" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebblak
Zea begitu kesal dengan Arron . Zea tidak ingin membohongi ibu Arron . Apalagi wanita paruh baya itu terlihat sangat baik kepadanya . Hanya Aruna yang memang terlihat tidak percaya dengan hubungan Zea dengan Arron . Tapi Zea bersyukur karena Zea bisa menjelaskan kepada Aruna .
"Zea " teriak Kikan .
" Jangan berteriak Kikan " ucap Zea ikut berteriak .
" Kamu sendiri juga berteriak " ucap Kikan tanpa rasa bersalah .
" Itu karena kamu berteriak " ucap Zea .
" Ada apa kamu ke sini ? Dan itu apa yang kamu bawa ?" tanya Zea .
" Ini . Aku membeli makanan untuk kita " ucap Kikan .
" Aku sudah makan " ucap Zea .
" Tapi katanya ini makanan penghilang stress " ucap Kikan .
" Itu seblak " ucap Zea .
" Iya aku mau coba . Katanya enak " ucap Kikan .
" Ya cobalah " ucap Zea .
Kikan tidak terlalu suka pedas .Zea duduk di samping Kikan dengan segelas jus melon .
" Itu punya mu . Kalau kamu mau " ucap Kikan .
" Aku mau melihat mu dulu " ucap Zea .
" Baiklah . Usap itu iler mu " ucap Kikan tertawa kepada Zea .
Kikan lalu menyendokkan seblak ke dalam mulutnya . Awalnya Kikan memang merasa pedas . Tapi rasanya cukup nyaman bagi Kikan .
" Pedes " ucap Kikan .
" Iya memang . Tapi enakkan ?" tanya Zea .
" Ya . Ini enak . Rasanya beda aja gitu " ucap Kikan .
" Bakal jadi favorit nih " ucap Zea
" Bisa jadi " ucap Kikan nyengir .
Zea lalu ikut memakan seblak yang di bawakan Kikan .
" Oh ya . Tadi aku bertemu sama Billy dan wanita itu " ucap Kikan .
Zea tidak menyahut . Rasanya sudah tidak ingin lagi membicarakan Billy.
" Billy terlihat tak terurus . Tapi itu pilihan dia sendiri . Oh ya , bagaimana dengan sidang mu " ucap Kikan .
" Semua lancar . Berkat dia tidak pernah datang . Dan aku bersyukur . Besok adalah sidang terakhir . Doakan semoga besok clear " ucap Zea .
" Kamu akan datang besok ?" tanya Kikan .
" Ya " ucap Zea seraya tersenyum .
Membayangkan sebuah perceraian saja tidak pernah . Apalagi Billy selalu baik dan perhatian kepada Ze . Seakan tidak ada lagi orang lain di hati Billy . Namun ternyata waktu mampu merubah cinta seseorang . Biarlah ini menjadi cerita bagi Zea . Dan saat ini Zea hanya berharap hidup seperti biasanya . Meskipun tanpa Billy di sampingnya .
" Aku akan menemani mu . Tapi agak terlambat mungkin . Aku ada bertemu klien " ucap Kikan .
" Tidak masalah " ucap Zea .
Kikan memeluk Zea dengan erat .
" Kamu harus menjalani hidup dengan baik . Kamu harus bahagia " ucap Kikan di sela pelukannya .
Zea mengangguk .
Zea sangat bersyukur selalu di kelilingi orang-orang baik .
Seperti biasa . Zea bangun pagi dan berolahraga sebentar . Sebelum kembali beraktifitas .
Zea sudah berdandan rapi . Menggunakan celana panjang hitam , blouse warna putih dan juga jas hitam . Tak lupa rambutnya dia biarkan tergerai . Dengan kaca mata hitamnya yang membuat Zea terlihat cantik .
" Non cantik sekali " ucap Simbok .
" Makasih mbok. Simbok sudah siap ?" tanya Zea .
Zea mengajak Simbok untuk menemaninya .
Zea juga meminta ijin terlebih dahulu kepada perusahaan . Dan mereka memberi ijin.
Tentu saja Arron sangan menunggu sidang akhir ini .
Arron sudah bersiap juga untuk pergi . Kevin benar-benar di buat bingung dengan tingkah Arron . Banyak wanita lajang di luar sana. Cantik dan seksi tentu saja itu hal mudah bagi Arron . Tapi Arron lebih memilih Zea . Wanita yang belum memiliki status asli .Istri orang iya tapi masih proses cerai . Janda bukan karena masih berstatus istri .
" Kamu memang sudah gila Arron " ucap Kevin .
" Ya " jawab Arron merapikan penampilannya .
" Kalau orang tahu nama kamu pasti akan ikut tercemar . Seorang pengusaha kaya raya tampan Arron Zalano ternyata seorang pembinor " ucap Kevin .
" Mereka tidak akan berani . Sudah sku mau pergi dulu " ucap Arron .
Kevin hanya mengibaskan tangannya .
" Oh ya jangan lupa sebarkan itu " ucap Arron .
" Ya ya . Pergilah , selesaikan urusan mu itu " ucap Kevin .
Kevin tak habis fikir . Sahabat kecilnya akan jatuh cinta dengan istri orang . Ya , meskipun akan menjadi seorang janda .
Kevin keluar ruangan . Dan menjatuhkan sesuatu di dekat pantry. Beruntung di sana tidak ad orang . Kevin lalu membuat kopi untuknya sebelum kembali ke ruangannya .
" Pak Kevin butuh sesuatu ?" tanya Ob di sana .
" Oh tidak . Saya sudah buat sendiri " ucap Kevin .
" Bapak bisa minta tolong kalau mau di buatkan kopi " ucap ob itu lagi .
OB itu termasuk karyawan baru . Jadi sangat merasa sungkan .
" Sudah pergilah bekerja " ucap Kevin lalu kembali ke ruangannya .
OB itu lalu masuk ke dalam . Dia mau bersih-bersih . Tapi saat dia mau menyapu . OB itu menemukan sebuah foto .
" Punya siapa ini . Kenapa ada di sini " ucapnya .
Lalu pria itu membawa foto itu ke sakunya .
Tak berselang lama Billy datang untuk membuat kopi . Billy tidak bisa tidur semalaman . Memikirkan perceraiannya dan juga kehamilan Sarah yang semakin membesar .
Akhir-akhir ini Sarah juga sudah memakai pakaian yang longgar . Meskipun terbuka tapi di bagian perut pasti longgar . Dan hal itu tentu saja semakin membuat rekan kerjanya penasaran . Apakah benar dengan gosip yang mereka dengar .
OB itu yang melihat Billy masuk . Merasa familiar dengan Billy . Namun dimana dia melihatnya . Mereka baru saja bertemu satu kali .
" Kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Billy .
" Apa pak ? Ada apa ? " tanya Ob itu karena terlalu fokus mengingat .
" Ah lupakan . Bisa buatkan aku kopi ?" tanya Billy lalu duduk bersandar di kursi .
" Baik pak . Saya buatkan " ucap Ob itu .
OB itu terlihat cekatan membuat kopi .
" Apa kamu masih baru ?" tanya Billy memijat pelipisnya .
"Iya Pak . Saya baru satu minggu di sini " ucap OB itu .
Billy mengangguk lalu pergi setelah mendapatkan kopinya .
Ob itu lalu teringat dengan foto yang baru dia dapat .
" Oh ini foto mas yang tadi . Ternyata ini foto pernikahannya " ucap Ob itu
Billy merasa lelah karena omelan dan juga Sarah yang selalu meminta ini dan itu . Sudah pulang lembur malam di rumah harus menghadapi Ibu dan Sarah .
Tak sengaja Billy dan juga Zea berpapasan . Billy berusaha berbicara kepada Zea . Namun Zea berusaha untuk menolaknya.
" Ini di kantor Billy " ucap Zea
" Aku mau bicara Zea . Beri aku waktu " ucap Billy .
" Kalau mau bicara silahkan datang ke pengadilan " ucap Zea lalu pergi .
Tiba-tiba Zea di telpon oleh kantor untuk menyerahkan laporannya . Saat itu Zea lupa jika harus segera di serahkan kepada Kevin . Karena Zea terlalu bersemangat untuk segera mengakhiri sidang perceraiannya .
" Aku tidak bisa Zea " ucap Billy lirih .
Billy merasa tidak berguna menjadi seorang lelaki . Seharusnya Billy mampu dan berani mengambil pilihan . Nyatanya Billy tidak bisa melakukannya .
Ibu Billy mengancam Billy untuk menyebarkan rumor perselingkuhan Billy dengan Sarah . Dan begitu pula dengan Sarah .
" Sudah beristri kok masih menggoda wanita lain . Tapi mbak itu cantik sih " ucap OB itu .