara tangis Riri memecah keheningan di antara mereka. Nilan langsung mendekatinya lalu memeluknya.

“Jangan menangis, Riri. Semua sudah terjadi. Mungkin memang takdirnya kita harus bernasib seperti ini,” Nilan berusaha menenangkan Riri.

“Aku hanya teringat ibuku. Dia sedang sakit. Terakhir bibiku menelepon dan bilang asma ibuku kambuh. Dia butuh obat. Sementara bibiku juga kekurangan. Bagaimana dengan nasibnya. Lalu adikku … bagaimana dengan sekolahnya?”

Riri terus menangis. Suara tangisannya terdengar begitu menyayat hati. Pria ikut mendekat lalu memeluknya.

“Tenanglah Riri, aku akan bicara pada Nino dan Asep. Siapa tahu mereka punya solusi untuk keluargamu,” ujar Eris.

“Bagaimana kalau kita buat video di TokTok,”celetuk Prisa.

“Untuk apa?”

“Kita minta bantuan ke Pak Gubernur. Pak Dedi … tolong keluarga saya, Pak Dedi. Ibu saya sakit-sakitan dan butuh biaya berobat. Adik saya juga butuh biaya untuk sekolah.

Pasti banyak netizen yang up videonya. Kalau Pak Dedi lihat, siapa tahu ibumu dapat bantuan.”

“Terus bagaimana kamu buat videonya?” tanya Ahqam.

“Ya pinjam hape Gilang. Biar dia yang ngomong. Nanti dia tinggal nunjuk ke Riri.”

“Bukannya bantuan, nanti Pak Dedi malah kirim tenaga medis dari rumah sakit jiwa buat angkut si Gilang.”

“Kenapa?” tanya Prisa bingung.

“Dia itu mahasiswi, tapi kenapa dongo sih,” kesal Ahqam. “Udah mending kita istirahat aja. Makin puyeng dengar omongan si Prisa.”

Ahqam segera mengajak Eris pergi. Nilan juga mengajak Riri pergi. Kini hanya tinggal Prisa yang masih tinggal. Dia bingung, di mana letak kesalahan kata-katanya barusan?

***

Keesokan paginya, sebelum Nino dan Asep berangkat ke kantor, Eris mengajak keduanya bicara. Hantu wanita itu menyampaikan kekhawatiran Riri akan kondisi ibu dan adiknya.

“Apa keluarga Riri sudah tahu soal kematiannya?”

“Sudah. Kemarin Bang Miko sendiri yang menemui keluarga Riri.”

“Pasti ibunya sangat terpukul.”

“Ya, bahkan ibunya sampai pingsan. Tapi tenang saja, ibu Riri sudah dibawa ke rumah sakit. biaya pengobatannya juga sudah ditanggung oleh pemerintah provinsi. Bilang pada Riri untuk tenang, masalah ibu dan adiknya sudah ada yang mengurus.”

“Syukurlah,” perasaan Eris langsung tenang mendengarnya.

“Apa ada lagi yang mau kamu sampaikan?”

“Ahqam, dia sempat berbicara dengan jin yang selalu mengikuti Riri, namanya Jongkok eh … Jung Kook. Tapi setelah dicari, dia tidak menemukannya. Aku bermaksud membantu Ahqam mencarinya. Sepertinya Jung Kook tahu siapa pembunuh Riri.”

“Jung Kook? Kok bisa? Emangnya dia nggak sibuk sama grupnya?” tanya Asep.

“Ish … jin itu niru penampilan Jung Kook karena tahu Riri itu penggemar Jung Kook BTS. Makanya dia bilang ke Ahqam kalau namanya Jung Kook. “

“Ooh … kirain. Tapi dia ada effortnya juga. Tahu cewek yang disukainya senang Jung Kook BTS, langsung ubah penampilan jadi Jung Kook. Kalau kamu suka siapa, Ris?”

“Aku sukanya Tom Cruise.”

“Nggak ada yang muda gitu? Dia kan udah tuir.”

“Tapi waktu aku masih hidup, dia masih muda, masih ganteng. Tapi sampai sekarang tetap ganteng sih,” wajah Eris tersenyum membayangkan wajah tampan Tom Cruise, idolanya.

“Si Ahqam nggak mau usaha gitu biar mukanya kayak Tom Cruise?” tanya Nino iseng. Dia tahu jika Ahqam diam-diam mencuri dengar pembicaraan mereka.

“Kamu nggak eneg lihat muka jeleknya si Ahqam?” sambung Asep.

Ahqam diam-diam memang sedang mendengarkan percakapan ketiganya, walau tidak menunjukkan diri. Tentu saja dia dongkol setengah mati mendengarnya.

Kalau nggak takut sama Abah Ade, udah gue buang lo berdua ke Gunung Kawi, gerutu Ahqam dalam hati.

“Kalau kamu mau bantuin Ahqam cari si Jongkok, silakan aja,” ujar Asep sebelum meninggalkan rumah bersama Nino.

“Jung Kook, astaga!” Eris menepuk keningnya.

Setelah Asep dan Nino pergi, Ahqam menampakkan wujudnya. Dia sengaja berdiri di belakang Eris. Saat hantu wanita itu berbalik, Eris terkejut melihat Tom Cruise muda berdiri di hadapannya.

***

Ahqam🤣

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!