NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Kening Dewi berkerut dalam mendengar pembicaraan kedua anaknya. Dewi menatap Aini yang sedang memejamkan matanya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

"Kakak di panggil sayang sama tante tante.. Cieeee... "

"Dek... Entar tante itu denger gimana? Mungkin kakak mirip seseorang yang di kenalnya terus tante ini berpikir orang itu adalah kakak" Sahut Yan

Dewi juga berpikir seperti itu, karena terlihat sekali tadi bagaimana ibu Aini dengan begitu cepatnya mengejar Yan dan berusaha menarik tangan Yan agar tidak berjalan ke arah ruang kerja Dewi.

"Ahh....bu Aini... Ibu udah sadar?" Dengan cepat Dewi memberikan minuman pada Aini.

Aini tersenyum, Namum sesekali dia mencuri pandang kepada Yan.

"Ya Allah.... Mereka mirip sekali" Batin Aini.

"Udah nggak apa-apa bu Dewi, ini cuman salah paham aja. Tadi saya berpikir dia suami saya. Soalnya ketika membelakangi sangat mirip suami saya " Sahut Aini tersenyum dan Dewi juga ikut tersenyum.

"Eh.. maaf ya Bu, hari ini sedikit merepotkan karena kedua anak saya ikut kesini juga"

'Nggak apa apa bu Dewi... Ini anak ibu juga"

"Oh iya Bu Aini, ini putra sulung saya.. Yan "

Aini hanya tersenyum melihat Yan yang menganggukkan kepalanya.

Setelah kesehatannya kembali pulih, sekali lagi Aini juga minta di foto berdua bersama kedua anak Dewi. Meminta Yan dan Arumi foto berdua.kali ini alasannya, Ingin menjadikan kenangan kalau dia pindah.

Setibanya mereka di warung bakso raja, Dewi memesan makanan untuk mereka bertiga.

"Teman kerja ibu itu sedikit aneh, Arumi beberapa kali melihat dia mengambil gambar Arumi diam diam Bu." kata Arumi

"Iya sayang ibu juga melihat seperti itu,ibu Aini itu belum punya anak. Hum.... mungkin dia ingin banget punya anak juga sayang "

"Wahh..kasihan ya Bu "

"Iya sayang, mungkin karena itu jadi dia suka sekali melihat kalian berdua " Sambung Dewi.

"Padahal ibu Aini baik sekali Bu, tadi aja Arumi di beliin makanan banyak. Mau di ajak makan lagi di ruangan Bu Aini "

"Iya sayang, ya begitulah nak... kita manusia bisa apa, kalau Tuhan belum izinkan...... "

"Kakak ngomongin perempuan lain yang nggak bisa menghasilkan anak, tapi kakak lupa sama diri kakak sendiri " Reni tiba-tiba memotong pembicaraan Dewi dan kedua anaknya. Mereka bertiga terkejut mendengar Reni bicara seperti itu. Jack juga terkejut mendengar Reni bicara seperti itu pada Dewi. Wanita yang diam diam telah mencuri perhatiannya.

Jack dan Reni juga masuk 10 menit setelah Dewi dan anak anaknya masuk ke warung ini.

Dewi menoleh melihat ke arah adik iparnya, dia tersenyum menatap Reni. Reni tidak suka dengan sikap Dewi yang sekarang ini. Entah sejak kapan dia berubah cuek dan tenang seperti ini.

Dia bukan Dewi yang lemah seperti dulu, yang akan diam saja jika di rendahkan atau di hina. Tak tau apa yang membuat mereka tidak menyukai Dewi.

"Saya punya anak kok Ren....Mereka berdua ni, Kalau saya sama kakak mu ya nggak apa-apa, ini lagi berusaha nambah adek juga untuk Arumi " Jawab Dewi sengaja menyebut nama Arumi dan menunjuk kedua anaknya.

"Yahhh.. Berusaha saja terus kak" Jawab Reni cuek

"Siapa yang tau kedepannya, kamu juga nggak bisa melihat masa depan kamu kan Ren? lagipula sekarang ini laki laki tu bisa mencari anak dari perempuan lain loh, Kita jaga aja pasangan kita masing masing ?"

Reni bungkam dan Jack melayangkan tatapan tajam pada Reni. Jack tidak suka dengan sikap Reni pada Dewi. Selama ini dia tidak pernah tau seperti apa mereka memperlakukan Dewi.

Dia hanya mendengar kadang Reni mengatakan Dewi adalah wanita mandul atau Dewi sudah biasa minum obat pencegah kehamilan sebelum menikah dengan kakaknya lah.. Banyak hal yang Jack dengar tentang Dewi. Itu dulu sebelum Jack tertarik pada Dewi. Namun kali ini dia melihat dan mendengar langsung bagaimana Reni merendahkan Dewi.

"Kamu nggak bisa diam ya Ren? Kamu mengatakan hal seperti itu, seakan-akan dia adalah musuh kamu " Ungkapan Jack membuat Reni malu seketika.

"Sayang, kamu kok ngomong gitu sih?"

"Jangan sampai kamu membuat saya menyesal dengan keputusan saya"

Dewi tidak perduli dengan kedua adik iparnya yang sedang berdebat.

Yan dan Arumi juga tidak perduli dengan tante nya. Mereka tau kalau kedua tante mereka, kakek dan nenek mereka tidak suka dengan ibu Mereka.

Dan kali ini, Yan sedikit terkejut melihat ibunya menjawab dengan santai kata kata tante Reni. Yan tersenyum melihat ibunya. Dan dengan semangatnya dia mengacungkan jempolnya.

Dewi tertawa kecil melihat tingkah putra sulungnya.

Dewi tau kembali dari sini Reni akan menceritakan semuanya pada kedua kakaknya yang menurut dia benar.

Dewi sudah tidak perduli dengan tanggapan mereka, Dewi hanya menunggu waktu, Jika sekarang dia bertahan. Dia tidak ingin Rama kembali lagi dalam hidupnya.

Dewi tau seperti apa Rama, dia akan melakukan segala cara agar bisa mendekati Dewi lagi.

Apalagi Dewi tidak tau, apakah Rama sudah menikah atau belum.

"Ayo makan sayang..."

"Iya Bu..."

*

Randi menerima pesan masuk dari Reni, gambar Dewi dan kedua anaknya sedang makan di warung.

"Kayaknya kak Dewi bebas deh kakak nggak ada " Pesan dari Reni.

"Biarin aja, dia sama anak-anak " Balas Reni

"Tapi kalau ada kakak, nggak pernah kan kayak gini ? Lagian kakak tau nggak.. Kak Dewi ngomong kayak gini kak...... siapa yang tau kedepannya, kamu juga nggak bisa melihat masa depan kamu Ren? lagipula sekarang ini laki laki tu bisa mencari anak dari perempuan lain loh, Kita jaga aja pasangan kita masing masing ?"

Kening Randi berkerut membaca pesan dari Reni.

"Kamu ngomong apa sih sama Dewi, Sampai Dewi jawab seperti itu"

"Nggak ada kak...cuman ngomong biasa aja, tapi kak Dewi malah balas kayak gitu "

Randi tidak percaya begitu saja, dia tau seperti apa mereka memperlakukan Dewi.

"Ya udah nanti kakak ngomong sama Dewi"

"Dek...hari ini saya ke rumah dulu ya.Kakak ada perlu sama Dewi " Kata Randi pada Mariam

"Loh bukannya besok kakak pulang ke sana ?"

"Hari ini aja, lagian kamu tau kan...kita udah nggak punya uang. Gaji saya kemarin untuk lamaran sama kebutuhan di rumah ini "

"Ya udah deh, terus kakak ke sini lagi kapan ?"

"Hari Senin ya.. Pulang kerja langsung ke sini lagi"

"Baiklah kak"

Tak menunggu lama lagi Randi segera berlalu pergi mengendarai motornya kembali ke rumahnya, Randi melihat lampu lampu jalan sudah menyala. Sedikit lagi gelap.

Dewi yang mendengar suara motor Randi sangat yakin kalau Reni sudah mengadu atau mengatakan yang tidak sesuai lagi.

"Ayah... Ayah udah pulang?" Suara sambutan dari Arumi terdengar sampai ke dalam kamar Yan. Yan segera menutup pintu kamarnya.

"Iya sayang, wahh... Anak ayah baru beberapa hari nggak ketemu kok kayak tambah tinggi ya "

"Ihh ayah ada ada aja deh, baru juga 2 hari nggak di rumah. Berasa udah 2 bulan aja "

"Hahaha.. Ibu mana sayang?"

"Lagi di dapur " Bersamaan dengan itu Dewi muncul dari belakang.

"Oh iya.... Tadi pagi Arum lihat ayah lagi belanja"

Dewi menahan senyum melihat raut wajah Randi yang tiba-tiba gugup mendengar kata kata Arumi.

"Arumi... Ibu udah bilang itu bukan ayah sayang. Ayah keluar kota sama om Johan. Ini ayah baru aja pulang. Masa nggak percaya sih sama omongan ibu, Tanya ayah aja kalau nggak percaya?"

"Ehh iy.. iya sayang, ayah baru aja sampai dan langsung ke sini kok"

"Arumi pikir itu ayah, tapi syukurlah kalau itu bukan ayah. Soalnya orang yang mirip ayah tadi lagi di gandeng sama perempuan. Kayak suami istri aja " Terang Arumi.

Randi semakin tidak bisa bicara lagi, dia tidak tau kalau pagi tadi Arumi melihatnya bahkan mengenal dia.. Dia sangat yakin kalau mereka tidak akan mampir di pusat perbelanjaan itu karena itu jauh dari rumah. Dewi tidak pernah berbelanja di sana.

"Kak... baju sama tas nya nggak di bawa pulang?" Tanya Dewi sengaja

"Oh iy .iya dek.. Ketinggalan di rumah kak Rani, lagian mau di cuci sama kak Rani juga "

"Oh iya kak....Di sana sama di sini kan sama aja. Dua duanya juga rumah " Jawab Dewi tersenyum.

Randi ikut tersenyum kikuk, entah kenapa dia merasa Dewi seakan-akan menjebaknya dengan kata kata.

Malam semakin larut, mereka semua sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.

Randi diam diam menatap Dewi yang membelakanginya.

"Sayang, kamu nggak kangen sama saya ?" Tanya Randi

"Hum.. Kangen lah kak, tapi saya harus mengerti. Kakak kan ke sana kerja."

"Eh iya sayang.. Boleh ya " Kata Randi lagi.

Dewi segera berbalik menghadap Randi, Randi sudah sangat senang.

Dengan perlahan-lahan Dewi meraih tangan Randi. Di tuntunnya tangan itu menuju ke area sensitifnya sendiri.

"Terasa nggak?" Tanya Dewi, dia bisa melihat raut wajah Randi yang menahan kesal.

"Sejak kapan kamu datang bulan?" Tanya Randi memastikan

"Kemarin siang kak"

"Ah... Sial... "

"Puasa aja lagi kak"

"Ahhhh tau kayak saya nggak pulang aja ke sini " Kata Randi tanpa sadar.

"Kakak bisa pulang sekarang, kan nggak jauh"

.

.

.

.

Bersambung.......

Hai readers kesayangan ku 😁

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ☺️

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!