The Queen of Mafia Love Stories
Sebuah kisah yang menceritakan tentang pembalasan dendam seorang gadis cantik untuk Mommy nya yang mengalami koma selama bertahun tahun yang membuat nya tidak bisa tinggal bersama orang tua kandung nya.
Yang akhirnya jatuh cinta pada sosok lelaki yang ternyata adalah putra dari orang yang menyebabkan Mommy nya koma.
Seperti apa kelanjutan nya?apakah mereka akan bersatu atau gadis itu akan bersama lelaki lain?atau apa Mommy nya bisa sembuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 16
Setelah mendapatkan nomor ponsel Mell, Lidia pamit pergi meninggalkan mereka berdua dan melanjutkan latihan nya.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 10 malam, Mell melihat Yunira sesekali menguap karna mengantuk tapi saat Lidia memanggil mereka langsung menghapiri nya.
"Ayo latihan" ajak nya.
"Kita harus apa" tanya Yunira.
"Kalian ikutin gerakan aku aja yah" jawab nya.
Mereka pun berlatih bersama namun tak lama Lidia harus pergi untuk membantu melatih anak - anak kecil termasuk Dinni yang juga ikut pencak silat dengan nya.
"Nanti kalian di ajarin sama A Surya dan Reyn aja yah, soal nya aku harus ajarin bocah - bocah itu dulu" ucap nya sambil menunjuk ke arah anak - anak itu.
"Eh nenk ayo latihan jangan bengong aja" ucap Surya dan di balas senyuman oleh Yunira.
"Nenk kaya nya kalo kalian bareng terus ga bakalan fokus deh" ucap nya, membuat Mell menghela nafas berat karna memang yang di katakan a Surya itu benar, Mell dan Yunira hanya fokus melihat gerakan satu sama lain yang terlihat asing dan terus tertawa.
"Gimana kalo kita pisahin aja" lanjut nya, membuat Yunira langsung memeluk Mell dan menolak nya.
"Kenapa, aa ga gigit kali nenk" ucap nya sedikit tertawa.
"Iya Yun mendingan kita pisah dulu, eh tapi gimana kan cuma aa doang yang ada di sini" ucap Mell baru sadar karna hanya ada mereka bertiga di pekarangan sebelah kanan rumah abah, sedangkan yang lain sedang fokus berlatih dengan di bantu Linda di sudut yang lain.
"Kalo soal itu nenk tenang aja" balas nya lalu memanggil seseorang.
"Haii" sapa pemuda itu yang usia nya terlihat lebih tua dari Mell.
"Ah iya hallo" balas Mell
"Yaudah yah nenk aa tinggal dulu, Yuni ikut sama aa yah" ajak nya.
"Kakaaaaaakk" rengel Yunira yang tak ingin terpisah dari kakak nya.
"Udah sana ga ppa Yun" ucap Mell berusaha menenangkan dan Yunira pun menurut.
"Hmm ayo mulai latihan, kamu ikutin aku yah" ucap pemuda itu, Mell tidak menjawab hanya langsung mengikuti nya.
Sesekali Reyn harus menyentuh tubuh Mell, sebenar nya bukan di bagian yang terlarang melainkan hanya pada lengan atau jari - jari Mell tapi tetap saja itu tak membuat Mell merasa nyaman.
Reyn pun bingung karna ternyata gerakan Mell sudah cukup lincah dan pukulan - pukulan yang dia lihat sangat berpower padahal sepengatahuan Reyn bahwa Mell baru pertama kali mengikuti beladiri, ia oun memutuskan untuk bertanya langsung pada Mell.
"Waaah kamu kok kaya nya udah jago sih" goda Reyn.
"Ahh masa sih kaya na nggak deh, aku belum bisa apa - apa" jawab nya.
"Eeh tapi beneran loh, aku perhatiin dari cara kamu mukul nendang sama menghindar tuuh kaya udah biasa gitu bukan kaya pertama kali" ucap nya.
Mell merasa sedikit bingung harus menjawab apa, akhir nya dia hanya mengatakan bahwa dia pernah ikut berlatih beladiri lain yaitu Taekwondo.
Tempat latihan Mell dan Yunira ini sebenar nya lebih fokus melayani untuk sarana hiburan, tapi tetap menjunjung pada beladiri nya juga.
Mell dan Yunira hanya fokus pada hafalan - hafalan jurus atau biasa di sebut kembang yang di ajarkan oleh a Surya dan Reyn, mereka belum di ijinkan untuk langsung mempelajari jurus beladiri nya dengan alasan ingin mereka mengenak perlahan dan menyesuaikan gerak tubuh mereka agar lebih lentur dan tidak kaku.