Karena retaknya hubungan antara papa dan mamanya membuat seorang gadis kecil harus berjuang untuk hidupnya dan mamanya yang sakit.
Disaat umurnya yang seharusnya berbahagia bersama keluarga yang penuh kasih sayang malahan membuatnya harus bekerja dikeluarga yang sangat baik bahkan menerima dan menyanginya seperti Putri sendiri.
Sepeninggal mamanya akhirnya dia berjumpa dengan pria anak keluarga tempat dia bekerja dulu itu, dan menjalin hubungan sehingga sampai jenjang pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ermina Elisabet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17.Persiapan
Setelah percakapan kami di ruang keluarga, membuat aku ragu akan keputusan yang sudah kubuat.
Cinta memang Sulit untuk dimengerti oleh orang, yang tidak menghargai akan tulusnya cinta.Itulah mungkin awal aku ragu untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.
Mengingat kegagalan ke dua orang tua kami.Pertanyaan datang silih berganti dalam pikiran aku.
Akankah cinta ini benar-benar ada? apakah aku dapat bertahan jika mengalami kegagalan? bagaimana jika hanya bertahan hanya beberapa saat saja? apakah keputusan yang aku ambil sudah benar-benar? dalam usia yang masih muda, apa aku bisa?
Bagaimana jika,ah...aku... Rasanya kepada aku mau pecah , pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu, ternyata membuat aku semakin pusing.
Apakah benar karena kami sama-sama mengalami,luka atas kesalahan orang tua, bisa membuat kami menjadi kuat?
Ketika rasa resa menghampiri aku, membuatku untuk mengenang pria yang mau menikahiku.Setelah memutar memori di otak aku, dan yang muncul kenangan indah.
Setelah sekian lama kami , saling mengenal, sekalipun dia tidak pernah membuat aku kecewa.Kehadirannya yang selalu ada disaat aku membutuhkannya, membuat aku kembali semangat.
AKu tidak boleh bercermin pada kegagalan, yang membuat aku semakin terpuruk, tapi benar, jika aku bercermin pada kegagalan untuk memotivasi hidup yang lebih baik.
Dia orang baik, dan bertanggung jawab, jadi tidak sepantasnya aku meragukannya.
Setelah membuat keputusan dalam hati, aku mulai memejamkan mata.Rasa lelah kembali menghampiri aku untuk hanyut dalam mimpi.
Acara lamaranpun telah selesai,bahk
an waktu sudah ditentukan.
Bulan depan akan diadakan acara pernikahan, kamu nak, ucap papa disaat kami sedang sarapan.
Tapi tanggal belum bisa di pastikan, kita harus menemui pastor paroki, apakah ada waktu kursus pernikahan bulan ini Dan jika memang ada, baru kita dapat tanggal,dan waktu melangsungkan pernikahan kalian, jika tidak ada bulan ini berarti harus cari waktu lagi.
Persiapan pernikahan tidak boleh terburu-buru, harus penuh persiapan baik'dari kita sendiri maupun dari pihak gereja ujar papa.
Mana yang baik saja pa, juga tidak ada yang mau dikejar ucapku.
Baiklah nak, siapkan hati dan pikiran kamu, jangan sampai pengalaman dalam keluarga kita membuat kamu terbebani, jadikan itu semua sebagai ajang untuk menempah kamu menjadi kuat.
Papa minta maaf tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk kalian.Tapi papa harap pengalaman ini tidak terulang untuk kalian.
Setelah papa berkata, beliau langsung bergegas menuju ke kamar.
Apa papa bisa merasakan apa yang ada di pikiran aku ya batinku.
Dek ..dek.Panggilan kak Andes membuat aku tersadar dari lamunanku.
E..e.ada apa kak ujarku gugup.
Kamu kenapa? apa yang dikatakan oleh papa benar dek, jadi tidak usah terlalu pusing, kita harus menjalani hidup ini.
Walau bagaimanapun kita harus berjuang tidak bisa berdiri di atas kegagalan.
Baiklah kak, tapi aku harap Kakak Juga cepat mendapatkan pendamping yang bisa menerima Kakak apa adanya.Bukan karena ada apanya ucapku.
Ha..ha...tawa Deo mengejek.Mana mungkin ada orang seperti itu.jaman sekarang, serunya lagi.
Kenapa tidak? ucapku.
Hei kak, gak usah munafik, jika kak Oktav tidak mencintai kakak apa iya bisa kakak terima gumamnya sambil menatap wajahku.
Ih kamu ya selalu cari masalah, orang bicara benar juga salah, apa lagi kalau salah, gumamku jengkel.
Awas saja kalau kakak sudah nikah, Kakak gak mau jumpa kamu, ucapku lagi.
O..ya kita lihat aja nanti, siapa yang kangen ujar Deo sambil berlalu.
Ya sudah, kamu berangkat sama kakak ya dek, ucap Kak Andes.
Ok bos ucapku.
Akupun meninggalkan meja makan setelah membereskan semua alat makan.
Dua puluh menit kemudian aku sudah selesai, dan segera menghampiri Kak Andes.
Karena hari ini tidak ada jam kuliah lagi jadi aku langsung ke toko bungaku.
Setelah sampai di depan toko aku langsung turun, dan melambaikan tangan.
Da...kakakku sayang hati-hati ucapku.Mobil yang dikendarai oleh kakak sudah berlalu, dengan cepat aku berjalan menuju pintu toko.
Berhadapan dengan bunga membuat hati terasa damai, inilah sebabnya aku sangat bahagia sebagai penjual bunga.
Sebenarnya papa dan kak Andes menawarkan untuk bergabung di perusahaan papa, tapi aku menolak, karena aku rasa akan bosan hanya bergulat dengan kertas dan orang yang sama setiap hari.
Papa yang dasarnya penyanyang tidak memaksakan kehendaknya, malahan mendukung dengan memberi toko untuk aku.
Dan tidak jauh beda dengan Deo, dia juga tidak suka dengan kertas, malahan lebih suka dengan menjadi koki, dan hasilnya sama seperti aku papa memberikan tugas mengelola restoran.
Walaupun kami tidak satu ibu, tapi ternyata sifat kami tidak terlalu beda.Sekalipun sering ada perdebatan kecil, bukan membuat kami marah, melainkan membuat kami semakin dekat.
Dengan kesibukan hari ini, sampai membuat aku lupa untuk makan dan terasa sudah hampir sore.
Tiba-tiba pintu terbuka dan membuat aku terkejut melihat siapa yang muncul dengan membawa kotak makanan.
Jam berapa sekarang, apa kakak semiskin itu sampai tidak bisa beli jam?
Maksudnya? ucapku.
Ya. jam, sambungnya lagi.
Mendengar ucapannya aku hanya nyengir kuda.Tuh ada didinding dan ini ada di tangan ku ucapku tanpa merasa bahwa itu hanya sindiran.
O..ada rupanya, tapi kok sampai tidak tahu jam berapa ? bahkan makan siang saja sampai lupa, ujarnya sambil membuka kotak makan yang dia bawa.
He...he..kamu kok tahu kalau kakak kamu yang cantik ini belum makan, sambung ku lagi.
Ya tahulah, emang kakak yang tidak sayang sama adeknya.
Mari Kak cepat makan, keburu malam tahu.
Akhirnya aku memilih untuk segera makan dan meninggalkan mejaku yang sangat berantakan.
Setelah makan, aku langsung merapikan mejaku dan menarik tangan Deo untuk keluar.Temana kakak jalan yo, ujarku.
Tadi saja sampai lupa waktu,eh.. sekarang malah minta jalan, gak jelas, ucapnya.
Gak usah protes ujarku.
Memang mau kemana sih buru-buru amat,siamat saja tidak buru-buru, gumamnya tidak terima.
Didalam mobil, kamipun bercerita yang membuat kami tertawa.Dan tanpa terasa kami sudah sampai di tujuan.
Saat kami turun Deo terkejut, karena aku membawa dia kerumah yang sangat kecil dan seperti tidak berpenghuni.
Apa kita mau Suting sinetron horor kak? ucapnya terlihat negeri.
Hus.. liat saja nanti ada apa didalam ucapku.
Tepat di depan pintu, akupun mengetok,tok...tok...tokkk permisi ucapku.
Dan tak berapa lama pintu dibuka, keluar seorang anak kecil.Dia langsung memeluk kaki aku, dengan cepat aku mensejajarkan diri, agar dapat memeluknya.
Bunda mari masuk, sambutnya dengan semangat.Nenek dimana nak?ucapku.
Ada dikamar bunda, serunya lagi.
Akupun langsung menuju kamar tidur nenek anak itu.
Kenapa tidak kasih tahu aku, kalau ibu lagi sakit?
Ibu tidak mau merepotkan kamu terus nak ucap nenek anak itu.
Bu tolong, jangan seperti ini, kasihan Caca.Dia akan sedih melihat keadaan ibu, jangankan dia, aku tidak tega melihat ibu seperti ini.
Ibu harus ikut aku.Dan ibu harus berobat.
Waktu dekat ini aku akan menikah bu, jadi ibu harus sembuh.Aku tidak mau kalau ibu tidak hadir ucapku.
Ibu sayang Lia?
Ya ibu sangat sayang, dan sampai saat inipun ibu belum bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah tidak ada.
Kalau begitu berjuanglah untuk sembuh,Caca itu ganti Lia, kalau ibu tidak mau berobat aku akan membawa dia pergi dan ibu tidak boleh menjumpai dia.
Baiklah nak ibu ikut, ucapnya dengan suara yang lemas.
Setelah aku keluar dari kamar nenek Caca, aku berjalan mendekati Caca.
Sayang kamu mau ikut bunda?
Tapi nenek sama siapa? ucap nya.
Nenek tetap ikut sayang, tapi selagi nenek berobat, Caca ikuti bunda ok?
Baiklah bunda serunya dengan penuh semangat.
Setelah neneknya Caca siap aku mengajak Deo langsung pulang.
Sesampai di rumah aku menitipkan Caca pada bu Ana asisten rumah tangga kami.
Kamipun segera melaju menuju rumah sakit . Setelah di rumah sakit, nenek Caca segera ditangani dan harus dirawat.
Sesudah di pindahkan ke kamar rawat, kamipun pamit pulang setelah menitipkan nenek Caca ke perawat.
Didalam mobil Deo tidak langsung menghidupkan mesin mobil.
Ada apa nih kak? apa dia anak Kakak? terus Ibu tadi siapa? gumamnya bingung.
Mau tahu saja atau mau tahu banget? ucapku dengan malasnya.
Banget.... ucap Deo.
Dia anak malang De.Hasil dari pemerkosaan, waktu itu ibunya masih berumur lima belas tahun,saat melahirkan Caca ibunya meninggal dunia.
Setelah kematian Lia ibunya jadi sakit-sakitan, ujarku.
Terus kakak kenal dari mana?
Waktu itu aku lagi mencari tempat yang cocok untuk membuka toko bungaku yang pertama.Saat aku berkeliling dengan naik taxi, tiba_tiba nenek Caca menyetop taksi yang kakak naiki, kami langsung membantu untuk membawa Lia ke rumah sakit, tapi terlambat, hanya Caca yang bisa diselamatkan.
Mulai saat itu kakak jadi sering mengunjungi mereka, dengan keadaan kakak yang hanya numpang, tidak mungkin mengajak mereka untuk tinggal bersama.
Dan pada akhirnya hanya bisa membantu dengan membiayai hidup mereka.
Jika selama ini Ibu itu sakit siapa yang mengurus Caca?
Adik nenek Caca, tapi sudah meninggal satu bulan yang lalu, karena kecelakaan ujarku.
Makanya rumah itu seperti tidak berpenghuni.
Pada saat kematian kakaknya nenek Caca,aku mengajak mereka untuk ikut, tapi dia tidak mau, makanya hari ini aku ngajak kamu ucapku.
Rupanya hati Kakak sungguh mulia, ucap Deo.
De hidup itu hanya sekali jadi harus kita gunakan dengan baik dan bijak.
Baiklah kak aku akan berusaha, dan terimakasih karena kakak aku lebih sadar akan pentingnya menjaga hidup.
Aku juga berubah berkat kakak, mungkin kalau kita tidak berjumpa,aku masih seperti dulu yang melampiaskan rasa sakit atas hinaan orang untuk hal yang tidak berguna.
Keluarga yang berpura-pura harmonis, tapi hanya menutupi kebohongan.
#####
Jangan lupa dukung aku ya dengan cara vote dan like.
Trimakasih
Kalau ada waktu mampir juga yah ke novel ku.
di tunggu mampir nya.
Terimakasih 🙏
bdw mampir juga ya kak di novel ku judulnya cinta segi tiga
semangat dan sukses untuk karyanya
Jangan lupa mampir yuk ke ceritaku
"pernikahan bisnis dengan cinta pertama ku"
Terimakasih
Sukses selalu 👍
Dapat salam dari "Raja dan Ratu" &
"Mengejar cinta di masa lalu"
Salam kenal 🤝
Btw makasih kalo mau mampir, love you all..
Buat author semangat 🔥🔥
suksesk kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏