NovelToon NovelToon
Bertukar Nyawa

Bertukar Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Aqilla Pramesti begitu putus asa dan merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Dikhianati dan diceraikan oleh suami yang ia temani dari nol, saat sang suami baru saja diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, takdir berkehendak lain, siapa sangka nyawanya diselamatkan oleh seorang pria yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan ingin hidup lebih lama.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup, hah? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Sebenarnya apa, Mas? Kenapa gak dilanjutin ngomongnya?" tanya Aqilla dengan penasaran.

"Saya pengen ngomong jujur sama kamu, Aqilla, tapi saya takut kamu marah dan ninggalin saya. Entah kenapa saya takut kehilangan kamu. Apa mungkin saya jatuh cinta sama kamu?" ucap Radit dalam hatinya, tanpa berani mengatakannya secara langsung.

"Kenapa kamu diem aja, Mas Radit?" tanya Aqilla seraya menggenggam telapak tangan Radit.

Radit membalas genggaman tangan Aqilla. Kedua sisi bibirnya perlahan menyunggingkan senyuman tipis, menyembunyikan kesedihan dan kegelisahan yang tengah ia rasakan.

"Nggak ko, gak apa-apa. Kamu istirahat aja, Aqilla. Temani anak-anak tidur, atau kamu mau tidur di sini, sama saya?"

"Ish, kamu apaan sih, Mas? Mana boleh kita tidur seranjang, apalagi kamu lagi sakit," jawab Aqilla, jantungnya semakin berdebar kencang, hatinya seketika berbunga-bunga.

"Saya cuma bercanda, Qilla," ucap Radit tersenyum lebar lalu mengalihkan pandangan mata kepada Kaila dan Keano yang tengah berbaring di atas sofa. "Istirahatlah, besok kita akan ke boutique buat feeting baju pengantin, kita ajak anak-anak sekalian."

Aqilla menganggukkan kepala seraya tersenyum kecil. "Sebelum ke boutique, aku akan menemui Dokter dulu, Mas Radit. Aku mau kamu sembuh," batin Aqilla.

***

Keesokan harinya, tepatnya pukul 10.00. Radit sudah bersiap untuk pulang. Setelah mendapatkan perawatan pasca melakukan cuci darah, tubuhnya sudah baik-baik saja, bak ponsel yang baru saja melakukan pengisian daya 100%. Namun, Aqilla sama sekali tidak terlihat di sana, hanya ada anak-anak yang senantiasa menemaninya dengan wajah ceria.

"Ibu kalian ke mana? Ko belum balik ke sini?" tanya Radit, kepada Kaila dan Keano, seraya mengenakan jas hitam yang dipadu padankan dengan kaos oblong berwarna putih.

"Tadi katanya mau keluar dulu sebentar, Om. Gak tau mau ke mana, gak bilang," jawab Kaila dengan wajah datar.

"Mungkin Ibu lagi nemuin Dokter dulu, Om," timpal Keano, seraya duduk di atas ranjang.

Radit terdiam sejenak, seraya menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan. "Buat apa Aqilla menemui Dokter? Jangan-jangan dia--" ucapan Radit terhenti saat melihat pintu dibuka dari luar, Dion melangkah memasuki kamar seraya tersenyum lebar.

"Waah, Anda sudah segeran, Pak Bos? Gimana tadi malam, tidur Anda nyenyak?" tanyanya, melangkah menghampiri Radit dan anak-anak.

Radit sontak menoleh dan menatap wajah Dion. "Tolong kamu cari Aqilla, Dion. Dari tadi dia keluar dan belum balik lagi, saya takut dia tersesat," pintanya.

"Baik, Pak Bos. Apa Mbak Aqilla bilang mau ke mana?"

"Tidak, dia gak ngomong apa-apa."

Dion mengangguk patuh, lalu berbalik dan kembali berjalan keluar dari dalam ruangan.

Sementara Kaila dan Keano nampak duduk di tepi ranjang, seraya memandang wajah Radit dengan senyum lebar.

"Apa Om Radit udah benar-benar sembuh? Sebenarnya Om sakit apa? Aku khawatir tau," tanya Kaila seraya mengerucutkan bibirnya sedemikan rupa.

Radit tersenyum kecil, lalu duduk di tengah-tengah mereka. "Om gak sakit, Sayang. Om cuma butuh istirahat doang."

"Istirahat ko Rumah Sakit? Kenapa nggak di rumah aja?" tanya Keano, menoleh dan memandang wajah Radit.

Radit mengelus kepala Keano dengan lembut seraya tersenyum lebar. "Kamu pinter banget, Sayang," ujarnya, tanpa menjawab pertanyaan anak berusia lima tahun itu.

Kaila tiba-tiba memeluk Radit dari arah samping dengan wajah sedih. "Pokoknya, Om Radit gak boleh sakit lagi. Aku sedih ngeliat Om sakit kayak gini," rengeknya dengan suara manja.

"Iya, Sayang. Om janji gak akan sakit lagi," jawab Radit, kedua matanya seketika berkaca-kaca, balas memeluk tubuh Kaila.

"Terima kasih karena Engkau sudah mengirimku Aqilla dan anak-anaknya, Tuhan. Ternyata seperti ini rasanya diperhatikan oleh anak-anak, rasanya seperti mereka anak kandung saya sendiri," batin Radit.

Rasa bahagia dan sedih datang secara bersamaan. Bahagia karena ia akhirnya diberi kesempatan untuk merasakan perhatian dan kasih sayang dari seorang anak kecil, seolah ia adalah ayah mereka. Dirinya tidak ingin memiliki keturunan karena takut darah dagingnya nanti menuruni genetik penyakit yang ia derita, kehadiran Kaila dan Keano seakan memberi angin segar, mencairkan kebekuan di dalam jiwanya dan membuat hidupnya lebih berwarna.

Di sisi lain, rasa sedih berada di tengah-tengah kebahagiaan yang ia rasakan. Sedih, karena perjanjian yang ia lakukan dengan Aqilla. Bagaimana jika wanita itu tau bahwa dirinya tidak hanya membutuhkan satu ginjalnya saja? Marah dan merasa dibohongi, Aqilla pasti akan meninggalkannya. Mana mungkin ada manusia yang rela menyerahkan kehidupan yang begitu berharga untuk orang lain? Batin Radit meradang.

"Maafin saya, Aqilla. Saya minta maaf karena nggak bicara jujur sama kamu," ucapnya dalam hati seraya memandang wajah Kaila dan Keano secara bergantian.

***

Sementara itu, Dion berjalan di koridor Rumah Sakit seraya menatap sekeliling berharap segera menemukan orang yang sedang ia cari. Langkah kakinya seketika melambat saat melihat Aqilla tengah duduk sendirian di kursi besi di depan sana. Wajah wanita itu nampak murung, kedua matanya bahkan memerah dan berair.

"Mbak Aqilla," panggil Dion, kembali mempercepat langkahnya.

Aqilla sontak menoleh dan menatap wajah Dion seraya menyeka kedua sisi wajahnya yang basah karena air mata.

"Mas Dion," gumamnya, berdiri tegak dengan wajah murung.

"Lagi ngapain Anda di sini, Mbak? Pak Radit dan anak-anak nyariin Anda lho," tanya Dion dengan senyum ramah, menghentikan langkah tepat di depan Aqilla. "Keadaan Pak Radit sudah baik-baik aja, Mbak. Ibarat hp, beliau seperti baru aja di cas penuh 100%, segar bugar. Mungkin karena semalam ditemani sama Anda dan anak-anak."

"Kenapa Anda gak bisa kalau Mas Radit tidak hanya membutuhkan satu ginjal, Mas Dion," tanya Aqilla, menatap wajah Dion dengan tajam.

Dion terkejut, seketika gugup. "Ma-maksud Anda apa, Mbak? Dari mana Anda tau kalau Pak Bos membutuhkan dua ginjal?"

"Aku baru aja ketemu sama Dokter yang menangani Mas Radit. Aku udah tau semuanya, Mas Dion. Mas Radit mengidap penyakit gagal ginjal akut stadium akhir dan dia bukan hanya membutuhkan satu ginjal, tapi dua ginjal," jawab Aqilla, kedua matanya kembali berair. "Aku baru paham, ternyata ini arti dari kalimat "bertukar nyawa" yang pernah dikatakan sama Mas Radit."

Bersambung ....

1
Sunaryati
Ke kantor polisi Nak
Sunaryati
Nah karma dibayar tunai Ilham, semoga Aqilla dan Raditya segera menemukan Kaila dan Keano
Sunaryati
Nah segera hubungi papa Adit, Kaila
Yuliana Tunru
kemn keano dan.kaila smoga ank2. qila selamat
Yuliana Tunru
dasar ilham ayah yg egois semua semau x smoga ank2 aqila di bawa orang2 radit takut x nyasar malah di culik penjahat .
Yuliana Tunru
nah keano msh ngitot mau dgn ayah mu smoga z dona gagalkan ilham.yg ngotit mau aqila batal nikah ..
Yuliana Tunru
radit kaeih penjaga bayangan dan buat ilham sibuk kerja saat.pernikahan mu agar tak jd biang onar dan kita lihat gmn istri baru ilham jaga ank2 tiri x jgn lupa dibrekam biar jd bukti klo terjadi apa2 pd kaila dan keano
Meliandriyani Sumardi
hadir kak salam kenal...
Reni: Salam kenal juga kakak. Terima kasih banyak ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn lemqh aqila pasti ilham merasa menang ..berikan z k3ano klo kaila tak mau jgn di paksa biar keanobtau rasa x tinggal dgn ilham dan ibu tiri x tinggal awasi jikq mmg di sakiti tinggal jemput kembali
Yuliana Tunru
biarkan z aqila dan biarkan ank2 milih saat nanti keano dgn ilham apa ibu tiri x bisa jaga dgn baik hrs pqke perjanjian klo ilham dan istei x jahat hak asuh tak akan pernah.lagi buat ilham
Rohmi Yatun
next Thor🙏
Reni: Siap, Kakak. Terima kasih❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
mmg x sdh tes kecocokan donor ya aqila x ..
Rohmi Yatun
cerita nya menarik🌹🌹🌹🌹👍
Yuliana Tunru
harus x aqila jelaskan rencanan x agar ank2 paham ..kerjai z dulu ibu tiri x biar kapok dan saat mereka jahat ank2 bisa laporkan KDRT biar ailham tau gmn sifat istri baru x ..
Reni: Terima kasih atas sarannya, Kakak❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
nah lho.ketahuan ..pecat z niar jd gembrl dan jgn.lupa biarkan ilhan jaga ank x tpbttp diawasi jgn ssmpe dona yg aniaya ank2 tiri x
Yuliana Tunru
pasti ilham cuekin ank x tp niar laj ahar ank2 tau klo ayah membuang ank x demi selingkuhan yg jalang
Yuliana Tunru
kyk x ank2 aqila tak tau sikap dan kelakuan ayah x jd msh cari2 ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!