Pada saat makan siang Gilang menabrak ayah Dhea, Gilang membawa ayah Dhea kerumah sakit saat itu kondisi ayah Dhea sudah kritis hingga akhirnya meninggal dunia, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Ayah Dhea berpesan agar Dhea tidak mencari tahu siapa yang membuat ayahnya seperti itu karena pelaku penabrakan itu sudah bertanggung jawab. Ibu Dhea sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena kanker yang dideritanya.
Ibu Gilang yang bernama Maya berniat menjodohkan Dhea dan Gilang sebagai permintaan maaf, walaupun Dhea tidak tahu siapa yang telah menabrak ayahnya sampai meninggal.
Dhea dan Gilang menikah, setelah beberapa hari menikah Gilang mengalami kecelakaan, kakinya lumpuh sementara.
Hai Guys ini karya pertama aku.
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😄👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka nur hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.Amnesia
Dua minggu berlalu Dhea tak kunjung sadar juga, pada siang harinya Gilang sedang memegang tangan Dhea sambil menangis.
"kapan kamu sadar sayang" ucap Gilang dalam hati.
Mama Gilang yang sedang melihat anaknya itu pun ikut menangis.
Tangan Dhea bergerak dan perlahan mulai membuka matanya.
"Dhea kamu sudah sadar..... " ucap Gilang sambil tersenyum.
"si... siapa kalian? " tanya Dhea yang membuat Gilang dan Maya kebingungan.
"Dokter... dokter... " teriak Gilang.
Dokter datang dan memeriksa Dhea.
"Dok... mengapa Dhea tidak mengingat saya" tanya Gilang.
"akibat benturan yang sangat keras di bagian kepala pasien, mengakibatkan ia mengalami Amnesia atau lupa ingatan" balas dokter tersebut.
"kira - kira kapan dia bisa sembuh dok.... " tanya Gilang lagi.
"untuk waktunya saya tidak tahu, bahkan ada orang yang amnesia seumur hidupnya, tapi kalau saya lihat - lihat ingatan ibu Dhea bisa kembali normal" ucap Dokter
"Dhea ini mama mertua kamu sayang, kamu ingatkan" kata Maya sambil meneteskan air mata.
"aww.... " Dhea berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya
"maaf Bu.... sebaiknya jangan dipaksakan, pasien akan sembuh pelan - pelan, kalau gitu saya permisi dulu" ucap dokter lalu meninggalkan ruangan.
"Dhea ini mama mertua kamu dan ini suami kamu nak.... " ucap Maya sambil meneteskan air mata.
"mama mertua, aku sudah menikah? " tanya Dhea
"iya sayang, ini suami kamu Gilang " balas Maya sambil menunjuk Gilang
"ayah dan ibuku mana? " tanya Dhea lagi
"ibu dan ayah kamu sudah meninggal Dhea" ucap Maya
"awww..... mengapa susah sekali mengingatnya" kata Dhea.
"sabar sayang pelan - pelan kamu akan mengingat semuanya " ucap Maya
"Dhea aku dan mama keluar dulu ya" kata Gilang lalu menarik tangan mamanya keluar.
"Ma.... lebih bagus kalau Dhea gak bisa ingat semuanya " ucap Gilang yang sudah berada diluar bersama mamanya
"kamu ini bicara apa, kamu mau istri kamu terus kesakitan" balas Maya
"bukan gitu ma, Dhea kan sudah tau semuanya, kalau dia ingat semuanya Dhea bakalan pergi lagi ma.... " ucap Gilang
"jadi maksud kamu, mau biarin Dhea kesakitan terus gitu" tanya Maya.
"ya gak gitu ma... " balas Gilang
"mama gak mau dengar omongan kamu, ayo kita masuk " kata Maya sambi menarik tangan Gilang masuk.
Dokter masuk.
"Bu Dhea besok sudah boleh pulang" ucap dokter yang menangani Dhea.
"iya dok.... Terima kasih " kata Dhea sambil tersenyum.
"Dhea kamu makan dulu ya sayang, biar Gilang yang suapin" kata Maya sambil menyerahkan piring berisi makanan Dhea ke Gilang.
Gilang menyuapi Dhea dengan sangat lembut.
"Mas..... apakah benar kita sudah menikah" tanya Dhea
"ya, tapi kita belum pernah melakukan hubungan suami istri" jawab Gilang
"kapan kita menikah" tanya Dhea lagi
"sebulan yang lalu " balas Gilang.
"kita sudah menikah sebulan, tapi kita tidak pernah melakukan hubungan suami istri, aku tidak yakin kalau kita benar - benar sudah menikah " kata Dhea
"lihat ini" ucap Gilang sambil menunjukkan foto pernikahan dia dan Dhea
"ah... ya kita memang sudah menikah" ucap Dhea
"tapi aku masih tidak yakin, aku gak mau satu kamar sama kamu kalau aku sudah boleh pulang dari sini " kata Dhea
"kenapa? " tanya Gilang
"tunggu aku mengingat semuanya " ucap Dhea
"kalau kamu gak bisa mengingatnya seumur hidup gimana? " tanya Gilang
"kata dokter tadi kan aku bisa mengingatnya kembali" balas Dhea
"ah... ya terserah kamu" kata Gilang
••••••••
**Bersambung.......
Jangan lupa like comment and vote ya😄😄😄**
Lanjut terus kak....semangat
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Feedback to The Gangster Boy↪️
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
Jangan lupa datang ke novelku ya.Judulnya " Ray Stardust."
Kutunggu kedatangan kalian
semangat selalu yah,,,
semoga sukses di karya selanjutnya,,,
jangan lupa selalu feedbacknya kak 😉😉😉
slm mnis dri kisah elena