NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana

Wanita Mantan Narapidana

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Selingkuh / Bad Boy / Chicklit / Tamat
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lembayung Senja, namanya begitu indah, namun, tak seindah nasib hidupnya.

Pernikahannya bahagia, tapi rusak setelah seorang wanita hadir diantara dirinya dan sang suami.

Fitnah yang kejam menghampirinya, hingga ia harus berakhir di penjara dengan tuduhan membunuh suaminya sendiri pada malam pertengkaran terakhir mereka.

Kelahiran bayi yang seharusnya menjadi hadiah pernikahannya bersama Restu Singgih suaminya, justru harus di warnai tangis nestapa, karena Lembayung melahirkan bayinya di balik jeruji penjara. Dua puluh tahun berlalu, Lembayung mendekam di penjara atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.

Setelah bebas, Albiru justru berkata bahwa ia malu memiliki Ibu seorang mantan narapidana.

Akankah Lembayung menemukan kembali kabahagiannya setelah sekian lama menanggung derita tanpa berbuat dosa? Bagaimana Lembayung memperbaiki hubungan dengan Biru yang kini telah sukses? Pembalasan apa yang akan Lembayung lakukan pada orang-orang yang telah mengkhianatinya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anjani Saat Ini

#16

Ayu menatap piring yang ada di pangkuannya, kemudian menoleh pasa Bu Dahlia. 

Bu Dahlia menyingkirkan rambut Ayu yang berantakan, di tepian wajahnya. “Ayo, makan. Biar tubuhmu bertenaga, makanan manis bisa memberikan sumber energi untuk tubuh.” 

Ayu kembali diam melamun. “Wajar jika di fase-fase awal ini kamu merasa stres, tertekan, serta menyalahkan diri sendiri karena tak berdaya melawan situasi. Tidak apa-apa, sungguh.” 

“Tapi kamu juga harus sadar bahwa hidupmu bukan hanya milikmu sendiri, ada anak yang menanti ibunya keluar dari lapas. Ingatlah itu.” 

Mendengar kata Anak membuat ingatan Ayu kembali menerawang ke wajah mungil putranya. Tubuhnya laksana mayat hidup, tapi batinnya meneriakkan rasa rindu untuk buah hatinya. 

Perlahan Ayu mulai menangis, “Menangislah, luapkan tangismu, agar kau bisa melampiaskan kesedihanmu.” Bu Dahlia menepuk pundak Ayu pelan, membiarkan wanita itu menangis hingga puas. “Biru— Biru—” raungnya pilu. 

Bu Dahlia setia menemani Ayu, memeluknya, mengusap punggungnya, hingga tangis wanita itu benar-benar reda. 

“Jika hanya menangis dan menyesali diri, tak akan mengubah apa-apa, kamu harus bergerak secara dinamis, mengikuti alur perkembangan zaman, agar tidak tertindas.” 

“Apa yang bisa ku lakukan, Bu. Aku tak bisa apa-apa selain mengurus rumah.” 

“Bukan tak bisa, tapi, belum bisa.” 

“Maksud Ibu, apa?” 

Bu Dahlia tersenyum bijak, rupanya Ayu belum tahu, bahwa di lapas ada banyak kegiatan yang memungkinkan Ayu untuk bisa belajar. Mulai dari pembinaan keagamaan, memasak, menjahit, merawat tanaman, hingga mengolah sampah daur ulang hingga menjadi barang baru yang siap di pasarkan. 

“Jika di luar kamu tak sempat belajar, maka disini kamu bisa menggunakan waktu luangmu untuk belajar sampai puas.” 

“Kau ingin berolahraga? Memasak? Atau menekuni hobi yang dulu di luar sana tak bisa kau wujudkan. Lakukan semuanya sampai puas, karena kau tak perlu memikirkan apa-apa selain dirimu sendiri.” 

Agaknya ucapan Bu Dahlia cukup mengena di hati Ayu, wanita itu menoleh ke sekitar, kawan-kawan satu selnya yang tertawa lepas bahagia, padahal mereka juga terkurung di balik jeruji besi. 

“Apa kau tak kasihan pada mereka? Yang harus selalu menjagamu ketika malam datang?” tanya Bu Dahlia, bermaksud memancing kepekaan dalam diri Ayu yang mungkin nyaris hilang ditelan rasa putus asa. 

Tiba-tiba, tanpa di komando, para penghuni sel nomor 10 menoleh ke arah Ayu. Mereka melambaikan tangan, memanggil Ayu agar bersedia datang mendekat. 

“Pergilah, berbaurlah dengan mereka, isi hari-harimu dengan tawa yang menyala, bukan dengan tangis kesedihan dan rasa putus asa. Bisa jadi orang-orang diluar sana yang telah menjebloskan kau ke penjara, sedang berpesta pora. Lalu bagaimana cara membalas mereka bila kau tak mulai menyayangi diri dan nyawamu yang berharga?” 

•••

Sejak nasehat itu masuk ke telinga Ayu, wanita itu mulai banyak mendekatkan diri pada Dzat yang maha pengasih dan penyayang. Malam-malamnya kembali di hiasi dengan zikir yang sempat ia lupakan karena rasa putus asa yang terlampau dalam.

Kini setiap pagi, ia memulai dengan menyibukkan diri kembali seperti dulu, belajar memaknai arti hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. 

Jika senggang lagi, Ayu pergunakan waktunya untuk membaca, belajar dan belajar, tak penting apa ilmu yang sedang ia pelajari. Selagi masih bisa ingin ia telan semuanya, siapa tahu kelak berguna untuk masa depannya. 

Karena satu-satunya hal yang tak bisa dicuri dari dirinya, adalah ilmu yang berharga. 

•••

Di tempat lain, seorang wanita dengan perut yang mulai membulat, nampak mulai bosan dengan aktivitas kesehariannya. 

Asap rokok mengepul dari mulutnya, tak peduli bahwasannya ia sedang hamil, dan wanita hamil dilarang merokok. Tapi Anjani tak peduli. 

Baginya, anak ini hanya alat untuk mendapatkan kesenangan, uang, dan pria mapan yang menjadi ayah biologis bayi dalam kandungannya. 

“Ah, sialan! Kemana lagi si Gunawan itu. Kerja jadi pengacara saja kok pulangnya melebihi para pekerja kantoran,” gerutu Anjani memaki suami sir-nya. 

Setelah menghabiskan beberapa malam panas, sebagai imbalan menjebloskan Ayu ke jurang pesakitan. Gunawan mendapat imbalan tubuh Anjani, serta kini ditambah kehadiran anak yang belum ia peroleh dari pernikahan pertamanya dengan sang istri sah. 

Anjani menjadi istri simpanan selama proses perceraian Gunawan dan istrinya belum selesai. Jika nanti telah usai, maka Gunawan baru akan mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor urusan agama setempat. 

Hingga menjelang tengah malam, mobil Gunawan baru memasuki pekarangan rumah, Anjani berjalan cepat ke pintu. Wajahnya yang cemberut beberapa saat lalu, kini sumringah bahagia. 

“Mas—” katanya dengan nada manja. “Kenapa malam sekali?” 

Gunawan memijat tengkuknya yang terasa pegal, “Ada mertuaku datang berkunjung, jadi tak mungkin aku tinggal pergi begitu saja.” 

Wajah Anjani kembali di tekuk, “Katanya mau cerai, tapi masih juga menyebut mertua.”

“Mereka belum tahu rencana perceraian kami,” ujar Gunawan singkat. 

Pria itu masuk ke dalam rumah dan melihat suasana ruangan yang berantakan. Debu terasa lengket di kaki, sampah makanan dan sisa puntung rokok berserakan di mana-mana. 

“Kenapa kau masih merokok?! Bukankah aku sudah mengingatkanmu agar menjaga anakku?!”

“Maaf, Mas. Habisnya aku kesepian, jadi untuk mengalihkan sepi, aku—”

“Meski begitu, itu bukan alasan! Dasar tidak becus!” hardik Gunawan kesal. 

Bersama Anjani ia memang mendapatkan kepuasan batin yang lebih ketimbang bersama istri sahnya, sayangnya sang istri sah, tak bisa memberikan keturunan. 

Dan sekarang, setelah tahu Gunawan memiliki wanita simpanan, istrinya pun meminta perceraian. 

###

maafkan othor gaes, lagi mampet ide, jadilah kemalaman 🥺🙏🏻

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang baru terasa ya😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
memudar
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pantes aja desainnya hasil curian semua karena emang otaknya ga mampu😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Didikan yg salah 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
Eva Karmita
ayu kamu harus kuat 😭😭😭😭
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagusss
Rahmawati
oke, lanjutttt
Endang Sulistia
Alhamdulillah ya yu...
Bun cie
karya yg bagus👍 cerita ttg ketidakadilan perselingkuhan fitnah dan kasih sayang ibu anak yg dikemas dengan baik.
trims kak thor
Er Ri
tetap lanjut dooonkk😄
Aditya hp/ bunda Lia
disini kekuasaan dan uang mengalahkan segalanya
R⁵
astaghfirullah othor bikin jantungan.. tau2 end wae😓
Patrick Khan
q kira tamat beneran..😁😁ternyata ada lanjutan nyok pindah tempat
DozkyCrazy
kaggettt 😁😁
Esther Lestari
dilanjut di judul yang lain....mampir ah
Siti Siti Saadah
baru di balas anak nya aja udah makjleb. gimana kalau ayu dah beraksi😄
Reni
huaaaaaa meluncur kak
Miranda mengutamakan cinta buta mungkinkah bakal cinta mati sama biru kita tunggu disebelah
Sh
ayoooo.. loyo makan apa ? atau dikasih koyo cabe biar the end sekalian😅😅
Nar Sih
ayu pasti jdi wanita hebat dgn bantuan juga arahan dri madam giana ,org yg sama,,terluka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!