NovelToon NovelToon
Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Wiwi

Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Di sebuah desa pun heboh setelah salah satu warga menemukan Nita yang tergeletak di sebuah pos ronda.

"Loh, siapa ini? Kenapa ada perempuan di pos ronda malam-malam begini? Siapa perempuan ini ya?" lirih salah satu warga saat melihat Nita.

Dengan sedikit gemetar, orang itu pun mencoba mendekati Nita untuk mengeceknya. Betapa terkejutnya orang itu setelah mengecek kondisi Nita.

"Astaghfirullah...! Ini... Ini... Kan anaknya pak Surya sama Eni! Ngapain dia tidur di pos ronda? Eh... Tunggu, bukannya perempuan ini sudah lama kerja di kota ya? Terus ngapain dia disini malam-malam? Apa mungkin dia kelelahan dan memutuskan untuk istirahat disini sebentar" lirih seorang warga.

"Astaghfirullah...! Kenapa tubuhnya dingin banget?! Ya Allah...! Dia sudah nggak bernafas lagi!" seru warga itu.

Kemudian orang itu segera memukul kentongan untuk mengumpulkan para warga.

TONG...

TONG...

TONG...

TONG...

"Tolong...! Tolong...! Tolong...!" teriak orang itu sambil memukul kentongan.

Mendengar ada orang yang memukul kentongan, seluruh warga pun segera menghampiri.

"Ada apa sih?!"

"Ngapain mukul kentongan kang?!"

"Berisik banget malam-malam pukul kentongan!"

"Sebenarnya ada apa sih kang?!"

"Iya, ada apa kok pukul kentongan kayak ada masalah darurat aja!"

Berbagai pertanyaan dari para warga yang sudah berkumpul di pos ronda. Warga bernama Asep yang tadi memukul kentongan pun bingung bagaimana caranya menjelaskan pada para warga.

"Mohon maaf bapak-bapak, ibu-ibu, saya hanya ingin memberitahu kalau ada orang di pos ronda!" ucap Asep sambil menunjuk ke arah Nita.

"Lah, siapa itu? Kenapa tidur di pos ronda?" tanya salah satu warga segera.

"Kenapa tidur di pos ronda?"

"Sepertinya dia kecapean, dan istirahat di tempat ini"

"Dia mirip sama anaknya pak Surya sama Bu Eni" jawab Asep.

"Apa anak saya?! Jangan ngaco kamu Sep!" ucap Surya yang langsung mengeceknya.

Betapa terkejutnya dia saat melihat kondisi Nita yang ternyata sudah tidak bernyawa lagi.

"Astaghfirullah Nita...!" teriak pak Surya sambil menangis setelah mengecek kondisi Nita.

"Ya Allah...! Nita, bukannya kamu kerja di kota nak? Kenapa sekarang kamu ada disini?!" Seru ibu Nita histeris.

Salah satu warga pun ada yang memanggil budan desa untuk memeriksa Nita. Dan hasilnya membuat mereka semua heboh, karena Nita di nyatakan sudah meninggal.

"Permisi pak Surya, Bu Eni, biar Bu bidan yang periksa anak kalian" ucap Ujang.

"Silahkan Bu bidan, tolong periksa anak saya" jawab Surya.

"Pastinya pak" jawab bidan itu.

"Maaf pak, setelah saya periksa semuanya. Ternyata anak kalian sudah meninggal dunia, mohon maaf saya tidak bisa membantu banyak.

"Huuu huuu uuu... Nita...! Kenapa kamu harus meningal secepat ini nak?!" seru ibu Nika menangis histeris.

Sontak desa itu pun berubah menjadi heboh karena Nita. Sedangkan di tempat lain, Nathan masih setia menunggu kedatangan sang istri. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua dini hari, namun belum ada bahwa Seinara akan pulang. Nathan masih tetap terjaga di kamarnya sambil terus menatap keluar.

"Kemana kamu pergi Nara? Apa kamu pulang ke rumah orang tua kamu? pliis... Jangan bikin aku khawatir seperti ini" lirih Nathan sambil mengusap wajahnya kasar karena dia sedang khawatir pada istrinya.

Matahari pun mulai menampakkan sinarnya, Nathan tidak bisa tidur karena menunggu sang istri semalaman. Nathan keluar dari kamarnya dengan wajah kusut.

"Pagi tuan...!" sapa Alex pada Nathan saat baru keluar dari kamarnya.

"Pagi juga Lex, apa jadwal saya hari ini?" jawab dan tanya Nathan pada Alex.

"Hari ini anda undangan untuk mengisi acara di kampus Bintang satu sampai siang, terus ketemu klien dari Australia" jawab Alex.

"Kampus bintang satu, bukannya itu kampus istri saya kuliah?" tanya Nathan segera.

"Iya tuan itu memang kampus dimana Nyonya kuliah, apa anda ingin menerima undangan tersebut?" jawab dan tanya Alex.

"Iya kamu terima aja undangan itu, kebetulan saya juga penasaran sama dia" jawab Nathan sambil berlalu menuju ke ruang makan.

Nathan menikmati sarapan pagi sendiri, sebenarnya dia tidak selera makan. Sehingga dia memilih untuk menikmati secangkir kopi dan kurma sebagai pengganti sarapan. Selesai sarapan Nathan pun berangkat menuju ke kampus sang istri bersama dengan Asistennya. Kedatangan Nathan dan Alex langsung membuat heboh seluruh penghuni kampus tersebut.

"Wah... Itu pak Nathan...!"

"Pak Nathan kamu ganteng sekali...!"

"Pak Nathan i love you...!"

"Pak Alex juga ganteng banget...!"

Berbagai seruan kehebohan para mahasiswi di kampus tersebut.

"Ada apaan sih heboh banget mereka?!" tanya Seinara pada sahabatnya.

"Mereka itu sedang heboh karena kedatangan pak Leonathan Nugroho, pengusaha muda paling sukses saat ini" jawab Jessy dengan nada alay.

"Iiiih... Apaan sih mereka, heboh banget deh. Gantengan juga pak Arjuna" ucap Firly kesal.

"Leonathan Nugroho, bukannya itu nama suami gue ya? Untuk apa dia datang ke kampus ini?" lirih Seinara dalam hati.

"Itu kan menurut loe Fir, kalau menurut gue, ya pak Nathan memang pentas jadi idola!" ucap Valen.

"Benar banget itu Len, gue setuju sama loe! Karena gue juga merupakan salah satu fans beliau!" ucap Jessy membenarkan perkataan Valen.

"Hahahaha... kalian ini ngapain sih berdebat masalah beginian?" tanya Seinara sambil tertawa melihat para sahabatnya yang sedang berdebat masalah Nathan.

"Oh ya Sein, Lo ikut kan seminar kali ini?!" tanya Jessy pada Seinara.

"Sorry gaes, hari ini gue nggak bisa ikut. Tapi... Gue minta tolong buat rekamin materinya ya" jawab Seinara.

"Gue penasaran gimana Nathan memberikan materi nanti. Apakah sama seperti saat di rumah? Hihihi..." lirih Seinara dalam hati sambil cekikikan.

"Loh memang loe mau kemana?" tanya Firly segera karena penasaran.

"Gue mau ikut lomba, jadi nggak bisa ikut materi bulan ini" jawab Seinara sambil mengusap-usap kepala sahabatnya itu.

Firly pun mengangguk tanda mengerti, tapi tiba-tiba dia terlihat cemberut. Saat dia mengingat kalau Seinara ikut lomba dengan didampingi oleh Arjuna. Dosen yang paling dia sayangi.

"Apa loe ikut Lomba bareng sama pak Arjuna?" tanya Firly tiba-tiba.

"Sepertinya sih..." jawab Seinara menggantung, dia sengaja ingin menggoda sang sahabat.

"Kalau begitu gue ikut loe aja ya Sein, biar gue makin dekat sama pak Arjuna" ucap Firly dengan penuh semangat.

"Loe yakin ingin ikut sama gue?" tanya Seinara semakin menggoda sahabatnya.

"Iya gue yakin, yang penting gue bisa dekat sama pak Arjuna" jawab Firly tegas.

"Tapi... Gue nggak sama pak Arjuna kok Fir, hahaha....! tenang aja, gue berang lomba bareng sama peserta yang lain" ucap Seinara sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah sang sahabat.

"Iiiiihh... Nyebelin banget sih Sein!" kesal Firly sambil memukul lengan Seinara.

"Aww... Sakit Fir, gila sadis banget loe jadi perempuan!" protes Seinara.

"Udah yuk, mending sekarang kita ke aula. Sebentar lagi acaranya pasti sken di mulai" ajak Valen pada semuanya.

"Kalau begitu gue juga berangkat ya, bye bye...!" pamit Seinara.

Lalu mereka pun berpisah, lebih tepatnya Seinara yang pergi meninggalkan para sahabatnya. Mereka tidak sadar kalau dari tadi Alex sedang berdiri di balik pilar yang tidak jauh dari mereka. Alex pun segera menemui tuannya, untuk memberikan informasi yang di dapatkan.

"Aku harus kasih tau tuan kalau nyonya sedang menunggu materi yang akan di sampaikan tuan. Pasti tuan akan senang mendengarnya" lirih Alex yang kemudian berlalu begitu saja untuk menyusul tuannya.

1
Ikhsan Fatkhurozi
bener tuh si Arjuna pibdahin aja
Ikhsan Fatkhurozi
lanjut
Intan Hidayat
uiiih... Seinara dan Nathan mulai pdkt
Ikhsan Fatkhurozi
semakin manarik
Hidayatul Wahid
lanjut dong nggak pake lama
Intan Hidayat
lanjut
Ikhsan Fatkhurozi
persahabatan yang menarik
Ikhsan Fatkhurozi
cukup menarik, semoga semakin menarik kelanjutannya
Hidayatul Wahid
👍
Hidayatul Wahid
seinara mantap
Intan Wiwi
siap
Intan Hidayat
lanjut
Intan Hidayat
yuk sein jangan lemah
Intan Hidayat
oke juga Seinara
Intan Hidayat
lanjut
Intan Wiwi
terimakasih udah mampir
Intan Hidayat
sepertinya masa lalu Seinara menarik
Intan Hidayat
Nita nyebelin
Intan Hidayat
sepertinya Arjuna suka sama Seinara nih
Intan Hidayat
Nathan mulai tanggung jawab juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!