Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TENGAH BERDUKA CITA
Seminggu sudah suamiku di sel , dan tiap hari aku mengunjunginya.Sehari 2 kali aku datang membawakan makanan buatnya. Malam ini ketika aku pulang dari menjenguknya aku mendapatkan telfon dari iparku .
"Halo mbak ... bapak udah gak ada " ucap iparku jodi dari seberang sambungan telfon. Dia memang memanggilku mbak nggak tau kenapa kata dia biar sopan padahal dia kakak dari suamiku
"Maksudnya kak ? " tanyaku
"Bapak barusan meninggal "
"Innalillahi wa innalillahi rojiun"
"iyya mbak tolong sampe kan ke anis ya "
"Baik kak...tapi bapak sakit apa "
"Tidak ada mbak ...tiba-tiba dia sesak dan saat mau di bawa ke RS langsung gak ada "
"Ya Allah ...kak tolong jagain mama yaa ...saya pasti ke sana kak dan saya infokan ke Mas Anis dulu "
"Iyya mbak "
Sambungan telfon pun terputus.Aku merasa syok karena Bapak adalah mertua yang baik. Beliau pengganti Alm papiku selama ini. Berita yang begitu mendadak .Aku pun bergegas menelfon ke suamiku ternyata nomornya tidak aktif . Aku ingat dia tadi mengatakan hp nya rusa layarnya pecah.Aku bingung apa aku harus ke sana kembali.Tiba-tiba hp ku berdering ...di layar no baru
"Halo "
"Halo "kataku dan sadar yang menelfon itu suara Mas Anis .
"Mi ...makanannya enak .Anak-anak mana?"
"Iyya pi...Anak-anak di kamar . oh iyya pi ...saya ada berita buruk "
"Apa itu Mi "
"Tadi kak jodi menelfon katanya Bapak barusan pergi tiba-tiba"
"Maksudnya bapak ke mana?"
"Bapak meninggal Pi "
"Innalillahi wa innalillahi rojiun"
"Kamu yang sabar pi . kamu harus ke sana secepatnya biar dapat jenazah bapak dan melihat terakhir kalinya "
Tidak ada suara dari seberang . Aku mendengar isak tangisnya.
"Pi segera kamu hubungi paman yusuf dan membantumu memberi ijin karena bapak meninggal "
Belum ada jawabannya . Aku pun sangat terpukul dengan berita ini ...Ya Allah semuanya tiba-tiba....Aku pun jd berfikir apa ini karena sumpah Mas Anis tempo hati ...karena dia pernah mengucap sumpah diatas Kitab Alquran jika dia memang berselingkuh dengan wanita itu maka orang tuanya meninggal. Dan mas Anis begitu berani mengucap sumpah selama ini...karena itu aku menyuruhnya untuk sumpah diatas alquran jika dia benar tidak mengkhianati hubungan Kami.Tetapi ternyata dia benar berselingkuh ... dan dia bersumpa hanya ingin menutupi kelakuannya.Astaqfirullah ....
Semoga Bapak mertuaku tenang di sana .
"Mi... saya harus pergi naik pesawat penerbangan besok pagi "
"Iyya "
"Kamu nyusul naik mobil ya dengan anak-anak"
"Iyya Pi , tetapi mobil kita kan sudah tidak ada ... kamu simpan di mana mobil kita pi "
"Tolong jangan bahas itu dulu sekarang ..kamu rental aja dulu mobil "
Aku hanya terdiam...meski ingin aku menanyakannya karena yang aku tau dia sudah menjualnya tanpa sepengetahuanku .
"kamu yang sabar ya pi " Ucapku sambil memutuskan sambungan telfon
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Setelah sholat subuh ku cek HP ku ada panggilan tidak terjawab dari suamiku ...dan aku menelfonnya balik
"Halo Mi "
"Ya Halo... no hp kamu aktif ? "
"Iyya dipinjamkan teman hp jadul aja ini yang penting bisa buat telfon "
"Oooh Alhamdulillah ... kamu di mana Pi ?"
"Sudah di Bandara Mi ...saya pinjam ke bendahara semalam"
"Iya Pi , hati-hati"
"Kamu kapan nyusul "
"Aulia dan Adnan masih semester pi , mungkin besok selesai jadi saya langsung berangkat "
"Ooh iyya kamu jaga anak-anak ya ...besok kamu langsung nyusul karena mama pasti sangat butuh kamu Mi "
"Insya Allah Pi...kamu juga hati-hati .Salam sama Mama yaa ...kamu yang kuat "
"Iyya Mi "
Hubungan telfon pun terputus . Rasanya aku ingin juga pergi ke kampung saat itu juga . Tapi bagaimana dengan Anak-anak .Aku tidak mungkin meninggalkan mereka sendiri.Dan aku pun ingin pergi mengajak Mami dan adekku .Karena selama ini hubungan kekeluargaan kami berjalan sangat baik .Aku pun mengabari Mami ku untuk bersiap karena besok akan berangkat ke kota XX.
NB. Mohon kritik dan saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh