NovelToon NovelToon
New Mama Untuk Alesha

New Mama Untuk Alesha

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Olivia Caroline adalah seorang wanita matang dengan latar belakang kedua orang tua broken home. Meski memiliki segalanya, hatinya sangat kosong. Pertemuan dengan seorang gadis kecil di halte bis, membuatnya mengerti arti kejujuran dan kasih sayang.

"Bibi, mau kah kamu jadi Mamaku?"

"Ha? Tidak mungkin, sayang. Bibi akan menikah dengan pacar Bibi. Dimana rumahmu? Bibi akan bantu antarkan."

"Aku tidak mau pulang sebelum Bibi mau menikah dengan Papaku!"

Bagaimana kisah ini berlanjut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

"Ha? Bapak gak salah? Harusnya yang bapak ajak kan pacar bapak. Kenapa malah aku?" tanya Olive merasa aneh dengan permintaan bosnya.

"Maaf jika ini terlalu cepat tapi, anakku sangat ingin kamu jadi Mamanya. Aku menahan diri untuk tidak mengatakannya ... hanya saja, aku saat menyayangi Alesia seperti diriku sendiri. Aku selalu menjaganya, dari segala marabahaya. Tapi cuma kamu yang bisa mengisi kekosongan sosok mama. Aku tidak memaksa, tapi tolong pikirkan baik-baik. Aku akan berusaha membuatmu percaya kalau aku bisa menjagamu dan tidak akan pernah menyakitimu seperti Mario, mantan pacarmu itu."

Olivia tidak menyangka kalau bosnya bisa berbicara demikian. Padahal selama ini, Aarav selalu menunjukkan sikap dingin dan tidak mau tahu. Tapi, setelah pertemuannya dengan Alesia, sikap Aarav menjadi begitu lunak. Sang wanita jadi salting.

"Astaga, bapak ini bilang apa? Aku melakukan ini karena sayang pada Alesia. Rasa sayang ini sangat tulus. Bukan karena bocah itu anak bapak, siapapun akan aku sayang."

"Ya, aku tahu bagaimana perlakuanmu kepada saudaramu. Kalau dengan orang lain saja kamu sayang, pasti dengan Peter luar biasa sayang. Hm, gimana? Kamu mau kan ikut aku ke makam mendiang istriku?"

"Apa tidak terlalu cepat Pak? Aku masih tidak pantas bertemu dengan beliau."

"Aku menunggu selama lima tahun untuk berani datang ke pemakamannya. Itu karena kamu, kamu yang membuatku berani untuk menghadapi kenyataan yang pahit ini. Oleh karenanya, aku mohon dengan sangat. Setelah pulang dari taman bermain, Kita ke makam istriku ya?"

Olivia tidak bisa menolak ataupun menerima karena permintaan ini merupakan hal yang di luar nalar. Biasanya seorang pria akan mengajak wanitanya pergi ke luar negeri atau bersenang-senang di pantai, tapi Aarav lebih dari biasanya. Pria ini, begitu menunggu momen untuk memperkenalkan dirinya kepada istri yang telah tiada.

Sang wanita diam untuk waktu yang sangat lama, dia tidak bisa menentukan jawaban dengan cepat. Sampai sebuah panggilan telepon, membuat suasana hening jadi makin canggung.

"Maaf pak, aku jawab panggilan telepon dulu."

"Ya, jawab dulu gpp."

Olivia menjawab panggilan telepon dari private number. Dia sudah berpikiran buruk kalau ada nomor yang nggak jelas kayak gini.

"Siapa? Kenapa pakai private number? Takut ketahuan atau gimana?" Suara Olive jadi galak kalau tahu ada orang iseng menghubunginya.

"Aku Mario, aku pengen bilang sama kamu. Kalau aku lagi telepon, jangan diputus gitu aja. Gak sopan banget."

"Apa katamu? Cih, sebenarnya apa yang kamu inginkan? Kamu sudah memutuskan hubungan denganku tapi masih saja menelepon. Tadi pakai nomor kamu, sudah aku blokir pakai private number. Pengennya apa sih?"

"Pengennya tetap jadi teman, Liv. Aku sepi kalau gak ada kamu. Selama ini, kamu yang selalu telepon duluan, pas putus gak ada yang telepon. Kan jadi kangen."

"Alasan macam apa itu? Kamu sudah membuatku sakit hati. Kamu paham nggak sih?"

"Iya, aku paham. Tapi setidaknya jangan pergi gitu aja lah, ya aku tahu kamu sangat mencintaiku tapi kan ...."

"Stop, Mario. Ini adalah peringatan terakhir bagimu, kalau kamu sampai menghubungiku dengan private number, atau dengan nomor-nomor tidak dikenal lainnya, jangan harap aku mau menjawabnya! Aku sudah move on, sudah mendapatkan penggantimu yang lebih baik! Bye!"

Panggilan telepon langsung dimatikan, bukan hanya panggilan tapi ponselnya pun langsung dimatikan. Olive berada di dalam puncak kemarahannya.

Hal ini terlihat jelas dari wajahnya yang memerah, Aarav yang mendengar percakapan antara Olive dan Mario, lantas mengalihkan perhatian agar wanita itu tidak terlalu frustasi.

"Olive, bisa bantu aku memindahkan file ini?"

"File apa, pak?"

"Kamu sini deh, kayaknya ada yang salah sama file yang kamu kirim."

"Iya kah? Coba aku cek."

Meski berat, akhirnya Olive mau menghampiri bosnya. Aarav mempersilahkan karyawannya untuk duduk di kursi miliknya.

"Gak kok pak, ini bener. Filenya gak salah," ucap Olive sudah memeriksa file yang dimaksud.

"Iya, memang filenya tidak bermasalah. Mantan kamu yang bermasalah."

Olive menatap wajah bosnya."Ha? Maksudnya?"

"Aku mendengar percakapanmu dengan mantanmu itu. Dia terlalu arogan dan egois, bagaimana bisa sudah memutuskan hubungan masih ingin jadi teman? Aneh."

"Oh soal itu, aku tidak memikirkannya Pak. Biarkan saja, nanti juga capek sendiri. Aku bersyukur bisa putus darinya tanpa drama. Meski rasanya sakit, berusaha untuk menerima apapun konsekuensinya. Kami telah berhubungan selama lebih dari ... Ah, berapa ya? Sampai lupa aku pacaran sama dia berapa tahun. Sudahlah! Bahas cogil makin pusing nanti pak. Oh ya, berkas yang bapak kasih tempo hari belum aku kerjain. Hm, aku kebut dulu ya pak?"

Sang wanita langsung beranjak dari tempat duduk sang bos. Ia kembali duduk di tempatnya.

Aarav hanya mengangguk saja. Diam-diam, ia memperhatikan wajah serius Olive saat bekerja.

"Dih tuh cewek yang sangat tangguh, di saat seperti ini masih bisa fokus kerja. Dia mirip banget sama Rachel, apa Olive titisan Rachel ya? Kalau gitu, aku gak boleh lepasin dia gitu aja. Aku bakalan jadiin Olive mama-nya Alesia," gumam Aarav mulai mendapatkan titik terang dalam hubungannya yang sebelumnya masih ambigu karena cinta sejati terhadap mendiang istri.

Setelah semuanya kembali ke mode awal, Aarav pun kembali melakukan pekerjaan seperti biasanya. Dia juga bersemangat untuk menjalani perannya sebagai seorang bus di kantornya itu.

Waktu berlalu sangat cepat, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30, saatnya Alisia di jemput.

Aarav merapikan meja kerjanya lalu menghampiri sang karyawan." Olive, ikut aku jemput Alesia."

"Tapi, aku belum selesai mengerjakan pak."

"Nanti, kamu bisa kerjakan di rumah. Bereskan semuanya dulu."

"Tapi bapak bilang, kerjaan ini harus selesai tepat waktu. Aku gak bisa lah semauku."

"Iya, sisanya biar aku yang kerjain gimana? Anakku akan marah kalau aku datang sendirian. Alesia kalau sudah dijanjiin, bakalan nagih terus. Nanti aku yang pusing."

"Loh, yang pengen ajak Alisia jalan-jalan kan bapak, kenapa malah aku yang diikutsertakan?"

"Haha pengennya sama kamu kok, udah. Tutup laptopmu, kita go."

Sang gadis sebenarnya malas, tapi mau gimana lagi? Namanya perintah bos tidak bisa ditolak begitu saja. Apalagi berhubungan dengan Alesia.

"Baiklah pak, aku ikut bapak."

*

*

*

Sang wanita membereskan berkas-berkas lalu dimasukkan ke dalam tas kerjanya, Aarav yang romantis berusaha memberikan perhatian kepada wanita di hadapannya.

"Biar aku yang bawain tasmu."

"Eh mana ada? Gak pak. Nanti karyawan lain bakalan curiga dengan hubungan kita? Kan kita cuma bos dan karyawan? Aku nggak mau lho kena bully lagi sama Sinta."

"Haha, sebentar lagi kamu akan jadi mamanya Alesia, karyawanku akan menjadi karyawanmu juga kan?"

Deg!

Kata-kata yang disampaikan oleh bosnya sangat horor plus bikin senam jantung.

"Astaga, kenapa pria ini terlalu berterus terang? Bikin syok aja."

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus subscribe 🥰 salam kenal 🙏
kalea rizuky
berarti santi ma Arab bneran kah tidur bareng
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
semangat Olive jangan menangisi mantan tapi tataplah masa depan 💪😍😍😍😍
Eva Karmita
peluk Olive sabar ya mungkin Mario bukan jodoh mu 🤗🤗🤗
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
💓
Eva Karmita
mampir otor 🙏😊
KumiKimut: siap kak makasih ya, semoga suka/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!